SYAIRA

SYAIRA
Bab 4 - Rumah baru


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di depan rumah megah, tampak sepasang suami istri yang baru saja menikah turun dari mobil bewarna putih. Akhirnya Firman dan Syaira sampai di rumah baru mereka, yang tanpak klasik dan modern bernuansa islami.



Syaira sangat menyukai rumah barunya, ia tidak henti-hentinya tersenyum saat menperhatikan sudut demi sudut rumah barunya. Wanita itu bahkan sama sekali tidak menyadari bibirnya yang penuh es krim.


Firman hanya bisa menghela napas saat melihat tingkah Syaira, istri manjanya ini benar-benar selalu bisa membuat Firman pusing. Saat melihat Syiara, Firman seakan tidak percaya bahwa masih ada wanita seperti itu di-dunia ini.


"Mas Firman kamar kita yang mana?"


Saat sudah sampai di dalam rumah, Syaira langsung menanyakan letak kamar baru dirinya dan suaminya. Wanita itu bertanya dengan sangat antusias, seakan tidak sabar melihat kamar yang akan dia dan suaminya tempati nenti.


"Kita?" Ucap Firman dengan senyum smirk, saat mendengar pertanyaan Syaira.


Syaira yang sama sekali tidak mengerti arti senyuman yang di berikan Firman, dengan polosnya langsung mengangukan kepala. Bibir wanita itu tidak henti-hentinya tersenyum.


"Kamu tidur saja di kamar bawah dan saya di kamar atas" Kata Firman menjawab pertanyaan Syaira tadi.


Senyuman Syaira langsung hilang, di gantikan oleh wajah binggungnya, saat suaminya mengatakan kata-kata itu. Syaira sama sekali tidak mengerti kenapa kamar dia dan suaminya terpisah.


"Kenapa kamar aku, sama kamar Mas Firman terpisah?. Kata Ummi, suami dan istri itu berbagi kamar dan ranjang yang sama" Ucap Syaira dengan polosnya.


Firman memijit kepalanya, wanita di hadapannya saat ini selalu mengatakan 'kata Abi' atau 'kata Ummi'. Sebenarnya apa yang orang tuanya ajarkan kepada putrinya ini?, kenapa Syaira bisa semanja dan sebodoh ini. Istri lain mungkin langsung mengerti jika suami mereka mengatakan kata-kata itu, tapi Syiara sama sekali tidak mengerti.


Sebaiknya Firman harus segera menghentikan perdebatan ini, kalau dia lanjutkan kepalanya akan semakin pusing. Firman pikir, percuman saja menjelaskan semuanya kepada Syiara, karana wanita yang sedang berdiri di hadapannya saat ini tidak bisa berpikir dan benar-benar bodoh.


"Jangan banyak bertanya, intinya saya tidak akan mengangap kamu sebagai istri saya. Dan kita tidak usah berperilaku seperti suami istri kalau tidak ada keluarga kita" Ucap Firman, ia memutuskan langsung bergegas pergi menuju ke kamarnya, untuk menghindari Syiara.


Tapi belum ada 3 langkah Firman beranjak pergi dari sana, istri manjanya sudah menghalangi langkah kakinya. Syaira sudah berdiri tepat di hadapan Firman, dengan merentangkan tangannya untuk menahan suaminya agar tidak pergi.


"Tunggu!!! Syaira tidak mau tau, Syaira pokonya mau tidur di kamar dan di ranjang yang sama dengan Mas Firman. Dan Syaira tetap akan menjadi istri yang baik yang berbakti, Syaira takut dosa tau" Ucap Syaira, seakan ingin menampilkan wajah tegasnya.


"Dengarkan saya, kita tidak bisa berbagi kamar"


"Tidak!!! Syaira mau tidur di kamar yang sama dengan Mas Firman. Kalau Ummi tahu semua ini, pasti dia juga setuju dengan perkataan Syaira" Ucap Syaira, sambil menujukan senyumannya.


Shit!!!... Bagi Firman itu bukan senyuman tapi ancaman. Baiklah saat ini Firman akan mengalah, karena sana ini dia tidak akan bisa menang melawan wanita manjanya ini.


Firman akan membiarkan Syiara melakukan apa yang dia mau, hanya tidur di ranjang yang sama itu bukan masalah besar, yang menjadi masalah besar adalah kalau Syaira sampai menceritakan semua ini kepada orang tua mereka. jika itu benar-benar terjadi Firman akan celaka.


"Kamu ingin menjadi istri yang baik bukan?, kalau begitu saat ini saya sangat lapar, tolong buatkan saya makanan" Ucap Firman dengan nada memerintah.

__ADS_1


Syaira langsung tersenyum lebar saat mendengar perkataan Firman, itu adalah tugas pertama yang suaminya berikan. Dengan cepet Syaira langsung memberikan koper miliknya kepada Firman, dan tampa berfikir panjang Syaira langsung berlari pergi dari sana.


Firman menatap tajam kepergian istri manja nya, sekilas mata Firman melihat koper Syaira yang sudah berada di tangannya. Apa-apaan ini, apa sekarang Syaira sudah berani menyuruh dirinya.


"Mas Fir—man, dapurnya di ma—na" Terdengar Syaira berteriak dari arah kolam renang.


Mas Fir—man......


Mas Fir—man......


Firman sama sekali tidak memperdulikan teriakan istri manjanya, dengan wajah kesal laki-laki itu menbawa koper milik Syaira ke atas.


***


Ting.... Ting..... Ting.....


Terdengar suara detingan sendok beradu dengan piring. Terlihat Firman mencoba menetralkan rasa kesalnya, karana sudah hampir 30menit ia menunggu Syiara yang sedang memasak di dapur. Firman hanya bisa melihat piring kosong di atas meja, sebenarnya kemana perginya Syaira, apa dia tidur di dapur.


"Syai—ra" Firman memangil nama istrinya, dengan suara sedikit keras.


"Sebentar Mas Firman" Ucap Syaira, sambil kakinya melangkah mendekat ke arah Firman.


Dengan buru-buru Syiara lansung meletakan piring yang berisi masakan hasil kerja kerasnya tadi di-atas meja. Dengan senyuman Syaira memandang wajahnya, ia sudah tidak sabar melihat suaminya makan masakanya.


"Apa ini bisa di makan?. Masakan apa ini?"


Mata Firman menatap tajam masakan istri manjanya yang saat ini sudah ada di hadapan nya. Firman sedikit mengangkat makanan itu dengan garpu, astaga!!! apa ini bisa di sebut makanan.



"Tentu saja bisa di makan, ini kan makanan. Dan kata google ini namanya omlet" Ucap Syaira dengan kesal karana suaminya hanya memandangi makanan yang ia buat, tampa ingin memakanya.


"Udah cepetan makan Mas" Ucap Syaira dengan senyuman, ia seakan lupa dengan ke-kesalnya tadi.


Firman sedikit memijat pelipisnya, sebenarnya apa yang ia harapkan. Firman seharusnya tahu apa yang akan Syiara buat, kalau sudah seperti ini Firman sama bodohnya dengan istri manjanya.


"Saya tiba-tiba tidak ingin makan lagi" Ucap Firman. Membuat senyuman di bibirnya Syaira menghilang.


Firman tau kalau ucapaya, membuat istri manjanya sedih. Tapi apa yang bisa ia bisa lakukan, dia tidak mungkin makan makanan yang tidak jelas itu.


"Ishhh!! kalau begitu Syaira saja yang makan makanan ini, kebetulan Syaira lapar. Dan Syiara bukan sepeti Mas Firman yang suka buang makanan" Ucap Syaira, dengan penuh semangat.

__ADS_1


Firman hanya mengelengkan kepalannya, saat mendengar Syaira menyindir dirinya. Sepertinya istri manjanya ini mempunyai banyak keperibadian, dalam sesaat Syaira bisa berubah emosi, dari sedih menjadi senang.


"Tunggu..." Kata Firman, saat melihat Syaira ingin memakan masakan itu.


Firman langsung merebut paksa piring yang berisi makanan yang Syaira buat, ia langsung melangkah kakinya pergi ke dapur untuk membuang makanan itu ke wastafel.


Syaira terus memanyunkan bibirnya sambil menunggu suaminya kembali dari dapur. Kenapa Firaman lama sekali, Syaira ingin protes mengenai makananya yang di rebut begitu saja.


"Mas Firman. Kenapa ma—kanan!!"


"Makan Ini.." Ucap Firman, sambil menaru piring yang sudah berisi masakanya di atas meja.


Syaira langsung tersenyum saat melihat masakan suaminya. Syaira seakan lupa rencana awalnya untuk menanyakan mengenai masakan yang suaminya rebut tadi.



Firman tadi merasa tidak tega membiarkan istri manjanya memakan masakan yang tidak jelas seperti tadi, kalau istri manjanya sampai sakit dia juga yang akan menjadi susah. Karana itu Firman memutuskan langsung bergegas ke-dapur untuk menganti masakan yang lebih layak di makan, 5ht tinggal sendiri di-London membuat laki-laki itu pandai memasak.


Dengan senyuman di wajahnya, Syiara langsung memakan masakan suaminya.Sebenarnya Syiara juga tidak yakin dengan masakannya, ia hanya ingin sedikit mencicipi rasa masakanya saja. Syiara sadar masakanya tadi gosong, karna itu dia maklumi suaminya yang tidak mau memakan masakanya.


"Mas Firman mau?"


"Tidak" Ucap Firman singkat.


"Ayo makan!!..." Ucap Syaira sambil memaksa Firman menerima suapanya.


"Kenapa kamu selalu mekasa" Ucap Firman kesal, mau tidak mau Firman langsung menerima suapan Syaira.


"Karna kakak aku bilang, jangan mau kalah sama laki-laki" Ucap Syaira sambil terseyum bahagia.


Syaira tidak menyangka tindakannya tadi akan membuat suaminya menperhatikan dirinya sepeti sekarang ini.  Apa setiap hari Syiara harus memasak makanan gosong, agar suaminya memasakan makanan untuknya. Syaira pikir itu ide yang bagus, dia kan tidak bisa memasak.


"Terima kasih suami-ku"


Firman hanya mengelengkan kepalanya saat mendengar Syaira memangil dirinya dengan sebutan 'suami-ku'. Astaga, menurut Firman itu pangilan yang sangat menjijikan, sebaiknya sebelah ini Firman harus langsung beristirahat, karana dia sudah sangat leleh melihat kelakuan istri manjanya.


TO BE CONTINUED.


____________________________


HOPE YOU LIKE IT! 

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡


__ADS_2