
"Kenapa lo nanya sama gue. Syaira kan Istri lo" Ucap Brian dengan kesal.
Bagai mana Brian tidak kesal. Tadi, pagi-pagi sekali sahabatnya ini datang ke kamarnya, dan mengangu mimpi indah Brian. Lalu tiba-tiba sahabatnya ini menariknya begitu saja ke sebuah ruangan, yang Brian tidak tahu letaknya ada di mana saat ini.
Sudah tidak terhitung berapa kali Brian mengehela napas saat mendengarkan cerita Firman mengenai istri manjanya. Sahabatnya ini terus meminta solusi agar dia bisa secepatnya bercerai dengan Syaira.
Tapi sepetinya Firman menceritakan masalahnya dengan orang yang tidak tepat, karana Brian hanya bisa merayu wanita bukan mencampakanya.
"Lo kan pintar merayu wanita, kenapa lo gak mau ngedeketin Syaira seperti rencana awal kita?. Lo tau sendiri masalah gue, gue harus menjaga wanita itu sampai gue mati, tapi masalahnya wanita itu bukan Syaira. Gue harus secepatnya bercerai dan kembali ke London"
Brian sedikit tersenyum saat mendengar ucapan Firman, bagai mana bisa dia mendekati istri sahabatnya ini?.
Brian sangat mengenal sahabatnya ini, Firman tidak pernah peduli dengan keadaan orang lain, tapi sekarang Brian bisa melihat kepedulian itu di mata Firman. Kalau ini bukan cinta, terus apa?. Kalau dia mengikuti kemauan sahabatnya, Brian yakin suatu saat Firman akan menyesal.
"Baiklah, gue akan coba deketin istri lo. Dan gue harap lo tidak akan menyesal nanti"
Brian sedikit menepuk pundak Firman, sebelum dia benar-benar pergi dari sana, meningalkan sahabatnya begitu saja. Mungkin dengan menabur rasa cemburu, Firman akan menyadari rasa cintanya. Brian akan membantu sahabatnya, agar di kemudian hari sahabatnya tidak akan menyesal.
Shit..... Firman sedikit mengacak rambutnya dengan kesal, perkataan Brian terus terbayang di otaknya. Menyesal?, tidak itu tidak mungkin. Firman tidak mungkin menyesal, karana tujuan hidupnya adalah menjaga wanita yang telah menyelamatkan hidupnya dulu. Dan wanita itu bukan Syaira.
****
Di lain sisi Siska terus terseyum, tadi sebenarnya Siska hanya ingin sekedar berkeliling, tapi dia malah mendapatkan tontonan yang sangat menarik. Suaminya wanita bodoh itu mempunyai wanita lain?, baguslah Siska tidak perlu membuang waktu untuk menghacurkan Syaira. Tampa Siska ikut campur hubungan mereka segera ancur.
"Nona kita harus pergi sekarang"
"Baiklah" Ucap Siska mengikuti keinginan anak buahnya.
"Oh iya. Katakan kepada ayah aku tidak tertarik lagi dengan penerus Grup X, aku akan mencari cara lain untuk menyelamatkan perusahaan" Ucap Siska lagi.
"Tapi No—na"
"Tidak ada tapi-tapi. Katakan saja hal itu kepada ayah ku" Ucap Siska dengan kesal.
Sebenarnya waktu itu Siska hanya ingin bermain-main dengan Firman, dan dia tidak ada niatan mengikuti keinginan ayahnya, yang menyuruhnya untuk menikah dengan Firman. Hati Siska hanya untuk Bara, laki-laki yang sudah di rebut oleh Syaira, Siska mendekati Firman hanya Ingin balas dendam dengan wanita bodoh itu.
Dan masalah Grup Y, kalau Siska bisa mendapatkan Bara, dia juga bisa menyelamatkan perusahaannya. Karana Bara tidak kalah kaya di bandingkan Grup X.
"Baik Nona" Ucap anak buah Sisika.
__ADS_1
****
"Ishh,,, Brian kenapa ngikutin Syaira terus?. Syaira kan tadi udah bilang, Syaira udah maafin Brian" Ucap Syaira dengan suara seperti anak kecil yang sedang sebal.
"Aku tahu. Tapi bukankan kita harus lebih dekat"
Syaira hanya mentap Brian dengan wajah binggung, ia sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan sahabat suaminya ini.
"Begini, begini. Aku kan sahabat suami mu, bukankah kita harus dekat, Agar Firman menjadi bahagia" Ucap Brian lagi, ia terus mencoba merayu Syaira.
"Ok sekarang kita juga temenan ya" Ucap Syaira dengan senyumanya. Wanita itu sekarang mengerti ucapan Brian.
Dengan antusias Syaira mengulurkan tangannya sepeti anak kecil ke arah Brian. Brian hanya tersenyum cangung dan membalas uluran tangga Syaira dengan wajah binggung. Benar apa yang di katakan sahabatnya, wanita ini memang aneh.
"Baiklah. Sekarang apa yang kamu inginkan?, atau apa yang kamu sukai." Tanya Brian.
"Boneka Hello Kitty, Ice Krim dan juga Mas Firman" Syaira menjawab dengan antusias.
Brian sedikit terkejut mendengar jawaban Syaira, di usia wanita ini yang sudah sangat dewasa, masih saja menyukai hal itu?. Pantas saja sahabatnya pusing menghadapi istrinya ini, wanita ini persi sepeti anak kecil.
"Baiklah. Ice Krim"
****
Syaira terus bersenandung sambil kembali ke menuju kamarnya, wanita itu tampak sangat bahagia hari ini.
"Kamu habis dari mana?" Tanya Firman.
Dari tandi Firman menunggu kepulanggan Syaira dengan cemas, ia takut istri manjanya tersesat saat berkeliling.
"Hm,, Syaira habis di beliin es krim sama Brian" Ucap Syaira menjawab pertanyaan Suaminya.
Sedangkan Firman hanya sedikit mengakat alisnya dengan wajah binggung, saat mendengar jawaban istri manjanya. Brian?.
"Brian sangat baik, Brian membelikan Syaira es Krim dua. Dan Brian bilang, Brian akan membelikan Syaira boneka hello kitty yang sangat be—sar" Ucap Syaira, sambil merentangkan tanganya mengambarkan boneka yang sangat besar.
Brian.... Brian.... Kenapa Firman saat ini sangat kesal mendengar nama itu. Dan apa dengan cara ini Brian mendekati istri manjanya?, dasar Brian bodoh. Kalau Syaira sakit karana teralalu benyak memakan es krim bagai mana?.
"Baiklah, sekarang kamu sebaiknya membesihkan badan mu yang bau busuk itu" Kata Firman dengan nada kesal.
__ADS_1
Syaira langsung cemberut saat mendegar perkataan suaminya, wanita itu langsung mencium badanya untuk memastikan perkataan suaminya. Apa benar Syaira bau?.
Sedangkan Firman hanya sediki tersenyum saat melihat tinggkah istri manja nya. Padahal tadi Firman hanya bodong, tapi istri manjanya mersepon perkataanya dengan tingkah sepeti itu.
"Yaudah, Syaira mau mandi dulu. Biar harum, biar bisa di peluk Mas Fir—man" Ucap Syaira,dengan senyuman ceritanya, wanita itu langsung belari ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Firman hanya menghela napas saat mendegar perkataan istri manjanya. Siapa juga yang ingin memeluk wanita manja yang sangat merepotkan itu?, wanita itu selalu berfikir belebihan.
****
"Besok malam jangan lupa untuk bersiap-siap. Aku akan mengajak mu ke pesta perusahaan" Ucap Firman, saat melihat Istri manjanya, yang akan tidur di samping nya.
"Tenang saja. Syaira memang bodoh, tapi Syaira sangat pintar berdandan" Ucap Syaira.
Mendagar perkataan Syaira, Firman langsung teringat kejadian kamarin, saat dia dan istri manjanya di sungai. Firman semakin merasa bersalah kalau teringat kejadian itu.
"Maaf"
"Untuk?" Tanya Syaira dengan wajah binggung, saat mendengar perkataan maaf keluar dari bibir suaminya.
"Untuk semuanya"
Laki-laki itu langsung buru-buru tidur, tampa menjelaskan semuanya kepada istri manjanya. Sedangkan Syaira hanya bisa tersenyum saat melihat wajah Suaminya yang sudah memejamkan mata, di samping nya.
-------------------------------------------------
**Jika Kamu Senang Membaca Cerita Ini**
**Jangan Lupa Untuk**
Like
Komentar
Dan Juga Vote
Kritik dan Saran Author Terima
**Jangan Lupa Juga Untuk Join Ke Grup dan Follow Author Agar Kita Semakin Dekat.. Terima Kasih**
__ADS_1