
Ryo menceritakan semua yang terjadi tanpa mengatakan kalau dirinya adalah hacker.
Mendengar semua cerita Ryo, Yurika menghela nafas dengan wajah kesal.
Menurut Yurika, selama bertahun-tahun bekerja sama dengan keluarga Yamada dia tidak pernah mengetahui kejahatan yang di lakukan oleh keluarga tersebut.
Karena dari itu ayah Yurika pun mempercayai mereka.
Yurika langsung meminta supirnya memberitahukan info tersebut kepada ayah Yurika, termasuk untuk membantu masalah Tsukasa.
"Tsukasa, d-dengar ya. Aku membantumu bukan karena membalas kebaikanmu. T-tapi karena ya pokoknya ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" Ucap Yurika.
Tak lama Supirnya mengatakan pesan dari ayah Yurika, bahwa untuk masalah tersebut agar bisa di tangani sendiri oleh Yurika.
Yurika tampak senang dan meminta izin untuk kembali kerumahnya.
Ryo hanya diam.
Saat Yurika mau masuk ke rumahnya, Ryo berlari dan memegang pundak Yurika.
"Aku... Bolehkah aku meminta nomermu? Ini penting untuk misi kita" ucap Ryo sambil menundukkan kepala karena dia harus menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Yurika terdiam, tanpa mengatakan apapun Yurika langsung masuk ke mobilnya.
Ryo menghela nafas kecewa.
Lalu tiba-tiba supirnya menghampiri Ryo dan memberikan nomer telepon Yurika.
"Terima kasih, pak"
Supir itu masuk kembali ke mobil dan langsung tancap gas.
Yurika terlihat sangat malu, dia terus bertingkah aneh di mobil.
Supirnya hanya tertawa kecil.
Malam itu, Tsukasa sudah tidur terlebih dahulu.
Ryo masih duduk di depan komputer yang menyela.
Ia mengalihkan pandangannya kepada sebuah buku perpustakaan yang sudah beberapa hari ini tidak ia baca.
Untuk menyegarkan pikirannya, ia pun membacanya lagi.
Esok harinya, Yusuke mendapat kabar kalau Jiro sudah sadar.
Mereka bertiga langsung bergegas ke rumah sakit, hari ini tentu saja mereka membolos lagi.
Jika rencana hari ini berjalan lancar, maka Ryo bisa pastikan hari ini juga menjadi akhir dari keluarga Yamada.
Mereka langsung masuk ke ruangan Jiro, tentu saja Jiro kaget melihat Ryo, Yusuke dan Tsukasa.
Yusuke meminta izin kepada ibu Jiro untuk di beri waktu berbicara dengan Jiro, ibu Jiro pun mengerti dan meninggalkan mereka.
Ryo menahan Tsukasa agar ia tidak terbawa emosi terlebih dulu.
Yusuke mendekati Jiro dan berbicara pelan padanya.
"Katakan sebenarnya, kami jamin kamu akan aman Jiro, ini demi keadilan" ucap Yusuke.
"Anggap saja ini balasan karena sudah menolong nyawaku. Iya benar, aku adalah saksi dari pembunuhan Kotaro. Dai Yamada dia pelakunya!" jawabnya sambil merinding ketakutan.
"Bahkan aku masih menyimpan video pembunuhan tersebut" lanjutnya.
Jalan terang sudah ada di depan mata mereka, akhirnya mereka mencoba mendengarkan cerita dari Jiro.
__ADS_1
----------------------------------------Story Jiro
Hari disaat aku melihat pembunuhan itu, aku mencoba mengambil video diam-diam.
Tidak lama tapi aku rasa cukup.
Lalu aku menyembunyikan ponselku, namun tiba-tiba teman geng Dai bernama Arata memergokiku.
Tapi dia menyuruhku diam dan menyuruhku memberikan ponselku padanya, katanya setelah ini akan terjadi sesuatu pada Tsukasa.
Aku melihat tatap matanya yang tulus dan aku mempercayainya.
Namun tiba-tiba, Dai melihat kita berdua.
Saat itu juga, Arata berpura-pura seakan dia menemukan diriku yang sedang melihat Dai membunuh Kotaro.
Karena Dai curiga padaku, dia menggeledah tubuhku untuk mencari ponselku.
Arata mencoba melindungiku, dia bilang akan menghajarku di suatu tempat.
Karena Dai percaya, Arata membawaku ke tempat sunyi.
Setelah itu, dia mengembalikan ponselku dan memintaku untuk mengirim video tersebut padanya.
Dia memintaku untuk segera menghapus videonya.
Lalu esok harinya, aku di bawa ke ruang kepala sekolah.
Di ruangan tersebut sudah ada kepala sekolah dan juga ayah Dai.
Kepala sekolah memintaku untuk tidak masuk sekolah beberapa minggu untuk mencegahku membeberkan kejahatan Dai.
Sebelum aku pergi, ayah Dai mengecek ponselku untuk memastikan tidak ada barang bukti.
Dia berkata kalau sampai dia tahu aku membeberkan kejahatan anaknya maka saat itu juga aku akan di bunuh.
Ternyata ucapan Arata memang bsnar.
Hari itu tidak selesai sampai disitu, saat aku pulang aku melihat bodyguard keluar Yamada berkumpul dirumahku.
Mereka memasang penyadap yang begitu banyak dirumahku.
Setiap hari aku di hantui rasa takut, bahkan ketika tetanggaku datang berkunjung aku selalu mengusir mereka dengan sangat kejam.
Hingga sebuah pesan misterius muncul di komputer dan ponselku.
Aku benar-benar kacau saat itu.
Hingga saat dimana, datang sebuah pesan dari keluarga Yamada memintaku untuk bunuh diri.
Katanya dia tidak mau meninggalkan barang bukti atas kematianku, entah apa yang terpikir olehku saat itu.
Aku hanya menuruti mereka.
---------------------------------------------------------
"Jadi saat dia mengatakan kalau aku harus berhati-hati karena Dai merencanakan hal ini?" Ucap Tsukasa.
Ryo hanya terdiam.
"Tapi sekarang sudah jelas kalau barang bukti ada di tangan Arata, Tsukasa bisakah kamu menghubungi Arata?" Ucap Yusuke.
"Baiklah...."
Tak lama Yurika datang bersama 2 pria berjas hitam.
__ADS_1
"Gara-gara kalian bergerak sendirian tanpa aku, aku harus membolos" Yurika melihat Jiro lalu mendekatinya.
"Jiro tidak usah takut lagi, kamu akan aku lindungi. Yang jelas saat ini, kamu harus membantu kami mengungkap kebenaran. Apakah kamh setuju?" Ucap Yurika.
"Baiklah, keadaanku lebih baik sekarang. Aku akan meminta pada dokter untuk mengizinkanku pulang" jawab Jiro.
"Aku akan disini bersama Jiro" lanjut Yurika.
Ryo yang daritadi diam mulai angkat bicara.
"Aku ada rencana, dengarkan baik-baik".
***
Siang hari di gedung milik keluarga Yamada, Pak Atsushi mempersiapkan satu tas penuh berisi uang.
Karena baru saja ia mendapat pesan dari Infinity kalau dia setuju membantunya.
Memang dia sedikit kesal karena NO NAME tidak sehebat Infinity, beberapa hari ini dia sadar kalau datanya sudah di jebol dengan mudah.
Infinity sudah mengirimkan alamat dimana mereka akan bertemu.
Ia tidak sabar menemui Infinity, sang hacker terhandal.
***
Sore harinya Ryo sedang berada di rumahnya, mempersiapkan pakaian dan topeng milikny.
Yusuke melihat Ryo dan memukul punggung Ryo.
"Kurasa kamu mulai sedikit mirip dengan manusia" ucap Yusuke.
"Ckh, berisik"
"Kenapa kamu bisa punya otak yang cerdas begitu?"
"Entahlah"
"Dengar, kadang manusia juga butuh bantuan orang lain dan tidak bisa bergantung pada diri sendiri. Maksudku, kamu bisa mengandalkan kami jika suatu waktu kamu ada kesulitan. Begitu pun dengan kami, kami pasti akan meminta bantuanmu jika kami dalam kesulitan"
"Hm, Yusuke kamu percaya dengan Synchronicity?"
"Sedikit percaya"
"Begitu ya"
Mereka pun berjalan keluar, waktu sudah menjelang malam.
Sesuai janji yang dibuat, Ryo akan bertemu dengan Pak Atsushi di sebuah villa.
Dengan tumpangan dari mobil Yurika, akhirnya Yusuke dan Ryo bergegas menuju ke lokasi.
-----------------Bersambung------------------
Hai para Pembaca tercinta!
Tidak terasa 'SYNCHRONICITY' Sudah sampai Bagian 10.
Bagaimana menurut kalian untuk ceritanya?
Apakah seru?
Maafkan Author yang tidak begitu jago menulis.
Tapi author akan bekerja keras demi kalian.
__ADS_1
Okeh!
Sampai ketemu besok!!!