
Muhammad Firman, anak pertama dari dua bersaudara, dia mempunyai satu adik perempuan yang sangat ia sayangi, sudah 5th dia tidak kembali ke negara tempatnya lahir.
Bebarapa hari yang lalu adik perempuannya, tiba-tiba memberi kabar mengenai kondisi ibunya yang sedang sakit. Firman yang sangat menyayangi ibunya, tampa berfikir panjang langsung meningalkan kehidupan yang ia jalani dengan tenang selama 5th di-Landon begitu saja. Tapi malangnya saat laki-laki itu sudah tiba di negara tempatnya lahir, Firman menyadari kalau keluarganya sedang membodohi dirinya.
Mau tidak mau kamu harus menikah dengan putri taman daddy, jika tidak kamu tidak mau. Kamu bukan putra dari keluarga ini lagi.
Itulah ancaman yang ayah Firman lontarkan, saat pertama kalinya melihat wajah putranya yang setelah 5th pergi. Firman ingin sekali menolak, tapi saat melihat ibunya juga mendukung rencana bodoh itu, Firman seakan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Firman hanya bisa menuruti keinginan kedua orang tuanya, untuk menikah dengan wanita yang saat ini sedang duduk di hadapannya. Syaira Dwi Putri, itu nama yang Firama tahu, walau wanita yang sedang duduk di hadapannya saat ini sangat cantik, Firman sama sekali tidak tertarik dengan wanita itu.
Mata Firman terus memperhatikan Syaira, tampak pakaiyan yang Syaira gunakan sangat tertutup. Wajah Syiara yang selalu tertunduk membuat Firman berpikir, sepertinya wanita yang sedang duduk di hadapanya saat ini, tipe wanita yang pendiam.
"Apa Kamu yakin dengan pernikahan ini?".
"Iya Mas. Syaira Siap" Ucap Syiara, sambil mengangukkan kepalanya dengan antusias.
Seketika mata Firman sedikit membulat, saat melihat wanita yang tadi hanya menundukan kepala, sekarang sedang tersenyum ceria sambil menatap dirinya. Apa lagi saat melihat Syaira menjawab pertanyaan Firama tadi dengan ekpresi sepeti anak kecil, Firman yang sangat terkejut langsung menghapus pikiranya tetang wanita pendiam.
"Syaira.. Berapa umur kamu?, setahu saya umur kamu 21th. Ta—pi kamu" Tanya Firman dengan wajah binggung.
"Syaira tau. Mas Firman pasti tidak menyangka kan—"
Iya aku sangat tidak menyangka-batin Firman
"Wajah Syaira memang lebih terlihat muda dari usia Syaira. Syaira memang seperti anak SMA" Ucap Syaira dengan percaya diri.
Shit... Apa-apaan wanita bodoh ini, kenapa wanita yang sedang duduk di hadapannya saat ini sama sekali tidak mengerti pertanyaan Firman. Syiara malah memuji dirinya sendiri dengan senyuman yang menurut Firman sangat menjijikan.
Sebenarnya apa yang di pikirkan orang tua Firman saat melihat Syaira, kenapa mereka mempunyai pikiran untuk menjodohkan Firman dengan wanita itu?. Menurut Firman di lihat dari segi manapun Syaira tidak pantas menjadi istrinya.
__ADS_1
Syaira adalah wanita yang sangat merepotkan. Sebaiknya Firman harus secepatnya mengakhiri semua ini, ia ingin kembali ke-London.
"Baiklah Syaira. Kita akan menikah minggu depan" Ucap Firman.
Lebih cepet lebih baik, setelah menikah Firman akan membuat Syaira pergi sendiri dari hidupnya, itu ide yang terbaik saat ini.
"Alhamdulilah Mas....."
Lihatlah Syiara sekarang, jika wanita lain yang di posisi Syaira, dia akan berfikir terlebih dahulu sebelum melaksanakan pernikahan secepat itu, apa lagi pernikahan ini di landasi oleh perjodohan. Tapi wanita bodoh ini berbeda, Syaira malah dengan senang hati menyambut penderitaanya sendiri.
"Baiklah. Aku sekarang masih ada urusan, sebaiknya kita akhiri pembicaraan ini sampai di sini"
Firman langsung pergi dari sana, tampa menghiraukan wajah binggung Syiara. Firman sudah sangat bosan melihat senyuman Syiara karana itu dia langsung pergi begitu saja. Firman butuh ketenangan saat ini.
****
"Makasih ya mang".
"Iya non" Ucap supir Syaira.
"Assalamualakun.... A—bi, Um—mi"
"Waalaikumsalam.."
Saat merdengar suara orang tuanya membalas salamnya, Syiara langsung berlari sepeti anak kecil mencari keberadaan ke-dua orang tuanya. Langkah Syaira seketika berhenti, saat matanya sudah menemukan sosok yang ia cari, Syaira semakin tersenyum saat melihat ke-dua orang tuanya.
"A—bi!!... Um—mi!!..."
Syaira langsung memeluk ibunya, Tiara sedikit terkejut saat melihat putrinya saat ini. Tiara hanya menatap mata suaminya dengan wajah binggung, sembari membalas pelukan putri kecilnya.
"Apa semuanya baik-baik saja?" Tiara tahu kalau putrinya tadi pergi bertemu dengan calon suaminya. Karana itu dia menanyakan hal itu, dia takut terjadi masalah.
__ADS_1
"Iya Ummi semunya baik-baik saja. Mas Firman sangat baik" Ucap Syaira tampa berfikir panjang.
Syiara baru bertemu calon suaminya satu kali, tapi dia dengan yakin mengatakan kalau Firman adalah laki-laki yang baik. Apa wanita ini sudah di butakan oleh rasa suka, kenapa Syaira tidak bisa melihat kebenaran.
Orang tua Syiara hanya tersenyum, saat mendengar cerita putri kecilnya. Indra dan Tiara bersyukur karana putrinya sudah sangat menyukai calon suaminya.
"Mas Firman juga bilang. Kami akan menikah minggu depan."
Orang tua Syaira sedikit terkejut mendengar perkataan Syaira, mereka tidak menyangka perjodohan yang mereka rencanakan akan secepat ini terlaksanakan. Mereka pikir Syaira dan Firman akan menjalin perkenalan terlebih dahulu sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Tapi sepertinya keputusan calon menantunya udah sangat tepat, karana tidak baik menunda hal baik.
"Baguslah.. Ummi yakin sekali calom suami-mu langsung suka sama kamu, saat pertama kali melihat kamu. Karana itu dia mempercepat hal baik ini"
Wajah Syaira langsung tersipu malu, saat mendegar perkataan ibunya. Apa benar Mas Firman langsung suka sama Syaira juga?. Jika itu benar Syaira akan sangat bahagia.
"Anak Abi sudah dewasa, dan sekarang Abi harus melepaskannya untuk menikah" Kata Indra, ayah Syaira.
Syaira tau apa yang sedang ayahnya pikirkan saat ini, Syaira langsung memeluk ayahnya. Tiara hanya tersenyum sambil menahan air mata, saat melihat putrinya yang sedang memeluk suaminya.
"Sampai kapan pun Syaira tetap anak Abi dan Ummi" Ucap Syaira. Membuat kedua orang tuanya menganguk, dan tersenyum.
"Tentu saja, kamu selamanya anak Abi dan Ummi, tapi kamu juga sudah tahu bukan. Saat seorang perempuan menikah, ia bukan lagi milik dan tangung jawab orang tuanya lagi" Ucap Indra ayah Syaira.
Air mata Syaira tidak bisa terbendung lagi, ia menangis di pelukan ayahnya. Sedangkan Tiara ia sedikit tersenyum, sebelum ia ikut memeluk putrinya.
Putri kecil yang selalu menangis dan tersenyum di pelukan mereka sekarang sudah dewasa, mereka harus mengiklaskan Syaira untuk menempuh kehidupan barunya. Sekarang Tiara dan Indra hanya bisa mendoakan agar putrinya selalu bahagia.
Bagi dua orang yang saling mencintai, menikah merupakan hal terindah yang akan terjadi di kehidupan mereka. Namun, menikah juga bukan hanya melibatkan dua hati saja, ada hati orang tua yang harus melepaskan kita yang telah bersamanya selama berpuluh tahun untuk hidup bersama orang lain.
TO BE CONTINUED.
____________________________
__ADS_1
HOPE YOU LIKE IT!
JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡