
Ryo dan Yusuke pergi ke perusahaan Nanamba untuk bertemu pak Hiro, mereka di minta untuk menunggu di ruang tunggu karena kebetulan saat ini Pak Hiro sedang rapat sehingga tidak dapat di ganggu.
Setelah sekitar 1 jam menunggu akhirnya Pak Hiro datang menjemput mereka dan mengajak mereka masuk ke dalam ruangan Pak Hiro.
Ryo menanyakan mengenai masa lalu ayahnya, dimana kebetulan ayah Ryo pernah membuat projek yang sama persis dengan miliknya.
Pak Hiro tertegun dan tidak menyangka kalau Ryo membuat projek yang sama persis dengan ayahnya secara kebetulan.
Melihat reaksi tersebut dan percaya pada Pak Hiro, ia pun menceritakan tentang masalah yang kini di hadapi oleh Ryo.
Lalu Pak Hiro pun menguak kebenaran yang perlu di ketahui oleh Ryo.
Pak Hiro dan Ayah Ryo yaitu Ryota Hayama, semasa SMA mereka sering membuat sebuah sistem yang sangat hebat.
Pak Ryota tak pernah khawatir dengan masalah biaya karena ada Pak Hiro yang membantu untuk masalah pembelian perangkat-perangkat yang mereka butuhkan.
Suatu hari mereka hendak membuat sebuah sistem untuk membuat sebuah game, namun mereka tidak bisa membuat gambar rancangan untuk game yang akan mereka buat.
Akhirnya mereka merekrut adik tingkat mereka bernama Nobu Minami.
Setelah rancangan dan komponen yang di perlukan sudah siap selanjutnya tugas Pak Ryota yang merakit sistem game tersebut.
Namun berbulan-bulan berjalan, sistem tersebut tak kunjung berhasil dan hanya menuai kegagalan saja.
Saat itu Pak Hiro juga sudah tidak bisa memberikan dana tambahan lagi karena ayah Pak Hiro menolak memberikan uang untuknya, ditambah Nobu yang sangat temperamen selalu menyudutkan Ryota agar segera menyelesaikan sistem tersebut.
Berbulan-bulan menunggu, Nobu terlarut dalam emosinya.
Ia pun mengambil semua data rancangan yang ia buat sampai tidak meninggalkan jejak sama sekali.
Mengetahui bahwa rancangan tersebut hilang, Pak Ryota pun menjadi depresi dan menyimpan penyesalan sampai akhir hidupnya.
Setelah mendengar cerita tersebut Ryo menyadari kalau Pak Nobu memiliki hubungan dengan Jin yang pada akhirnya membuat dia menyadari sejak awal Jin sejak awal memang memanfaatkan dirinya.
Rencana Jin gagal karena pertengkaran antara Ryo dan Jin sewaktu SMP.
Sama seperti Pak Nobu, Jin mendesak Ryo untuk menyelesaikan projek yang mengalami kegagalan total tersebut.
Terlebih Ryo mencurigai bahwa saat mereka SMP, Jin sudah menjual projek mereka secara diam-diam kepada ayahnya yaitu Pak Nobu.
Namun Jin tidak mengaku dan malah membalikkan semua ucapan Ryo sehingga membuat teman-teman lainnya ikut terprovokasi.
Dan pantas saja, ayah Ryo melarangnya untuk melanjutkan projeknya bersama teman-temannya tapi saat itu Ryo melarang karena terlalu percaya pada teman-temannya.
Ryo menyadari kalau Ayahnya sejak awal sudah mengatahui kalau Jin adalah anak dari Pak Nobu namun Ayah Ryo tidak mengatakannya pada Ryo.
Yusuke yang hanya bisa mendengar cerita dari Ryo dan Pak Hiro hanya bisa terdiam karena masalah yang Ryo alami adalah berasal dari akar masalah ayahnya sendiri.
Pak Hiro pun memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan Yusuke dan Ryo.
Pak Hiro percaya kalau Ryo pasti bisa menemukan kedua temannya yang menghilang dan dia berjanji akan menyelesaikan masalah ini agar tidak semakin memburuk.
*
__ADS_1
*
*
*
Malam harinya, Ryo sudah menunggu Jin dan Erika di rumahnya namun ternyata yang datang hanya Jin saja.
Ryo pun menyelesaikan projek tersebut dengan Jin.
Suasana begitu hening hingga pada akhirnya Ryo dengan sengaja menyebut nama 'Nobu Minami', hanya butuh beberapa ekspresi wajah Jin berubah.
"Karakternya sangat bagus, sangat cocok dengan projek kita" lanjut Ryo.
Jin mulai menggigit bibir bawahnya, itu adalah kebiasaannya ketika sedang menyembunyikan sesuatu.
"Aku bukan orang yang sama seperti dulu kamu kenal, Jin" ucap Ryo dengan senyum liciknya.
Jin hanya berdecak kesal, ia pun menjelaskan jika Yurika mungkin dalam bahaya karena Erika sedang merencanakan sesuatu pada Yurika.
Namun, Ryo hanya tertawa geli dan mengatakan kalau dia percaya dengan teman-temannya yang baru.
Karena Ryo sudah menebak semua rencana Jin sehingga ia bisa menyusun rencana lebih cepat daripada Jin.
*
*
*
*
Setelah itu ia berpura-pura bertemu dengan mereka di jalan dan mengobrol ringan dengan mereka.
Erika berniat untuk memberikan obat tidur pada Yurika dan Tsukasa, obat tidur itu di masukkan ke dalam sebuah minuman.
Namun ketika hendak memberikan minum pada mereka ternyata dari belakang Erika di sergap oleh Yusuke dan kini yang situasi pun berbalik dimana yang sebenarnya di jebak adalah Erika.
*
*
*
*
Di sebuah perusahaan terpencil, para pasukan penyergap kepercayan pak Hiro siap menerobos masuk ke dalam perusahaan yang bertempat di tengah hutan tersebut.
Dan benar saja di dalam perusahaan tersebut, dua teman Ryo di sembunyikan selama dua tahun di dalam perusahaan tersebut.
Dengan bantuan Ryo dan Yusuke hanya perlu beberapa jam mereka bisa mengambil banyak informasi yang bahkan tidak dapat di lacak oleh siapapun.
Setelah mendapat informasi yang Ryo butuhkan ia pun langsung memberitahu Pak Hiro sehingga Pak Hiro juga bisa bergerak cepat.
__ADS_1
Dan kenyataan jika Jin dan Ayahnya merencanakan semuanya sudah sejak lama, Ryo hingga tak habis pikir jika Jin sampai tega membuat dua temannya dalam bahaya bahkan Erika pun dicuci otak oleh Jin.
*
*
*
*
Jin tidak bisa bergerak sedikit pun dan terus gemetaran.
"Pasti kamu berpikir jika aku terguncang dengan semua ucapanmu? Hatiku memang sudah mati untukmu Jin. Selama ini aku hanya berakting agar terlihat natural, karena aku tahu kau menyuruh Erika untuk membuntutiku"
Tak lama, suara sirine polisi pun terdengar.
Jin yang panik mengeluarkan pisau dari saku celananya dan menikam perut Ryo.
Namun Ryo berhasil menghindar dan malah menyebabkan lengan tangan Ryo tergores pisau, polisi pun segera masuk ke dalam rumah Ryo dan menangkap Jin.
Salah seorang polisi yang mengetahui Ryo yang terluka pun segera membawa Ryo ke rumah sakit.
*
*
*
*
Esok harinya, Yurika menjenguk Ryo di rumah sakit dengan di antar oleh Yusuke dan Tsukasa dan tampaknya keadaan Ryo benar-benar baik.
Yurika yang kesal langsung memukul kepala Ryo, dia sangat kesal karena Ryo tidak mau mengatakan apapun pada Yurika dan ingin menyelesaikan semua masalahnya sendiri.
Yusuke dan Tsukasa hanya bisa mengangguk karena perasaan mereka sudah di wakilkan oleh Yurika.
Ryo menjelaskan hal itu terpaksa di lakukan karena dia harus berhati-hati dengan Jin, kalau dia bisa setega itu dengan dua teman SMP nya apalagi sekarang jika sampai Yusuke, Tsukasa dan Yurika yang ikut terjerat dalam masalah Ryo.
"Ryo, kamu sudah bukan patung berjalan lagi ya?" Ucap Yurika.
Karena tanpa Ryo sadari, matanya berkaca-kaca dan Yurika bisa merasakan ketulusan dari mata Ryo.
Tiba-tiba di tengah perbincangan mereka kepala Yurika terasa amat sakit hingga membuat pandangannya kabur.
Darah pun keluar dari hidung Yurika bahkan nafas Yurika semakin tidak normal, mereka pun jadi panik dan seketika itu juga Yurika pun pingsan.
-------------------Bersambung------------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
__ADS_1
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!