
"Apakah kamu sedang menyembunyikan bangkai dengan bangkai yang lain?" Tanya Ryo.
"Apa maksudmu? Apa kamu tidak bersalah karena sudah meninggalkan kami?!" Jawab Jin dengan nada yang tinggi.
"Aku atau kalianlah yang meninggal-"
*BHAAAAK*
Belum usai Ryo berbicara Jin yang sudah menyimpan kekecewaan tersebut bertahun-tahun langsung mendaratkan pukulannya tepat di pipi Ryo dan menarik kerah baju Ryo.
"HATIMU SUDAH JADI BATU YA?!" Teriak Jin.
Yusuke terus menggigit jempolnya untuk menahan rasa khawatirnya pada Ryo, mengetahui Yusuke yng terlihat Tsukasa merangkul Yusuke dan menenangkan dia.
Erika mendekati mereka dan menanyakan pandangan mereka tentang Ryo.
Tsukasa menceritakan bagaimana ia mengenal Ryo sejauh ini namun Erika terlihat seperti sedang sedih dan kecewa.
Semasa SMP, Ryo adalah anak yang aktif dan cerdas bahkan dia cukup populer di sekolah.
Dengan bekal wajah yang tampan, tubuh yang tinggi, di tambah Ryo adalah anak yang cerdas.
Bagi para siswi di SMP, bisa berpacaran dengan Ryo adalah impian bagi mereka.
Dan diantara semua siswi, Erikalah yang paling beruntung diantara mereka.
Bersama dengan club yang mereka bangun, Ryo dan Erika jauh lebih banyak menghabiskan waktu bersama.
Sehingga hal tersebut menumbuh benih-benih cinta pada mereka hingga suatu hari Erika menyatakan perasaannya pada Ryo dan Ryo menerimanya.
Namun, setelah 1 bulan berjalan tiba-tiba Jin dan Ryo bertengkar hebat yang menyebabkan Ryo akhirnya mengurung diri di kamarnya.
Hal itu juga yang menyebabkan Erika merasa sedih sekaligus kecewa namun dia masih setia menunggu Ryo sampai saat ini.
Namun saat Erika bertemu kembali dengan Ryo di acara Reuni ini, Erika melihat kalau Ryo telah berubah.
Tatapannya terlalu dingin baginya bahkan dia tidak murah senyum seperti dulu lagi.
Setelah Erika menceritakan itu semua tak lama Ryo datang bersama Jin.
Erika melihat bekas pukulan di pipi Ryo, Erika mendekat pada Ryo untuk membelai pipi Ryo.
Menyadari hal yang sama Yusuke dan Tsukasa langsung menarik kerah Jin dan mempertanyakan situasi yang sebenarnya.
Namun Jin berkata dengan manaikkan volume suaranya
"Aku hanya ingin Ryo menjelaskan alasannya meninggalkan kami semua"
Hal itu justru membuat semua orang yang ada di aula tersebut memperhatikan mereka dan tentu saja pusat perhatian mereka tertuju pada Ryo.
Yusuke dan Tsukasa melepaskan Jin, Ryo tidak ingin keadaan semakin buruk oleh karena itu Ryo mengajak Tsukasa dan Yusuke pergi dari tempat itu.
Ryo meminta maaf pada dua sahabatnya karena malah meminta mereka untuk ikut ke acara reuni tersebut.
Yusuke menjelaskan pada Ryo bahwa dia tidak perlu meminta maaf karena jika dilihat secara jeli oleh mata Yusuke kalau memang mantan teman Ryo sepertinya orang yang sangat bermasalah.
__ADS_1
Namun Ryo menolak pendapat Yusuke dan terus menyalahkan dirinya.
Melihat kondisi mental Ryo, Yusuke pun menanyakan pada Ryo apakah dia butuh waktu sendirian dan Ryo hanya mengganggukkan kepalanya.
Yusuke menghela nafas menahan emosinya pada Ryo dan memutuskan untuk mengajak Tsukasa untuk kembali lebih dulu.
Ryo kembali ke SMPnya dan duduk di sebuah bangku di halaman sekolah.
Dalam kekosongan hatinya, Erika datang dan duduk di samping Ryo.
"Sudah berapa lama mereka menghilang?" Tanya Ryo.
Erika menjawab "sudah hampir 3 tahun"
Tangan Erika mengajak kepala Ryo untuk bersandar di bahu Erika agar Ryo bisa menangis sepuasnya.
*
*
*
*
Esok harinya, Ryo masuk ke sekolah seperti biasa dan menjemput Yurika di depan gerbang.
Yurika yang mengetahui kalau Ryo kembali padanya sedikit senang tapi juga sedih karena tatapan Ryo yang begitu kosong.
Ryo mendorong kursi roda Yurika tanpa mengatakan apapun, Yurika pun mengatakan permohonan maafnya karena sudah melukai perasaan Ryo.
Yurika merasa ada yang aneh pada diri Ryo.
Selama jam pelajaran Ryo terlihat sibuk mencoret-coret buku kosong, guru yang mengetahui Ryo yang tidak memperhatikan pelajaran menghampiri Ryo.
"Ryo, apa kamu sudah paham tentang materi ini? Soalnya ini adalah materi pelajaran baru yang tidak ada di ujian tahun kemarin" Tegur guru tersebut.
"Sudah" jawaban yang singkat dan padat dari Ryo membuat seisi kelas tertegun.
Pasalnya materi yang mereka pelajari saat ini lumayan memutar otak mereka tapi bukankah itu hal yang wajar bagi siswa paling cerdas di sekolah mereka?
Dan setelah itu Ryo meminta ijin untuk tidak ikut dalam pelajaran hari ini, dia mengatakan pada guru tersebut kalau dia butuh pergi ke perpustakaan.
Guru itu pun percaya dan mengijinkan Ryo.
Ryo membawa beberapa buku dan langsung berjalan meninggalkan kelas.
*
*
*
*
Saat di perpustakaan Ryo meminta bantuan Hanna untuk mengumpulkan buku-buku yang ia perlukan.
Buku yang berhasil terkumpul sangat banyak, Hanna menanyakan pada Ryo kenapa ia ingin membaca buku-buku yang rumit tersebut.
__ADS_1
Ryo menjawab "Bisa dibilang aku sedang mencari jarum di dalam tumpukan jerami"
Hanna pun memberikan semangat untuk Ryo, Hanna lalu menanyakan apakah bila Hanna membaca buku di samping Ryo akankah mengganggu Ryo dan Ryo mengatakan kalau selama Hanna tidak terlalu berisik hal itu tidak terlalu mengganggu Ryo.
Hanna pun duduk dan membaca buku yang dulu sempat Ryo baca yaitu 'Synchronicity'.
"Buku itu.... Sudah sedikit menolongku" ujar Ryo.
"Kurasa buku ini tidak menolong siapapun, jika Kak Ryo merasa seperti itu saya berpendapat kalau kakaklah yang menolong diri kakak sendiri" jawab Hanna.
Mendengar jawaban dari Hanna, Ryo hanya bisa terdiam yang membuat suasana dia antara mereka menjadi canggung.
Ryo kembali memfokuskan diri membaca buku yang sudah ia kumpulkan.
*
*
*
*
Pulang sekolah, Ryo mengantar Yurika sampai ke depan gerbang namun tak di sangka kalau Erika ternyata menunggu Ryo di depan gerbang.
Para murid-murid di sekolah terpana melihat kecantikan Erika.
Erika melihat Ryo yang sedang membawa gadis yang duduk di kursi roda, Erika berlari ke arah Ryo dan tanpa ragu merangkul tangan Ryo yang jelas saja membuat seluruh siswa yang melihat mereka terkejud termasuk Yurika.
"Ryo, dia siapa?" Tanya Yurika.
"Aku Erika Sato, apakah kamu Yurika? Salam kenal ya, aku adalah pacar SMP Ryo"
"HAAAAA?!" Yurika semakin terkejud.
Bukannya berdalih atas ucapan Erika, Ryo hanya terdiam seakan tak ingin menjelaskan apapun pada Yurika.
Tak berselang lama mobil jemputan Yurika datang dan ketika Ryo mendorong kursi roda Yurika, Yurika meminta Ryo berhenti dan meminta tolong supirnya untuk mendorong kursi roda Yurika.
Tanpa mengatakan apapun, Ryo melepaskan kursi roda itu dan tentu saja Yurika semakin merasa sedih karena Ryo hanya mengiyakan permintaanya dan masih tidak menjelaskan apapun padanya.
Ketika mobil Yurika sudah pergi, Ryo mengambil sepedanya dan pulang bersama Erika.
Tsukasa dan Yusuke melihat kejadian itu dari kejauhan.
Dalam diri Tsukasa dia ingin sekali memukul Ryo saat ini juga tapi Yusuke yang mengerti perasaan Tsukasa menahan emosi Tsukasa.
--------------------Bersambung-----------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!
__ADS_1