SYAIRA

SYAIRA
Bab 6- Bubur Untuk Istri Manja


__ADS_3

Langkah kaki Firman berhenti tempat di depan rumahnya, dia merasa sangat lelah kerana hampir 4-jam ber-olahraga. Mungkin jika tadi Firman tidak bertemu dengan Siska, dia akan sampai lebih awal dan tubuhnya tidak akan selelah ini.


Firman mulai melangkah masuk ke-dalam rumahnya dengan badan yang penuh dengan keringat.


"Assalamualakun!!!"


"Waalaikumsalam!!! Mas Firman"


Pamandangan pertama yang Firman lihat saat memasuki rumahnya adalah wajah istri manjanya yang sedang tersenyum ke-arah dirinya. Firman sedikit bersuyukur kerana penampilan Syaira sudah seperti biasa, dengan hijab di kepala wanita itu.


Dengan senyuman Syiara sedikit berlari mendekati Firman, lalu Syaira sedikit membungkuk untuk mencium tanggan suaminya.


"Tidak usah. Saya sudah pernah bilang, kamu tidak perlu berperilaku seperti istri saya, karna sa—"


"Syaira tidak peduli Mas Firman" Ucap Syaira memotong perkataan Firman, lalu dengan sedikit memaksa Syaira mencium tangga Firman.


"Waktu itu salah Mas Firman sendiri, kenapa waktu itu tidak menolak menikahi Syaira"


"Sekarang beras sudah menjadi nasi. Walau sekarang Mas Firman menyesal, tetap saja Syaira sudah menjadi istri Mas Firman" Ucap Syaira lagi.


Firman langsung menghela napas saat mendengar perkataan Syaira. Firman menatap wajah istri manjanya dengan kesal, percuma berdebat dengan dengan Syaira.


"Sebaiknya kamu bertanya dengan google kepercayaan-mu itu. Definisi yang benar seperti apa!! Beras sudah menjadi nasi atau nasi sudah menjadi bubur" Ucap Firman dengan kesal.


Firman merasa wanita yang sedang bediri di hadapannya saat ini benar-benar sangat bodoh. definisi semudah itu saja Syaira tidak tahu, sebenarnya apa yang istri manjanya pelajari selama di sekolah dan kenapa Syaira bisa lulus sekolah dengan otak seperti itu.


"Nasi sudah mejadi bubur!!! Aaa—yaa Mas Firman pasti sedang memberikan kode ke Syaira-kan?. Mas Firman pasti ingin memberikan bubur itu untuk Syaira, tapi mas Firman malu" Ucap Syaira, sambil mengoda Firman dengan senyuman di wajahnya.


Firman pikir percuma saja bicara dengan Syaira, istri manjanya ini tidak akan pernah mengerti perkataan Firman. Meladeni Syaira hanya berakhir ke-kesalan di-hati Firman.


Firman binggung harus melakukan apa, agar Syiara ingin meminta bercerai darinya. Sebelum menikah Firman bahkan sudah bersikap sangat kejam, tapi wanita bodoh di hadapanya saat ini sama sekali tidak mengerti arti kejam itu seperti apa. Jika Firman berkata kasar, Syaira dengan entengnya langsung melupakannya begitu saja. Perkataan Firman hanya di-angap angin lalu, yang dapat Syaira lupakan begitu saja.


"Ambil ini, dan pergi dari hadapan saya" Ucap Firman, sambil memberikan kantong plastik yang berisi bubur kepada Syaira.


Dengan hati kesal Firman langsung pergi ke kamarnya, tubuhnya sudah sangat lelah tapi istri manjanya hanya bisa menambah kelelahan Firman.

__ADS_1


"Terimakasih Mas—Firman" Teriak Syaira.


Dengan senyum bahagia di wajahnya, Syaira membuka isi kantong plastik itu. Tidak sia-sia Syaira menunggu Firman selama 4-jam, karana suaminya masih memikirkan perut Syiara yang sangat lapar.


***


Setelah membersihkan tubuhnya, Firman memutuskan langsung turun ke-bawah. Sesampainya di ruang keluarga, mata Firman tanpak melihat Syaira yang sedang asyik menonton televisi.


"Akhirnya wanita itu bisa diam juga"


Bibir Firman tampa sadar tersenyum, ia terus memperhatikan istri manjanya yang sedang terdiam saat menonton televisi. Firman berharap Syaira diam sepeti itu selamanya, karana kalau Syaira mulai bicara dan tersenyum dengan wajah bodohnya, kepala Firman akan langsung pusing.


Kita telah melewati jembatan bernyanyi!!!


Selanjutnya kita kemana?


"Gunung Licin" Ucap Syiara dengan suara sedikit keras.


Iya betul Gunung Licin


"Itu di belakang Dora" Ucap Syiara lagi sambil menujuk ke arah acara televisi yang sedang ia tonton.


Senyuman di bibir Firman langsung menghilang, ia terkejut melihat tingkah bodoh Syaira. Baru saja tadi Firman sedikit senang karana melihat Syiara yang diam, tapi sekarang hati Firman merasa kesal. Tampa ingin melihat lebih lanjut tingkah istri manjanya, Firman memutuskan pergi ke dapur.


Dengan perut yang sangat lapar Firman membuka kulkas, ia menjadi sedikit kesal setelah membuka kulkas. Kenapa Firman bisa sebodoh ini, seharunya tadi dia lebih memikirkan perutnya sendiri ketimbang istri manjanya.


"Apa Mas Firman lapar?. Tenang saja, aku akan masak untuk Mas Firman sekarang"


Firman sedikit terkejut saat mendengar suara Syaira, entah sejak kapan wanita itu sudah ada di sana. Intinya sekarang Firman menjadi semakin kesal saat melihat wajah istri manjanya yang sedang tersenyum di sampingnya.


"Kamu ingin masak apa?. Arang?"


Syaira menjadi sedih saat mendengar perkataan suaminya, Syaira menjadi teringat akan masakanya yang gosong waktu itu. Syaira tau kalau suaminya saat ini sedang mengejek dirinya.


"Sudahlah, ikut aku sekarang. Kita akan pergi belajar" Ucap Firman.

__ADS_1


Benar apa yang di katakan Firman waktu itu, Syaira mempunyai tingkah yang aneh. Lihat Syaira saja sekarang, tadi wajah Syaira tampak sedih, tapi sekarang Syaira terlihat tampak sangat gembira.


"Apa Syaira boleh membeli boneka hello kitty!!! Ummi melarang Syaira untuk membawa satu boneka He—llo... Mas Fir—man" Belum sempat Syaira menyelesaikan ceritanya, Firman langsung meningalkan Syiara begitu saja. Dengan kesal Syiara terus berteriak memangil nama suaminya


Sedangkan pemilik nama hanya bisa bersabar saat melihat tingkah istri manjanya yang semakin tidak masuk akal. Firman terus bertanya pada dirinya sendiri, apa benar dia menikah dengan wanita yang umurnya sudah 21th. Tingkah Syiara sepeti anak usia 5th, waktu itu lebih baik orang tuanya menjodohkan Firman dengan anak SMA. Anak SMA mungkin lebih bisa berpikir di bandingkan dengan istri manjanya itu.


***


Dalam perjalanan, Syaira terus berusaha membujuk Firman agar suaminya itu membelikan dirinya boneka hello kitty kesukaanya nanti.


"Mas Fir—man. Boleh ya—a Syaira nanti membeli Boneka hello kitty, satu sa—ja" Ucap Syaira dengan suara yang di buat sangat manja.


Firman menjadi ingin muntah, saat melihat tingkah manja Syaira. Syaira hahkan masih mengingat boneka hello kitty setelah mereka akan sampai di tampat yang di-tuju.


"Baiklah kamu akan mendapatkan boneka itu. Tapi kamu harus tidur di-kamar bawah" Ucap Firman tersenyum smirk.


Syaira langsung terdiam dengan bibir cemberut saat mendegar perkataan suaminya, Syiara binggung harus membujuk Firman sepeti apa lagi agar suaminya luluh.


"Apa Mas Firman ingin sekali Syaira tidur di-kamar" Tanya Syaira.


"Apa sekarang kamu sudah bisa berfikir dan mengerti" Kata Firman menjawab pertanyaan Syaira, dengan mata yang masih fokus menyetir.


"Isshhh!!!! Mas Firman jahat" Ucap Syaira dengan nada kesal.


"Baguslah kalau kamu sudah tahu"


Syaira menjadi semakin sebal melihat suaminya yang tidak memperdulikan dirinya, Firman hanya fokus menyetir tampa memikirkan dan melihat wajah kesal Syaira.


TO BE CONTINUED.


____________________________


HOPE YOU LIKE IT! 


JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡

__ADS_1


__ADS_2