
Ijab Kabul telah selesai. Entah kenapa saat melihat senyuman yang terukir di wajah Syaira hati Firman menjadi kesal. Sekarang wanita itu sudah resmi menjadi istrinya.
Para tamu undangan bertepuk tangan saat melihat pasangan pengantin itu, tampak Syaira dan Firman tersenyum bahagia saat menunjukan cincin kawinya kepada tamu undangan yang hadir di sana. Saat ini Syaira benar-benar sangat bahagia, akhirnya ia sekarang sudah resmi manjadi istri dari laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya.
Sedangkan Firman, laki-laki itu sudah sangat lelah karana harus berpura-pura bahagia di hadapan tamu undangan dan keluarganya. Firman ingin sekali semua ini cepat berakhir.
"Salamat yaa Ra..."
Naila memeluk Syaira dengan bahagia, Syaira ikut membalas pelukan sahabatnya itu. Naila senang jika sahabatnya senang, Naila berharap pilihan Syaira kali ini tidak salah.
"Jangan lupa bunganya lempar ke-arah gue" Bisik Naila di sela-sela pelukanya. Mebuat Syaira langsung tertatawa.
Saat mendengar suara tawa Syaira, Firman sedikit menoleh ke samping untuk melihat wanita itu. Firaman sedikit menghela tapas, karana tampak wanita yang sudah menjadi istrinya itu, tidak henti-hentinys tersenyum.
"Apa Mas Firman lelah?"
Dengan wajah lelah Firman hanya sedikit mengangguk saat mendengar pertanyaan Syaira. Firman sedikit memijit kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Sini...." Ucap Syiara, sambil menepuk pundaknya sendiri.
Firman menatap tajam wajah istrinya. Shit!!! Firman binggung dengan tingkah Syiara, apa yang di maksud wanita itu?.
"Aku tau Mas Firman pusing, bersandar saja di bahu aku sampai acaranya selesai" Ucap Syiara lagi, dengan senyuman khasnya.
Bukanya tersentuh Firman malah semakin kesal saat mendengar ucapan istrinya, Firman yang sudah sangat muak melihat senyuman Syiara, langsung membuang muka. Wanita di sampingnya ini sangat merepotkan.
"Tidak Usah" Jawab Firman dengan nada kesal.
Wanita yang sudah menjadi istrinya ini, tidak akan pernah mengerti perasaan Firman. Wanita seperti ini ingin mendapatka cinta dari Firman?, sepertinya itu tidak mungkin, karana Firama sudah bertekat tidak akan pernah mencintai Syiara.
****
"Ini kamar Syaira. Mas Firman bisa istirahat di sini dulu sebelum nanti kita pergi ke rumah baru. Sekarang Syaira ingin mandi"
__ADS_1
Setelah mengantar suaminya untuk istirahat, Syaira langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Firman hanya menatap kepergian istrinya, syukurlah wanita itu sudah pergi, sekarang Firman bisa istirahat tampa di gangu wanita itu.
Seharunya tadi rencana Firman, setelah acara selasai, ia ingin langsung membawa Syiara pergi dari tempat ini. Tapi wanita itu terus menolak rencana Firman, Syaira terus mengatakan kalau Firman harus istirahat terlebih dahulu sebelum mereka berdua pergi ke rumah baru mereka. Firman yang sudah sangat lelah hanya bisa mengikuti keinginan Syiara, karana ia sudah tidak ada tenaga untuk berdebat dengan wanita itu.
Saat ini Firman sedang berada di kamar istrinya, mata laki-laki itu terus memperhatikan sudut demi sudut kamar Syiara. Semunya bernuansa hello kitty, istri Firman benar-benar ajaib, di usianya yang sudah 21th masih saja tidur di kamar sepeti ini. Menurut Firman ini sangat memalukan, kenapa istrinya sepeti anak kecil?.
Rasanya Firman engan untuk tidur di-ranjang hello hitty milik istrinya, tapi rasa kantuk dan lelahnya membuat ia tidak punya pilihan lain. Setelah Firman berbaring di-ranjang itu, seketika pikira Firman menjadi tenang, saat ia mencium aroma ranjang miliki istrinya. Apa Syaira juga beraroma seperti ini?.
Shit!!! Pikiran macam apa itu, kenapa Firman bisa membayangi hal bodoh sepeti tadi. Apa Firman berharap mencium aroma istrinya?, Astaga!!! sadarlah Firama.
Firman sudah berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan pernah menyentuh Syiara. Di dalam pikiran Firman Syaira adalah wanita manja yang sangat merepotkan, yang harus Firman jauhi. Kalau Firman baik sedikit saja dengan wanita itu, Syiara akan meminta lebih.
****
"Mas Firman, bangun mas" Ucap Syiara, ia terus berusaha membangunkan suaminya yang masih terlelap.
"Hmm.."
Syaira sedikit tersenyum saat melihat suaminya mengeliatkan tubuhnya dengan mata yang masih setia terpejam. Tampak Firman sangat mengemaskan dengan wajah polosnya.
"Baik—lahh" Jawab Firman. Dengan keadaan yang masih mengantuk Firman langsung bangun, dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Firman akui dia hidup dengan penuh kebebasan saat di-London, dan juga Firman akui dia suka dengan dunia malam. Tapi laki-laki itu selalu berusaha menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. Saat di-London Firman selalu berusaha tidak meningalkan Salat, walau dia sangat lelah sekalipun.
Sedangkan Syaira, wanita itu tidak henti-hentinya tersenyum, saat melihat suaminya yang langsung bangun, setalah Syaira mengatakan kalau keluarganya sedang menunggu mereka untuk Salat bersama.
Syaira tahu pasti suaminya sangat lelah, tapi saat melihat Firman tetap bersemangat untuk Salat bersama, seketika khawatiran Syaira langsung hilang. Sepertinya suaminya bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kecil mereka.
Alhamdulilah Yaallah.....
***
Setelah Salat Isya bersama keluarga, Syiara dan Firman langsung berpamitan untuk pergi ke rumah baru mereka. Firman sudah tidak tahan kalau harus berpura-pura menjadi pasangan bahagia berasama Syaira sampai besok, karana itu tadi dia memaksa Syiara untuk secepatnya pergi dari sana.
"Kami pamit yaa Abi, Ummi. Daddy, Mommy" Ucap Syaira.
__ADS_1
"Hati-hati ya nak.." Tiara ibu Firman.
Syaira dan Firman mencium tangan orang tua mereka. Tiara memeluk putrinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kamu harus selalu ingat pesan Ummi dan Abi" Ucap Tiara, membuat Syaira tidak bisa menahan air matanya.
"Iya Ummi"
Firman dengan lembut nya, menuntun Syaira untuk masuk ke dalam mobil. Firman sedikit tersenyum ke arah keluarganya sebelum ia melajukan mobilnya.
"Sudahlah.. Jangan menangis" Ucap Firman dengan kesal.
Mobil Firman sudah jauh melaju pergi dari rumah Syaira, tapi istrinya itu masih tidak menghentikan tangisanya. Firman sangat pusing mendengar tangisan Syiara
"Iya!!..."
Firman terus memperhatikan Syiara, ia terus menghela napas saat melihat wanita itu. Wanita yang sudah menjadi istrinya ini benar-benar sangat bodoh. Kepalanya tadi menganguk, tapi rengekanya masih bisa Firman dengar.
"Syaira mau es krim!!..."
Firman langsung menatap binggung ke arah Syaira saat wanita itu tiba-tiba meminta es krim. Baru saja tadi wanita di sampingnya ini berlinang air mata, tapi sekarang Syiara malah meminta es krim seperti anak kecil, kemana air matanya pergi.
"Baiklah.. Kamu akan mendapatkan es krim, tapi kamu harus berhenti menangis dan juga tersenyum" Ucap Firman.
Syaira langsung mengangukan kepalanya, sambil menahan senyuman yang akan terukir di bibirnya. Sedangkan Firman, ia hanya sedikit mengelengkan kepalannya saat melihat ekspresi wajah Syaira.
Dasar.. Istri manja, yang sangat merepotkan-batin Firman.
Firman pikir pangilan itu sangat cocok untuk Syaira, karana istrinya ini walau umurnya sudah dewasa tapi tingkahnya masih sepeti anak kecil yang sangat manja. Sebenarnya Firman Ingin memangil Syaira dengan sebutan istri bodoh, tapi percayalah Firman tidak sekejam itu. Istri manja adalah panggilan yang sudah sangat cocok untuk Syaira
TO BE CONTINUED.
____________________________
HOPE YOU LIKE IT!
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡