
Pagi hari saat Ryo sampai di kelasnya semua temannya sedikit terkejud dengan wajah Ryo yang terlihat muram, mereka kembali teringat saat dimana Ryo marah kepada Tsukasa dan karena takut hal itu terulang lagi semua teman kelasnya pun hanya terdiam sunyi.
Ryo duduk di bangkunya dan menyangga kepalanya.
Hari ini Ryo datang terlalu siang jadi tidak sempat untuk menunggu Yurika di gerbang.
Yurika ragu ingin menyapa Ryo dengan suasana hati Ryo yang sedang kacau.
Yurika pun mencoba mengirim Pesan pada Ryo melalui handphone, namun ternyata handphone Ryo sedang mati.
Terpaksa Yurika pun menulis pesan di kertas lalu melemparkan kertas itu ke belakang tepat jatuh di meja Ryo.
Ryo menoleh melihat kertas itu dan membuka isi pesannya, sejenak ia menghela nafas dan meminta maaf pada Yurika.
"Maaf, tapi ini urusanku" ucap Ryo.
Yurika yang mendengar jawaban Ryo langsung menoleh pada Ryo dengan ekspresi marah.
"Kenapa kamu bilang sepeti itu, bukankah kita sudah kenal lama. Kalau kamu ada masalah setidaknya cerita dengan temanmu, wajah marahmu itu menjijikan" jawab Yurika.
Namun bukannya membalas tanggapan Yurika, Ryo justru hanya menatapnya dingin.
Tatapan Ryo jauh lebih dingin dari biasanya membuat Yurika kembali berbalik badan tanpa mengucapkan maaf pada Ryo.
Aoi dan teman sekelasnya pun semakin bingung dengan sikap Ryo hari ini, Aoi berinsiatif untuk mengabari Yusuke tentang Ryo lewat aplikasi chat.
*
*
*
*
Yusuke sedang berkumpul dengan teman-temannya di kelas, ketika handphone nya yang berdering ia pun langsung membuka pesan tersebut dan setelah membacanya dia hanya menepuk jidatnya sambil bergumam mengatakan "Aoi kira aku ini pawangnya Ryo, dasar"
Di jam istirahat Ryo memilih untuk berbaring di atap sekolah dan untuk keli ini Yurika di temani oleh Aoi.
Tidak begitu lama dia bersandar, Ryo mendengar suara langkah kaki mendekat padanya.
Langkah kaki itu berasal dari Yusuke dan Tsukasa dan akhirnya mereka pun berbaring bersama di atap sekolah.
Yusuke tertawa pelan saat melihat ekspresi wajah Ryo yang sangat muram dan sekilas merasakan dejavu akan dirinya dulu saat terkena masalah. (Episode 17)
Ryo dan Tsukasa tersadar tentang apa yang di maksud oleh Yusuke, kali ini Ryo memang dalam masalah.
Ia pun menceritakan bahwa semalam saat Ryo membuka ponselnya tiba-tiba saja nomernya di masukan ke dalam sebuah grub chat yamg di beri nama "Reuni", perlahan ia membaca isi chat group yang begitu ramai itu.
Lalu seseorang dari group tersebut mencari apakah Ryo berada di group, orang itu adalah mantan Sahabat Ryo bernama Jin Minami.
Ia meminta Ryo untuk datang ke Reuni tersebut bahkan parahnya dia pun sudah menghubungi ibu Ryo dan akhirnya ibunya pun terus membujuk Ryo dengan alasan untuk memperbaiki hubungannya dengan teman-teman SMP Ryo.
__ADS_1
Ryo teringat kalau dia tidak akan membuat ibunya kesusahan lagi karenanya Ryo pun terpaksa ikut ke dalam Reuni itu.
Setelah mendengar cerita dari Ryo, Yusuke berpendapat untuk tidak ikut ke reuni itu sedangkan Tsukasa meminta Ryo untuk ikut ke reuni tersebut.
Yusuke dan Tsukasa pun mulai bertikai yang malah membuat Ryo kesal dan akhirnya keputusan mereka pun memilih untuk mengakhiri pertikaian mereka dengan Jankenpon.
Hasilnya pun di menangkan oleh Tsukasa yang berarti Ryo harus datang ke acara reuni tersebut, Ryo meminta kepada dua sahabatnya itu untuk menemaninya datang ke Reuni.
Yusuke dan Tsukasa pun berbeda pendapat lagi, Ryo hanya menepuk jidatnya.
*
*
*
*
Hari ini adalah hari dimana Acara Reuni tersebut di laksanakan, untungnya acara tersebut bertepatan dengan hari libur sehingga hampir semua murid yang di undang datang.
Acara itu di laksanakan di gedung sekolah SMP mereka.
Yusuke dan Tsukasa dibuat tercengang karena SMP yang di tempati oleh Ryo ternyata menjadi salah satu dari 5 sekolah elite.
Bahkan SMP tersebut pernah mendapat penghargaan atas prestasi mereka yang berhasil membuat sebuah progam.
Mereka pun berjalan menuju aula SMP untuk menikmati jamuan yang di sediakan disana.
Tak di sangka oleh Ryo bahwa ada seseorang yang menepuk pundaknya dan berbisik ke telinganya yang membuat Ryo langsung beranjak menjauh.
Melihat reaksi Ryo tersebut Yusuke dan Tsukasa langsung menoleh pada sosok perempuan yang sangat manis dan lumayan sexsi yang tentu saja langsung membuat darah Yusuke dan Tsukasa mengucur dari hidung.
Perempuan itu tersenyum dan merangkul tangan Ryo dengan sangat erat, Yusuke dan Tsukasa pun berkenalan dengan gadis itu.
Ternyata namanya adalah Erika Sato, dia adalah pacar Ryo sewaktu SMP.
Mendengar pernyataan tersebut Yusuke dan Tsukasa langsung kaget dibuatnya, mereka membingungkan bagaimana Ryo bisa mendapat pacar secantik Erika.
Tsukasa mulai menggoda Ryo yang sampai sekarang belum menyatakan perasaannya pada Yurika.
Erika yang tidak paham arah pembahasan mereka pun menanyakan perihal Yurika yang sedang mereka bincangkan.
Ryo menutup mulut Tsukasa dan Yusuke agar tidak berbicara lebih jauh lagi.
Tak lama datanglah teman lama Ryo yaitu Jin Minami, Jin menyapa Ryk seakan mereka masih akrab seperti saat mereka masih SMP namun sapaan tersebut justru di tolak oleh Ryo dengan kata lain Ryo mengabaikan Jin yang saat inj berdiri di hadapannya.
"Oh ternyata kamu sudah punya teman baru ya? Dan melupakan temanmu yang dulu kau tinggalkan begitu saja" ucap Jin.
Ryo terpancing oleh emosi dan menarik kerah baju Jin dengan tatapan sadis Ryo.
"Ayo kita bicara, Jin" ajak Ryo.
__ADS_1
Mereka pun pergi mencari tempat untuk bicara, sedangkan Yusuke, Tsukasa dan Erika yang ditinggalkan begitu saja pun memutuskan untuk makan bersama sambil mengobrol.
Tapi meski begitu dalam benak Yusuke dia sangat mengkhawatirkan Ryo.
*
*
*
*
Di belakang gedung sekolah, Ryo dan Jin mengobrol perihal masalah yamg mereka alami dulu sewaktu SMP.
Di masa itu, Ryo memiliki club yang beranggotakan 5 orang termasuk dirinya.
Jin, Erika, Katsumi, dan Taka adalah para anggota club tersebut.
Club itu sering melakukan percobaan terhadap alat-alat atau program yang mereka ciptakan.
Sebagai orang tercerdas di club tersebut, Ryo menjadi panutan bagi teman-temannya.
Namun karena sebuah masalah yang akhirnya membuat Ryo menjadi anak yang mengurung diri kamarnya dan tidak bersosialisasi dengan dunia luar, hal tersebut berdampak pada kegiatan club yang perlahan lenyap dan bubar.
Jin yang merupakan sahabat Ryo sangat kecewa dengan tindakan Ryo tersebut, berulang kali Ryo dan Erika menengok Ryo ke rumahnya namun Ryo menolak untuk keluar dari kamarnya.
Hingga akhirnya mereka pun menyerah dengan Ryo.
"Apakah kamu sedang menyembunyikan bangkai dengan bangkai yang lain?" Tanya Ryo.
"Apa maksudmu? Apa kamu tidak bersalah karena sudah meninggalkan kami?!" Jawab Jin dengan nada yang tinggi.
"Aku atau kalianlah yang meninggal-"
*BHAAAAK*
Belum usai Ryo berbicara Jin yang sudah menyimpan kekecewaan tersebut bertahun-tahun langsung mendaratkan pukulannya tepat di pipi Ryo dan menarik kerah baju Ryo.
"HATIMU SUDAH JADI BATU YA?!" Teriak Jin.
--------------------Bersambung-----------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!
__ADS_1