SYAIRA

SYAIRA
Bab 23- Musuh di London!!


__ADS_3

Laki-laki itu terus menperhatikan Istri nya yang sedang berdiri di sudut sana. Tidak ada senyuman lagi di bibir Istri Manja nya, Wanita itu seperti hilang semangat. Dan itu semua karana dirinya.


Tadi Firman menyuruh Istri Manja nya untuk tetap di sana. Sebab dia akan membicarakan bisnis, dengan teman-teman nya.


Tapi Firman sama sekali tidak Fokus dengan pembicaraan itu. Matanya sesekali menatap Syaira, untuk menperhatikan Istri Manja nya.


"Hay.. Syaira" Sapa Seorang Wanita yang tiba-tiba berada di belakang Syaira. Membuat pemilik nama itu menengok.


"Siska" Ucap Syaira.


Siska melangkah mendekati Syaira. Sepetinya Wanita bodoh di hadapan nya saat ini, masih mengenali nya.


Saat sudah berada di hadapan Syaira. Siska sedikit tersenyum, Dia pun semakin mendekati tubuh Syaira.


"Hay. Wanita bodoh" Bisik Siska. Membuat Syaira menegang karana terkejut.


Siska semakin tersenyum smirk, saat melihat Wajah Syaira yang tegang. Dia harus membuat pertunjukan yang menarik di sini.


"Lo Istri nya Firaman" Tanya Siska. Syaira menganguk ketakutan.


Syaira terus menundukan kepalanya, tangan nya sudah gemetar. Ia ingin sekali menangis sekarang.


"Apa Suami lo tau. Kalo lo itu Idiot?" Tanya Siska lagi.


Saat mendengar kata-kata Siska, Syaira langsung mengelengkan kepalanya dengan irama yang cepat. Air matanya tidak bisa terbendung lagi.


Siska semakin tersenyum, sepertinya Wanita bodoh ini sudah terpancing umpan nya. Syaira akan hilang kendali sekarang.


Sebentar lagi Wanita bodoh ini, akan mempermalukan dirinya sendiri. Dan semua orang akan semakin menjahui Syaira.


"Syaira" Sapa Seorang Laki-laki. Membuat pembicaraan 2 Wanita itu berhenti.


Syaira dan Siska menengok ke arah Laki-laki tesebut. Mereka sama-sama terkejut melihat Laki-laki itu.

__ADS_1


Laki-laki itu menyentuh pundak Syaira, untuk membuat Wanita itu tenang. Syaira menatap iris mata Laki-laki, yang sudah berada di dekatnya. Air matanya terus mengalir.


Bara mengahapus air mata Syaira. Ia sedikit menganguk dan tersenyum, seakan mengerti apa yang di maksud Syaira.


"Hay Gadis Kecil. Kenapa kamu menangis, ada aku di sini" Ucap Bara. Ia pun memeluk Syaira.


Siska yang merasa emosi menghentakan kakinya, Ia pun langsung pergi dari sana. Melihat Bara memeluk Syaira, membut hati nya samakin membenci Syaira.


Sebenarnya Siska sudah tau dari awal, kalau Bara datang ke acara ini. Dan juga Laki-laki itu sudah menperhatikan Syaira beberapa hari ini. Tapi Siska tidak mengira Bara akan datang di waktu yang tidak tepat.


Kenapa Bara terus menolong Wanita bodoh itu. Siska berjanji pada dirinya, siapapun yang merebut Bara. Dia akan menghancurkanya.


"Bara.." Ucap Syaira. Ia membalas pelukan Bara.


Syaira sangat takut. Tadi saat melihat Siska, ingat masalalu seakan muncul lagi. Ingatan yang hampir saja membuat Syaira mengakhiri hidup nya.


"Tenanglah. Aku ada di sini" Ucap Bara. membuat Syaira menganguk dalam pelukan Bara.


Syaira semakin memeluk Bara. Ia menjadi sedikit tenang karana sudah ada Bara di sini. Bara terus mengelus rambut Syaira, untuk menenangkan Gadis Kecil nya.


Di sisi lain. Firman terus menatap tajam, ke arah Istri Manja nya yang sedang berpelukan dengan Laki-laki lain. Ia mengempalkan tanganya, seakan menahan emosi.


Kenapa Syaira bisa mengenal Bara?. Laki-laki yang paling Firman benci, musuh nya di London.


"Bukankah Itu Bara?" Kata Brian. Teman Firman.


Brian sekilas melihat Wajah temanya yang sedang menahan emosi, Ia tersenyum. Sepetinya Firman sedang cemburu.


"Wahh.. Kalau sudah ada Bara, Buat apa Gue ngedeketin Syaira. Semua cewek yang Bara suka, pasti dia dapetin. Bahkan Jessica pernah suka sama Bara" Kata Brian. Ia sengaja memancing emosi sahabatnya.


Firman yang mendengar itu semakin emosi. Firman langsung melangkahkan kakinya untuk mendekati Syaira dan Bara.


Ia menarik tangan Syaira, agar Istri Manja nya menjauh dari Laki-laki itu. Bara tersenyum miring saat melihat Firman menarik paksa Syaira.

__ADS_1


"Apa sopan di hadapan banyak orang. Kamu memeluk Istri Ku seperti ini?" Tanya Firman. Matanya menatap tajam Bara, seakan ingin membunuh Laki-laki itu sekarang.


"Mas Firman. Ba—ra"


"Aku bukan bertanya dengan Mu" Ucap Firman. Memotong kata-kata Syaira.


Bara tersenyum melihat Firaman yang seperti ini. Bukan cuman Firman yang sedang menahan emosi. Tapi Bara pun saat ini sedang menahan emosi juga.


Beberapa hari ini Bara menperhatikan Syaira. Semua yang di lakukan Firman beberapa hari ini terhadap Syaira. Bara tahu.


Bahkan kejadian tadi sore saat Syaira mendengar kata-kata yang menyakitkan dari Suaminya. Bara tahu semua. Bara ingin sekali membunuh Laki-laki berengse* di hadapannya saat ini.


"Apa sekarang kamu sudah berganti pasangan?. Di mana kekasih London Mu, apa kamu juga sudah bosan dengan Wanita murahan itu" Kata Bara.


Firman semakin mengempalkan tanganya, saat mendegar kata-kata Bara. Seharusnya Laki-laki ini meminta maaf, Tapi Laki-laki kepara* ini malah mengatakan hal itu?.


Firman langsung menarik Syaira untuk pergi dari sana. Kalau tidak ada banyak orang di sana mungkin Firman sudah menghabisi Bara.


Tapi bukan itu saja alasan nya, kalau Firman melanjutkan perdebatan itu. Syaira akan mengetahui hubungan nya dengan Jessica, kekasih nya di London.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote


Kritik dan Saran Author Terima

__ADS_1


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2