
َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
Ashadualailahaillallah, Ashadualailahaillallah
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ngalassolah, Hayya ngalassolah
-----------------------------------------------------
Suara alarm Adzan membangunkan Syaira dari mimpi indahnya. Ia sedikit mengucek mata untuk menetralkan rasa kantuknya.
"Mas Firman bangun, sudah waktunya Salat Subuh" Dengan bibir yang masih menguap, Syaira membangunkan Firman yang masih ter-tidur di sampingnya.
"Apa sudah waktunya Salat Subuh"
"Iya Mas" Ucap Syaira menjawab pertanyaan suaminya.
Syaira sedikit tersenyum saat memperhatikan wajah suaminya, menurutnya suaminya sangat menggemasakan saat bangun tidur.
"Baiklah ayo" Ucap Firman, mengajak Syaira Salat bersama.
"Mas Firman tidak Salat berjemaah di Masjid?"
"Hari ini tidak, karana saya belum tahu Masjid di dekat sini ada di mana" Ucap Firman. Syaira hanya mengangguk saat mendengar perkataan suaminya, ia langsung menyusul suaminya untuk bersiap-siap Salat Subuh berasama.
Saat Salat bibir Syaira tidak henti-hentinya tersenyum, ia merasa sangat bahagia karana untuk pertama kalinya suaminya akan menjadi imam dalam Salatnya.
****
Setelah selesai menjalankan Salat Subuh berasama istrinya, Firman langsung bersiap-siap untuk orahraga. Firman berencana lari pagi di sekitar tempat tinggal barunya, dia ingin lebih mengenal sekitar tempat tinggalnya.
"Mas Firman ingin pergi ke mana?" Tanya Syaira saat melihat suaminya sedang merapihkan rambut di-depan cermin.
"Olahraga!!"
"Kenapa harus merapihkan rambut juga, di depan kaca lagi" Tanya Syaira lagi.
Dengan sebal Firman menengok ke-arah istri manjanya, kenapa Syiara selalu bertanya dan mengangangu dirinya, menyebalkan sekali.
__ADS_1
"Saya harus tampan setiap saat, inget itu" Ucap Firman.
Syaira langsung memanyunkan bibirnya, padahal saat rambut Firman acak-acakan, suaminya tetap tampan.
"Kalau begitu saya pergi sekarang"
Setelah merasa penampilanya terlihat sempurna, Firman langsung malangkah pergi. Tapi saat Firman ingin membuka pintu kamarnya, langkah kakinya terhenti, karana istri manjanya tiba-tiba memeluk tangannya dengan manja.
"Syaira ikut ya—a" Ucap Syaira dengan suara yang di buat manja.
Firman langsung menatap tajam wajah istri manjanya, niat hati ingin langsung memarahi Syiara, mata Firman malah sedikit melebar saat melihat wajah Syaira.
Deg... Deg....
Jantung Firman seketika berdetak begitu cepat saat melihat Syaira yang sekarang sedang tidak memakai hijab. Dengan gugup Firman mencoba melepaskan pelukan Syaira.
"Tunggu sebentar, Syaira ingin bersiap-siap du—" Kata-kata Syaira langsung terpotong, saat melihat suaminya sudah berlari meningalkan dirinya.
"Mas — Firman" Syaira berteriak memangil suaminya.
Syaira merasa sangat sebal saat melihat suaminya meningalkan dirinya begitu saja, tadinya Syaira juga ingin ikut olahraga bersama suaminya, tapi Firman malah tidak mau menunggu Syiara bersiap-siap.
"Pokonya Syaira besok pagi harus harus bersiap-siap, biar tidak di-tinggal sama Mas Firman lagi" Ucap Syaira kepada dirinya sendiri.
Di lain tempat Firman dengan gugup sedang menetralkan detak jantungnya, ia merasa sangat bodoh karana tadi meninggalkan Syaira begitu saja. Tapi untungnya Syiara tidak mengejar Firman, kalau sampai istri manjanya mendengar detak jantung Firman, Syaira pasti akan besar kepala.
"Sadarlah Firman, dia bukan tipemu" Ucap Firman pada dirinya sendiri.
Firman memutuskan melanjutkan tujuan pertamanya, jika dia terus memikirkan perasaan aneh itu, Firman akan samakin kacau. Lagi-lagi Syiara selalu bisa membuat Firman pusing.
****
Firman terus berlari sampai tidak menyadari kalau dia sudah berlari sampai 2-jam. Tapi Syukurlah selama 2-jam berlari ia mendapat hasil yang dia inginkan, sekarang Firman sudah sedikit tau di-mana letak tempat ibadah dan keamanan di-dekat rumahnya.
"Hai..." Sapa seorang wanita, yang tiba-tiba sudah berlari sejajar di samping Firman.
Firman sekilas menengok ke samping, ia sedikit tersenyum saat melihat wajah wanita yang sudah mengganggu aktifitasnya.
"Hai.." Ucap Firman, ia langsung berhenti berlari.
"Siska!!!"
"Firman!!!"
Sepasang pria dan wanita itu saling menatap wajah satu sama lain dengan bibir mereka yang saling tersenyum. Sudah hal biasa bagi Firman melihat wanita seperti Siska, dari dulu wanita selalu menjatuhkan dirinya sendiri ke pelukan Firman.
"Mau berlari bersama?" Tanya Siska.
__ADS_1
Firman hanya sedikit mengangguk sebelum ia berlari berasama Siska, tampak jalanan sudah lumayan ramai. Mungkin jika ada yang menperhatikan Firman dan Siska, orang itu akan berpikir mereka merupakan sepasang kekasih, karana walau baru beberapa menit Firman dan Siska berkenalan, mereka sudah tampak sangat dekat sekarang.
Setelah cukup lama berlari, Firman dan Siska memutuskan untuk berjalan santai. Dalam langkah kakinya, Firman dan Siska sedikit bercerita menggenai kehidupan yang mereka jalani.
"Jadi kamu baru pulang dari London?"
"Ya.."
Saat Siska sedang asyik bertanyaan mengenai kehidupan Firman, langkah kaki Firman tiba-tiba langsung berhenti. Mata Firman saat ini sedang memperhatikan tukang bubur yang menyajikan makanan untuk pelanggannya, sedangkan Siska yang merasa di abaikan sedikit melihat ke-arah pandang Firman.
"Kamu ingin bubur!!!"
Siska ingat Firman baru kembali ke-negara ini, setelah 5th tinggal di-London. Siska pikir mungkin saja Firman sedang merindukan makanan pingir jalan.
"Tidak!!! tadi aku hanya merasa ingin membelikan itu untuk orang rumah, tapi sepertinya aku lupa menbawa ponsel dan juga dompet" Ucap Firman, ia sedikit tersenyum mengingat ke bodohnya tadi, saat dia meninggalkan istri manjanya begitu saja.
"Mau aku belikan?. Kamu bisa menggantinya nanti, mungkin dengan makan siang atau makan malam" Ucap Siska sambil terseyum mengoda ke arah Firman.
Firman tampak berpikir saat melihat senyumam Siska. Firman pikir sepertinya tawaran Sisika tidak akan merugikannya.
"Oke!!"
"Baiklah, tunggu di sini sebentar"
Dengan senyuman di wajahnya, Siska mendekat ke arah Firman dengan kantong plastik di tangannya. Sisika langsung memberikan bubur yang sudah dia beli tadi kepada Firman.
"Terimakasih" Ucap Firman.
Dengan wajah sepeti anak kecil yang bahagia saat menerima kado dari seseorang, Firman sedikit melihat isi kantong plastik untuk memastikan isinya.
"Apa itu untuk ibu-mu, tampaknya kamu sangat senang" Ucap Siska.
Wajah bahagia Firman seketika hilang saat mendengar ucapan Siska. Apa benar Firman senang memperhatikan Syaira?. Tidak itu tidak benar, saat ini Firman hanya takut Syaira sakit, Firman takut istrinya mengeluh kepada orang tua mereka, karana itu dia ingin membelikan bubur ini untuk Syiara.
"Bukan. Ini untuk istri-ku"
Firman langsung pergi mendahului langkah Siska. Firman terus meyakinkan dirinya sendiri kalau dia sama sekali tidak peduli dengan Syiara. Ini hanya keterpaksaan bukan keinginan harinya.
Mata Sisika memperhatikan Firman yang pergi meningakannya begitu saja dengan senyuman penuh arti.
"Menarik"
TO BE CONTINUED.
____________________________
HOPE YOU LIKE IT!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡