SYNCHRONICITY

SYNCHRONICITY
Bagian 19


__ADS_3

Akhirnya hari pertandingan game tersebut pun tiba.


Ada beberapa babak yang perlu mereka lewati hingga sampai ke final.


Baik Tsukasa, Aoi, dan Yurika ini adalah pengalaman pertama mereka.


Tapi mereka sudah berlatih sangat keras, mereka harus bisa memenangkan pertandingan untuk membantu Yusuke.


Lawan pertama yang akan mereka lawan ternyata teman bekas satu tim Yusuke.


Sebelum pertandingan di mulai, teman-teman Yusuke menghampirinya dan meminta maaf karena terpaksa meninggalkan Yusuke.


Namun Yusuke sama sekali tidak marah karena dia tahu semua itu bukan keinginan mereka.


Pertandingan pun dimulai, masing-masing tim memperkuat pertahanan masing-masing.


Keadaan tak semakin membaik, Ryo mulai mengarahkan teman setimnya.


Yusuke mempercayakan posisi kapten pada Ryo karena selama ini ketika mereka bermain bersama, Ryo selalu menjadi pondasi yang mempu mengarahkan kemana teman setimnya harus bergerak.


Hal tersebut tentu saja tidak perlua di ragukan karena mereka pun tahu diantara mereka Ryo lah orang palimg cerdas.


Tim Ryo mampu mendesak lawan sehingga membuat tim lawan sedikit kesusahan dan akhirnya tim Ryo memenangkan babak pertama.


*


*


*


*


Seusai kerja lembur Pak Nagawa pulang kerumahnya, ibu tiri Yusuke pun melayani suaminya itu yang sedang kelelahan usai kerja lembur.


Pak Nagawa melihat sekeliling rumah mencari keberadaan Yusuke.


Pak Nagawa pun mengetuk pintu kamar Yusuke namun tidak ada jawaban, hingga saat ia membuka pintu kamarnya begitu kagetnya dia karena pintu kamar Yusuke tidak terkunci seperti biasa.


Ia masuk ke kamarnya dan melihat kamar tersebut kosong, matanya tertuju pada selembar brosur turnamen game yang Yusuke ikuti.


Emosi Pak Nagawa pun memuncak dan melampiaskan pada istrinya yang gagal menjaga Yusuke.


Lalu bersama dengan ajudannya ia pergi menuju lokasi turnamen itu di selenggarakan.


*


*


*


*


Entah karena strategi yang matang atau memang musuh yang mereka lawan jauh lebih mudah, tim Ryo berhasil memengkan setiap pertandingan dengan cepat.


Ryo tampak melihat jam tangan miliknya dan tersenyum.


Babak final pun tiba, sebelum game di mulai Ryo meminta teman-temannya untuk berkumpul sebentar.


"Sesuai dengan prediksiku setelah ini kita jalankan rencana kita."


Setelah itu game pun di mulai.

__ADS_1


Ryo mulai mengatur strategi yang pas untuk melawan musuhnya.


Sementara itu Pak Nagawa sudah sampai di tempat turnamen namun karena berusaha masuk dengan paksa terjadilah keributan di pintu masuk dengan penjaga disana.


Karena sudah mulai kesal akhirnya Pak Nagawa menghamburkan uang kejalanan agar para penjaga memungut uang tersebut.


Pak Nagawa pun masuk ke dalam dan melihat tim Ryo mendapat kemenangan.


Beberapa penonton yang mengetahui keberadaan Pak Nagawa pun ada yang berhenti bersorak.


Pak Nagawa naik ke dalam arena dan menarik Yusuke.


"Kembali! Kau membuatku malu!" Bentak Pak Nagawa pada anak satu-satunya itu.


Ryo datang dan melepaskan tangan Pak Nagawa itu dengan tatapan Ryo yang dingin.


Pak Nagawa yang terlanjur emosi langsung menarik kerah baju Ryo namun bukannya takut tapi malah tertawa.


"Hah.... Lebih baik Anda lepaskan saya daripada Anda malu, Pak"


"Karena kau, Anak saya melenceng dari impiannya untuk menjadi seorang pejabat!"


"Impiannya atau impian anda? Anda tidak mendengar ucapan saya sejak awal kita bertemu. Baiklah"


Tiba-tiba layar LED besar yang ada di turnamen menampilkan sebuah video perlakuan buruk ayah Yusuke dan Istrinya pada anak perempuannya.


Bahkan dalam video tersebut juga merekam suara yang ada disana.


Bahkan percakapan mereka yang memaksa keinginan Yusuke.


"HENTIKAN!!!" Pekik Pak Nagawa.


Sambil berteriak kencang Pak Nagawa memukul Ryo, lalu Yusuke dan Tsukasa berusaha menjauhkannya dari Ryo.


Ryo yang tadi jatuh karena terkena pukulan berusaha berdiri dan berjalan menghampiri ayah Yusuke.


"Saya punya sebuah video dari mobil anda, di video itu saya melihat bagaimana anda beserta selingkuhan anda yang saat ini jadi istri anda menabrak mobil ayah saya. Karena saya baik hati, saya tidak menampilkannya karena saya masih punya hati"


Pak Nagawa hanya terdiam dengan banyak keringat yang menetes.


Semua penonton yang ada disana mulai saling berbisik bahkan ada yang memvideokan kejadian tersebut.


*


*


*


*


Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Ayah Yusuke dan istrinya bahkan tak berani keluar rumah.


Kabar baiknya Yusuke dan adik tirinya kini tinggal bersama ibu kandung Yusuke.


Dan uang hasil kemenangan mereka di pakai untuk biaya pengobatan adik tiri Yusuke.


Saat operasi, Ryo dan Yurika menemani Yusuke meski sebenarnya Yurika masih merasa takut dengan operasi.


Ryo tahu rasa takut yang di alami oleh Yurika.


"Padahal masih trauma tapi malah ikut. Hm, jika dia berhasil melewati operasi maka itulah jalan yang ingin dia tempuh. Tapi kalau tidak itupun jalan yang dia pilih atau dia sudah puas dengan kehidupannya" ucap Ryo.

__ADS_1


Yurika menoleh pada Ryo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ada hal yang tidak dapat kita duga. Bisa saja ketika mereka memilih meninggalkan kita dan ternyata di alam sana dia menikmati kehidupan barunya yang jauh lebih membahagiakan. Apakah kita yang disini patut menyesal dan sedih?"


Air mata Ryo tiba-tiba menetes padahal ekspresinya sangat datar.


Untuk menyembunyikan matanya ia memakai topi, namun setelah mendengar ucapan Ryo Yurika jadi sedikit lebih tenang.


Entah karena apa Yurika tiba-tiba mencium pipi Ryo.


Sontak Ryo pun kaget dan langsung menjaga jaraknya dengan Yurika.


Tak lama ponselnya berbunyi dan langsung pergi mencari tempat yang sepi.


Dari kejauhan ternyata Yusuke melihat Yurika mencium pipi Ryo, dia hanya menghela nafas dan berjalan menghampiri Yurika dan mengatakan kalau operasi adiknya berhasil dengan lancar.


Yurika ikut merasa senang dan mereka pun berjalan menuju kamar adik Yusuke.


Dan Ryo terlihat berada di depan gerbang rumah sakit.


Sebuah mobil hitam berhenti di depannya dan ia pun masuk.


"Terima kasih. Setidaknya kamu memberi keadilan pada ayahmu, Ryo"


Lalu mereka pun menceritakan perasaan mereka masing-masing karena perkenalan yang terjadi sangatlah tidak terduga, bahwa ternyata Pak Hiro adalah sahabat dari ayah Ryo.


Ketika Pak Hiro memuji kecerdasan dan bakat Ryo, Ryo malah mengelak pujian itu.


"Dulu ayah saya mengatakan kalau bakat saya tidak ada gunanya dan...."


"Kurasa tidak begitu"


----------------------Kebenaran-------------------


Pak Hiro dan Ayah Ryo berkawan sangat lama.


Setiap kali mereka bertemu ayah Ryo selalu menceritakan semua tentang Ryo dari yang membuatnya kesal, sedih dan senang.


Hingga suatu hari ayah Ryo memang terlihat sangat kecewa dengan sikap Ryo.


Namun disisi lain ayahnya bangga pada Ryo karena bakat yang Ryo miliki sama dengan dirinya semasa sekolah.


Hanya saja ia mengalami kegagalan yang membuatnya terpuruk dan tidak ingin anaknya jatuh di lubang yang sama dengan anaknya.


Ayah Ryo juga sesekali menangis karena dia tidak mampu menasehati anaknya dengan baik sehingga selalu bertengkar dengan istrinya.


Pak Hiro memahami hal tersebut karena pasti sulit baginya menceritakan kegagalannya karena ayah Ryo pun ingin menjadi contoh yang baik untuknya.


Namun cara yang ia pilih salah.


Suatu hari mereka membuat sebuah janji dimana mereka akan saling menjaga anak masing-masing bila salah satu di antara mereka sudah tiada.


Hingga di hari itu ayah Ryo meninggal.


 


Yusuke mendapat pesan dari Ryo yang berisikan kalau Ryo ingin pamit pulang terlebih dulu dan mengucapkan selamat atas kesembuhan adik Yusuke.


Dan di sebuah pemakaman bersama Pak Hiro, Ryo mendatangi makam ayahnya.


Ini adalah kali pertama, Ryo datang ke makam Ayahnya sejak hari kematian ayahnya.

__ADS_1


Dia melepas topinya dan menangisi makam ayahnya karena dia bahkan tidak sempat melihat ayahnya untuk terakhir kalinya, dia sangat menyesal.


--------------------Bersambung-----------------


__ADS_2