SYAIRA

SYAIRA
Bab 19- Wanita London?


__ADS_3

Setalah melihat istri manjanya sedikit tenang. Firman langsung membawa Syaira kembali ke penginapan mereka, dan menyuruh istri manjanya istirahat.


Dari tadi Firman perhatikan istri manjanya seperti kehilangan semangat. Sekarang wajah bahagia istri manjanya mengehilang, di gantikan dengan wajah pucat dan murung. Firman yang melihat itu menjadi semakin merasa bersalah.


Tok.... Tok.... Tok....


Firman langsung menengok ke arah sumber suara. Dapat Firman lihat sekertarisnya sudah berdiri di ambang pintu kamarnya yang tidak Ia tutup tadi.


"Permisi Tuan. Saya ingin menyampaikan bahwa Grup Y sudah sampai" Kata Anna sekertaris Firman.


"Tunda saja. Aku tidak bisa sekarang" Ucap Firman menyuruh sekertarisnya untuk pergi.


Anna hanya bisa menuruti perkataan atasanya. Tapi dia sedikit merasa binggung, karana tidak biasanya, atasanya menunda perkerjaan sepeti ini. Sudahlah Anna tidak ingin memikirkan hal ini lebih lanjut, karana ini bukan urusanya.


"Syaira.." Firman memangil istri manjanya dengan lembut. Setelah kepergian sekertarisnya tadi, Firman memutuskan untuk mengajak Syaira ke suatu tempat.


Syaira langsung menengok dan menatap wajah suaminya dengan binggung, saat suaminya memangilnya tadi.


"Ada apa?"


"Aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat" Ucap Firman lagi.


"Tapi bukannya tadi Mas Firman menyuruh Syaira untuk beristirahat" Ucap Syaira.


Firman sedikit menganguk. Dia tadi memamang mengatakan itu, tapi setelah ia fikir-fikir. Sepertinya dia harus menembus kesalahannya terlebih dahulu, karana laki-laki itu tidak melihat ingin istri manjanya istirahat dengan wajah sedih dan murung sepeti itu.


"Aku mememang mengatakan itu tadi. Tapi aku Fikir kamu harus melihat tempat itu dulu, dan baru kamu bisa istirahat" Ucap Firman, membuat Syaira sedikit menganguk.


Firman langsung mengajak Syaira ke tempat itu, saat istri manjanya mengadukan kepalanya.


****


Tadi Syaira sebenarnya malas untuk pergi, saat suaminya mengatakan ingin menganjaknya ke suatu tempat. Tapi melihat suaminya memaksanya terus menerus, Syaira hanya bisa pasrah mengikuti langkah suaminya.


"Liat itu"


Jari Firman sesikit menunjuk ke arah depan, untuk memperlihatkan sesuatu kepada istri manjanya. Syaira yang tadi haya fokus mengikuti langkah suaminya, sekarang sudah melihat ke arah tempat yang tadi suaminya tunjuk.


Wajah sedih Syaira seketika langsung tersenyuman, saat melihat sebuah kendaraan yang menurut wanita itu lucu. Firman hanya melihat istri manjanya dengan binggung, padahal ini bukan kejutanya. Tapi istri manjanya sudah tersenyum, syukurlah.


"Wah... Lucu sekali, Syaira ingin menaki itu, Syaira ingin menaki itu" Ucap Syaira, sambil melompat-lompat seperti anak kecil.


Firman sedikit terseyum saat ia melihat wajah bahagia istri manjanya kembali. Firman langsung mengambil helm, dan memakaikannya ke kepala istri manjanya. Dengan senyuman Syaira menerima helm itu.


"Baiklah kamu boleh naik"

__ADS_1


"Tunggu-tunggu. Syaira ingin berfoto dulu, Syaira ingin menunjukan nya kepada teman Syaira" Ucap Syaira dengan wajah bahagia.


Syaira langsung mencoba membuka Camera Smartphone nya. Tapi, Ia merasa binggung dan pusing. Bagai mena cara mengunakan nya?


"Ah. Tidak usah lah, kita langsung naik saja" Ucap Syaira lagi.


Dengan wajah cangung Syaira langsung melangkahkan kakinya untuk pergi menaiki kendaraan itu. Semoga suaminnya tidak menanyakan hal yang akan membuat Syaira sedikit binggung.


"Tunggu. Kamu bisa berdiri di sana, aku yang akan mengambil gambar mu dengan ponsel ku" Kata Firman, membuat Syaira sedikit menganguk.



Firman tersenyum saat melihat gambar yang tadi dia ambil. Tampak Syaira sangat cantik dengan senyuman manis di wajahnya. Syaira langsung berlari ke arah suaminya untuk melihat hasil fotonya.


"Mana gambarnya. Syaira ingin lihat" Ucap Syaira, yang sudah berdiri di hadapan suaminyanya. Firman hanya sedikit mengaguk, sambil matanya terus fokus menatap foto istri manjanya.


Drett.... Drett....


Saat Firman masih fokus melihat foto Syaira di layar ponselnya. Tiba-tiba ponsel Firman bergetar.


Mine♡......


Firman menjadi gugup saat membaca nama itu, Firaman sekilas melihat wajah istri manjanya. Sepintar mungkin, laki-laki itu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya saat mendapatkan pangilan dari kekasinya yang sedang berada di London.


"Kamu tunggu di sini" Ucap Firman, ia langsung melangkah pergi menjauh dari sana.


****


"Ada apa?"


Firman langsung mengangkat pagilan tadi, saat dirinya sudah jauh dari istri manjanya.


"Sayang. Kamu kapan kembali ke sini, aku sangat merindukan mu" Ucap seorang wanita, di seberang sana.


Firman menghela napas. Dia tidak tahu memgenai perasaanya terhadap kekasihnya, apa dia mencintai kekasihnya atau tidak?. Dia tidak tahu dan tidak peduli, karna yang terpenting adalah menjaga wanita itu.


Firman sudah berjanji untuk menikahi wanita tersebut, untuk menebus hutangnya dan mengurangi rasa bersalah nya. Waktu masih kecil Firman pernah mengalami kecelakaan, dan wanita tersebut menyelamatkan nyawa Firman. Karan itu, Firman harus menjaganya.


"Bersabar lah. Aku akan segera kembali, kalau keadaan ibu ku sudah membaik" Kata Firman.


Firman tidak mungkin menceritakan semuanya ke pada kekasihnya. Kalau kekasih nya tahu, dia pasti akan membuat masalah.


"Baiklah. Cepatlah kembali" Ucap Wanita itu.


"Ya" Ucap Firman.

__ADS_1


Laki-laki itu langsung mematikan pangilan. Mata Firman menatap istri manjanya dari kejauhan, sekarang ia semakin binggung mengenai hubungannya dan istri manjanya. Bagaiman dia mengakhiri hubungan ini?.


Firman harus cepat-cepat kembali ke London, agar kekasinya tidak mengetahui semua ini. Tapi apa Firman bisa meningalkan Syaira?


Semakin hari Firman, semakin puduli dengan Istri manjanya. Bagai mana dia bisa meningalkan istri manjanya begitu saja?. Entahlah, yang Firman tahu hanya, kebohogan tidak akan bertahan lama walau sepintar apapun dia menyimpannya.


****


"Maa Firman lihat. Pemandangannya sangat indah indah" Ucap Syaira.


Mereka berdua sudah sampai di tempat yang mereka tuju. Tampak Syaira menjadi semakin senang saat sudah sampai di sana. Sedangkan Firman hanya bisa terseyum.


Mata Syaira melihat sekeliling, wanita itu melihat ada sebuh ayunan di sana. Syaira langsung melagkahkan kakinya untuk mendekat ke arah sana.


Syaira merentangkan tangannya, saat ia sudah duduk di ayaunan tadi. Pemandangannya menjadi semakin indah dari sini.


"Mas Firman" Teriak Syaira dengan bahagia, memangil nama suaminya.


"Syaira hati-hati" Ucap Firman dengan wajah sedikit khawatir.


Mas Fir—man........


Mas Fir—man........


Mas Fir—man........


Tampa memeperdulikan suaminya, Syaira terus memangil nama Firman. Dengan senyuman yang sudah terukir di wajah cantiknya.


Sedangkan Firman. Laki-laki itu haya menatap istri manjanya, dengan tatapan kosong di belakang wanita itu. Firman sedikit mengempalkan tanganya, karana ia merasa kesal dengan dirinya sendiri.



Bagai mana aku bisa menyakiti wanita itu?. Saat melihat senyuman nya hati ku sudah bergetar, dan saat melihat tangisannya hati ku sudah terasa sakit saat ini. Apa ini yang di namakan cinta?. Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote

__ADS_1


Kritik dan Saran Author Terima


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2