SYAIRA

SYAIRA
Bab 16- Penyakit Syaira


__ADS_3

*13 Tahun yang lalu*


"Maaf. Cedera otak traumatik kemungkinan kecil untuk sembuh. Saat ini kami hanya melakukan pertolongan pertama, untuk menyelamatkan nyawa anak anda"


Cedera Otak Traumatik adalah hantaman mendadak dari luar pada otak yang menyebabkan berbagai gejala yang lama kelamaan akan menyebabkan disfungsi otak, yang biasa disingkat sebagai COT. 


"Tapi Dok, anak saya masih sangat kecil. Dan dia sedang koma sekarang, apa nanti dia tidak bisa pulih secara total" Ucap Indra Ayah Syaira.


Ibu Syaira hanya bisa menangis di pelukan Suaminya, saat mendengar itu semua. Mereka tidak menyangka Putri kecil nya mengalami hal ini, seharusnya mereka menjaga baik-baik putrinya.


"Kita hanya bisa berdoa saat ini. Karana banyak kasus COT yang menyebabkan kematian atau kerusakan permanen pada fisik dan kemampuan sosial seseorang. Kalian harus kuat menerima kemungkinan yang akan terjadi terhadap putri anda" Kata Dokter.


Malang sekali gadis kecil itu, seharusnya di usianya yang masih 8tahun, gadis kecil itu sedang asyik-asyiknya bermain. Tapi sekarang Syaira kecil harus berjuang untuk hidup.


Karana kecelakaan yang menimpanya Syaira kecil harus melakukan operasi. Operasi dilakukan untuk menghilangkan penyumbatan dan mencegah terjadinya penimbunan tekanan di tengkorak. 


Tidak cuman sampai situ perjuangan gadis kecil itu, dia harus meminum obat-obatan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada otaknya. Dan juga bagian pengobatan yang membutuhkan waktu paling lama adalah rehabilitas.


Rehabilitasi memang membutuhkan waktu dan hasilnya sering tidak terjamin. Keinginan atau tekad seseorang untuk hidup secara normal akan berperan besar dalam upaya rehabilitasi. Tanpa tekad yang kuat dari pasien, sangat kecil kemungkinannya rehabilitasi dapat berhasil. 


****


"Besok bukankan kamu pegi ke luar kota?, lebih baik kamu mengajak istri mu ke sana. Karana di sana udaranya sangat baik untuk kesehatan Syaira" Kata Herry ayah Firman, yang sedang makan siang bersama putranya.


Firman berfikir sebentar mengenai saran dari ayahnya, saran dari ayahnya tidak buruk. Mungkin dengan mengajak istri manjanya ke sana, wanita itu akan lupa dengan masalah kemarin.


"Itu ide yang bagus" Ucap Firman, menerima saran dari ayahnya.


"Kamu harus menjaga menantu ku, dengan baik"


Firman hanya sedikit mengaguk saat mendengar perkataan ayahnya. Dia akan menjaga Syaira, sampai mereka benar-benar berpisah.


"Oh iya Dad. Aku ingin bertanya, apa Syaira sedang sakit?" Tanya Firman secara tiba-tiba.


Harry langsung tersedak makana yang sudah ada di mulut nya, saat mendengar pertanyaan secara tiba-tiba dari putranya. Sedangkan Firman langsung menatap binggung saat melihat reaksi ayahnya. Apa Firman menanyakan hal yang salah?.


Ini lah pikiran yang selalu membuat Firman penasaran, sebenarnya istri manjanya kenapa?. Mungkin Ayah nya tahu mengenai hal ini, karana itu Firama mencoba menanyakannya kepada ayahnya. Tapi saat melihat reaksi ayahnya, bukanya tenang tapi Firama malah semakin binggung.

__ADS_1


"Dia kan istri kamu. Kenapa kamu bertanya dengan Daddy" Ucap Herry Ayah Firman. Ia engan menjawab pertanyaan Putra nya tadi.


Firman sedikit mengangukan kepalanya saat mendengar perkataan ayahnya. Benar, Syaira adalah istrinya, kenapa Firama menanyakan masalah ini dengan ayahnya.


"Aku binggung. Dia selalu minum obat dengan jumlah yang lumayan banyak. Dan dia selalu muntah-muntah tidak jelas" Ucap Firman. Membuat Harry langsung terdiam.


"Ehmm,,, mungkin dia hamil" Ucap Herry Ayah Firman dengan nada becanda, dia ingin mengalihkan mengakhiri pembicaraan ini.


Firman langsung tertatawa mendengar perkataan ayahnya. Hamil?, itu tidak mungkin. Firman tidak pernah menyentuh Syaira. Dan juga istri manjanya itu tidak mungkin berselingkuh. Hahaha.... Lelucon macam apa itu?, ayahnya nya ada-ada saja.


"Kenapa kamu tertawa?. Daddy dan Mommy benar-benar ingin secepatnya mengendong cucu"


"Sudahlah Daddy. Jangan becanda" Ucap Firman,ia pun meneruskan makan siang nya bersama ayahnya.


Tapi Firman sedikit terbayang dengan keinginan kedua orang tuanya. Cucu?, Itu tidak mungkin dengan Syaira. Karana Firman sudah berjanji dengan kekasihnya, yang sedang menempuh pendidikan di London.


****


Syaira sedikit mengigit bibir nya saat melihat pesan dari suaminya, wanita itu mencoba membaca pesan dari suaminya, tapi kepalanya malah menjadi pusing.


"Bi Ijah,,," Ucap Syaira, langsung memangil pembantunya.


"Bibi..." Pangil Syaira dengan suara kecil, saat melihat pembantunya sedang sibuk memasak.


Bi Ijah langsung menengok ke arah sumber suara, ia sedikit terkejut saat melihat majikannya sudah ada di belakang dirinya. Bi Ijah langsung mendekat ke arah Syaira.


"Ada apa Non?. Maaf tadi bibi tidak dengar, saat Non Syaira memanggil" Kata Bi Ijah pembantu Syaira.


"Tidak apa-apa Bi. Syaira cuman ingin bertanya" Kata Syaira, dengan wajah sedikit ketakutan.


"Non Syaira, mau nanya apa?"


"Bibi.. Apa Bibi bisa menolong Syaira?, untuk membaca pesan ini"


Syaira langsung memberikan smartphone miliknya kepada pembantunya. Bi Ijah menerima dan mebaca pesan itu dengan wajah binggung.


"Syaira... Besok kita akan pergi ke luar kota bersiap-siap lah" Ucap Pembantu Syaira. Membaca pesan itu.

__ADS_1


Syaira yang merasa sangat malu hanya bisa menundukan kepalanya, saat melihat tatapan pembantunya.


"Apa ada lagi Non?" Tanya Bi Ijah.


"Syaira tidak bisa mebaca pesan itu bi. Syaira sudah mencobanya tapi tetap saja tidak bisa, Syaira bukan wanita bodoh. Syaira nanti bisa baca lagi kok, sepeti kemari" Ucap Syaira secara tiba-tiba, dengan air matanya yang sudah mengalir.


Bi Ijah langsung memeluk Syaira, di terkejut mendengar perkataan majikannya. Dia tidak ingin menanyakan lebih jauh masalah ini, Bi Ijah tidak mau semakin melukai majikannya.


"Tenang Non" Bi Ijah mencoba menenangkan majikannya.


Bi Ijah merasa kasihan saat melihat majikannya sepeti ini. Non Syaira adalah wanita yang baik, terbukti dari hari pertama Bi Ijah berkerja di sini, majikanya itu selalu sopan terhadapnya padahal dia hanya pembantu di sini.


Apa lagi saat Syaira mengatakan kalau dia sudah mengagap Bi Ijah sepeti bibinya sendiri. Bi Ijah menjadi tersentuh saat mengingat hal itu.


"Bibi, Syaira minta tolong. Tolong bibi jangan menceritakan hal ini dengan Mas Firman, Syaira takut bi" Ucap Syaira dengan suara sedikit panik.


"Tenang Non. Bibi berjanji tidak akan mencerikan masalah ini dengan Tuan" Ucap Bi Ijah, ia mencoba mengapus air mata Syaira.


"Sekarang Non Syaira harus tersenyum sepeti biasa. Bukankah tadi Tuan menyuruh Non Syaira untuk bersiap-siap, kalian akan pergi ke luar kota" Ucap Bi Ijah, membut Syaira langsung mengaguk.


"Iya Bi. Terimakasih ya bi" Ucap Syaira dengan senyuman yang sudah terukir di wajah nya, wanita itu pun langsung berpamitan pergi dari sana.


Bi Ijah hanya memandangi kepargian majikanya, dia sudah tahu majikannya memang berbeda dari wanita seumurnya. Tapi dia tidak pernah menyangka majikanya akan sejauh ini, ia fikir majikannya bertingkah sepeti anak kecil karana selalu di manja. Tapi saat memikirkan kejadian ini, Bi Ijah yakin itu bukan alasan sebenarnyaya.


-------------------------------------------------


**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**


**Jangan Lupa Untuk**


Like


Komentar


Dan Juga Vote


Kritik dan Saran Author Terima

__ADS_1


**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**


__ADS_2