SYAIRA

SYAIRA
Bab 8- Syaira Ingin Belajar Masak?


__ADS_3

Hari ini Syaira berancana untuk pergi olahraga berdua dengan suaminyanya, karna itu pagi-pagi sekali Syaira sudah bersiap-siap, ia takut ditingal sepeti kemarin. Saat ini Syaira sedang menunggu Firman di depan rumahnya, tadi ia melihat suaminya masih mandi, karan itu dia memutuskan untuk menunggu suaminya di sini, sekalian ia juga ingin memberi kejutan.


Tampak terlihat wajah bahagia Syaira saat menunggu suaminya, ia tidak sabar memberi kejutan. Sebenarnya wanita itu tidak biasa olahraga, tapi karana dia ingin berduaan dengan suaminya, ia memutuskan untuk olahraga.


Firman dengan gagah melangkahkan kakinya untuk keluar rumah, tapi langkah kakinya sedikit terhenti saat ia melihat istri manjanya sedang bediri di ujung sana dengan wajah tersenyum saat melihat ke arahnya. Firman mendekati Syaira dengan wajah binggung.



"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Firman.


"Emm. Mau—"


Mata Syaira terus memperhatika penampilan suaminya, sebenarnya tidak aneh dengan penampilan laki-laki itu. Tapi kenapa suaminya memakai setelan kantor saat ini?, apa ini gaya pakaiyan terbaru untuk olahraga. Ahh Syaira tidak tahu, ia kan tidak pernah olahraga.


"Tentu saja mau olahraga" Ucap Syaira dengan senyum bahagia nya.


"Hah?"


"Ayo Mas, kita olahraga. Kemarinkan kita tidak jadi olahraga berdua" Ucap Syaira lagi, sambil memeluk lengan suaminya dengan manja.


Firman hanya bisa menghela napas, saat melihat kelakuan istri manjanya pagi ini. Apa wanita ini tidak bisa melihat penampilan Firaman saat ini?, saat ini ia ingin pergi ke kantor bukan pergi olahraga. Tapi percuma saja menjelaskannya kepada wanita ini, karana Firman yakin istri manjanya tidak akan mengerti.


"Aku tidak Olahraga. Hari ini aku berkerja di perusahaan Daddy"


Setelah mengatakan itu Firman langsung melepas paksa pelukan istrinya manjanya dan pergi dari sana tampa mengatakan apapun lagi. Tingkah aneh wanita itu selalu bisa membuat kepala Firman pusing.


Syaira hanya memandagi kepergian suaminya dengan wajah sedih, wanita itu binggung, kalau dia tidak olahraga, ia harus kemana?. Sendirian di rumah sebesar ini sangat membosankan. Apa dia menemui sahabatnya saja?.


Itu ide bagus, nanti Syaira terlebih dahulu akan menelpon suaminya untuk meminta ijin keluar rumah. Karana ia ingat akan pesan ibunya waktu itu, yang mengatakan kalau seorang istri harus terlebih dahulu meminta ijin suaminya sebelum ia pergi ke suatu tempat.


***


"Ishh kalian ini, apa kalian tidak malu dengan tatapan orang lain, yang sedang melihat kalian?"


Saai ini wanita itu semakin sebal. Karana, tadi niat hati ingin melepas kebosanan dengan menemui sahabatnyanya, tapi kini yang Ia dapatkan hanya tontonan yang menambah kebosananya saja.


Apa pasang di depanya saat ini tidak punya malu?. Mereka belum menikah tapi sudah bermesraan di depan umum, Syaira bahkan tidak pernah sepeti itu dengan suaminya bahakan saat tidak di depan umum.

__ADS_1


"Kak Juna, bisa tidak kakak pergi, Syaira ingin bicara 4 mata dengan Naila" Ucap Syaira, sedikit mengusir Juna dari sana.


Syaira kesal melihat pasang ini, Naila dan Juna suda pacaran hampir 3tahun tapi mereka berdua masih belum memutuskan untuk menikah. Syaira sudah menyuruh Naila untuk cepat-cepat menikah, tapi sahabatnya itu mengatakan 'anak kecil tahu apa' kepada Syaira.


Syaira sangat merestui Naila dan Juna, karana mereka berdua pasang yang cocok dan baik. Mereka selalu membantu Syaira, saat wanita itu terkena masalah, mereka sudah sepeti saudara untuk Syaira. Karan itu ia ingin mereka cepat menikah, biar tidak menambah dosa.


"Sayang. Kamu tutup mata sekarang" Kata Naila.


Naila dengan suara lembutnya, menyuruh pacarnya Juna untuk menutup mata. Juna hanya bisa mengangukan kepalanya sambil tersenyum, dan laki-laki itu langsung menutup mata, mengikuti keinginan pacarnya.


"Ishh Kalian ini..."


Syaira selalu nerasa sebal melihat Juna yang sepeti ini. Juna tampak keren saat bersama dengan orang lain, tapi saat sedang bersama pacarnya ia sepeti seorang anak yang hanya bisa menututi keinginan ibunya. Dasar budak cinta.


"Kan lo sendiri yang bilang. Mau bicara 4 mata sama gue" Kata Naila.


Syaira hanya mengangukan kepala dengan polos nya, emang benar sih dia mengatakan itu tadi.


"Yaudah Bicara sekarang" Ucap Naila lagi.


"Syaira ingin Belajar Masak"


"Lo sekarang lagi becanda kan?" Tanya Naila, yang di balas gelengan oleh Syaira.


"Syaira harus belajar masak sama siapa yaa, Nai?"


Syaira terus mencoba berfikir dengan wajah binggung di hadapan Naila. Naila hanya terdiam saat mendegar pertanyaan Syaira, karan ia pikir, Syaira tidak mungkin bisa belajar masak.


"Ish.. Naila jawab?" Ucap Syaira dengan nada kesal.


"Lo tinggal belajar sama mertua lo aja. Dia kan ibu dari suami lo. Pasti tahulah makanan kesukaan anak nya" Ucap Naila, asal menjawab pertanyaan Syaira tadi.


Syaira langsung tersenyum lagi saat Naila mengatakan itu, Syaira fikir itu ide yang bagus. Setelah ini dia harus ke rumah metuanya, untuk belaja memasak.


Sedangkan pelaku penberi ide itu hanya bisa berdoa, agar mertua Syaira di beri keselamatan dan ke sabaran saat menghadapi menantunya ini.


***

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban dari Naila atas pertanyaan tadi, Syaira langsung pergi dari sana, karana dia sudah sangat bosan melihat pasang itu. Saat ini Syaira sedang menuju ke rumah mertuanya, tapi sebelum ia pergi ke sana, wanita itu menyempatkan diri untuk mengabari mertuanya terlebih dahulu.


"Assalamualakun Mommy.." Ucap Syaira memulai pangilan.


"Waalaikumsalam Syaira, ada apa sayang. kenapa kamu menelpon Mommy?, Apa ada masalah?, apa Firman menyakiti mu?"


"Tidak..Tidak Mommy"


Syaira sedikit terkejut mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari mertuanya. Mertuanya langsung bertanya tampa ada jeda sedikitpun.


"Terus, kenap kamu menelpon Mommy" Ucap mertua Syaira di seberang sana.


"Mommy, Syaira ingin bertanya. Apa Mommy ada waktu hari ini?, Syaira ingin sekali belajar masak dengan Mommy, Apa Mommy bisa membantu Syaira?" Tanya Syaira, dengan wajah yang penuh harapan.


"Tentu saja. Kamu bisa ke sini sekarang, Mommy tunggu nya" Mertua Syaira menjawab dengan nada senang di seberang sana.


Syaira langsung tersenyum saat mendengar jawaban dari metuanya, Akhirnya Syaira bisa belajar masak juga.


"Terima kasih Mommy" Ucap Syaira dengan nada yang tidak kalah senang seperti mertua nya.


"Sama-sama sayang"


Syaira berdoa, semoga saja hari ini berjalan sepeti rencananya, Syaira ingin sekali memasak makanan kesukaan suaminya. wanita itu fikir, mungkin dengan ia bisa masak, suaminya akan semakin menirima dirinya. Wanita itu semakin tidak sabar untuk belaja masak dengan metuanya.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote


Kritik dan Saran Author Terima

__ADS_1


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2