SYAIRA

SYAIRA
Bab 14- Teman SMA?


__ADS_3

Pagi ini Firman sudah mengantar Syaira ke rumah orang tuanya, sebelum dia pergi berkerja. Kemarin malam istri manjanya merengek sambil mengatakan kalau dia merindukan orang tuanya. Alhasil Firman hanya bisa menututi keinginan Syaira.


Firman berencana menjemput istrinya setelah pulang kantor. Dia sedikit merasa tenang karana Syaira berasama orang yang tepat, bersama orang tuanya. Semoga dia tidak melakukan hal yang ceroboh.


"Apa jadwal setelah ini" Tanya Firman, karana ia harus cepat-cepat menjemput istri manjanya.


"Bapak setelah ini ada janji makan malam dengan Grup Y. Setelah itu tidak ada lagi" Ucap Sekertaris Firman, menjawab pertanyaan atasanya.


Firman sedikit menganguk dan langsung menyuruh sekertaris nya untuk keluar. Karana, Sebelum ia pergi, Firman ingin menelpon istrinya manjanya terlebih dahulu.


"Assalamualakun Mas" Ucap Syaira yang sudah menjawab telpon Firman, di seberang sana.


"Waalaikumsalam. Aku akan menjemput kamu setelah pulang kerja, tapi mungkin akan sedikit terlambat. Tidak apa-apa kan?" Tanya Firman.


"Tidak apa-apa Mas. Syaira akan menunggu, selesaikan saja urusan Mas Firman terlebih dahulu" Ucap Syaira menjawab pertanyaan suaminya.


Firman hanya sedikit menganguk setelah Syaira menjawab pertanyaan nya. Laki-laki itu takut istri manjanya nekat pulang sendiri, kalau Firman tidak memberitahunya.


"Baiklah. Aku tutup telpon nya, Aku masih ada perkerjaan" Ucap Firman, dan setalah itu ia langsung menutut pangilan begitu saja.


Karana Firman harus cepat-cepat menyelesaikan perkerjaan nya. Agar istri majanya tidak menunggu lama.


****


Di lain Tempat Syaira hanya bisa mengehela napas, saat suaminya menutup pangilan begitu saja. Padahal Syaira ingin lebih lama bicara dengan suaminya.


"Apa ada masalah. Sayang?" Tanya Tiara ibu Syaira.


Syaira sedikit terkejut, karana ibunya menanyakan hal itu secara tiba-tiba. Syaira hanya bisa tersenyum ke arah ibunya, wanita itu binggung harus menjawab.


"Tidak ada apa-apa Ummi. Mas Firman bilang dia akan menjemput Syaira nya sedikit telat, karana Mas Firman masih ada perkerjaan" Kata Syaira menjawab pertanyaan ibunya.


Tiara terseyum saat melihat wajah putrinya. Sepertinya, putri nya sudah merindukan suaminya. Syukurlah hubungan mereka baik-baik saja.


"Tidak apa-apa. Kamu bisa dengan Ummi lebih lama, bukankah itu bagus" Ucap Ummi nya membuat Syaira hanya bisa menganguk dan terseyum.


"Apa kamu sudah merindukan suami mu" Ucap Indra ayah Syaira, yang tiba-tiba sudah berada di sana. Indra sengaja mengoda putrinya.


"A—bi" Ucap Syaira dengan suara manja. Wanita itu langsung memeluk ayahnya.


Indar dan Tiara langsung tertawa saat melihat tingal putrinya, yang malu-malu sepeti ini. Mereka berdua beryukur karana putri kecilnya bahagia dengan pernikahannya.


****

__ADS_1


"Waw. Firman ternyata kamu pemilik perusahaan grup X" Ucap seorang wanita, saat melihat Firman.


Firman hanya tersenyum dan mejabat tangan wanita di hadapan nya saat ini. Dia Siska, ternyata wanita itu adalah nona keluarga besar grup Y, Firman tidak menyangka itu.


"Oh iya. Silahkan duduk" Ucap Siska, mempersilahkan Firman untuk duduk.


Firman hanya menganguk, dan langsung duduk di hadapan Siska. Sedangkan Siska, wanita itu tidak henti-hentinya terseyum saat melihat Firman.


"Baiklah. Apa kita bisa mulai sekarang?" Tanya Firman.


"Tidak-tidak. Aku hanya di suruh ayah ku untuk ke sini. Untuk menemani Kamu makan" Kata Siska, membuat Firman mengakat alisnya.


"Apa maksud kamu. Apa kalian bermain-main dengan kerja sama sebesar ini" Ucap Firman dengan nada kesal.


Apa Grup Y mencoba bermain-main dengan nya?. Berani sekali mereka, apa mereka tidak tahu, kalau Firman bisa menghancukan Grup Y dengan cepat?.


"Tidak bukan sepeti itu, maafkan kami. Tadi ayah ku tiba-tiba sakit, dan dia tidak bisa datang. Karana itu aku di suruh menemani mu" Kata Siska. Wanita itu terus mentap wajah Firman, dengan penuh arti.


"Baiklah kalau begitu aku harus pergi sekarang"


Firman merasa malas untuk bermain-main saat ini, karana dia harus menjemput istri manjanya. Dia tidak punya waktu untuk menemani Siska.


"Tunggu. Apa kamu tidak ingin membayar hutang mu waktu itu?" Tanya Siska, mencoba menahan Firman, agar laki-laki itu tidak pergi.


"Bubur" Ucap Siska.


Firman sedikit mengehela napas, saat kendengar kata bubur. Sekarang dia ingat, masalah hutang itu.


"Maaf, aku tidak bisa. Karana aku harus menjemput istri ku" Ucap Firman


"Dan masalah hutang, sepertinya sekarang kita impas. Aku akan memberi satu kesempatan lagi untuk perusahaan mu, jangan meremehkan kami" Ucap Firman lagi, dan langsung pergi dari sana.


Firman fikir, sebaiknya ia sekarang harus cepat-cepat menjemput istri manjanya, dan langsung membawa Istrinya pulang. Karana istri manjanya itu harus banyak Istirahat.


****


Sisika hanya terus menatap tajam kepergian Firman. Siska mengempalkan tangan nya saat mendengar perkataan Firman. Lagi-lagi Siska di tingalkan begitu saja, itu sangat melukai harga diri nya.


Dan yang paling mengelikan, dia di tingalkan olah laki-laki yang sama dan alasan yang sama juga, sebenarnya siapa istri Firman?. Sampai-sanpai wanita itu bisa membuat Firman, tidak bisa melihat Siska sedikit pun?


Sehebat apa wanita itu?. Bagai mana bisa dia mengalahkan Siska?. Menyebalkan sekali, aku ingin menghabisinya sekarang.


"Hallo..." Ucap Siska dengan nada kesal. Wanita itu sedang menjawab telpon dari ayahnya.

__ADS_1


Pasti ayahnya ingin menanyai masalah tadi, karana ayahnya lah yang menyuruh Siska, untuk mendekati Firman.


"Bagai mana?" Tanya ayah Siska di seberang sana.


Siska semakin marasa sebal karana ayahnya langsung bertanyaan ke intinya. Apa dia tidak ingin tahu kabar putranya terlebih dahulu?.


"Laki-laki itu sangat tampan. Aku sangat tetarik dengan Firman, tapi dia selalu meningalkan aku karna istrinya. Sebenarnya siapa istri Firman?" Tanya Siska dengan nada kesal.


"Kamu mengenal istri Firman. Dia putri Indra, musuh ayah" Kata Ayah Siska. Menjawab pertanyaan putrinya.


Siska mengakat alisnya, ia merasa binggung mendengar jawaban dari ayahnya. Anak Om Indra?.


"Adelia" Ucap Siska.


"Bukan Adelia. Tapi Syaira" Kata Ayah Siska.


Siska terkejut mendengar hal itu, Syaira?. Apa ayahnya sedang becanda sekarang. Tidak mungkin wanita sepeti itu menjadi istri dari penerus Grup X.


"Syaira?. Wanita bodoh itu, ayah jangan becanda" Ucap Siska.


"Kamu fikir ayah bisa becanda saat ini. Dengar Siska, kalau kamu menikah dengan Firman, perusahaan kita akan terselamatkan. Ayah tidak peduli mau kamu jadi istri ke dua atau apapun itu, kamu harus mendapatkan dia"


"Baik ayah" Ucap Siska.


Siska masih tidak menyangka Firman adalah suami Syaira, teman SMA nya yang sangat bodoh itu. Siska hanya tersenyum memikirkan hal itu. Kalau saja Adelia yang menjadi istri Firman mungkin dia akan kalah. Tapi Ini Syaira, Ya tuhan tidak mungkin Siska akan kalah.


Wanita idiot itu mendapatkan laki-laki sempurna seperti Firman?. Lelucon macam apa ini?.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**

__ADS_1


__ADS_2