
Mobil Firman sudah berhenti di depan rumahnya, badanya sangat lelah karana seharian dirinya berkerja. Laki-laki itu langsung melangkah kakinya, untuk cepat-cepat memasuki rumah nya. Firman harus cepat-cepat beristirahat.
Tapi saat sudah memasuki rumahnya, Firman sedikit merasa heran, karana tidak melihat istri manjanya menyembutnya. Biasanya wanita itu selalu terseyum dan berlari memeluk dirinya.
Laki-laki itu pun langsung menaki tangga menuju kamar tidurnya. Mungkin istri manjanya sudah tertidur, karana ini sudah sangat malam. Tapi saat Firman sudah sampai di kamarnya, ia tidak menemukan Syaira.
Firman terus mecari keberadaan istri manjanya, ia sudah menyusuri rumahnya, tapi dia tidak menemukan istri manjanya. Laki-laki itu pun memutuskan untuk bertanya dengan pembantunya.
"Bi.. Di mana Syaira?"
Sebenarnya Firman tidak enak membangunkan pembantunya malam-malam sepeti ini. Tapi Laki-laki itu tidak punya pilihan lain, karana dia sangat mencemaskan istri manjanya.
"Non Syaira pergi ke rumah orang tuanya. Bibi kira Tuan tahu" Ucap Bi Ijah menjawab pertanyaan majikannya.
Firman sedikit terkejut mendengar jawaban dari pembantunya. Kenapa istrinya tidak meminta izin terlebih dahulu seperti bisanya?. Istri Manja nya tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Firman sedikit melirik jam tangannya. Ini sudah sangat malam, tapi istri manjanya belum pulang. Ia merasa sangat khawatir sekarang.
"Kapan Syaira pergi?"
"Siang tadi Tuan" Ucap Bi Ijah, menjawab pertanyaan Majikanya.
"Terima kasih Bi. Bibi sekarang bisa tidur lagi,ini sudah sangat malam. Maaf sudah mengangu"
"Tidak apa-apa Tuan. Bibi kan pembantu Tuan" Ucap Bi Ijah.
Firman sedikit menganguk sambil menatap Bi ijah sebentar, Ia pun langsung pergi dari sana. Laki-laki itu pun dengan langkah cepet pergi ke kamarnya.
****
Di dalam kamar, Firman terus mencoba menelpon istri manjanya. Tapi istri manjanya tidak mengakat telpon darinya, laki-laki itu terus mencoba, tapi hasilnya tetap sama.
Dengan perasaan yang sangat khawatir, Firman memutuskan untuk langsung pergi ke rumah mertuanya. Ia harus memastikan keadaan istri manjanya baik-baik saja, baru dia bisa merasa tenang.
"Assalamualakun.." Ucap Firman, setelah sampai di depan rumah mertuanya.
"Waalaikumsalam.."
Indra ayah Syaira langsung tersenyum, saat melihat menantunya sudah ada di hadapannya saat ini. Syukurlah menantunya kemari, Indra fikir Menantunya tidak peduli dengan keadaan putrinya saat ini, tapi setelah melihat menantunya menyusul Syaira ke mari. Sepertinya pikiran Indra salah selama ini.
"Abi. Apa Syaira ada di dalam?" Ucap Firman setelah mencium tangan mertuanya, dengan sopan.
__ADS_1
"Masuklah" Kata Indra ayah Syaira, menyuruh menantunya masuk.
Dengan senyuman di wajahnya, Firman sedikit menganguk dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah mertuanya. Mata Firman langsung memperhatikan sekeliling, untuk mencari keberadaan istri manjanya.
"Syaira. Sudah tidur di kamar nya"
Firman langsung tersenyum saat mendengar perkataan mertuanya. Baguslah istri manjanya sudah tertidur, Firman pikir Syaira kenapa-kenapa.
"Apa keadaan Syaira baik-baik saja?"
Indra langsung mengangukan kepalanya saat mendengar pertanyaan menantunya. Ia semakin yakin kalau menantunya benar-benar peduli dengan putrinya.
"Kalau begitu apa saya boleh ke kamar Syaira?" Tanya Firman lagi, membuat mertuanya tersenyum.
"Tentu saja, itu kan kamar istri mu" Kata Indra ayah Syaira.
Firman tersenyum malu mendengar perkataan mertuanya, seharunya dia tidak menanyakan hal bodoh itu. Dengan sedikit membungkuk arah mertuanya, Firman melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.
"Tunggu sebentar Firman. Abi ingin mengatakan sesuatu" Kata Indra ayah Syaira, secara tiba-tiba. membuat Firman langsung mengehentikan langkahnya, dan langsung menatap mertuanya.
Dengan wajah binggung Firman menatap mertuanya. Apa istri manjanya mengadukan perlakukan kasarnya kemarin?.
"Tolong jaga Syaira, dan tolong buat dia bahagia. Abi harap kamu bisa mrmaklumi tingkah Syaira yang seperti anak kecil"
"Baik.. Firman akan menjaga Syaira" Ucap Firman, membuat hati Indra menjadi sedikit lega.
Firman yang tidak ingin berlama-lama berasama mertuanya, langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar Syaira. Saat sudah sampai di dalam kamar istri manjanya, hati Firman menjadi lega. Laki-laki itu bisa melihat, istri manjanya sudah tidur dengan nyenyak sambil memeluk boneka Hello Kitty.
Syukurlah Istri Manja nya. Bak-baik saja....
****
"Aku harap kamu tidak melakukan hal itu lagi" Kata Firman dengan nada kesal.
Laki-laki itu terus memberitahu Syaira, agar jangan pergi ke rumah orang tuanya tampa izin darinya. Syaira tidak tahu berapa khawatirnya Firman tadi malam, saat dirinya tidak menemukan Istri manjanya di rumah.
"Maaf. Syaira cuman kangen Abi dan Ummi"
"Aku tahu. Tapi pergi tampa izin suami itu tidak baik, kamu mengerti kan?" Tanya Firman, membuat Syaira sedikit mengaguk.
"Aku tidak pernah melarang mu pergi menemui Abi dan Ummi. Kalau kamu meminta izin terlebih dahulu aku tidak akan semarah ini, aku bisa mengantar kemanapun kamu mau" Ucap Firman lagi.
__ADS_1
Syaira terus menundukan kepalanya. Ini memang salah dirinya, karana tidak meminta izin terlebih dahulu dengan suaminya. Tapi Syaira melakukan itu karana takut, ia takut takut suaminya akan mengetahui keadaan nya.
"Kita akan langsung pergi ke luar kota" Kata Firman, membuat Syaira langsung menatap suaminya dengan wajah sedikit terkejut.
"Maaf. Tapi Syaira belum membereskan barang-barang" Ucap Syaira.
"Aku tahu. Nanti barang-barang kita akan menyusul, kamu harus tahu, aku di sana bukan untuk main-main. Aku di sana untuk berkerja, jadi aku harapan kamu jangan membuat masalah di sana" Kata Firman.
Firama merasa khawatir, istri manjanya akan membuat masalah nanti. Karana ini bukan cuman pertemuan 2 perusahaan saja, tapi akan banyak perusahaan yang akan datang ke acara itu.
Dan bukan hanya perusahaan di dalam negeri yang datang, dari luar negeri juga akan banyak yang datang. Semoga saja Syaira tidak melakukan hal akan membuat Firman malu nanti.
"Baik Mas" Kata Syaira. Ia akan berusaha menuruti perintah suaminya.
Tapi Syaira masih sedikit takut, apa nanti di sana akan banyak orang?. Wanita itu takut tidak bisa menyembunyikan penyakitnya.
Ting......
Lamunan Syaira langsung berhenti saat mendengar nada pesan masuk. Dengan wajah malas, Wanita itu pun langsung membuka pesan itu.
'Aku sudah kembali,,,,, Gadis kecil ku.'
Bibir Syaira langsung tetsenyum setalah membaca pesan itu. Syukurlah Syaira biaa membaca lagi, ini semua berkat ibunya yang selalu dengan sabar menbantu Syaira untuk memulihkan ingatanya kemarin.
Bara...... Hati Syaira sedikit begetar karana telalu bahagia saat memikirkan, laki-laki itu akan kembali.
Sedangkan Firman. Laki-laki itu hanya menatap istri manjanya dengan penuh tanda tanya. Kenapa Istri manjanya bisa sangat senang, saat membaca pesan itu?. Tapi sudahlah, Firman malas menanyakan hal yang tidak penting.
-------------------------------------------------
**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**
**Jangan Lupa Untuk**
Like
Komentar
Dan Juga Vote
Kritik dan Saran Author Terima
__ADS_1
**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**