SYAIRA

SYAIRA
Bab 7- Bonaka Hello Kitty


__ADS_3

Syaira terus mengikuti langkah kaki suaminya dengan wajah kesal, ia menghentakan kakinya saat melihat suaminya memilih barang belanja tampa mempedulikan dirinya sama sekali.


Dengan wajah sedikit serius Firman meneliti barang-barang yang akan dia beli. Firman jadi harus semakin sabar, karana wanita di sampingnya saat ini sama sekali tidak berguna. Tadi Firman sempat bertanya mengenai pengetahuan Syaira tentang barang-barang kebutuhan sehari-hari, tapi istri manjanya itu bilang tidak tahu sama sekali mengenai hal seperti itu.


—Beberapa menit yang lalu—


"Apa kamu pernah belaja barang-barang untuk kebutuhan bulanan?" Tanya Firman.


"Tidak" Syaira menjawab dengan wajah yang cemberut.


"Bukanya tadi di rumah kamu mengatakan sering ke-sini dengan Um—"


"Ishh Mas Firman banyak nanya. Syaira ke sini cuman karana mau beli boneka hello kitty baru" Ucap Syaira memotong perkataan Firman.


Itulah sedikit ringkasan perdebatan Firman dan Syaira, Firman pikir mengajak Syiara belanja itu adalah sebuah kesalahan, seharunya Firman tadi tinggalkan saja Syaira di rumah. Dan ada apa dengan wajah dan nada bicara Syiara, dari tadi Firman perhatikan istri manjanya yang selalu tersenyum dan bicara sopan, sekarang hanya terdiam dengan wajah cemberut.


Apa sekarang Firman harus bersyukur karana Syaira bisa diam!!! Entahlah Firman malah semakin binggung saat memikirkan tingkah Syiara.


"Ada yang kamu butuhkan lagi?"


"Boneka" Ucap Syaira dengan nada ketus.


Firman langsung memejamkan mata dengan bibir bawah yang sedikit di-gigit, saat mendengar perkataan Syiara Firman sebisa mungkin langsung menahan emosi. Jika Syiara bukan wanita mungkin saja Firman akan langsung memukul wajah Syaira, sekarang Firman menjadi mengerti kenapa dari tadi sikap Syaira berubah.


"Baiklah!!! Ayo kita beli boneka. Dan kamu jangan lupa membereskan barang-barang-mu lalu pindah ke-kamar baw—"


"Tidak Hikss, Syaira tidak akan minta boneka hello kitty lagi, jadi jangan usir Syaira dari kamar itu Hikss"


Hikss....Hikss...Hikss...


"Kenapa Mas Firman jahat sama Syaira Hiks. Ummi!!! Abi!!! Syaira rindu kali—an"


Hikss....Hikss...Hikss...


Firman langsung terkejut saat melihat Syair yang tiba-tiba menangis, astaga!! apa-apaan ini, apa Syiara ingin mempermalukan Firman. Firman menjadi semakin binggung harus berbuat apa saat beberapa orang terus memperhatikan mereka.


"Berhenti menangis" Bisik Firman dengan nada kesal.

__ADS_1


Syaira hanya mengganguk tampa ada tanda-tanda ingin menghentikan tangisannya. Rasanya saat ini Firman ingin sekali menendang Syiara, karena air mata dan isak tangis Syaira masih bisa Firman lihat dan dengar.


"Apa kamu ingin es krim!!! tapi kamu harus berhenti nangis dulu, baru saya belikan" Tawar Firman, membuat Syaira yang mendenga langsung sedikit meredakan tangisannya.


Setelah sedikit berfikir Syiara menganguk setuju. Untung saja tadi Firman ingat kalau es krim bisa membuat Syaira berhenti menangis, sepeti waktu saat dalam perjalanan ke rumah baru mereka.


***


"Jangan pernah bertingkah seperti itu lagi depan umum, membuat malu saja"


"Mas Firman juga harus berjanji, jangan menyuruh Syaira untuk tidur di-kamar bawah lagi"


Andai saja Syiara bisa sedikit bersikap dewasa, mungkin Firman tidak akan se-kesal ini berada di dekat istri manjanya itu. Hari demi hari tingkah Syiara selalu membuat Firman pusing.


"Sini" Ucap Firman dengan kesal, saat melihat istri manjanya tidak bisa membuka bungkus es krim.


"Hal semudah ini saja tidak bisa, sebenarnya hal apa yang kamu bisa lakukan" Ucap Firman lagi, sambil memberikan es kirim milik Syaira yang tadi sudah ia buka.


"Makan" Jawab Syaira sambil memakan es krim.


Firman langsung melangkah pergi saat mendengar jawaban Syiara. Firman pikir istri manjanya itu akan mengikuti langkah kakinya, tapi teryata tidak, wanita itu masih asyik menjilat es krim kesukaanya.


Syaira pikir suaminya tidak akan mengusir-nya lagi dari kamar mereka, tapi saat mendengar perkataan Firman, Syaira merasa sedih.


"Jangan usir Syaira terus menerus, Syaira tidak akan minta boneka lagi"


"Kamu tidak perlu pindah kamar. Ayo!!! beli boneka yang kamu mau" Ucap, Firman tampa sadar bibirnya terseyum saat melihat kepanikan Syaira.


Syaira langsung terdiam saat matanya melihat senyuman di-bibir suminya, akhirnya Syaira dapat melihat senyuman itu lagi. Terakhir kali Syaira melihat senyuman Firman adalah saat pernikahan mereka, dan setelah pernikahan itu usai Firman mengatakan kalau senyuman itu hanya sandiwara.


"Syaira" Firman merasa binggung melihat Syaira yang terdiam.


Dengan refleks Syiara berlari memeluk Firman, ia sedikit melompat lompat seperti anak kecil saat memeluk suaminya. Sedangkan Firman yang marasa terkejut saat Syaira tiba-tiba memeluknya hanya bisa membalas pelukan Syaira dengan cangung.


"Terimakasih Mas"


1 Detik.....

__ADS_1


2 Detik.....


3 Detik......


"Syaira lepas!!! sebaiknya kita secepatnya pergi membeli boneka dan setelah itu langsung pulang" Ucap Firman dan langsung meninggalkan istrinya begitu saja.


Lagi-lagi persaan itu muncul, persaan yang membuat Firman binggung harus bersikap sepeti apa kepada Syaira. Hatinya selelu bedebar saat Syaira memeluknya.


***


"Kamu ingin makan apa?" Tanya Firman sambil memasukan barang-barang yang dia beli ke-dalam kulkas.


"Syaira akan memasak spageti untuk Mas Firman"


Firman hanya sedikit tersenyum saat melihat tingkah istri manjanya, Syaira sepeti anak kecil yang sedang ingin bermain masak-masakan dengan boneka hello kitty di tanganya.


"Spageti!!! Kamu bisa memasaknya"


"Syaira akan tanya sama google" Ucap Syaira dengan wajah polosnya.


Firman sedikit menganguk, dia sudah mengira kalau istri manjanya akan mengatakan kata-kata itu. Firman tidak ingin menuntun Syaira bisa segala hal, Firman hanya ingin wanita di hadapan saat ini tidak membuatnya kesal, itu sudah cukup untuk Firman.


"Tidak usah mengangu google, aku sendiri yang akan memasak, kamu bisa memabantu memarut keju"


Syaira langsung menganguk setuju sambil terseyum, Firman yang melihat hal itu langsung membuang muka. Entah kenapa senyuman Syaira terkadang membuat Firman sulit berkata-kata.


"Sebaiknya kamu letekan dulu boneka itu di-sana" Ucap Firman, membuat wajah Syaira cemberut.


Saat ini Firman sedang mencoba bersabar menghadapi tingkah Syaira yang seperti anak kecil, setidakanya Firman akan mencoba sabar sampai ia mendapat cara untuk menyingkirkan Syaira dari hidupnya. Kalau sudah tiba waktunya, Firman akan membuang Syaira.


"Baik!!!" Dengan wajah yang masih cemberut Syaira menuruti perkataan suaminya.


Syiara Dwi Putri, wanita polos yang tidak tau apa-apa itu hanya bisa terus berdoa dan berusaha meluluhkan hati suaminya. Syaira yakin suatu saat suaminya akan menerima dirinya dengan sepenuh hati. Terbuktinya saja sekarang suaminya sudah sedikit mengurangi jarak di-antara mereka, Firman sudah menggunakan kata 'Aku dan kamu' saat bicara dengan Syaira.


TO BE CONTINUED.


____________________________

__ADS_1


HOPE YOU LIKE IT! 


JANGAN LUPA LIKE+VOTE+KOMEN+SHARE KE TEMAN KALIAN♡


__ADS_2