SYAIRA

SYAIRA
Bab 11- Perhatian Firman


__ADS_3

Firman sedikit menengok ke samping untuk melihat istri manjanya, tadi dia terbangun saat mendengar alarm dari smartphone Syaira yang terus berdering.


"Syaira bangun, sudah waktunya untuk bersiap-siap Salat Subuh". Ucap Firman mencoba membangunkan Syaira.


Ada apa dengan istrinya hari ini?, tidak biasanya istrinya telat bangun seperti ini. Biasanya Syaira akan bangun lebih awal dan membangunkan Firman untuk Salat Subuh. Tapi hari ini wanita itu sepetinya tidak ada tenaga untuk bangun.


Syaira membuka matanya saat mendengar suara suaminya, ia sedikit berusaha bangun dari tidurnya, Syaira merasa kepalanya sangat pusing. Dan Firman hanya terus memperhatikan istri manjanya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Firman.


Syaira hanya sedikit mengelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan suaminya. Firman mencoba menyentuh dahi Syaira, karana ia khawatir saat melihat wajah Syaira yang pucat saat ini.


"Sepertinya kamu demam" Ucap Firman sehabis menyentuh dahi Istrinya.


"Syaira tidak apa-apa Mas. Ayo, kita siap-siap untuk Salat" Kata Syaira.


Syaira mencoba menegakan tubuhnya untuk bangun, walau tubuhnya sagat lemah.


"Biar Aku bantu" Ucap Firman.


Firman sedikit membantu istrinya untuk berdiri, ia merasa tidak tega melihat istri manjanya yang selalu semangat dan terseyum menjadi lemah sepeti ini.


"Iya"


Syaira sedikit menganguk sebelum menerima bantuan dari suaminya, saat sepeti ini ia merasa senang karana suaminya ada untuk dirinya.


****


"Mas Firman tidak pergi ke Masjid?" Tanya Syaira, saat melihat suaminya telah bediri di depan nya


"Tidak. kamu sedang sakit, Karna itu untuk hari ini aku akan jadi imam" Ucap Firman.


Sebenarnya Firman ingin Salat di Masjid, tapi memikirkan keadaan istrinya saat ini, ia menjadi tidak tega untuk meningalkan istrinya begitu saja. Firman merasa tidak tenang untuk meningalkan Syaira sendiri di rumah, kalau Syaira jatuh pingsan bagaimana? laki-laki itu tidak Ingin mengambil resiko. Karana itu dia ada di sini sekarang, untuk menjadi imam sekaligus mejaga istri manjanya.


"Terima kasih"


"Untuk apa berterima kasih, bukankah sudah kewajiban suami, menjadi imam untuk keluarganya dan mejaga keluarganya" Ucap Firman tampa sadar membut Syaira langsung tersenyum.

__ADS_1


"Apa Mas Firman sudah mengakui hubungan ini?" Tanya Syaira.


"Sudahlah jangan punya pikiran aneh-aneh, itu hanyalan yang tidak mungkin terjadi" Ucap Firman. Membut Syaira tampak sedih.


Firman hanya menghela napas saat melihat istri manjanya yang tampak sedih saat ini. Ada apa dengan wajah itu, apa istri manjanya saat ini sedang berpura-pura dewasa?, apa wanita ini sudah mengerti kata-katanya?. Entahlah, Firman tidak peduli.


****


Jam sudah menunjukan Pukul 9 pagi, pasangan suami istri itu masih setia memejamkan matanya. Tadi setelah Salat Subuh Firman menyuruh istri manjanya untuk istirahat, dengan setia ia menunggu Syaira yang sedang tertidur di sampingnya, sambil mengompres wanita itu.


Dan karana kelelahan dan rasa kantuknya, Firman tampa sadar sudah tertidur di samping Syaira saat ini, dengan tanganya mengengam erat tangan istrinya.


Saat Syaira sudah terbangun dari mimpi indahnya, ia langsung terseyum melihat suaminya tertidur sambil mengengam tangan nya. Apa tadi Mas Firman menjaga Syaira?, seketika hati Syaira menjadi hangat saat memikirkan pertanyaan itu. Wanita itu pun sedikit menengok ke arah jam dinding di sudut kamarnya.


"Mas Fir—man" Teriak Syaira.


Membuat Firman langsung terbangun dari mimpi indah, dengan wajah khawatir nya ia melihat sekeliling.


"Ada apa?. Apa ada yang sakit" Tanya Firman, dengan mata yang sudah menatap tajam istrinya.


Firman terus menatap tajam istri manjanya dengan wajah khawatir, ia takut istri manjanya kenapa-kenapa. Tapi Syaira bukanya menjawab pertanyaan suaminya, wanita itu malah menunjukan wajah seperti ingin menangis.


"Mas Firman coba liat jam. Sudah pukul 9 pagi Mas" Kata Syaira, membuat Firman mengakat alisnya.


"Ya terus?"


"Kita rencananya kan mau, olahraga bare—ng" Syaira menjawab pertanyaan suaminya tadi dengan suara yang sedikit manja.


Setelah mendengar jawaban Syaira, Firman tampa pikir panjang langsung pergi meningalkan Istri manjanya, tampa mengatakan apapun.


"Mas Fir—man" Syaira terus memangil nama suaminya.


Firman hanya mengehela napas saat mendengar teriakan istri manjanya, dengan wajah kesal laki-laki itu terus melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Sepertinya istri manjanya sudah tidak apa-apa, buktinya wanita itu sudah Bisa membuat Firman merasa kesal.


****


"Makan ini Wanita merepotkan"

__ADS_1


Syaira menerima bubur yang tadi di buat suaminya, dengan wajah cemberut. Firman sedikit tersenyum melihat tingkah istri manjanya yang sedang merajuk.


Dari tadi wanita di hadapannya saat ini, tidak mau bicara dengan Firman, cuman gara-gara batal olahraga bersama, Syaira bertingkah sepeti ini. Wanita ini benar-benar sepeti anak kecil yang sedang kesal.


"Sudahlah, kita bisa olahraga di lain waktu. Berhenti lah bersikap seperti anak kecil" Ucap Firman.


"Wajah Syaira memang seperti anak kecil. Imut dan ngegemesin"


"Iya kamu memang sepeti anak kecil" Ucap Firman. Membuat Syaira langsung terseyum.


Firman hanya sedikit menganguk saat melihat tingkah istri manjanya saat ini. Syaira selalu cepat sekali berubah suasana hati nya, walau istri selalu merajuk, Firman bisa dengan cepat membuatnya terseyum lagi.


"Aku akan mencari pembantu, untuk membantu kita mengurus rumah. Aku tidak mau kamu kelelahan dan telat makan seperti kemarin" Ucap Firman.


"Kalo cuman beres-beres rumah Syaira bisa kok. Dan soal memasak, bukanya Mas Firman yang akan mengurus itu" Kata Syaira, membuat Firman menganguk.


Firman tahu, istri manjanya memang tidak bisa masak tapi, wanita ini cukup pandai membereskan rumah. Dan soal urusan masak, Firman pernah mengatakan, kalau dia akan mengurus hal itu. Tapi sekarang laki-laki itu fikir, ia tidak bisa mamasak untuk istri manjanya setiap saat, karana dia juga harus mengurus perkerjaan nya di kantor.


Firman tidak mau kejadian kemarin terulang lagi, Syaira telat makan karana Firman tadi malam pulang sangat telat. Karan itu dia memutuskan untuk mencari pembantu untuk membatu Syaira dan dirinya.


"Aku tidak bisa setiap saat berada di rumah untuk memasak makanan untuk kamu. Dan perkerjaan aku banyak di kantor. Tadi malam saja kamu telat makan, karana aku pulang sangat malam. Aku akan mencari pembantu untuk membantu kita" Kata Firman, sedikit menjelaskan.


"Baiklah. Kalo itu keputusan Mas Firman, Syaira akan mendukungnya. Karana Syaira percaya Mas Firman" Ucap Syaira dengan senyuman nya.


Kalau ini keinginan suaminya, Syaira sebagai Istri tidak bisa menolaknya, wanita itu takut dosa. Dan juga Syaira yakin kalau keputusan suaminya saat ini, untuk kebaikan dirinya.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2