
Pak Hiro berlari dengan kencang di rumah sakit mencari ruang tempat anaknya sedang di periksa oleh dokter, lalu dia melihat Ryo dengan 2 temannya sedang menunggu di depan sebuah ruangan.
Pak Hiro mencoba mengatur nafasnya dan berjalan menuju tempat Ryo berada.
Dan saat itu juga dokter yang biasa merawat Yurika pun keluar dari ruang tersebut.
Dokter itu mengatakan kalau waktu Yurika sudah tidak lama lagi, Pak Hiro menutup wajahnya dan terduduk lemas di bangku.
Dokter tersebut mencoba menguatkan Pak Hiro, Yusuke menepuk pundak Ryo mengajaknya untuk minum kopi bersama dengan Tsukasa.
*
*
*
*
Ryo terlihat hanya terdiam saja memandangj sekaleng kopi yang diberikan oleh Yusuke.
Tsukasa meremat kuat pundak Ryo.
"Kau habis melalui hal yang berat tapi untuk Rukika cobalah untuk kuat" ucap Tsukasa.
"Benar kata Tsukasa, tetaplah berada di sampingnya" lanjut Yusuke.
Ryo mencoba menarik nafas dan menghembuskannya pelan, Ryo pun berdiri dan berterima kasih pada temannya lalu berjalan kembali ke ruangan Yurika.
Tsukasa dan Yusuke masih terduduk berdua, ternyata dari tadi Yusuke dan Tsukasa menahan air mata mereka untuk menguatkan Ryo.
*
*
*
*
Ketika Ryo sampai di ruangan Yurika, Pak Hiro meminta Ryo untuk menemani Yurika yang sudah tersadar itu.
Ryo duduk di dekat Yurika dan memandang wajah Yurika yang semakin memucat.
"Padahal datang untuk menjengukku tapi kamu yang harus di jenguk, dasar cewek preman" ucap Ryo.
"Ryo, aku mau meminta tolong padamu" ucap Yurika dengan nada yang lirih.
Yurika ingin Ryo mencukur rambutnya Yurika.
Saat itu juga Ryo baru sadar jika rambut Yurika memang sudah semakin tipis sejak pertama pertemuan Yurika dengannya di sekolah.
Ryo tersenyum pada Yurika dan mengambil alat cukur.
Perlahan Ryo membantu Yurika untuk duduk dan mencukur rambut Yurika dengan lembut.
Di balik pintu, Pak Hiro tak kuasa menahan air matanya melihat rambut anaknya yang di cukur hingga habis.
Yurika mengatakan pada Ryo sebuah ucapan ulang tahun yang tidak sempat ia katakan sejak lama, Ryo hanya mengiyakan dengan air mata yang diam-diam menetes membahasi pipi Ryo.
Ryo pun selesai mencukur habis rambut Yurika, Ryo pun meminta Yurika untuk kembali beristirahat.
Ryo berjalan keluar kamar agar tidak mengganggu Yurika.
Dokter mengatakan kalau Yurika harus melakukan operasi namun kondisi Yurika yang kurang baik membuat dokter harus menunggu sampai kondisinya membaik.
Selama ini Yurika menolak untuk di operasi namun berkat Ryo, Yurika berani untuk di operasi.
Esok harinya saat usai pulang sekolah Ryo mengajak Aoi menemui Yurika, sahabat mana yang tidaj terpukul mengetahui nyawa sahabatnya sedang di penghujung waktu.
Hanya sebuah keajaiban yang mereka harapkan, operasi yang akan di lakukan tidak bisa di buat jaminan Yurika bisa sembuh dan kembali bersama mereka.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit tak sengaja Ryo melihat Ibunya bersama Pak Hiro, Ryo meminta Aoi untuk pergi lebih dulu menemui Yurika.
Ryo berjalan menemui ibunya.
"Ibu pulang tiba-tiba?" ucap Ryo.
Ibunya memeluk anaknya yang usai mengalami hari yang berat, ia melepaskan air matanya karena merasa gagal menjadi orang tua satu-satunya yang Ryo punya.
Ryo menenangkan ibunya tersebut untuk meyakinkan bahwa anaknya baik-baik saja.
Ibunya bercerita jika Pak Hiro adalah temannya sewaktu SMA dan bisa dibilang mereka sudah berteman sejak lama bersama ayahnya.
Lalu Pak Hiro menawarkan sebuah pekerjaan dimana Ryo akan menyelesaikan projek mereka di bawah naungan Pak Hiro dan Pak Hiro menjamin jika projek tersebut tidak akan menjadi projek illegal seperti yang di lakukan oleh ayah Jin.
Ibu Ryo melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa seperti ayahnya sewaktu dia SMA, Ryo pun menyepakati kerja sama tersebut.
Tak lama, Aoi menelpon Ryo.
Suaranya tak begitu jelas karena isak tangis Aoi namun Aoi meminta Ryo untuk segera ke kamar Yurika.
Bersama Pak Hiro dan Ibunya, Ryo berlari menuju ruangan Yurika.
Ia melihat Aoi yang menangis di depan ruangan Yurika, terlihat para dokter menggunakan alat-alat medisnya untuk menstabilkan kondisi Yurika.
Tak lama, dokter pun keluar dan memberitahukan jika Yurika saat ini sedang koma.
Entah bagaimana kondisi Yurika tak pernah ada kemajuan, mungkin inilah batas waktu keajaiban yang datang pada Yurika sewaktu dulu.
Pak Hiro pun masuk ke dalam ruangan untuk menemani Yurika, sedangkan Ryo hanya bisa terduduk di lantai sambil menyembunyikan air matanya.
Ia bertanya pada ibunya, apakah ini yang dirasakan oleh ibunya saat melihat ayahnya perlahan menghembuskan nafas terakhir.
Ibu Ryo memeluk Ryo sangat erat dan berkata
"Iya, rasanya sakit bukan? Selama manusia memiliki hati dan perasaan itu hal yang wajar dirasakan oleh semua manusia. Kehilangan orang yang kita cintai adalah luka paling dalam namun kita harus memaksakan diri untuk ikhlas"
Perlahan Ryo teringat akan nasehat yang ia berikan pada Yurika, apakah Yurika ingin mengakhiri perjalanannya sampai disini?
Sepulang sekolah Ryo selalu menyempatkan mampir menemani Yurika bersama dengan Tsukasa, Yusuke, dan Aoi.
Mereka berkumpul di ruangan Yurika sebagai ganti atap sekolah yang sering mereka kunjungi.
Setelah satu minggu Yurika koma akhirnya ia perlahan menggerakan tangannya, Ryo yang saat itu sedang membaca buku di dekat Yurika langsung bergegas memanggil dokter dan Pak Hiro.
Setelah beberapa jam Yurika sudah bisa membuka matanya dan hanya bisa berbicara dengan lirih.
Di ruangan tersebut baik Ryo, Pak Hiro, ibu Ryo, Tsukasa, Yusuke, dan Aoi berkumpul menemani Yurika.
"Hey, cewek preman yang kukenal tidak selemah ini" ucap Ryo.
Ryo memegang tangan Yurika dengan lembut.
"Yurika, aku ingin terus hidup bersamamu lebih lama lagi. Maafkan aku karena sulit mengatakan perasaan ini, Aku Menyukai Yurika" lanjutnya dengan mata yang berkata-kata.
Yurika hanya tersenyum tipis, nafas Yurika semakin berat.
"Terima kasih Ryo, aku juga menyukaimu tapi aku tidak bisa disini lebih lama. Melihatmu yang bukan lagi patung berjalan membuatku bahagia. Aku bisa merasakan perasaanmu seperti Synchronicity" ucap Yurika.
Ia memperhatikan semua orang yang ada di ruangannya dan mengucapkan terima kasih satu persatu pada mereka.
Tangis mereka pun pecah saat itu, Yurika membelai pipi Ryo yang basah karena tetesan air mata Ryo.
Ryo pun mencium bibir Yurika dan mengatakan kalau Ryo mencintai Yurika.
Pernyataan tersebut menjadi yang pertama dan terakhir dari Ryo untuk Yurika.
Yurika berhenti bernafas, Pak Hiro mencium kening anak semata wayangnya itu dan berkata "Tunggu Ayah disana bersama ibumu. Terima kasih, Anakku Yurika"
Yusuke berjalan menghampiri Ryo dan merangkul bahu Ryo.
__ADS_1
*
*
*
*
Upacara kelulusan sekolah pun usai di selenggarakan.
Ryo bersama Yusuke dan Tsukasa saling merangkul.
Dari kejauhan, Tsukasa melihat Aoi berjalan sendirian.
Ryo dan Yusuke mendorong tubuh besar Tsukasa agar bergerak menemui Aoi karena sejak setelah beberapa waktu berjalan perasaan Tsukasa kepada Aoi tumbuh.
Ryo dan Yusuke berjalan menuju tempat Yurika di makamkan.
Mereka berdua berdoa di depan makam Yurika, Ryo terlihat lebih tegar.
Yusuke mengajak Ryo untuk segera bergegas menemui Pak Hiro karena sekarang Yusuke membantu Ryo mengerjakan projek tersebut.
10 Tahun Kemudian....
Ryo dan Yusuke berhasil mengembangkan projek tersebut, mereka berhasil menciptakan sebuah game yang bisa di akses seluruh dunia.
Terlihat Tsukasa yang kini sudah menikah dengan Aoi dan memiliki 2 orang anak yang lucu.
Yusuke juga akhirnya mendapat calon istri dan mereka akan segera melaksanakan pernikahan.
Tersisa Ryo yang masih belum bisa mencari pendaping hidup karena perasaannya pada Yurika yang masih belum bisa hilang.
Suatu hari saat Ryo usai menengok makam Yurika, ia mampir ke sebuah toko kafe.
Kafe tersebut menyediakan banyak buku yang bisa digunakan untuk para pengunjung membaca buku sambil menikmati makanannya.
Ryo mencoba berkeliling ke setiap rak dan matanya tertuju pada sebuah buku yang sudah lama tidak ia baca.
"Buku Synchronicity ya?"
Ryo terkejut karena mendengar suara yang tak asing di telinganya yaitu Hanna.
Ternyata Hanna merupakan pemilik kafe tersebut dan mereka pun mulai berbincang-bincang.
Hanna melihat Ryo yang saat ini tam sedingin saat pertama kali mereka bertemu.
Ryo pun juga sedikit tidak menduga kalau Hanna sudah tumbuh menjadi gadis yang amat cantik.
Siapa yang menduga jika perlahan takdir bergerak tanpa kita sadari.
Tanpa sengaja kita terhubung dengan perasaan orang lain dan terbawa arus takdir yang menghubungkan kita.
Bagaimanakah Synchronicity yang terjadi pada kalian?
Apakah kalian menyadarinya pertandanya?
Terima kasih sudah menjadi bagian dari Synchronicity yang terjadi di novel ini.
Semoga kita bisa terhubung kembali dengan benang Synchronicity di novel selanjutnya.
Sampai jumpa....
---------------------------End-------------------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
__ADS_1
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!