SYAIRA

SYAIRA
Bab 15- Ego Firman dan Tangisan Syaira


__ADS_3

"Mas Firman. Ayo cepat jalan nya" Kata Syaira,wanita itu terus memangil Firman yang sedang berjalan di belakangnya.


"Syaira berhenti. Jangan belari seperti itu" Ucap Firman, sedikit berteriak.


Firman sedikit mengehela napas saat melihat istri manjanya. Sebenarnya tadi setelah menjemput Syaira dari rumah orangnya, Firman berencana langsung membawa istri manjanya untuk pulang, karana Syaira butuh banyak Istirahat. Tapi wanita keras kepala itu, merengek tidak mau pulang.


Alhasil Di sini lah mereka berdua sekarang, di bawah pohon bunga cherry blossom yang sedang memekaran di negara itu. Suasana nya tidak teralalu ramai, menbuat Syaira dan Firman bisa dengan tenang menikmati hembusan angin di sana.



Firman terus menperhatikan tingah istri manjanya yang sedang bermain dengan bunga-bunga yang sedang berjatuhan. Firman sedikit tersenyum melihat tingkah istri manjanya yang seperti anak kecil itu.


Apa lagi saat Firman melihat wajah cantik Syaira yang sedang terseyum di bawah bunga-bunga yang sedang berjatuhan. Firman seakan kehilangan akal sehatnya saat melihat istri manjanya saat ini.


"Mas Fir—man" Pangil Syaira, membut Firman tesadar dari lamunanya tadi.


Karana terpukau kencantikan Syaira Firman sampai tidak ingat akan kondisi Syaira saat ini, ia pun lansung melakahkan kakinya untuk mendekat ke arah istri manjanya, dengan tanga membawa sebuah bingkisan. Untungnya Firman tidak meningalkan kado untuk Syaira di mobil, tadi ia berencana akan memberikan kado ini saat sampai di rumah, tapi sekarang sepertinya ini waktu yang tepat untuk memeberikan kado itu.


"Pakai ini" Ucap Firman, dan menyelimuti tubuh Syaira dengan selimut yang tadi dia beli.


Firman sedikit tersenyum saat memikirkan kejadian waktu ia membeli selimut itu. Sebenarnya Firman merasa malu saat membeli selimut itu untuk Syaira, karana pasti penjualnya berfikir Firman membeli itu untuk anak kecil.


Hahaha.... Tapi bukankah Syaira mememang seperti anak kecil?. Lihat saja sekarang tingkah istri manjanya, saat menerima selimut itu


Syaira tampak seperti anak kecil yang sedang bahagia, dan jangan lupa dengan senyuman yang selalu ada di wajahnya itu. Senyuman yang membuat hati Firman akhir-akhir ini menghangat.


"Mas Firman, membeli ini untuk Syaira?" Ucap Syaira, membut Firman sedikit menganguk.


"Wahhh terimakasih..." Syaira tampa sadar mencium pipi suaminya.


Dan dengan polosnya wanita itu langsung pergi meningalkan suaminya, untuk pergi bermain lagi dengan bunga yang sedang berjatuhan. Wanita itu sama sekali tidak menyadari, raut wajah suaminya yang telah berubah.


Firman langsung mengempalkan tanganya, mata tajamnya terus menatap istri manjanya. Kenapa hatinya tadi bergetar saat menerima ciuman itu?. Shit,,, perasaan macam apa ini?.


Firman dengan kesal langsung meningalkan begitu saja. laki-laki itu sangat binggung dengan perasaanya saat ini.


"Mas Fir—man" Teriak Syaira, saat melihat suaminya berjalan meningalkannya.


Wanita itu langsung mengejar suaminya, saat sudah sampai di dekat suaminya. Syaira sedikit menarik tanga Firman agar berhenti pergi meningalkannya.


"Mas Firman kenapa pergi?" Tanya Syaira dengan lembut.

__ADS_1


"Lepaska....." Dengan kesal Firman langsung mengehempaska tangan Syaira.


"Jangan menyentuh ku" Ucap Firman lagi, dengan tubuhnya sedikit menjahui istri manjanya.


Syaira hanya mentap wajah suaminya dengan binggung. Sebenarnya apa kesalahannya?, kenapa suaminya terlihat sangat marah sepeti ini.


"Mas Firman. Sebenarnya apa kesalahan Syaira, kenapa Mas Firman marah seperti ini" Tanya Syaira, membuat pikiran Firman menjadi semakin kacau.


"Jangan pernah kamu mencium ku lagi. Itu sangat menjijikan" Teriak Firman di hadapan istri manjanya.


Air mata Syaira langsung mengalir saat mendengar perkataan suaminya, ia merasa terkejut mendengar teriakan suaminya tadi. Syaira tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelum nya, bahkan ayahnya saja tidak pernah berteriak di hadapan Syaira.


Shit... Firman menjadi semakin kesal pada dirinya sendiri, saat melihat air mata istri manjanya yang sudah mengalir. Firman sedikit mengehela napas dan memejamkan matanya, untuk menenangkan pikirannya saat ini.


"Ayo. Kita pulang"


Firman langsung menarik Syaira untuk pergi dari tempat itu. Dan Syaira hanya bisa menangis sambil mengikuti langkah suaminya. Syaira terus menundukan kepalanya, dengan air matanya yang terus mengalir di pipinya.


Firman sangat merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan tadi. Tapi ego laki-laki itu tidak mengijinkan dia untuk meminta maaf kepada istri manjanya. Pikirannya semakin kacau saat ini.


Firman binggung pada dirinya sendiri, kenapa dia bisa kehilangan kendali sepeti tadi?. Ia tahu, sebenarnya istri manjanya tidak salah sama sekali. Semuanya kesalahan Firman.


Cuman hanya ciuman di pipi, membuat Firman langsung hilang kendali seperti ini. Sebenarnya perasaan apa ini?, Firman sangat binggung.


****


"Assalamualakun.."


Walau Syaira sangat kesal dan sedih karana kejadian tadi. Wanita itu tetap tidak lupa mengucapkan salam, saat memasuki rumah nya.


"Waalaikumsalam Non.. Bibi sudah menyiapkan makan malam untuk Non Syaira dan Tuan Firman" Kata Pembantu Syaira.


Firman yang sudah di ambang pintu, sedikit mendengar perkataan pemembatunya. Laki-laki itu lalu melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah istri manjanya. Ia sedikit melihat wajah sembab Syaira.


"Tidak usah Bi. Syaira tidak lapar" Ucap Syaira.


"Tapi No—n"


Wanita itu langsung pergi begitu saja, sebelum pembantunya selesai bicara. Dengan sedikit berlari Syaira langsung ke atas menujukan kamarnya. Sedangkan Firman hanya mengehela napas saat melihat tingkah istri manjanya.


"Biarkan saja bi. Saya yang bicara dengan Syaira nanti, sebaiknya Bibi istirahat" Kata Firman. Bi Ijah hanya sedikit mengangukan kepalanya.

__ADS_1


Bi ijah sedikit memperhatikan tuanya yang sedang melelahkan kakinya untuk menyusul istrinya. Sepertinya majikannya sedang ada masalah.


****


"Syaira.." Dengan lembut Firman sedikit memangil istri manjanya. Laki-laki itu sangat merasa bersalah, saat melihat istrinya seperti ini.


Setelah sampai di kamar, tampak wanita itu kembali menangis sambil tertidur di ranjang mereka. Firman masih bisa mendengar isak tangis istri manjanya, walau wanita itu sedang membelakangi nya.


"Maaf.." Ucap Firman lagi, membuat Istri manjanya semakin menangis.


"Apa Syai—ra, sangat semenjijikan i—tu hiks..."


Saat ini Syaira sudah menatap wajah suaminya dengan wajah sembabnya, wanita itu bicara dengan suara terbata-bata. Firman langsung tertengun saat mendengar perkataan istri manjanya tadi.


"Maaf.. Maafkan aku"


Firman langsung mendekat ke arah istri manjanya, dan memeluk wanita itu. Hatinya sakit saat melihat tangisan istri manjanya sepeti ini. Egonya kalah sekarang, dia tidak bisa mengabaikan begitu saja kesedihan istri manjanya.


Hiks.........


Hiks.........


Hiks..........


Sedangkan Syaira, wanita itu semakin menangis di pelukan suaminya. membut Firman semakin memeluk Syaira dengan sangat erat.


"Maaf...."


Firman terus meminta maaf, sambil menenangkan istri manjanya. Laki-laki itu tidak bisa melihat istri manjanya sepeti ini, ini semuanya kesalahan dan kebodohannya.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2