SYNCHRONICITY

SYNCHRONICITY
Bagian 3


__ADS_3

Pagi hari ini Ryo sedang duduk di bangkunya sambil membaca sebuah buku tentang program-program komputer.


Dia memainkan rambut hitamnya saat membaca, itu merupakan kebiasaannya sejak kecil.


Saat Yurika masuk kelas dan melihat Ryo sedang membaca buku dengan usilnya dia mengambil buku Ryo dan membaca judul bukunya.


"Buku apa ini?" Ucap Yurika sambil membuka-buka isinya.


"Ckh, berikan"


Ryo mencoba mengambil bukunya dari tangan Yurika, namun Yurika mencoba menyembunyikan buku.


Ryo terus berusaha mengambil buku tersebut dan pada akhirnya Ryo memojokkan Yurika ke tembok kelas dan menatap Yurika dengan tatapan dingin.


Saat itu kelas masih sepi dan hanya ada mereka berdua, jantung Yurika berdegub sangat kencang.


Ryo mendengar suara langkah kaki dan langsung merebut bukunya kembali.


"Jangan ganggu aku"


Setelah mengatakan hal tersebut Ryo langsung kembali duduk di bangkunya.


Yurika pun juga ikut duduk di bangkunya sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Apa yang terjadi tadi....aku tidak mau ingat" ucap Yurika dalam hati.


Tiba-tiba seorang anak brandalan yang waktu itu bertengkar dengan Yurika datang ke kelas mereka dan menghampiri Yurika.


Brandalan itu tampak malu dan gugup, Yurika jadi sedikit ilfeel karena kedatangannya yang tiba-tiba.


Yurika pun jadi pusat perhatian teman di kelasnya.


"Anu begini, aku menyukaimu. Maukah kamu jadi pacarku?" Ucap brandalan itu.


"T-tunggu....aku tidak mengenalmu bahkan kita bertemu hanya saat kamu mengganggu anak tersebut."


"Ah iya, maaf namaku Tsukasa Shinici anak pertama dari 3 bersaudara, keluargaku memiliki kedai makan yang sangat enak. Jadi maukah kamu jadi pacarku"


Seluruh murid di kelas tersebut menahan tawa mereka.


Tentu saja Tsukasa jadi malu dan malah membentak seluruh orang yang memperhatikan mereka.


Yurika pun jadi ikut malu bahkan mencoba mengusir Tsukasa.


Tapi Tsukasa bersikeras untuk bisa berpacaran dengan Yurika.


Ryo langsung berdiri daru bangkunya dan menghampiri Tsukasa.


"Dia bilang tidak mau kan? Jadi bisakah kamu pergi?" Ucap Ryo.


"Ha? Apa kau bilang? Siapa kau berani sekali memerintahku?!"


Tsukasa menarik kerah baju Ryo, tapi Ryo berusaha tenang.


"Ku beri waktu 3 detik untuk pergi atau nanti kamu akan kena masalah" lanjut Ryo


"1..."


"Apa maksud-"


"2..."


"Kurang ajar!!"

__ADS_1


Tsukasa bersiap untuk memukul wajah Ryo namun tertahan karena tangannya di tahan oleh seseorang.


"...3"


Tsukasa menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang guru yang telah menahan pukulannya.


Guru itu langsung menjewer telinga Tsukasa dan menyeretnya ke ruang guru.


Ryo langsung mendapat tepuk tangan dari teman-teman sekelasnya.


Yurika langsung berdiri dan menghampiri Ryo.


"Kenapa kamu menolongku? Aku tidak meminta bantuanmu dasar patung hidup"


"Tapi wajahmu seperti meminta tolong" Ryo langsung duduk dan kembali membaca buku.


Yurika baru sadar kalau Ryo sedang membalikkan ucapannya saat hujan di rumah sakit waktu itu.


Yurika jadi kesal dan malu.


Saat istirahat makan siang, Ryo sedang bersama dengan Yusuke di atap sekolah.


Yusuke sedang asik bermain game dan Ryo yang masih membaca buku, karena penasaran Yusuke menanyakan pada Ryo tentang buku yang ia baca.


"Ini hanya buku program komputer saja" jawab Ryo


"Kenapa kamu membacanya? Mau jadi hacker? Haha~ bercanda"


Ryo jadi terdiam karena memang Ryo sedang belajar untuk pekerjaannya itu.


Suasana jadi canggung dan Yusuke kembali bermain game.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan teriakan memanggil nama Ryo.


Yusuke yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melerai mereka berdua.


"Kenapa kamu menggangguku tadi? Kamu pacarnya Yurika he?!" Ucap Tsukasa


"Ha? Apa? Pacar? Yurika? T-tunggu dulu!" Yusuke mencoba melerai.


"Ha? Apa kau ikut campur?!"


Satu tangan Tsukasa menarik kerah baju Yusuke.


"AKU GAK MAU MATI!!!!"


*Duaaagh*


Kepala Yusuke membentur kepala Tsukasa yang tanpa sadar membuat Tsukasa langsung pingsan.


"Wah kepalamu keras juga" ucap Ryo


"WAAAA AKU MEMBUNUH ORANG!!!! TIDAK!!!"


Beberapa menit setelahnya.


Tsukasa sudah sadar dan mereka bertiga duduk bertiga bersama.


Yusuke menyodorkan snack pada Tsukasa, Tsukasa menghela nafas dan menjelaskan situasinya tadi dan juga menjelaskan kalau Tsukasa menyukai Yurika saat pertama kali mereka bertemu.


"Yurika itu gadis terkuat dan berani yang pernah kutemui jadi aku pun jatuh cinta"


"Ha, aku tidak mau bicara banyak tapi aku bukan pacar Yurika" jawab Ryo.

__ADS_1


"Tapi Tsukasa, apa kamu tahu latar belakang Yurika?" Tanya Yusuke.


"Yurika itu anak pemilik perusahaan Nanamba, perusahaan tersukses tahun ini. Bahkan kekayaannya bisa untuk 7 turunan"


"APA?!" Ucap Ryo dan Tsukasa bersamaan.


"Kalian berdua tidak tahu? Apalagi kamu Ryo kukira kamu tahu soalnya kelihatannya kalian saling kenal"


"Ah tidak, kita hanya kebetulan bertemu" jawab Ryo.


Mendengar fakta tersebut membuat Tsukasa jadi ciut karena jika di bandingkan dengan Yurika, dia bukanlah apa-apa.


Tapi Yusuke memberinya semangat agar tidak menyerah mendapat hati Yurika.


Setelah berbincang dengan Yusuke dan Ryo, Tsukasa pun langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.


Ryo yang masih bersikap tenang melanjutkan membaca bukunya yang hampir selesai ia baca.


Lonceng tanda berakhirnya pelajaran pun terdengar.


Hari ini semua murid bergegas untuk pulang dan ada juga yang mengikuti kegiatan ekskul.


Ryo memperhatikan beberapa murid yang mengikuti kegiatan-kegiatan yang mereka minati.


Ryo yang menghabiskan sekolahnya dengan kelas online tidak bisa merasakan kesenangan tersebut, lagi pula ada hal penting yang harus ia selesaikan.


Sesampainya di rumah, rumah terasa amat sepi tanpa ibunya di rumah.


Biasanya ia selalu melihat ibunya yang melakukan pekerjaan rumah.


Karena saat ini dia tinggal sendirian jadi dia harus membersihkan rumah dan memasak makan malam untuk dirinya sendiri.


Karena dia tidak pandai memasak akhirnya ia mencari resep makanan di internet dan mencoba membuat sesuatu.


Meski rasanya tak seenak buatan ibunya setidaknya makanan tersebut bisa mengisi perutnya yang kosong.


Setelah semua selesai ia langsung masuk kamarnya dan menyalakan komputer.



Ia mulai melakukan pekerjaannya.


Membuat sistem keamanan di sebuah perusahaan lebih kuat agar data mereka tidak mudah di retas.


Tak lama ponselnya berbunyi, sebuah telepon dari Yusuke.


Dia ingin mengajak Ryo untuk bermain game online bersamanya, untuk sementara Ryo menolak ajakan itu tapi dia berjanji akan ikut bermain setelah urusannya selesai.


Setelah panggilan telepon selesai, Ryo melanjutkan pekerjaannya itu.


Di tempat lain, tampaknya Yurika sedang berada di meja makan bersama dengan keluarganya.


"Bagaimana keadaanmu? Apa terasa sakit beberapa hari ini?" Ucap ayahnya


"Tidak kok! Lihat aku sangat sehat!!" Jawab Yurika.


"Besok kamu ada jadwal pemeriksaan jadi izin saja untuk tidak masuk hari ini" lanjut ayahnya.


"Padahal besok ada ujian" Rukika tampak sedih.


"Besok akan ku mintakan ujian susulan pada gurumu atau kamu bisa kerjakan dirumah setelah pemeriksaan" ucap ayahnya.


Yurika hanya diam dan mengangguk.

__ADS_1


--------------------Bersambung-----------------


__ADS_2