Sugar Baby (Paranoia)

Sugar Baby (Paranoia)
Kantor


__ADS_3

Anthony melepaskan genggaman Renata " Aku bisa.. Dan selalu bisa "Jawab Anthony ringan.


" Ha... "Renata terkejut sekali lagi" Jadi... "


Keduanya saling menatap beberapa saat.


" Yup..!! " Jawab Anthony tanpa menunggu pertanyaan Renata.


" Kamu memilikinya? "


" Tentu saja "Jawab Anthony dengan satu sisi bibirnya yang meninggi.


" Kamu memiliki passportku? "Renata mengikuti Anthony, tanpa memperdulikan banyak mata yang mengawasi mereka.


Anthony berhenti dan membiarkan Renata kini berdiri di hadapannya.


" Kamu memiliki passportku, kapan? Dan berapa lama? Berikan padaku? " Wajah Renata segera ceria. Dia sudah membayangkan untuk segera bisa mengakses rekening banknya dan kembali menjadi orang kaya. Tapi dia lupa satu hal...


Lelaki di hadapannya adalah Anthony, meski lelaki itu suaminya dia tidak akan dengan mudah bermurah hati.


Anthony menoleh ke arah Ruangan yang masih dalam keadaan pintu terbuka, lengkap dengan beberapa pasang mata yang masih tertegun menatap mereka berdua.


"Masuk dan bekerjalah dengan baik, sampai aku yakin bahwa aku bisa mempercayaimu"


Renata mendengus tak percaya akan kalimat Anthony. "ini perbudakan" sambil membuang nafas kasar.


"Terserah!.. Ini duniaku, aku yang berkuasa. Bukan lagi dirimu. Dan aku sudah pernah memperingatkanmu" Anthony kembali menunjuknke arah ruangan yang sama.


Renata berdecih dan mendengus beberapa kali. Meski pada ahirnya dia menuruti permintaan Anthony, karena memang tkdak akan ada pilihan yang lain.


*****


Namanya Bu Julia , biasanya tegas namun dia juga tidak bodoh untuk mempertaruhkan karirnya hanya karena tidak sabar menghadapi Renata.


Bukan Renata tidak pintar, tapi lebih pada dia belum pernah bekerja.


Bu Julia memandang Renata berkali - kali sambil menatap CV renata yang mengagumkan.


Dengan latar pendisikan seperti inj dan paras serta penampilan yang rupawan , bagaimana mungkin dia hanya memilih menjadi seorang sugar baby? Pertqnyaan itu sedang bersemayam dalam benak bu Julia.

__ADS_1


Renata tak gentar untuk membalas tatapan Bu Julia. Dia lebih terbiasa menjadi putri kesayangan ayahnya yang kaya dan cukup berkuasa dari Pada seorang pegawai. Biasanya orang lain lah yang tunduk kepadanya. Tapi... Saat ini kondisinya berbeda. Dan Renata sama sekali tidak tertarik belajar sebagai bawahan.


"Sebenarnya perusahaan ini bergerak di bidang apa?"


Alih - Alih menunggu pertanyaan. Renata justru melemparkan pertanyaan.


"Kami bergerak dalam bidang advertising produksi, semacam membuat iklan tv dan semacamnya" Jawab bu Ratih yang madih terperangah dengan cv renata.


"Aku pikir mereka hanya bergerak dalam dunia keuangan, tapi rupanya juga dunia hiburan"


"A... Itu.. Tunggu.." Bu. Julia mulai menyadari bahwa Renat sudah mulai memimpin percakapan. "Tentu saja kami juga bergerak di bidang keuangan, tapi..." Bu Julia membenatkan kaca matanya untuk menata sikap.


"Seharusnya saya yang bertanya kepadamu, kenapa kamu tertarik bekerja di sini" Pertanyaan kosong ini membuat Renata tersenyum kecil. Jelas - jelas dia sama sekali tidak berkenan. Anthony yang telah menjebaknya dengan menahan passportnya.


"Sederhana, aku punya kepentingan pribadi uang mengharuskan aku bekerja di sini" Jawab Renata cepat.


Bu Juliq yang awalnya ingin memulai kuasanya dan m3ndominasi situasi dwngan Renata. Kini jadi berbalik menjadi sedikit tunduk.


"Kepentingan pribadi? Apa dia mata - mata tuan Anthony" Batinnya "Mengingat Anthony yang sudah lama tidak muncul dan tiba - tiba datang, mungkin saja dia mulai mencurigai hal - hal yang kurang baik.


" Seperti itu.. Hmmm"Sejenak Bu. julia berfikir untuk sikap selanjutnya. "Kalau begitu kita langsung ke pekerjaan saja"


"Meja kamu tepat di depan ruangan saya" Bu juliq tersenyum sejenak sambil memberi kode agar Renata mengikutinya.


"Pisahkan amplop - amplop ini berdasarkan kategori, dan..." Bu julia mulai menulis email dan password. "Ini adalah email yang di gunakan untuk menerima pegawai. Kamu pisahkan juga dalam folder sesuai kategori"


Renata hanya mematung tak habis pikir, hari pertama kerja langsung dengan tugas serumit ini. Membaca profil orang lain. Yang benar saja, ini buang - buang waktu.


Dia hanya bermaksud melanjutkan cerita cintanya dengan Anthony yang tak boleh usai. Tapi berahir hanya mensortir cv tanpa tujuan.


Renaya hanya mengangguk menyanggupi.


"Ah.. Kalau boleh tahu, ruangan pak. Anthony extension nomor berapa?" Tanya Renata di luar konteks pekerjaan.


Bu Julia mulai meyakini bahwa Renata adalah mata - mata.


"kamu bisa menghubunginya secara pribadi bukan?"


"Ah...masalahnya dia membawa handphoneku, aku baru dan pertama kali di sini. Aku hanya ingin meminta handphoneku kembali darinya" Renata memasang senyum termanisnya untuk menutupi kebohongannya.

__ADS_1


"Ah.. No. 9"


Renata mengangguk dan mengantar pandangannya dengan kepergian Bu julia kedalam ruangannya.


"tuuut.... Tuuuuut..." Tanpa segan dan menunggu Renata segera mendial nomor ruangan Anthony. "Aku tidak akan membiarkan diriku membuang waktu di sini" ucap Renata segera ketika telphon itu di angkat.


"Aku hanya memberi pilihan sekali, sebelum kamu memulai. Dan setelah itu hidupmu adalah milikku, aku tidak suka kamu berkeliaran tanpa aku tahu"


"Apa maksudmu? Aku hanya di rumah?"


"Justru itu masalahnya, aku tidak suka kamu berkeliaran di dalam rumahku"


Renata membanting pesawat telphonnya dengan keras, hingga menarik perhatian rekan sekitar. Namun mereka tak berani menegur dan kembali bekerja sesaat kemudian.


*****


"Aku akui istrinya kali ini cantik dan muda, mungkin tuan Anthony punya penyakit selera yang aneh" Gossip salah satu wanita yang bersuara berat.


"Jadi rumor itu benar, soal kebiasannya yabg snagat pemilih?"


"Kami di sini tidak pernnah melihat Tuan Anthony bersama wanita yang umurnya 30 an" Wanita yang bersuara lembut itu kemudia berdecih "Paling usia 29 sudah di putus kan atau di cerai, seperti mantan istrinya? Padahal saat itu mereka baru memiliki anak"


"Aaah...."Wanita yang lain mulai menanggapi dengan antusias.


" Kalau wanita yang di lukis di ruangan tuan Anthony itu siapa? Aku rasa itu bukan mantan istrinya apalagi wanita barunya yang sekarang "


" Gossip di sini... Itu adalah cinta sejatinya tuan Anthony, tapi pasti sudah berumur. Beberapa karyawan sudah pernah melihatnya duluuuuu sekali..."Kembali wanita yang bersuara berat berbicara.


" Hah... Jadi meski cinta, kalau badannya expired dia juga akan membuangnya? Ckckckck... Sungguh mengerikan "


Grrrrrr... Gigi Renata menggertak tertahan, ingin rasanya dia bergabung dan mencoba menanyakan kenyataan yang lebih dalam soal Anthony yang terdengar sudah mengiris hatinya.


" Rendah Sekalk batinnya " batinnya" Bagaimana mungkin wanita dinilai hanya sebatas fisiknya, cantik dan muda... Huh itukah yang dia butuh "


Renata memilih memebeku di dalam salah satu bilik toilet hingga suara berisik pera gadis itu pergi.


" Dan siapa wanita sialan itu...? "


Brakkk.. Renata segera keluar dari bilik dan memandangi bayangan tubuhnya sesaat.

__ADS_1


Apakah sakit paranoia bisa mempengaruhi otak Anthony hingga level yang tak masuk akal begini?


__ADS_2