SYAIRA

SYAIRA
Bab 12- Syaira Tidak Boleh Keluar Rumah


__ADS_3

Hari ini Syaira merasa sangat bosan, Karana seharian ini terus di rumahnya tampa boleh keluar. Suami Syaira tidak mengijinkan ia untuk keluar rumah hari ini. Padahal wanita itu ingin sekali pergi menemui temanya.


Firman terpaksa melakukan itu, karana Ia tidak mau istri manjanya kenapa-kenapa. Firman rasa istrinya harus istirahat total, karana itu dia melarang istrinya untuk keluar rumah. Laki-laki itu tidak mau Istri manjanya sakit lagi, jika istrinya sakit lagi itu sangat merepotkan.


"Udah nurut aja sama Suami lo. Itu juga demi kebaikan lo, dia itu gak mau lo kenapa-kenapa" Kata Naila di seberang sana.


Syaira merasa sedih, karana ia hanya bisa bicara dengan sahabatnya lewat telpon. Padahal hari ini wanita itu berencana menemani Naila belanja. Untuk persiapan acara pertunangan Naila dan Juna.


"Ishh... Tapi kan Syaira sebel" Ucap Syaira dengan nada kesal.


"Seharunya lo beryukur, suami lo masih mikirin kondisi lo . Dia ngelakuin itu berarti peduli sama lo" Ucap Naila.


"Iya sih, tapi kan Syaira udah janji sama Naila. Mau nemenin Naila untuk milih gaun, untuk acara nanti" Ucap Syaira dengan nada sedikit sedih. Ia merasa tidak enak karana membatalkan janji begitu aja.


"Udah gak apa-apa, lagian ini baru lamaran. Bukan pernikahan" Kata Naila


"Mau lamaran atau pernikahan itu sama-sama penting tau" Ucap Syaira.


"Udah santai. Lo istirahat aja dulu"


"Iya Nai"


Syaira merasa tidak enak dengan sahabatnya. Syaira hanya ingin melakukan hal yang sama sepeti Naila waktu itu, selalu menbantu Syaira saat dia mempersiapkan pernikahannya.


****


Baru pukul 1 siang, tapi Firman sudah bersiap-siap untuk pulang. hari ini dia datang ke kantor hanya memeriksa beberapa berkas penting saja. Sisanya dia serahkan kepada sekertaris nya.


Firman harus cepat-cepat sampai di rumah. Karana dia khawatir dengan kondisi istri manjanya yang masih lemah. Saat ini Syaira sedang sendirian di rumah, karna itu Firman berencana pulang lebih awal. Ia takut istri manjanya melakukan ceroboh, yang bisa membahayakan dirinya.


"My Son—"


Terdengar suara Sarah yang sedang memangil nama putra nya dengan intonasi sedikit kuat. Firman sedikit mengehela napas, dia sangat tahu suara siapa itu. Firman hanya sedikit menengok sebentar ke arah sumber suara, untuk melihat wajah Ibunya. Firman mengelengkan kepalanya saat melihat Ibunya yang tiba-tiba berada di sana.


Firman selalu malas untuk meladeni tingkah ibunya yang sepeti ini, karana tingkah Ibunya lebih parah di bandingkan istri manjanya. Firman hanya mengacuhkan ibunya, karana dia harus menyelesaikan perkerjaan secepatnya.


"Hiks.. Lihat putra yang kau didik itu, selalu menyakiti hati ku" Ucap Sarah dengan nada sangat manja. Sambil memeluk suaminya.

__ADS_1


Firman merasa malu saat melihat ibunya bertingkah sepeti itu. Apa benar itu Ibunya?


"Sudahlah Mommy tidak usah drama. Aku harus cepat-cepat pulang hari ini" Ucap Firman.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Herry ayah Firman.


"Syaira sakit. Karana itu aku mau mengecek keadaannya" Kata Firman menjawab pertanyaan ayahnya tadi, sambil bersiap-siap untuk pulang.


"OMG.. Sayang, kamu dengar itu?. Menantu kesanyangan kita sedang sakit, cepat-cepat kita harus kesana sekarang" Ucap Sarah dengan panik.


Firman sedikit memijit pelipisnya. Astaga, kenapa ibunya selalu belebihan sepeti ini?. Memang Firman sudah biasa melihat tingkah ibunya sepeti ini, tapi walau sudah terbisa, tetap saja Firman masih malau melihat nya.


"Tidak usah mengangu, istri ku. Dia butuh istirahat" Kata Firman.


Firman langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Dia malas bicara dengan ibunya lebih lama, Firman memang sangat sayang dengan ibunya. Tapi kalau ibunya sudah bertingkah belebihan sepeti itu, ia menjadi sebal melihat nya.


"Kamu lihat kelakuan putra mu itu" Ucap Sarah dengan nada keaal.


Wanita itu terus mengeluh kepada suaminya. Saat melihat putranya pergi meningalkan mereka begitu saja..


"Kamu dengar tadi apa yang Firman katakan?. Dia mengatakan istri ku" Ucap Herry.


Herry hanya tersenyum gemas saat mendengar ucapan istrinya. Dia sudah bisa menghadapi istrinya yang seperti ini, dan menurut nya tingkah istrinya sepeti ini sangat mrngemasakan.


"Iya kamu memang istri ku, tapi bukan itu yang aku maksud. Apa kamu tidak mendengar perkataan putra kita tadi?"


"Memangya dia mengatakan apa?" Tanya Sarah dengan wajah binggung.


"Putra kita memangil Syaira dengan sebutan Istri ku" Kata Herry, membuat Sarah langsung tersenyum. Wanita itu sekarang mengerti maksud dari kata-kata suaminyauaminya.


"Sebaiknya kita jangan mengangu mereka. Kalau kita mau cepat-cepat mengendong cucu" Kata Herry lagi. Membuat Sarah menganguk dengan antusias.


Herry yang melihat tingkah Istrinya hanya mengelus rambut Istrinya, ia sedikit mengecup bibir istrinya yang sangat mrngemasakan itu. Mereka sekan lupa dengan umur kalau sedang berdua.


****


"Mas Firman. Syaira sangat bosan seharian di rumah, Malam ini kita jalan ke luar ya—" Ucap Syaira dengan suara yang sedikit di buat manja.

__ADS_1


Firman hanya mengehela napas saat melihat tingkah istrinya saat ini, Syaira terus menerus membujuk Firman untuk pergi jalan-jalan malam ini. Firman tentu merasa kesal, karana istri manjanya terus mengagunya yang sedang asyik menonton TV. Apa wanita ini tidak biaa diam sebentar saja?


"Tidak boleh. Angin malah tidak baik untuk kesahatan kamu, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit lagi. Itu sangat merepotkan" Kata Firman.


"Hiss.. Mas Firman jahat" Ucap Syaira dengan nada kesal.


"Mas Fir—man" Syaira terus menujukan aksi merayunya, sekarang wanita itu sedang memeluk suaminya dengan manja.


Firman marasa bosan melihat tingkah Istri manjanya yang seperti ini. Wanita ini selalu saja bisa menbuat Firman pusing, ia sedikit melepaskan pelukan istri manjanya dari lenganya.


"Aku nanti akan membelikan kamu bonaka Hello Kitty. Tapi kita pergi nya jangan sekarang, saat ini kamu harus istirahat" Kata Firman.


Mengahadapi wanita sepeti ini harus sabar, karana kalau Firman melakukan hal yang kasar, Syaira tidak akan mengerti. Ia harus menghilangkan pikiran istri manjanya untuk pergi malam ini.


"Boneka Hello Kitty?" Syaira bertanya. Firman hanya menganguk dengan senyuman terpaksanya, saat mendengar pertanyaan Syaira.


"Oke Syaira setuju. Tapi bonekanya harus yang sangat besar yaa" Ucap Syaira dengan wajah bahagia.


"Baiklah.. Wanita merepotkan" Kata Firman dengan nada becanda.


"Ishh.. Mas Firman nyebelin"


Syaira merasa sebel dengan perkataan suaminya, wanita itu hanya memanyunkan bibirnya. Sedangkan Firaman, dia sedikit terseyum saat melihat istri manjanya sepeti ini. Tangan Firman tampa sadar mengelus rambut Syaira yang sedang tidak mengunakan hijab.


Mendapat perlakukan sepeti itu membuat Syaira terus menatap wajah suaminya dengan senyuman yang sudah terukir di bibir nya. Saat ini Mas Firman sangat tampan.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2