
Yurika berjalan menuju ruang kelasnya, dia terus saja berguman karena dia terus memikirkan Ryo.
Lalu tidak sengaja ia melihat sebuah buku yang tergeletak di lantai.
Tanpa pikir panjang Yurika mengambil buku tersebut, ia mencermati buku tersebut dan baru teringat kalau ini adalah buku yang di baca oleh Ryo.
Ia menoleh di sekelilingnya lalu diam-diam ia memasukkan buku tersebut di dalam tasnya.
Yurika bergegas menuju kelas dan segera duduk.
Ssbentar lagi bel masuk akan berbunyi dan Ryo masih belum terlihat ada di kelasnya.
Tak lama Yurika melihat Ryo berjalan menuju bangkunya, wajah Ryo tampak memar.
Yurika pura-pura tidak melihat sembari berfikir untuk memberikan bukunya sekarang atau tidak.
Yurika menarik nafas dan menoleh ke belakang namun belum sempat berbicara guru pun datang.
Tentu saja Yurika langsung membenarkan posisi duduknya dan fokus mendengarkan pelajaran.
Setelah beberapa jam belajar akhirnya jam istirahat tiba.
Yurika mengatur nafas dan memikirkan harus bilang apa saat mengembalikan buku Ryo.
Setelah dirasa siap Yurika berdiri dari bangku dan berbalik melihat Ryo, tapi tiba-tiba Tsukasa dan Yusuke masuk ke kelas mereka dan langsung menyeret Ryo untuk pergi ke kantin.
Yurika pun diam-diam mengikuti mereka.
Ryo tampak bosan dan lesu tanpa memegang sebuah buku, untuk mengalihkan pikirannya Yusuke mengajak Ryo bermain game.
Tsukasa yang baru-baru ini menginstal game yang mereka mainkan pun ikut bergabung.
Yurika masih melihat mereka daari jauh sambil memeluk buku tersebut.
Dia berusaha mengatur nafasnya lagi untum memberanikan diri memberikan buku Ryo di depan teman-temannya.
Ketika Yurika sudah siap dan mulai melangkah dia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa makanan.
Akhirnya pakaian Yurika pun kotor tapi untungmya bukunya aman.
Kejadian tersebut tentu membuat seluruh murid memandangi Yurika, tanpa mendengarkan permohonan maaf murid yang ia tabrak Yurika berlari menuju kamar mandi dan mengambil baju olahraga miliknya.
Akhirnya saat jam pelajaran pun Yurika memakai baju olahraga, semua teman kelasnya memperhatikannya namun sepertinya Ryo tidak peduli dan hanya melihat kearah luar jendela.
Sampai akhirnya bel tanda berakhirnya hari di sekolah berbunyi Yurika tetap masih belum memberikan buku tersebut.
Sore itu kebetulan ada latihan lari untuk persiapan penyelisihan kompetsi.
Yurika tampak berlari dengan sekuat tenaga, saat itu Ryo kebetulan berjalan melewati lapangan dan melihat Yurika.
Yurika yang usai berlatih langsung duduk di bangku dengan nafas yang pendek.
__ADS_1
Ia mencari botol minum di tasnya, ternyata pelayannya lupa memasukan minuman untuk Yurika.
Terpaksa dia harus menahan dahaga.
Lalu tiba-tiba Yurika melihat sebuah tangan yang menyodorkan sebotol air putih dingin, Yurika mendongkak ke atas dan ternyata itu Ryo.
Yurika mengambil air tersebut dan langsung meminumnya.
Melihat Yurika yang terlihat lebih baik saat selesai minum, Ryo langsung berjalan pergi.
Namun langkah tertahan oleh Yurika yang memegang tangannya.
"Terima kasih minumannya, pasti akan ku balas kebaikanmu" ucap Yurika.
"Itu bukan dariku, tapi itu dari Tsukasa. Dia menunggu saat yang tepat agar bisa memberi minuman untukmu tapi dia malu lalu dia melihatku yang kebetulan juga lewat disini. Jadi Tsukasa meminta bantuanku"
Setelah menjelaskan hal tersebut, Ryo mengacak-acak rambutnya.
"Ah, kenapa setiap berbicara denganmu aku jadi terlalu banyak bicara. Aku pergi"
Yurika melepaskan tangan Ryo dan melihat punggung anak laki-laki itu perlahan menjauh darinya.
Yurika menghela nafas, dadanya terasa sesak.
Tapi Tsukasa ternyata bukan anak yang nakal seperti saat pertama kali mereka bertemu.
Beberapa menit kemudian Yurika tersadar kalau dia lupa memberikan buku Ryo padahal tadi adalah saat yang tepat.
Malam itu Yurika sedang berada di kamarnya, karena ia merasa penasaran apa isi buku yang baca oleh Ryo akhirnya ia pun membaca buku tersebut.
"Synchronicity ya, apa buku ini memang menarik sampai-sampai dia tidak henti membacanya"
Keesokan harinya, Yurika sedang duduk di bangkunya dengan perasaan bimbang untuk mengembalikan buku Ryo atau tidak.
Karena kebetulan di kelas itu hanya ada mereka berdua.
Namun kesempatan memberikan buku itu lepas lagi karena Aoi yang tampak berlari memasuki kelas dan menghampiri Yurika.
"Yurika apa kau tau berita terbaru di sekolah kita? Kotaro, anak yang pernah kamu tolong saat di ganggu Tsukasa. Kabarnya dia mati terbunuh"
"Apa?" Yurika seketika terdiam.
Ryo yang saat itu tidak sengaja mendengar gosip itu pun juga kaget.
Beberapa teman kelasnya sudah memasuki kelas dan semua tampak membahas soal kematian Kotaro.
Saat itu juga guru pun datang dan langsung memulai pelajaran.
Suasana yang senyap itu tiba-tiba menghilang ketika radio di kelas mereka berbunyi.
"Tes...tes... Untuk Tsukasa Shinici. Harap menuju ruang kepala sekolah sekarang juga"
__ADS_1
Setelah mendengar pengumuman itu semua teman sekelasnya mulai berbisik-bisik, Yurika langsung menoleh ke arah Ryo.
Wajahnya memang terlihat tenang tapi kakinya tak henti-hentinya bergerak, Yurika seakan mengetahui kalau Ryo sedang khawatir.
Hingga akhirnya pelajaran pun usai, Ryo langsung berlari keluar kelas mencari Tsukasa.
Yurika yang mengetahui hal itu langsung mencoba mengejar Ryo sambil membawa buku milik Ryo.
Namun sepertinya ada sesuatu yang tiba-tiba menarik perhatian seluruh murid sekolah, saat jam istirahat itu semua melihat keluar jendela.
Yurika yang penasaran itu pun menyela di antara kerumunan dan melihat Tsukasa yang berjalan membawa tas sekolahnya.
"Ku dengar dia di keluarkan dari sekolah"
"Jadi dia yang membunuh Kotaro?"
Itulah yang murid-murid katakan, terlihat pula dari luar jendela Ryo dan Yusuke yang menghampiri Tsukasa.
Entah apa yang mereka katakan disana tapi tampaknya Tsukasa dengan wajah muramnya hanya bisa terus berjalan menuju gerbang sekolah.
Setelah melihat Tsukasa keluar dari sekolah, beberapa murid mulai kembali ke rutinitas mereka masing-masing.
Yurika pun berjalan menunduk menuju atap sekolah untuk menyendiri, dia ingin menjauh dari perbincangan murid sekolah mereka tentang Tsukasa.
Ternyata saat sampai di atap Yurika melihat Ryo dan Yusuke.
Mereka tampak kesal mengetahui Tsukasa yang di keluarkan oleh sekolah, terutama Ryo.
Ryo yang biasanya tenang, dingin, todak banyak bicara itu terlihat begitu sangat kesal.
Perlahan Yurika berjalan ke arah mereka.
"Ayo kita tolong, Tsukasa" Yurika menyodorkan buku itu pada Ryo.
Ryo terdiam dan memperhatikan Yurika.
"Aku yakin bukan Tsukasa yang membunuh Kotaro" lanjut Yurika.
Ryo mengambil buku yang disodorkan oleh Yurika.
"Aku ingin membantu kalian! Pasti sakit rasanya ketika tahu teman kita di fitnah seperti itu" lanjut Yurika.
"Bukan karena kamu ingin balas budi kepada Tsukasa karena sudah memberikanmu minum?" Jawab Ryo.
"Eh-! B-bukan b-begitu p-pokoknya aku akan membantu kalian!"
Yusuke menahan tawa melihat tingkah Yurika.
Tapi setidaknya kekesalan Ryo dan Yusuke sedikit mereda.
-------------------Bersambung------------------
__ADS_1