Sugar Baby (Paranoia)

Sugar Baby (Paranoia)
Tawaran


__ADS_3

Kamu tidak cemburu?"


Daniel tertegun sejenak sebelum tawanya berderai.


"Jangan khawatir aku akan merebutmu dari tangan bedebah ini, seperti harapanmu"


"Prak...!! "Jemari Renata mendarat manis di pipi Daniel" Aku tidak suka menunggu... "


" Jadi...?? "Antonio dan Daniel menyahut bersamaan.


" aku punya hak untuk memilih, seharusnya kalian berusaha dengan gigih untukku "


" Tuan putri yang cantik, kamu tidak perlu menamparku hanya untuk kekesalan remehmu itu "Daniel mengusap pipinya yang sedikit tersetrum.


" Saat ini aku sedang berbisnis, kita urus bagian itu terlebih dahulu."Daniel menegakkan badannya" Aku sudah berusaha keras menaham rasa cemburu dengan apa yang kalian lakukan barusan, saatnya aku setidaknya mendapatkam Deal dari pekerjaanku sebagai upahnya"


Renata dan Anthony saling menatap sesaat dan mengerutkan keningnya.


"Sophie... Banyak pekerjaan, aku tidak rela dia menunggumu lama di sana" Daniel sekali lagi menunjukkan pintu keluar apartemennya.


"Kamu tidak ikut kembali Re..." Anthony memastikan sekali lagi bahwa istrinya itu masih berkenan melanjutkan hidup dengannya.


"Jangan pura - pura lupa.." Desis Daniel" ini antara aku, kamu dan tuan kildman"


Sejenak ruangan hening.


Renata menggeleng pelan "Aku ingin memgurus udusanku dulu, pulanglah"


Anthony mendengus kesal dan berjalan denga cepat, seiring dengan sophie yang mengikutinya dengan cekatan.


"Atau kamu masih sudi bersama suamimu yang berumur dan kejam itu" lanjut Daniel usai melihat teman akrabnya itu menghilang dari balik pintu.


Renata mulai menunduk dan mengigit bibir bawahnya.


Daniel tertawa renyah dan menggeleng, "Apa aku bisa menghitungnya sebagai cinta, atau katena dia cukup menawan"


Renata berdecih "Mari membahas urusan kita saja, aku dan Anthony bukan urusanmu saat ini"


"Jadi... Apakah akan menjadi urusanku di masa mendatang"

__ADS_1


"Soal itu, aku mengajukan penawaran"


Daniel menggeleng cepat "Kamu bemar - benar keterlaluan"


"Lukisan itu.. Nilainya sangat mahal bukan?"


Daniel memicingkan sepasang bola matanya "Kamu mulai mau berbagi informasi denganku?"


"Anggap saja ini sebuah kompromi"


"Yang jelas nilainya cukup membuat aku tertarik"


Renata mengangguk cepat "Aku rasa lukisan itu ada di rumah keluarga Anthony"


"Hah..mana mungkin? Anthony selalu sibuk memcarinya selama beberapa tahun "


"Mungkin saja.. Dan Anthony todak menyadarinya"


"Apakah sebenarnya dari awal ini yang kamu ketahui soal lukisan itu?"


Renata mengangguk tanpa ragu.


"Huh... Mengecewakan"


Daniel mengangkat bahu, tanda tak menolak tapi juga tidal begitu menerima. Menurutnya Renata hanya konyol..


"Aku tidak konyol.. Hitung saja, kapan brangkas itu di buat"


Wajah Daniel sedikit menjado serius "Kamu tahu soal brangkas?"


"Tentu saja... Kalian merebutkannya karena itu bukan?"


Daniel termenung sejenak, perlahan dia mulai tertarik dengan ucapan gadis muda dihadapannya.


"Branglas yang berisi hasil rampasan beberapa generasi Mafia italy bukan?" Renata menafik kembali tubuhnya ke arah sebelumnya "Kalau tetinci dari data yang aku koleksi dari beberapa berita, nilainya cukup untuk membangun negara baru"


"Kamu bahkan sudah menghitungnya"


"Aku lahir dari keluarga konglomerasi, otakku sudah otomatis berhitung nila mendengar angka dan kekuasaan"

__ADS_1


"Ok... Aku terima, jadi teorinya?"


"Berdasarkan perkiraan tahun brangkas itu dibuat, aku rasa rumor tentang retina Anthony sebagai salah satu kuncinya, adalah kebohongan.."Renata menarik nafas dalam - dalam" Mereka hanya ingin dia di buru dam terbunuh hingga tahta kekuasaan akan ada di tangan mereka "


" Maksudmu...??? "


" Tentu saja keluarganya.. "Renata menyangga dagunya sejenak" Anthony sangat aneh, dia selalu khawatir di racun, mengunci pintu berulang dan tepatnya dia menderita paranoia "


Daniel melebarka matanya lebih lebar" teorimu makin gila, aku tidak tertarik aka hal lain selain lukisan itu "


" Kuncinya... Orang terdekatnyalah yang sering mengancam, jadi aksi pembunuhan sebelumnya tidak pernah berhasil, maka isu kornea di sebarkan. Dan lukisan itu hanya aka dikeluarkan ketika Anthony mati "


" Mereka itu Mafia, membunuh bukanlah hal yang perlu di pikirkan untuk beberapa kali "


" Kecuali, kematian Anthony di tangan mereka menimbulkan efek negative. Jadi mereka butuh tangan lain untuk melakukannya "


Daniel hanya tertawa berderai, menanggapi teori yanh terdengar konyol di telinganya.


" Aku tidak butuh kamu percaya, tapi aku butuh dukunganmu? "


Tawa Daniel terhenti.


" Aku akan mendapatkannya, kita bagi rata isinya dan lupakan tentang orang lain yang memesannya. Setelah itu kita bahas lagi soal kita"


"Kamu masih berniat selingkuh denganku"


"Aku pantang selingkuh, alu hannya memulai daftar calon suami yang baru andai saja aku kehilangan suamiku yang sekarang"


"Re... Apakah kamu sadar kalau kamu terlalu sombong"


Renata memgangguk.. "Karena aku sedang memiliki posisi untum di sombongkan"


Daniel tak habis pikir dengan jalan pemikiran gadis cantik di hadapannya, tapi diakuinya hal itulah yang membuat renata nampak menarik.


"So...???"


"Antar aku ke rumah Anthony dengan helikoptermu dan pastikan aku memiliki alat komunikasi denganmu, selain apotek"


Daniel menimbang sesaat, akan tawaran baru Renata yang perlahan mulai terasa lumayan.

__ADS_1


"Well.. Bersiaplah!!"


Bersambung


__ADS_2