
Beberapa hari telah berlalu hingga hari dimana ujian berlangsung.
Sebagai dua murid terpandai di sekolah, Ryo dan Yusuke berhasil menyelesaikan soal ujian dengan waktu yang singkat.
Sembari menunggu waktu ujian selesai mereka memutuskan untuk duduk santai di kantin.
Mereka membeli beberapa jajanan dan minuman.
Ryo yang sedari tadi terdiam pun mulai mengajak Yusuke mengobrol.
"Yusuke, katakan permintaanmu. Memang hasilnya belum di pastikan tapi aku ingin mendengar permintaanmu"
"Baiklah"
*
*
*
*
Alasan selama ini kenapa Yusuke kabur dari rumah setiap malam adalah karena dia sedang mencari uang untuk pengobatan adik tirinya.
Dan kenapa dia harus kerja sambilan padahal dia bisa saja ikut turnamen e-sport dan menang, itu karena ayahnya sudah mengancam teman-teman Yusuke agar mereka berhenti dekat dengan Yusuke.
Dan beberapa hari lalu Yusuke mengetahui kalau ada pertandingan e-sport, masalahnya dia sudah tidak punya tim lagi.
Maka dari itu Yusuke ingin meminta Ryo untuk membantunya memenangkan pertandingannya.
Setelah menceritakan semuanya pada Ryo, Ryo hanya tersenyum.
"Jika aku yang menang dalam pertandingan ini, aku hanya ingin meminta izin padamu. Apakah aku boleh menghancurkan ayahmu?"
Yusuke hanya terbengong.
*
*
*
*
Hasil nilai akhirnya keluar dan tak di sangka-sangka.
Nilai Yurika dan Tsukasa meningkat.
Bahkan mereka mendapat jumlah nilai yang sama.
Dan seperti biasa, Ryo mendapat peringkat pertama dan Yusuke berada di peringkat kedua.
"Seri rupanya, tapi ini semua sudah sesuai rencana" ucap Ryo.
Yusuke masih tidak paham apa yang sedang di pikirkan Ryo.
Lalu Ryo meminta tolong pada Yusuke untuk mengumpulkan Yurika, Tsukasa, dan Aoi untuk berkumpul di rumah Yusuke di hari minggu.
Ryo pun berjalan meninggalkan Yusuke.
Ryo tampak berjalan ke luar sekolah menemui Pak Hiro.
Ryo masuk ke dalam mobil Pak Hiro.
"Jadi bagaimana? Apa kamu menerima tawaranku?"
"Yah, tapi aku tidak menjamin akan berhasil. Tapi apapun itu aku akan usahakan untuk mencari rencana cadangan"
"Kalau begitu tolong jaga anakku ya, Ryo"
Ryo keluar dari mobil dan berjalan masuk kembali ke sekolah.
Namun tak di sangka Yurika mengetahui kalau Ryo baru saja bertemu dengan ayahnya.
*
*
*
*
__ADS_1
Sepulang sekolah, Ryo duduk berdua dengan Yurika.
Yurika meminta Ryo untuk menceritakan apa saja yang di katakan ayahnya pada Ryo.
Ryo hanya menceritakan kalau Pak Hiro meminta tolong untuk menjaga Yurika.
Dengan ekspresi datarnya membuat Yurika tidak bisa membaca pikiran Ryo.
"Ku dengar, besok minggu kalian mengundangku ke rumah Yusuke. Untuk apa?"
"Anggap saja ini bayaran untuk nilai yang kamu dapat karena hasil belajar denganku. Aku ingin minta bantuan dari kalian...."
*
*
*
*
Ryo masuk ke dalam rumah dan melihat ibunya sedang duduk di depan televisi.
Ryo ikut duduk dengan ibunya itu.
Akhirnya Ryo mengatakan permintaannya pada ibunya.
Ibunya menghela nafas dan hanya tersenyum saja.
Seakan ibunya membebaskan Ryo untuk melakukan apapun.
Malam itu ibunya pun membereskan perlengkapan untuk besok kembali berkerja.
Ryo yang sadar kalau ibunya menyetujui permintaannya, sedikit merasa lega.
Setidaknya hanya ibunya yang selama ini selalu mendukung dirinya.
Dan setelah mengetahui kenyataan yang di alami Yusuke, Ryo berfikir setidaknya dia harusnya lebih bersyukur.
Dia juga sedikit teringat oleh perkataan ayahnya dahulu, memang tidak ada salahnya hanya saja dahulu Ryo selalu kokoh pada pendiriannya.
Membuat segala ucapan ayahnya pada dirinya tidak pernah ia pedulikan.
Hari minggu yang di janjikan pun tiba.
Mereka melihat Yusuke yang berlari menjemput mereka di gerbang rumah Yusuke.
Ryo dan Tsukasa lumayan terkejut karena ternyata Yusuke diam-diam berasal dari keluarga yang kaya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah Yusuke lalu duduk di ruang tamu.
Tak lama ibu Yusuke keluar dari ruangannya, dia melihat sinis ke arah Ryo dan Tsukasa.
"Mereka teman-temanku, kita akan bermain di rumah" ucap Yusuke.
Namun ibunya hanya diam saja dan tak lama kemudian bel rumahnya berbunyi lagi.
"Masih ada lagi?" Ucap ibunya.
Yusuke langsung berlari menjemput di depan gerbang.
Setelah itu Yusuke datang bersama dengan Yurika dan Aoi.
Tentu saja ibunya terkejud dan langsung merapikan penampilannya, ia menyambut hangat Yurika.
Ibunya yang daritadi memperlakukan mereka seperti serangga kini melayani mereka dengan baik selayaknya tamu.
Ibu Yusuke terlihat pergi ke sebuah sudut ruangan seakan hendak menelpon seseorang.
Ryo terus memperhatikan ibu Yusuke lalu tersenyum kecil.
Ryo meminta Yusuke untuk bertemu dengan adik tirinya.
Tentu saja ibunya pun ikut menemani, tingkah ibunya itu sangat terlihat seperti sedang mencari perhatian terhadap Yurika.
Ketika sampai di kamar adik tiri Yusuke.
Mereka sangat terkejud dengan keadaan adiknya yang penuh luka dan kurus kering.
Beberapa menit setelah ibunya terus mencari perhatian, Yurika meminta ibu Yusuke untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Yurika duduk di kasur dan memeluk adik Yusuke itu lalu menoleh pada Ryo.
__ADS_1
"Ryo, apa rencanamu sekarang?"
Semua pandangan tertuju pada Ryo.
"Sebenarnya rencanaku sudah berjalan. Hanya tinggal sedikit lagi"
Ryo menyadari kalau ruangan adik Yusuke tidak ada CCTV sama sekali.
Bahkan di semua sisi rumah pun tidak ada CCTV.
Yusuke pernah sekali meletakkan CCTV tapi keesokan harinya CCTV itu di cabut.
Ryo mengeluarkan beberapa alat dari tasnya.
CCTV yang berukuran sangat kecil, tidak hanya menangkap gambar tapi juga suara.
CCTV itu memiliki jarak pandang yang luas dan Ryo merasa alat ini cocok untuk di pasang di kamar adik Yusuke.
Setelah di pasang di sudut ruangan mereka memutuskan untuk meninggalkan adik Yusuke dan pergi ke kamar Yusuke.
Yusuke dan Tsukasa mulai mengajari Aoi dan Yurika game online yang di gunakan untuk pertandingan.
Sedangkan Ryo sedang fokus mengotak-atik laptopnya untuk mengumpulkan bahan guna menyerang kedua orang tua Yusuke.
Yusuke tampak sesekali memperhatikan Ryo.
Entah kenapa Ryo memilih untuk meminta bantuan pada Yurika, Aoi, Tsukasa untuk mengikuti pertandingan.
Yusuke awalnya mengira kalau Ryo akan mencarikan orang yang sudah pro dalam bidangnya.
Setelah berjam-jam berlatih, Yurika meminta waktu untung beristirahat.
Dengan izin dari Yusuke, Yurika berkeliling rumah Yusuke.
Dan terlintas di pikirannya untuk mampir ke ruangan adik Yusuke.
Adiknya tersenyum ramah pada Yurika.
"Aku lupa menanyakan namamu, bolehkah aku tahu?"
"Iya kak, namaku Asuka. Kalau kakak?"
"Panggil saja Yurika. Jadi apa yang terjadi dengan kamu?"
Asuka pun menceritakan saat dimana dia bersama Pak Nagawa juga ibunya mengalami kecelakaan.
Dari kecelakaan itu menyebabkan kaki Asuka lumpuh sementara, dokter menyarankan untuk segera mengambil tindakan.
Tapi karena saat itu posisi ibunya belum menjadi istri sah dan keadaan mereka yang miskin dengan sangat terpaksa ibunya menolak untuk melakukan operasi pada Asuka.
Tapi semenjak hari itu juga Asuka di perlakukan kasar oleh ibunya karena menjadi anak yang menyusahkan.
Yurika pun merasa iba dan lalu mengacungkan jari kelingkingnya pada Asuka dan mengajak Asuka untuk menjadi teman.
Dengan senyum manisnya, Asuka menerima ajakan tersebut.
Setelah mengobrol lama dengan Asuka, Yurika kembali ke ruangan Yusuke.
Ia melihat semuanya tampak berkumpul mengerubungi Ryo.
Yurika menghampiri mereka dan melihat sesuatu yang mengejutkan.
Terlebih raut wajah Ryo yang begitu kesal.
Yusuke memegang pundak sahabatnya itu untuk meyakinkan hatinya.
*
*
*
*
Di gedung perusahaan Nanamba.
Pak Hiro sedang melihat beberapa album lama semasa ia sekolah.
"Aku harap Ryo bisa menyelesaikannya"
Ucap Pak Hiro dalam hati.
__ADS_1
--------------------Bersambung----------------