SYAIRA

SYAIRA
Bab 24- Kepulanggan Syaira!!


__ADS_3

Firman dan Syaira sudah sampai di rumah mereka. Firman memutuskan pulang lebih awal dari rencana sebelum nya. Dan Syaira hanya bisa menuruti keinginan Suaminya.


Walau Syaira Sebenernya masih ingin tetap di sana, Ia tidak bisa melakukan apa-apa karana Suaminya memaksa nya untuk pulang.


Syaira fikir setelah pulang Suaminya akan menemaninya. Tapi tidak, Suaminya sekarang sedang bersiap-siap untuk berkerja.


Saat ini Syaira hanya memandangi Suaminya, yang sedang memakai dasi. Dengan tatapan kosong.


"Syaira ingin ke rumah Abi dan Ummi" Ucap Syaira secara tiba-tiba.


Membut Firman langsung menatap Istri nya, yang sedang duduk di pingir ranjang mereka. Firman sedikit menghela napas.


"Baiklah kita akan pergi bersama" Kata Firman. Membuat Syaira yang mendengar itu langsung mengelengkan kepalanya.


"Tidak. Syaira ingin pergi sendiri, dan Syaira akan tingal berasama Abi dan Ummi" Ucap Syaira. Membuat Firman binggung.


"Apa maksud Mu?" Tanya Firman. Dia binggung dengan perkataan Istrinya.


"Waktu itu Mas Firman bilang, kalau Mas tidak akan pernah mencintai Syaira." Kata Syaira. Membuat Firman terkejut.


Dari kemarin Syaira terus memikirkan perkataan Suaminya yang sangat menyakitkan waktu itu. Kejadian itu seperti bayangan yang selalu menghantui nya.


Brian bilang. Bang Firman mencintai Kakak Ipar, apa itu benar?


Itu tidak mungkin dan tidak akan pernah.


"Syaira" Firman memangil nama Istri nya dengan lembut. Ia merasa bersalah sekarang.


Saat melihat air mata Istri Manja nya. Hati nya menjadi binggung. Bukankan ini keinginan terbesar nya, untuk terlepas dari Istri Manja nya?.


Tapi kenapa kenapa hati nya menjadi tak rela, untuk melepaskannya pergi?.


"Baiklah kamu bisa pergi" Kata Firman. Membuat hati Syaira hancur.


Firaman langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Ego Laki-laki itu teralu tinggi untuk mengikuti kata hati nya. Ia fikir ini mungkin yang terbaik untuk mereka berdua.


Setelah Syaira pergi dari sini. Wanita itu pasti tidak lama lagi akan meminta bercerai, dan Firaman bisa kembali ke London. Bukankah itu bagus?.


****

__ADS_1


Syaira sekarang sudah berada di depan rumah orang tua nya, dengan koper di tangan nya. Ia seperti takut untuk melangkah masuk ke dalam.


Hati nya saat ini sangat hancur. Suaminya yang Ia cintai sudah melepas nya begitu saja, apa hubungan mereka akan berakhir seperti ini.


"Syaira?" Pangil Ummi nya saat melihat Putrinya.


Tadi Abi dan Ummi nya sempat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah nya. Mereka fikir itu suara mobil orang yang sedang mereka tunggu.


Tapi saat orang yang sedang mereka tunggu tidak muncul-muncul juga. Ummi Syaira memutuskan untuk pergi melihanya.


Saat Ummi Syaira sudah sampai di depan rumah nya. Ia sangat terkejut, melihat Putri bungsu nya yang sedang berdiri di depan rumah nya, dengan koper di tangan nya.


"Ada apa Nak. Kenapa kamu menangis?" Tanya Ummi Syaira. Ia langsung mendekati Putri nya


Syaira langsung menangis tersedu-sedu saat melihat Ummi nya, Ia pun langsung memeluk Ummi nya. Walau Ummi Syaira binggung, Ia tetap membas pelukan Putri nya.


Ummi Syaira menuntun Putri nya Untuk masuk. Abi Syaira tidak kalah terkejut saat melihat Putri bungsu nya datang. Apa lagi dengan koper di tangan anak nya, dan juga air mata.


"Ada apa ini" Tanya Abi Syaira.


Syaira binggung harus mengatakan apa kepada Abi dan Ummi. Dia tidak mungkin berbohong dengan orang tua nya.


"Mas Firman bilang dia tidak akan pernah mencintai Syaira" Ucap Syaira. Ia menangis seperti anak kecil.


"Tidak ada yang tidak mungkin, di dunia ini" Kata Seseorang yang tiba-tiba memasuki rumah itu.


Dengan senyuman di wajah nya. Orang itu melangkahkan kaki nya, untuk mendekati Syaira. Syaira dan orang tua nya hanya menatap tajam ke arah orang itu.


****


"Bara..." Dari tadi Siska terus memangil Bara. Tapi Laki-laki itu terus melangkahkan kakinya, seperti tidak melihat Siska.


Bara...


Bara...


"Bara—" Teriak Siska. Ia merasa emosi saat Bara bersikap seperti ini terhadap nya.


Bara mengehela napasnya, saat mendegar teriakan Siska. Ia pun langsung menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


Siska langsung tersenyum, saat melihat Bara sudah menghentikan langkah kakinya. Ia pun langsung berlari untuk mendekati Bara.


"Ada apa?" Tanya Bara. Saat Siska sudah berdiri di hadapan nya.


"Apa kamu mencintai nya?" Siska Bertanya. Bara mengkat alis nya, seakan binggung dengan pertanyaan Siska.


"Kamu selalu membela Syaira dan menjaga nya. Kamu pasti mencintai dia kan" Ucap Syaira lagi.


Bara sedikit tersenyum mendengar kata-kata Siska. Sepertinya dia pernah mendapatkan pertanyaan yang sama 6 tahun yang lalu, dari orang yang sama juga.


"Jawaban nya. Masih sama seperti 6 tahun yang lalu" Kata Bara.


Siska langsung mengelengkan kepalanya. Ia tidak mempercayai Bara.


"Tidak mungkin. Kalau kamu tidak mencintai Syaira, terus kenapa kamu sangat membela dan menjaga nya?" Tanya Siska.


"Adelia" Kata Bara sengan wajah tegas nya.


Adelia?. Tidak mungkin, selama ini Bara hanya dekat dengan Syaira. Siska tidak pernah melihat Bara bergaul dengan Adelia.


"Tidak mungkin" Teriak Siska.


"Apa kamu bisa berfikir?. Kalau aku mencintai Syaira tidak mungkin aku menyusul Adelia ke London" Kata Bara lagi. Ia pun langsung meningalkan Siska begitu saja.


Tidak. Ini tidak mungkin, selama ini Siska fikir. Bara pergi ke London untuk meneruskan pendidikan nya, Siska tidak menyangka kalau Bara ke sana karana ingin meyusul Adelia.


Siska merasa bodoh sekarang. Kenapa dia tidak pernah memikirkan ini?, Siska salah membenci orang. Seharusnya yang dia benci dan di hancurkan adalah, Adelia.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2