
"Bang Firman" Killa memangil kakaknya. Membuat pemilik nama langsung menengok ke sumber suara.
"Killa.." Ucap Firman, Ia sedikit terkejut melihat adiknya di sini.
Firaman langsung membenarkan penampilan nya. Ia mencoba menyisir rambut nya dengan jari-jari nya agar sedikit rapi. Dia tidak mau adiknya menyadari keadaan nya saat ini.
"Maafin Killa" Ucap Killa. Ia langsung memeluk kakaknya. Dengan wajah binggung Firman membalas pelukan adik tersayang nya itu.
"Ada apa?. Apa Brian mengangu Mu lag?" Tanya Firman. Membuat Killa langsung mengelengkan kepalanya dalam pelukan Firman.
"Maaf. Karana aku Kakak Ipar pergi, dan Bang Firman menjadi seperti ini" Ucap Killa. membuat Firman semakin mengingat Istri Manja nya.
"Untuk apa kamu minta maaf. Bukankah itu bagus, jika dia sudah pergi" Kata Firaman.
Bohong. Jika menurut Kakak itu bagus dia tidak mungkin menjadi sekacau ini. Lihat penampilan nya sekarang, dia seperti bukan kakak Ku.
"Berhenti membohongi perasaan kakak. Kakak sangat mencintai Kakak Ipar" Ucap Killa.
Saat mendengar kata-kata adiknya, Firman langsung menjadi kesal. Apa-apaan ini, Tadi Brian juga datang ke kantor Firman dan mengatakan hal sama seperti yang di katakan Killa.
Kenapa mereka berdua kompak mengatakan jika Ia mencintai Istri manja nya. Itu tidak mungkin, dia tidak mungkin mencintai Istri Manja nya. Karana ada Wanita yang harus dia jaga, dan Wanita itu bukan Syaira.
"Jangan mengatakan hal yang konyol. Sebaiknya kamu pulang sekarang" Kata Firman. Ia menyuruh Adik nya untuk pergi dari sana.
"Bang Firman—"
"Killa..." Bentak Firman. Dia semakin kesal jika harus terus mengingat Istri nya.
Dari tadi dia berusaha menghapus bayangan Istrinya. Tapi ada saja hal yang menggangu nya.
Sedangkan Killa menjadi sama kesal nya dengan Firaman. Kenapa kakaknya tidak mau mengakui perasaan nya?. Kakak nya masih sama seperti dulu, dia teralalu di buatkan rasa bersalah nya.
"Kalau Bang Firman terus menolak perasaan itu. Bang Firman cepat atau lambat akan menyesal" Ucap Killa. Ia langsung pergi dari sana setelah mengatakan kata-kata itu.
Menyesal?. Firman tersenyum mendegar kata-kata itu, saat dia menyetujui perjodohan ini dia sudah meyesali nya. Semuanya tidak berjalan lancar setelah kembali ke negara ini.
****
Syaira terus menangis. Wanita itu tetap tidak mau pulang, walau Adelia sudah membujuk nya. Adelia semakin pusing melihat adiknya seperti ini, tangisan Syaira sangat mengangu nya.
Tapi Adelia sedikit bersyukur karana, Ayah dan Ibu nya tidur di kamar bawah. Kalau tidak mereka akan semakin khawatir melihat Syaira yang seperti ini.
Hiks... Hiks....
__ADS_1
"Kakak.. Apa salah Syaira, kenapa Mas Firman tidak bisa menerima Syaira" Ucap Syaira sambil menangis. Adelia tercengang mendengar kata-kata adiknya. Kata-kata tadi Membuat Adelia teringat masalalu.
Saat di mana Syaira kembali bersekolah setelah kecelakaan itu. Waktu itu Umur Adelia masih 13 tahun dan Syaira 12 tahun.
**
9 Tahun yang lalu
Saat itu Adelia masih kelas 8. Ia menjalin satu tahun di sekolah baru nya dengan tenang, Adelia mempunyai banyak teman karana kepintaran dan kencantikan nya.
Tapi di tahun Ke 2 semuanya berubah, saat adik nya masuk di sekolah yang sama dengan nya. Syaira mememang tidak kalah cantik dengan Adelia, tapi kebodohan Syaira membut teman teman nya mengejek Syaira maupun Adelia.
Mulai saat itu Adelia terus menjahui adik nya. Saat adik nya di ejak Adelia berusaha tidak memperdulikan nya. Sebenarnya Ia ingin membantu adik nya, tapi ketakutannya mengalahkan semuanya.
Adelia takut jika teman-teman nya tidak mau berteman dengan nya lagi. Dia takut bernasip sama dengan Syaira. Karana itu Adelia menjahui Syaira.
Hiks....Hiks...
"Kakak.. Apa salah Syaira, kenapa kakak tidak mau menerima Syaira" Ucap Syaira yang masih berusia 12th. Adelia Ingin sekali memeluk adik nya, tapi dia tidak berani. Karna itu Adelia meningalkan Syaira begitu saja.
Adelia berjalan menuju belakang sekolah. Ia menangis di sana, Dia sangat mensal karana tidak bisa membatu adik nya. Dia kakak yang tidak berguna.
Hiks... Hiks...
**
Sekarang. Adelia tidak ingin mengabaikan penderitaan adiknya lagi, karana itu dia di sini sekarang. Mulai sekarang Adelia akan menjaga Adik nya, tidak ada yang bisa menyakiti Adik nya.
"Sudahlah.. Syaira, Cinta tidak segampang itu. Kamu harus berusaha mendapatkan dan memperjuangkan nya" Ucap Adelia. Ia memeluk adik nya yang sedang menangis itu.
"Besok kamu harus pulang. Kakak akan membantu kamu untuk mendapatkan cinta Suami Mu" Ucap Adelia lagi.
Syaira menganguk kan kepala nya. Ia membalas pelukan Kakak nya. Benar apa yang di katakan kakak, Syaira harus berjuang. Syaira tidak boleh gampang putus asa dan menyerah. Allah tidak menyukai hal itu.
****
Firman melangkah memasuki rumah nya, hari ini sangat melelahkan untuk nya. Tadi saat di kantor, Ia sama sekali tidak fokus mengerjakan perkerjaan nya.
Saat sudah sampai di dalam rumah mewah itu. Firaman langsung tersenyum geli, rumahnya tampak kosong dan dingin. Tidak ada yang meramaikannya lagi dan tidak ada yang menghangatkannya lagi. Biasa nya Istri Manja nya akan menyambut nya sekarang, tapi sekarang Wanita itu sudah tidak ada lagi.
Setelelah membersihkan dirinya. Firman langsung pergi ke dapur karana perut nya sangat lapar. Tadi siang dia menyuruh pembantu nya untuk cuti hari ini. Saat ini Firman butuh sendiri. Ia terus berusaha mengahapus Syaira dari ingatanya.
Firaman membuka kulkas. Ia merasa sebal karana pembantu nya hanya menyisakan telur di sana. Apa pembantu nya tidak belanja hari ini. Apa yang bisa Firman buat dengan telur-telur itu?.
__ADS_1
Tapi!!. Belum sempat Firman mengambil telur-telur itu dari dalam kulkas. Tiba-tiba saja telpon nya berdering, Firaman langsung mengambil Smartphone nya dari kantong celana nya.
"Ada apa?" Tanya Firman. Memulai pangilan, ini sudah malam tapi sahabatnya tetap saja mengangu nya.
"Sedang apa?" Kata Brain di seberang sana. Firman mengangkat alis nya.
"Masak" Ucap Firman.
"Masak apa?" Brian bertanya lagi. Firman semakin binggung, Apa-apa ini kenapa sikap Brian seperti pacar, yang sedang ingin tahu keadaan kekasih nya.
"Lo itu kenapa?" Tanya Firman.
"Jawab aja. Gue khawatir sama lo, bisa aja kan lo masak racun" Kata Brian. Membuat Firman bosan dengan tingkah sahabatnya.
"Aku tidak tahu. Di kulkas hanya ada telur" Jawab Firman. Dengan matanya yang masih setia menatap telur-telur di dalam kulkas.
"Lo tingal buat Omlet. Susah amat" Kata Brian. Membuat Firman teringat saat pertama masuk rumah ini, Istri Manja nya membuat makanan itu.
Apa ini bisa di makan?. Masakan apa ini?.
Tentu saja bisa ini kan makanan. Dan kata Google ini namanya Omlet.-Ucap Syaira
dengan Polos nya.
"Lo cuman bisa gangu aja" Kata Firman. Ia langsung menutup pangilan itu begitu saja.
Firman sekilas menatap ke kiri dan ke kanan. Bayangan Istrinya ada di mana-mana. Ini sangat melelahkan, Firman langsung menutup kulkas dengan kuat. Ia langsung pergi dari sana.
Belum ada sehari Istri Manja nya pergi dari kehidupan nya. Tapi dampak yang Wanita itu tingalkan sangat tersasa di hidup nya. Apa yang harus Firman lakukan agar bayangan itu hilang dari pikiran nya.
-------------------------------------------------
**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**
**Jangan Lupa Untuk**
Like
Komentar
Dan Juga Vote
Kritik dan Saran Author Terima
__ADS_1
**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup Dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**