SYAIRA

SYAIRA
Bab 9- Syaira Dan Mertua Belajar Memasak


__ADS_3

Setelah mobil Syaira sudah sampai di depan rumah mertuanya, ia langsung melangkah kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu, dengan sopan.


"Assalamualakun Mommy" Ucap Syaira.


"Waalaikumsalam salam, akhirnya kamu datang juga" Ucap Sarah mertua Syaira.


Mertua Syaira menyambut kedatangan Syaira dengan gembira, sama sepeti keinginan menantunya. Dari dulu Sarah juga, ingin sekali belajar masak dengan menantunya.


"Yaudah yuk. Kita langsung aja ke dapur"


Sarah langsung mengajak menantunya ke dapur. Sedangkan Syaira hanya bisa menganguk dengan wajah gembira nya, ia langsung mengikuti langkah kaki metuanya.


Dua wanita beda genarasi itu sedang sedang berbincang-bincang sambil menyiapkan bahan-bahan yang akan mereka gunakan, untuk belajar masak.


"Mommy. Apa Makanan kesukaan Mas Firman?"


Syaira sangat penasaran dengan makana kesukaan suaminya, wanita itu ingin sekali masak makan itu.


"Hmm.. Firman suka nasi goreng dan juga susu kedelai, waktu kecil sepertinya Chef di rumah kami sering membuat itu" Ucap Sarah menjawab pertanyaan menantunya dengan wajah sedikit berfikir.


Syaira langsung tersenyum mendengarnya, Syaira terus memperhatika mertua nya, ia sangat kagum saat melihat metuanya. Karana, walau umur ibu mertuanya sudah kepala empat, wanita itu masih sangat cantik. Syaira saja tadi tidak menyangka mertuanya sudah erumur 45 tahun jika metuanya tidak memberitahunya.


Tadi ibu mertuanya sempat menceritakan kisahnya dengan ayah mertua. Mertua Syaira mengatakan bahwa, dia menikah di usia muda, Mommy saat itu masih 19 tahun dan Daddy 30 tahun. Wanita itu sedikit terkejut dengan cerita mertuanya itu.


"Kalau begitu, sekarang kita ingin masak apa?. Mom?" Tanya Syaira.


"Tidak tahu. Kita masak saja apa yang kita bisa hahahah..." Ucap Sarah sambil tertawa bahagia.


Syaira hanya menganguk setuju sambil ia sedikit ikut tertawa. Sepertinya Syaira dan Sarah sangat cocok bersama, karana mereka memiliki sifat yang hampir sama.


***


Di kantor, tampak Firman sedang sibuk berdiskusi tentang perusahaan dengan Daddy nya. Ayah dan Anak itu tampak sangat serius berbincang-bincang. Sampai mereka tidak sadar waktu sudah menujukan pukul 5 sore.


"Agus.. Jangan lupa sampaikan kepada nyonya. Malam ini saya dan dia akan makan malam di luar bersama, suruh nyonya untuk bersiap-siap" Ucap Herry ayah Firman. Menyuruh Agus sekertaris nya untuk menyapaikan pesan itu.


Ayahnya Firman walau umurnya sudah melebihi setengah abat, ia masih tanpak sangat gagah dan tampan. Karana tadi mendiskusikan masalah perusahaan dengan anaknya, Harry hampir saja lupa mengenai makan malam dengan istrinya, yang udah ia siapkan jauh-jauh hari sebelumnya.


"Baik Tuan" Ucap Agus, ia langsung pergi dari sana untuk menjalankan perintah atasanya.


"Daddy dan Mommy masih saja seperti anak muda"

__ADS_1


Firman tadi hanya memperhatikan pembicaraan ayahnya dengan sekertarisnya tadi, Firman sangat tahu kalau ayahnya sangat mencintai ibunya. Mungkin jika dulu Firman sedikit telat masuk ke dalah rahim ibunya, Harry sudah di tingalkan oleh Sarah.


"Daddy.. Tidak ingin kehilangan Mommy mu" Ucap Herry sambil tetsenyum, laki-laki itu sedikit mengingat masalalu, karana pertanyaan anaknya tadi.


Firman hanya bisa mengaguk setuju saat mendengar kata-kata ayahnya tadi. Ia sedikit tersenyum dengan dirinya sendiri, apa mungkin hubungan Firman dan Syaira akan penuh cinta sepeti hubungan ayah dan Ibunya?.


Sepetinya itu tidak mungkin, Firman tidak mungkin mencintai wanita bodoh seperti Syaira. Karana laki-laki itu selalu ingin kesempurnan di dalam hidupnya, dan dia tidak mungkin mendapatkan itu dari wanita sebodoh istri manjanya.


"Maaf tuan, saya sudah menelpon orang rumah. Tapi nyonya katanya tidak bisa di gangu saat ini, saya akan mencoba nya nanti" Ucap Agus, yang tampa Firman sadari sudah ada di sana.


"Memangya nyonya sedang apa?, Kenapa tidak bisa di gangu saat ini?" Tanya Herry, tidak bisanya istri tercintanya sepeti ini, biasannya wanita itu selalu memberitahu Harry tentang aktifitas nya.


"Nyonya dan Nona Syaira sedang belajar memasak" Jawab Agus.


Saat mendengar jawaban Agus, mata anak dan ayah itu langsung menatap tajam ke arah Agus.


"Berdua saja" Agus hanya bisa mengangukan kepalanya saat mendengar pertanyaan Firman.


"Astaga,,"


"Firman. Jangan bilang Syaira, ju—ga"


***


"Astagfirullah Mommy. Kok ada asap"


"Mommy juga tidak tau Syaira"


Wajah Syaira dan Sarah seketika panik saat melihat masakan yang mereka buat mengeluarkan asap.


"Mommy api" Ucap Syaira lagi. Saat melihat masakan mereka yang tadi berasap berubah menjadi percikan api.


Wanita beda generasi yang panik itu, langsung mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tapi bukanya padam, api itu malah samakin besar.


Para pembantu di sana langsung masuk ke dalan dapur saat mendengar teriakan majikannya. Mereka semua berusaha menbantu memadamkan api itu, mereka sedikit menyalahkan diri sendiri saat melihat kejadian ini. Seharunya Sarah tidak menyuruh pembantunya tadi keluar semua.


Sarah dan Syaira bersyukur karana api itu bisa padam dengan cepat, setelah pembantu mereka datang membantu.


***


"Kamu itu kenapa selalu membuat masalah. Kalau tadi terjadi apa-apa dengan kalian tadi, bagai mana?" Ucap Firman dengan nada kesal.

__ADS_1


Tadi setelah mendengar kabar terjadi kebakaran di rumah orang tuanya. Firman dan ayahnya dengan panik langsung ke sana, mereka bersyukur karana istri mereka tidak apa-apa.


Setelah dokter mengucek keadaan istri dan ibunya, dan mengatakan mereka berdua baik-baik saja. Firman langsung membawa istri manjanya pulang ke rumah mereka.


"Maaf Mas"


Syaira hanya bisa menundukan kepalanya sambil menahan tangisanya saat mendengar kata-kata suaminya. Wanita itu terus menyalahkan dirinya atas kejadian ini.


"Mommy itu sama seperti kamu sangat ceroboh. Dua orang ceroboh di satukan jadilah seperti ini"


"Mas Firman. Tidak boleh berkata seperti itu tentang mommy, dosa Mas" Ucap Syaira dengan polosnya.


Firman sedikit melihat ke samping untuk sedikit menperhatikan wajah istrinya, setelah Syaira mengatakan kata-kata itu. Firan sedikit mengehela napas, karana wanita di samping nya ini selalu bisa membuat Firman kehilangan kata-kata, ia selalu kalah melawan istri manjanya.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Firman.


"Belum"


Firman bisa melihat kesedihan di wajah istrinya, pasti istri manjanya sedang menyalahkan dirinya sedikit saat ini.


"Sudahlah lupa hal tadi, aku harap kamu tidak melakukan hal yang bisa membahayakan mu ataupun orang lain lagi. Sekarang kita makan malam dulu baru setelah itu kita pulang" Ucap Firman.


Syaira hanya bisa mengaguk dengan wajah nya masih menunduk, sebenarnya Firman tidak tega untuk memarahi istri manjanya ini. Tapi saat melihat kelakuan istrinya, sulit bagi Firman untuk tidak emosi.


Istri manjanya ini selalu melakukan hal yang ceroboh. Kapan wanita di sampingnya ini bisa dewasa?, Firman hanya bisa berdoa. Semoga saja setelah mereka bercerai nanti, istri manjanya ini bisa lebih dewasa.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**

__ADS_1


__ADS_2