SYAIRA

SYAIRA
Bab 13- Maafin Syaira Yaallah


__ADS_3

"Mas Firman tung—gu" Ucap Syaira dengan nada sedikit kencang, wanita itu terus mengejar suaminya. Yang sudah berlari mendahuluinya.


"Berhenti mengeluh. Bukan kah ini keinginan mu" Ucap Firman sambil terus berlari.


Pagi ini Firman menuruti keinginan istri manjanya untuk olahraga bersama. Dia pikir istrinya akan diam saat Firman sudah menututi nya, tapi teryata tidak. Wanita yang sedang belari di belakangnya itu terus mengeluh, padahal mereka baru beberapa menit berlari. Dasar wanita manja.


"Mas Fir—man"


Firman sedikit mengehela napas, ia pun langsung mengehentikan langkah kakinya. Laki-laki itu langsung menengok ke belakang untuk melihat wajah istri manjanya, yang selalu membuatnya pusing.


"Syai—ra" Firman sedikit mengangkat alis nya, saat melihat wajah istrinya pucat. Firman langsung berlari ke arah istri manjanya.


Huek... Huek... Huek...


Syaira saat ini sangat mual dan kepalanya terasa sangat pusing, bahkan untuk berdiripun terasa sangat susah.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa. Syaira sudah biasa seperti ini" Syaira berusaha menjawab pertanyaan suaminya dengan senyuman. Wanita itu berusaha sekuat mungkin agar suaminya tidak mengetahui rasa sakitnya,


Tapi Firman tidak sebodoh itu, walau istri manjanya tidak mengatakan apapun, ia masih bisa melihat semuanya. Firman tahu, saat ini istri manjanya sedang menahan sakit, yang teramat sakit.


"Ayo. Kita ke rumah sakit" Ucap Firman, mencoba membantu istrinya untuk berdiri.


"Ti—dak. Syaira tidak apa-apa, Syai—ra tidak ingin ke rumah sakit. Kita pulang saja" Ucap Syaira, yang saat ini sedang menahan rasa sakit.


"Jangan semakin membuat aku semakin khawatir Syaira"


"Syaira tidak mau ke rumah sakit Mas Fir—man" Ucap Syaira, dengan wajah yang sedang menahan tengisan.


Firman terus menatap tajam wajah istri manjanya, ia merasa kesal dengan dirinya sendiri. Seharunya tadi dia tidak meningalkan istrinya, seharusnya tadi dia belari di samping istrinya. Ia merasa sangat bodoh saat ini, sangat bodoh.


Tampa mengatakan apapun, Firman langsung mengendong istri manjanya untuk membawanya pulang. Syaira sedang kesakitan tidak mungkin untuk berjalan, karana itu Firaman memutuskan untuk mengendong istri manjanya.


'Ummi. Kepala Syaira sakit lagi ' . Sedangkan Syaira terus memangil Umminya, dalam pelukan suaminya.


****


"Kamu tidak usah Khawatir mengenai Syaira. Firman akan menjaganya dengan baik" Ucap Herry ayah Firman. Menenangkan sahabatnya.


"Kamu tahu bagai mana kondisi anak ku. Dia baru pulih, aku takut kondisi nya memburuk lagi" Ucap Indra Ayah Syaira.

__ADS_1


Saat ini Harry dan Indra sedang membicarakan hubungan putra dan putri mereka. Indra merasa khawatir dengan kondisi putrinya, ia takut menantunya tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.


Sedangkan Harry, laki-laki itu terus menyakinkan sahabatnya, kalau putranya akan menjaga Syaira dengan baik. Karana dia yakin putranya tidak akan mengecewakannya.


"Aku sangat yakin dengan putra ku, dia akan menjaga Syaira dengan baik. Mau tidak mau dia harus menjaga Syaira, karana dari dulu itu tangung jawabnya" Kata Herry dengan penuh keyakinan, membuat Indra sedikit menganguk.


"Apa kita cerita kan saja mengenai kondisi Syaira dengan Firman?" Tanya indra.


"Ini belum saat nya Firman mengetahui kondisi Syaira. Biarkan Syaira sendiri yang menceritakan nya" Ucap Herry. menjawab pertanyaan sahabatnya.


Sebenarnya Herry juga ingin menceritakan kondisi Syaira dengan putranya, tapi saat memikirkan perasaan menantunya, Herry merasa tidak bisa melakukannya.


"Baiklah"


Dengan perasaan yang masih khawatir, Indra menyetujui saran Herry. Mungkin ini belum saatnya Firman mengetahui hal itu. Biar Putrinya yang menceritakan hal itu kepala Suaminya sendiri.


****


"Ini di minum dulu" Ucap Firman, sambil memberikan air minum kepada istri manjanya.


"Terima kasih" Ucap Syaira dengan senyuman di wajah nya.


Firman bersuyukur, karana setelah sampai di rumah kondisi istri manjanya membaik. Gadis itu sepetinya tidak merasakan sakit lagi, tapi walau begitu wajah nya masih sangat pucat.


Walau kondisi Syaira saat ini membaik, Firman tetap saja menghawatirkan kondisi istri manjanya. Apa lagi saat melihat kejadian tadi, saat Syaira menahan rasa sakitnya, dengan wajah pucat. Firman tidak ingin hal itu terjadi lagi, bagai manapun juga Syaira masih tangung jawab nya.


Karna itu, Firman fikir sebaiknya dia harus membawa Syaira ke rumah sakit, agar penyakit Syaira jelas. Ia tidak percaya istri manjanya cuman kelelahan.


"Tidak usah. Ummi sudah memberikan obat ini untuk Syaira" Kata Syaira, sambil menunjukan plastik yang berisi obat-obat untuk dirinya.


Bukanya tenang Firman malah semakin khawatir, saat meilihat obat Syaira yang sangat banyak itu. Firman baru sadar istri manjanya selama ini selalu meminum obat-obat yang jumlahnya sangat banyak. Sebenarnya obat apa itu?.


"Tapi Syai—"


"Mas Firman cukup, Syaira bilang tidak mau, ya tidak mau. Jangan memaksa Syaira" Ucap Syaira memotong perkataan suaminya.


"Bukanya Mas Firman sendiri yang bilang, Mas Firman tidak akan mengangap Syaira istri?. Tapi Syaira tidak peduli hal itu, karana Syaira yakin suatu saat Mas Firman akan bisa mencintai dan menerima Syaira. Dan sebelum hal itu terjadi, Syaira mohon jangan memaksa Syaira ini" Ucap Syaira lagi, membuat Firman seketika terdiam.


Syaira hanya sedikit terseyum saat melihat suaminya tidak bisa mengatakan apapun lagi. Suaminya memang selalu mengatakan tidak akan bisa menerima Syaira. Tapi suaminya tidak pernah mengatakan, kalau dia tidak akan mencintai Syaira. Karan itu Syaira yakin hal itu akan terjadi, suaminya akan mencintai nya.


****

__ADS_1


"Ummi kapan Syaira sembuh" Kata Syaira.


Setelah suaminya meningalkan Syaira sendiri di kamar. Syaira memutuskan untuk langsung menelpon ibunya.


"Syaira.." Ucap Tiara di seberang sana, ia binggung harus mengatakan apa saat putrinya menanyakan hal itu.


"Ummi Syaira takut, Mas Firman akan meminta bercerai jika mengetahui kondisi Syaira. Tidak ada yang mau dengan wanita bodoh Ummi," Ucap Syaira dengan nada sedih.


"Kamu tidak bodoh sayang" Kata Tiara ibu Syaira, mencoba menjelaskan kepada putrinya.


"Semuanya menjahui Syaira karana kekurangan Syaira. Bahkan kakak juga tidak pernah mengangap Syaira adiknya"


Syaira selalu menangis saat mengingat kata-kata yang selalu menbanyangi hidupnya.


Aku tidak punya Adik bodoh seperti dia.


Lebih tepatnya adik lo itu Idiot.


Jangan pernah berfikir kita mau berteman sama cewek idiot kaya lo. Syaira.


Hahahahaha......


Mereka semua tertatawa melihat aku yang sedang menangis. Mereka selalu tertawa dan menjauhi ku. sebenarnya apa salah Aku?. Dari dulu aku sudah berusaha belajar. Tapi tetap saja aku tidak bisa mengerti semua itu.


Sebelum suami ku mencintai dan menerima diri ku, aku tidak ingin suami ku mengetahui hal ini. Aku takut Mas Firman akan meningalkan diri ku, seperti yang lain.


Syaira tau berbohong itu dosa. Tapi Syaira tidak punya pilihan lain. aku tidak ingin kehilangan suami ku.


Maafin Syaira yaa Allah, sudah menjadi egois seperti ini............


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2