
Liburan musim panas yang sangat membosankan bagi Yurika.
Dimana tidak ada yang bisa ia ajak untuk bermain berasama.
Aoi dan keluarganya sedang berlibur bersama, Tsukasa pun sibuk membantu orang tuanya karena kedai yang semakin ramai, Yusuke tentu saja juga menghabiskan waktu dengan ibu kandungnya dan Asuka.
Ia hanya mondar-mandir mengelilingi rumahnya sendirian dan terus mengeluh karena bosan.
Hari itu Pak Hiro yang pulang lebih awal melihat tingkah anaknya tersebut.
Pak Hiro pun mengingat sesuatu.
Ia pun memanggil Yurika dan meminta Yurika untuk pergi ke kampung halaman ibunya sendirian.
Sebenarnya ayahnya ingin sekali menemani Yurika tapi karena pekerjaan yang tak kunjung selesai membuatnya harus tetap tinggal.
Yurika pun cukup senang karena disana ia bisa melihat kembali taman bunga matahari yang indah.
Yurika berangkat keesokan harinya menggunakan kereta.
Ia sangat menikmati perjalanannya.
Lalu mengingat masa-masa saat ia masih kecil.
Dia pun sampai di pemberhentian kereta, Yurika tampak mencari-cari seseorang.
Dari jauh terlihat seseorang yang melambai-lambai padanya.
Yurika langsung menghampirinya.
Ternyata dia di jemput oleh Adik kembar ibunya bernama Nyonya Aiko.
Dulunya keluarga Yurika tinggal di tempat tersebut, namun setelah kematian ibunya Yurika dan ayahnya pindah keluar kota.
Setelah pindah, rumah lama Yurika di tinggali oleh Nyonya Aiko sekaligus agar rumah itu tetap terjaga.
Dengan menaiki taxi, mereka akhirnya sampai ke rumah lama Yurika.
Yurika cukup senang karena bisa melihat rumah lamanya yang terjaga dan bersih, ia sangat berterima kasih pada Nyonya Aiko.
Yurika juga di sambut hangat oleh beberapa pelayan yang dulunya melayani keluarga Yurika, ia melihat kini mereka sudah semakin berumur.
Yurika pun di ajak makan oleh keluarga Nyonya Aiko, Nyonya Aiko memiliki suami yang memiliki peternakan dan juga ladang yang amat luas.
Mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan tinggi bernama Kei.
Saat ini umurnya tidak jauh berbeda dengan Yurika, tidak heran kalau mereka bisa langsung menjadi akrab.
Setelah makan, Yurika ingin sekali di perbolehkan untuk langsung berkeliling kampung karena sudah sangat rindu.
Dengan di temani oleh Kei mereka pun mulai berkeliling.
Meski ini musim panas tapi suasana pedesaan yang sangat sejuk seakan mengalahkan rasa gerah di musim ini.
Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung, Yurika cukup takjub dengan perubahan pada kampung tersebut.
Setelah usai berkeliling, Kei berniat mengajak Yurika untuk di kenalkan oleh teman lama Kei yang kebetulan datang dari kota.
Namun keinginan itu harus di undur karena Nyonya Aiko meminta mereka untuk segera kembali.
Dengan perasaan kecewa mereka pun memutuskan kembali dan melanjutkannya besok.
*
*
__ADS_1
*
*
Malam hari pun tiba, Yurika tampak berdiri di halaman rumah sembari melihat kumpulan bintang yang terlihat jelas di langit.
Lalu Kei datang dan menemaninya.
"Apakah tinggal di kota itu enak?" Tanya Kei.
"Hm, aku tidak yakin. Memang kau ingin pergi ke kota?"
"Tidak terlalu sih, tapi kalau ada kesempatan aku ingin melanjutkan pendidikan di kota. Ah besok kita pergi ke kebun teh milik ayahku bagaimana?"
Yurika mengikuti saja dengan ajakan Kei tersebut, karena tidak mau bangun kesiangan mereka pun masuk kerumah dan bergegas istirahat.
*
*
*
*
Esok harinya di kebun teh, Yurika tampak berkeliling mengitari kebun bersama Kei.
Pemandangan disana sangat indah di tambah lagi dengan udara yang begitu sejuk.
Kei melihat terlihat melambai-lambai pada seseorang, saat Yurika menoleh ke arah tersebut ia cukup terkejud mengetahui kalau Ryo berada di kebun teh bersama seorang kakek.
Kei mengajak Yurika untuk menemui Ryo.
Saat mereka saling bertemu, mata mereka saling bertatapan.
Yurika terkejud dengan ucapan Kei tersebut namun ekspresi yang di tunjukkan oleh Ryo seakan menunjukkan kalau dia tidak dapat di tipu oleh trik murahan itu.
Mengatahui kegagalan tersebut, Kei malah jadi berbicara canggung dengan Ryo.
Namun dengan nada yang santai dan wajahnya yg datar, Ryo terus membalas segala perkataan Kei hingga membuat Kei mati kutu.
Tentu saja hal itu membuat Yurika tertawa terbahak-bahak.
Melihat mereka yang asyik mengobrol, kakek tersebut meminta Ryo untuk bermain dengan teman-temannya.
Dengan sedikit paksaan Ryo pun mengiyakan permintaan kakeknya itu.
Namun Kei yang tidak mau mengganggu Yurika dengan Ryo, Kei memutuskan untuk membantu kakek Ryo di kebun teh.
Akhirnya Ryo dan Yurika pun berkeliling berdua.
Suasana diantara mereka sangatlah canggung, terlebih setelah turnamen games mereka tidak saling bertemu lagi.
Tapi entah kena angin apa Ryo yang biasanya merupakan sosok yang pendiam dan malas bicara malah memulai percakapan.
Ryo hendak mengajak Rukika untuk melihat taman bunga matahari, Yurika langsung mengiyakan ajakan tersebut dan mengatakan bahwa tujuan dia datang adalah untuk melihat taman bunga matahari sekali lagi.
Dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka pun sampai, bunga matahari tampak menari indah bersama angin yang berhembus dengan tenang.
"Aku dulu tinggal di desa ini. Dan taman ini adalah tempat dimana aku sering datang bersama temanku" ujar Ryo.
Yurika tertegun, seketika angin berhempus kencang dan ia melihat Ryo yang kembali membuatnya teringat oleh seseorang.
"Sejak pertemuan kita, kamu mengingatkanku pada temanku yang ada di desa ini, Ryo"
Mereka pun saling menatap untuk kembali mencoba mengingat masa lalu.
__ADS_1
-----------------------------------Masa Kecil Ryo
Ryo pada umur 10 tahun adalah anak yang lemah dan kutu buku namun dia cukup ceria.
Namun karena dia yang tidak dapat berkelahi sering sekali terkena pukulan oleh teman-temannya.
Hingga suatu hari dimana dia sedang asyik membaca buku di taman bunga matahari, dari kejauhan ia melihat anak-anak yang sering mengganggunya terlihat sedang membully seorang anak perempuan yang duduk di kursi roda.
Anak perempuan itu terlihat menangis, Ryo pun berlari kencang menerjang menyundul perut seorang anak diantar mereka.
Anak itu terjatuh dan meronta kesakitan, teman-temannya yang tidak bisa terima melihat temannya di sundul seperti itu langsung memukuli Ryo sampai babak belur.
Keinginan anak gadis itu untuk melindungi Ryo sangat kuat sehingga tanpa sadar anak gadis itu yang awalnya hanya bisa duduk di kursi roda pun bisa berjalan dan berusaha melindungi Ryo.
Semua anak yang memukuli Ryo langsung berhenti dan melihat keajaiban yang terjadi pada gadis itu.
Ryo sendiri juga terkejud mengetahui hal tersebut.
Lalu anak-anak yang mengganggu Ryo dan gadis tersebut pun pergi meninggalkan mereka.
Gadis itu membantu Ryo berdiri, tak lama seorang pelayan dari gadis itu datang dan melihat keajaiban yang terjadi pada anak majikannya tersebut.
Pandangannya pun tak luput oleh Ryo yang sudah babak belur.
Dengan segala ucapan terima kasih, pelayan tersebut sangat senang karena Ryo sudah berusaha melindungi anak majikannya itu.
Ryo di tawari oleh mereka untuk mampir kerumah mereka untuk di obati, tapi Ryo menolak dan langsung pergi meninggalkam mereka.
Setelah kejadian tersebut, esok harinya mereka sering bertemu di Taman bunga matahari.
Anehnya setelah berhari-hari mereka bermain bersama, mereka sama sekali tidak saling menyebutkan nama masing-masing.
Hingga suatu hari ketika merekapun membuat janji untuk bertemu di taman bunga matahari, karena hari itu adalah hari dimana Ryo berulang tahun.
Dan esok hari ketika Ryo menunggu di taman bunga matahari, gadis itu tak kunjung datang hingga hari menjadi petang.
Hingga berminggu-minggu ia menunggu gadis itu datang namun penantiannya tak membuahkan hasil.
Namun Ryo tetap menunggunya hingga sampai akhirnya dia pindah ke kota karena ayahnya yang harus bekerja di kota.
Dengan berat hati, Ryo mengikhlaskan janji tersebut dan melupakan gadis tersebut namun dia berjanji pada dirinya untuk kembali datang ke taman bunga matahari di umurnya yang ke 17 tahun.
Ryo dan Yurika saling terdiam dan hanya kata maaf yang dapat terucap oleh bibir Yurika.
Ryo hanya mengangguk dan mengajak Yurika untuk kembali kerumahnya.
Setelah mengantar Yurika, Ryo langsung kembali ke rumahnya.
Ia memegang dadanya yang terus berdegub sangat kencang.
"Synchronicity lagi..."
--------------------Bersambung-----------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!
__ADS_1