SYNCHRONICITY

SYNCHRONICITY
Bagian 9


__ADS_3

Yusuke sudah ada di rumah Ryo, ia melihat Tsukasa yang juga ada di sana.


Ryo berjalan dari dapur dengan membawa minuman untuk mereka.


Yusuke memperhatikan Ryo sembari menduga kalau Ryo sudah membuat rencana sendirian tanpa memberitahu kepada Yusuke dan Yurika.


Ryo menghela nafas mencoba menenangkan diri, berharap kedua sahabatnya tersebut dapat di percaya.


Ryo mulai menjelaskan situasi yang terjadi sekarang kepada Yusuke dan juga menjelaskan kalau dirinya adalah seorang Hacker.


Yusuke membuang nafas.


"Kode name Infinity, apa itu benar kamu?" Ucap Yusuke sambil melirik tajam.


"Ya, bagaimana kau bisa tahu?" Jawab Ryo dengan tatapan serius.


Yusuke pun menceritakan kejadian saat dia dibawa paksa oleh bodyguard keluarga Yamada dan menjelaskan kalau dia juga hacker pemula dengan kode name NO NAME.


Sontak pernyataan Yusuke membuat Ryo dan Tsukasa tidak percaya, kejadian yang mereka alami seakan saling berhubungan.


"Ada alasan kenapa keluarga itu terus mengejarku, padahal aku selalu mengabaikan emailnya. Apa ini berhubungan dengan kematian Kotaro?" Ucap Ryo.


Tsukasa yang sedari tadi diam pun mulai angkat bicara.


"Saat sebelum aku masuk keruang kepala sekolah, aku memang melihat Jiro yang keluar dari ruang tersebut. Wajahnya seperti ketakutan"


Ryo berdiri dan mulai memikirkan rencana apa yang akan dia pakai.


"Hari ini aku batal untuk kerumah Jiro, aku harus meretas sesuatu" ucap Ryo.


"Tidak, kita bisa kerumah Jiro sekarang!" ucap Tsukasa dengan nada yang keras.


Yusuke menenangkan Tsukasa.


"Ryo benar, aku sepemikiran dengan Ryo. Tapi jika pekerjaan Ryo selesai lebih cepat, maka nanti malam kita bisa bergerak" ucap Yusuke.


Ryo tersenyum.


Pagi itu, Ryo dengan Yusuke bekerja sama meretas data keluarga Yamada.


Tsukasa memperhatikan dua sahabatnya itu, sekilas dia berpikir kalau pilihannya untuk berteman dengan mereka adalah pilihan yang tepat.


"Hah, payah sekali kode NO NAME. Bikin sistem keamanan lemah begini" ejek Ryo.


"He? Kamu itu tidak usah mengejek ya! Kalau begitu ayo kita tanding game dan membuktikan otak siapa yang lebih encer"


Tsukasa yang tadi kagum kepada dua orang di hadapannya pun menarik kekagumannya.


Tsukasa hanya diam dan memegang kepala dua orang yang sedang bertengkar itu.


"Fokus..." Ucap Tsukasa sambil memutar kepala mereka agar menghadap ke layar komputer.


Tsukasa baru sadar kalau Ryo sangat pucat, seperti orang yang sudah dua hari tidak tidur.

__ADS_1


Dengan izin Ryo, Tsukasa memakai dapur rumah Ryo untuk memasak sesuatu untu mereka.


Sambil meretas data, Ryo terus memainkan rambutnya mengingat-ingat semua kode yang yang dia buat.


Sedangkan Yusuke yang tidak begitu mahir mencoba mencatat kode yang dia buat di dalam sebuah kertas, ingatakan Yusuke memang tidak begitu tajam.


"Hey Ryo, aku kagum sekali dengan kemampuanmu. Yang aku tahu dari Infinity dia tidak pernah meninggalkan jejak apapun. Jika ada berita tentangnya, dia selalu langsung menghapusnya sampai mereka tidak bisa mencarimu" ucap Yusuke.


Ryo hanya terdiam, terlihat ada sebuah data lokasi yang di dapat dari alat pelacak itu.


Dengan cepat Ryo menghapusnya.


Lalu, Yusuke menemukan data pengeluaran perusahaan.


Salah satu pengeluaran yang di lakukan beberapa hari ini adalah sejumlah uang yang di transfer ke sekolah.


Ryo melihat data yang di dapat Yusuke, tak lama Tsukasa datang dan membawakan makanan untuk mereka.


Ryo membaca data tersebut dan menghubungkan dengan apa yang ia dapat saat menyadap data sekolah.


"Ada motif suap di dalamnya" ucap Ryo.


Ryo kembali menyadap kediaman Jiro.


Yusuke memperhatikan Ryo dan menemukan sesuatu.


Yusuke menemukan kalau dirumah Jiro terdapat penyadap di setiap sisi rumahnya, Ryo merenggangkan jarinya dan langsung meretas penyadap itu.


"Dengan begini kita bisa aman masuk kerumah Jiro" ucap Ryo sambil memakan makanan masakan Tsukasa.


Mendengar penjelasan itu ia mengingat ucapan Yurika soal dia ingin membantu mereka.


Ryo menanyakan identitas lengkap Yurika pada Yusuke.


Yurika adalah pewaris tunggal di keluarganya, bahkan menurut info yang ia dapat saat Yurika duduk di bangku SMP Yurika sudah di ajarkan mengelola perusahaan.


Yang secara garis beras Ryo dapat menyimpulkan kalau Yurika punya kedudukan yang sama dengan ayahnya.


Sore hari itu, mereka mulai bergerak.


Mereka bertiga menuju ke rumah Jiro.


Menurut info yang di dapat Yusuke, Jiro tinggal sendirian karena orang tuanya bekerja di luar kota.


Sampailah mereka di rumah Jiro.


Tsukasa mengetuk pintu rumahnya namun tidak ada jawaban.


Firasat Ryo sangat buruk sekarang, akhirnya ia memutuskan untuk mendobrak pintu rumah Jiro.


Mereka langsung menelusuri seisi rumah dan di dapatkan Jiro yang sudah gantung diri di kamarnya.


Dengan cepat, Tsukasa melepaskan Jiro dari jeratan tali di lehernya.

__ADS_1


Untunglah Jiro masih bernafas saat itu, Yusuke langsung menelpon pihak rumah sakit untuk segera datang ke rumah Jiro.


****


Jiro terbaring di rumah sakit dengan alat bantu nafas terpasang di wajanya.


Untungnya nyawa Jiro terselematkan.


Beberapa menit kemudian orang tua Jiro datang untuk mengetahui kondisi anaknya itu.


Tsukasa dan Yusuke memperhatikan Ryo yang terlihat santai dan tenang


"Aku sudah menduga akan seperti ini" ucap Ryo.


"Apa? Kamu sudah menduga hal ini?" Jawab Yusuke dengan wajah kagum.


"Aku menganalisa tentang karakter Jiro dari cerita kalian. Aku sudah menduga ada sesuatu di antara Jiro dan keluarga Yamada yang membuatnya memilih bunuh diri" ucap Ryo.


Lalu Ryo membuka handphonenya dan dia baru ingat kalau dia tidak punya nomer Yurika.


Apalagi Yusuke dan Tsukasa yang juga tidak punya nomer Yurika.


Mereka bertiga membuang nafas kecewa.


Setelah melihat kondisi anaknya, ibu Jiro datang menghampiri mereka.


Ia menangis dan bersyukur melihat anaknya masih selamat.


Ibunya berterima kasih kepada mereka yang telah menyelamatkan nyawa anaknya itu.


Hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan untuk kembali pulang.


Untuk sementara Tsukasa akan ikut bersama Ryo di rumahnya, Ryo masih belum menemukan ide.


Jika Tsukasa kembali ke rumah sakit untuk menjaga kedua orang tuanya bisa jadi terjadi masalah lagi, tapi jika kedua orang tuanya tidak di jaga oleh Tsukasa maka bisa saja keluarga Yamada bertindak semau mereka.


Ryo berada di posisi yang tidak menguntungkan.


Saat sampai di rumahnya, ia melihat sebuah mobil hitam berhenti di depan rumahnya.


Dengan tenang, ia memperhatikan plat mobil itu.


"Tsukasa kita selamat" ucap Ryo.


Tsukasa hanya diam karena tidak mengerti maksud Ryo, tapi setelah melihat seseorang yang keluar dari mobil itu Tsukasa langsung mengerti.


Yurika berjalan dengan sangat kesal ke arah Ryo.


"Kenapa kamu tidak berangkat ke sekolah hari ini, Patung berjalan!" Ucap Yurika.


Ryo terdiam sambil tersenyum.


"Yurika, ayo masuk kerumahku. Ada hal penting yang mau kubicarakan, ajak juga supirmu" ucap Ryo

__ADS_1


Yurika terdiam.


--------------------Bersambung-----------------


__ADS_2