
Malam itu Erika berada di rumah Ryo, mereka menunggu kedatangan Jin dirumah Ryo.
Beberapa menit kemudian Jin pun datang, mereka pun duduk di ruang tamu.
Jin mengeluarkan laptopnya dan menunjukan sebuah projek yang mereka kerjakan saat di SMP.
Jin menjelaskan setelah Ryo memutuskan untuk tidak lagi datang ke sekolah, projek yang mereka kerjakan tidak pernah selesai dan berakhir tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Masalahnya, awalnya mereka sudah sempat mempublikasikan pada sebuah perusahaan dan menyetujui untuk melakukan kerja sama.
Namun karena mereka tidak menyelesaikan projek tersebut hingga sekarang Jin dan Erika terus di teror oleh mereka bahkan menghilangnya 2 temannya bisa jadi ada hubungannya dengan kejadian ini.
Jin tidak bisa mencari bukti tersebut karena kemampuannya yang tak sehebat Ryo, oleh sebab itu Jin meminta Ryo untuk bekerjasama lagi menyelesaikan projek tersebut agar teman-temannya kembali.
Ryo menggigit jarinya sembari berpikir, menghilangnya 2 teman clubnya memang sangat janggal mengingat bahwa polisi sama sekali tidak bisa menemukan mereka, Erika duduk di samping Ryo membelai kepalanya agar Ryo bisa berpikir dengan tenang.
Setelah pemikiran yang sangat panjang Ryo pun setuju untuk bekerjasama lagi dengan mereka.
Dan untuk proses pengerjaan akan di lakukan di rumah Ryo mulai besok, Ryo menyalin data milik Jin untuk mempelajari projek itu kembali.
Setelah itu Jin pun pamit untuk pulang sedangkan Erika ingin sedikit lebih lama bersama Ryo.
Ryo menyajikan coklat panas untuk Erika, Erika tersenyum karena Ryo masih ingat apa yang paling dia suka.
"Jadi kita sebenarnya masih berpacaran loh Ryo, apa itu tidak apa-apa? Bagimana dengan Yurika" ucap Yurika.
"Aku tahu, anggap saja saat ini aku sedang menebus kesalahanku dulu padamu. Setelah semua ini selesai, aku ingin kita berakhir." Ryo menjawab pertanyaan Erika dengan santai.
"Kamu menyukai Yurika?" Tanya Yurika lagi.
"Entahlah, aku bingung dengan perasaanku sendiri"
Erika mengarahkan kepala Ryo agar bisa melihat wajah Erika, Erika perlahan mendekatkan bibirnya pada Ryo namun Ryo menoleh ke arah lain untuk menghindari bibir Erika.
Erika sedikit kesal namun itu hal yang wajar karena sudah bertahun-tahun mereka tidak menghabiskan waktu bersama, meski begitu dalam hati Erika dia masih mencintai Ryo sama seperti saat di SMP.
Setelah itu, Erika pun pamit untuk pulang.
Ryo mengantar Erika sampai di depan pintu, sebelum Erika pergi dia mencium dua jarinya lalu menempelkan pada pipi Ryo.
Ryo sejenak tersipu malu dan hanya bisa terdiam melihat Erika perlahan menjauh dari dirinya.
Ryo langsung masuk ke kamarnya dan mempelajari projek tersebut.
__ADS_1
Dari yang dia baca, teman-temannya berhasil menyelesaikan hingga sampai ke proses akhir adalah hal yang bagus meski hasilnya selalu gagal.
Jika di perhatikan kembali Ryo pun tidak mungkin bisa menyelesaikan hasil akhirnya.
Tak lama terdengar ketukan pintu dari rumah Ryo lalu ia mengecek CCTV sebelum membuka pintu dan ternyata itu adalah Yusuke.
Ryo pun membukakan pintu dan mengajak Yusuke masuk.
Yusuke mengajak Ryo untuk bermain game bersama namun sebelum itu Ryo menutup komputernya.
Saat sedang bermain Yusuke menanyakan masalah Ryo sebenarnya hingga membuat Yurika sedih.
Ryo menjelaskan tentang perasaannya pada Yusuke, rasa bersalahnya pada teman-teman di saat SMP terus menghantui dirinya.
Yusuke masih belum paham dengan maksud Ryo dan hanya bisa berpesan pada Ryo untuk tidak melibatkan Yurika sampai membuatnya sedih seperti yang terjadi hari ini.
"Jika ada yang perlu ku bantu, katakan saja" ucap Yusuke.
Ryo menghela nafas dan mengatakan kalau dia menaruh curiga pada projek club miliknya.
Ryo pun membuka komouternya dan menunjukkan semuanya pada Yusuke, tidak hanya itu Ryo juga menceritakan semua yang terjadi pada teman-temannya.
"Kalau di pikir, ini sangat kacau. Dan aku tidak menyangka kalau Jin bisa membuat hatiku menjadi campur aduk seperti ini" ucap Ryo.
"Pantas saja, aku melihat dirimu sangat berbeda. Ryo maafkan aku, tapi aku pun juga curiga dengan Erika, bisa saja dia terlibat" jawab Yusuke.
Ryo menolak pernyataan Yusuke namun Ryo juga tidak bisa menaruh kepercayaan pada Erika, saat ini orang yang dia percaya hanya Yusuke.
Karena Ryo sudah sepakat dengan Jin akan mengerjakan projek ini esok hari, Ryo membuat rencana agar projek ini tidak cepat selesai.
Ryo mengatakan kalau dia akan membolos untuk besok hari karena dia harus menemui seseorang, Yusuke pun mengatakan kalau dia juga akan ikut membolos bersama Ryo.
Esok hari, Tsukasa terlihat berdiri di depan gerbang nampaknya dia sedang menunggu Yurika.
Ketika mobil Yurika datang, Yurika keluar dengan wajahnya yang semakin pucat, Tsukasa membantu mendorong kursi roda Yurika.
Tsukasa perlahan menjelaskan pada Yurika untuk percaya pada Ryo.
Tsukasa tidak seperti biasanya yang lebih suka menggunakan otot dari pada logika, Tsukasa kembali menjalaskan bahwa Ryo bukan orang selemah yang Yurika kira.
Dia mencoba mengingatkan Yurika dengan semua yang sudah mereka lalui bersama dan sebagai teman mereka harus percaya pada Ryo.
Ada alasan kenapa Tsukasa menjadi lebih percaya pada Ryo tanpa perlu di tenangkan oleh Yusuke seperti sebelumnya, namun dia tidak dapat menceritakannya pada Yurika karena dia tidak mau melibatkan Yurika dalam masalah yang besar.
__ADS_1
Yang sebenarnya terjadi adalah semalam saat Tsukasa hendak menutup kedai keluarganya, Erika tiba-tiba datang.
Erika bisa tahu tempat kedai Tsukasa berada karena ternyata Erika pernah datang ke kedai Tsukasa.
Erika mengajak Tsukasa untuk berbincang sebentar, Tsukasa pun mempersilahkan Erika masuk ke dalam.
Tsukasa memberikan segelas teh hangat untuknya, mereka pun mulai duduk bersama.
Erika memulai perbincangan dengan menanyakan soal Ryo yang sekarang mereka tahu.
Dengan penuh kejujuran, Tsukasa menceritakan segala hal yang ia tahu tentang Ryo dari hal buruk sampai hal baik dari Ryo pada Erika.
Erika tersenyum setidaknya mengetahui kalau Ryo tidak terpuruk akan masa lalu dan memilih tidak memiliki teman.
Namun ternyata Ryo memiliki teman yang selalu mendukung dirinya dan mengerti keadaannya.
Erika teringat tentang Yurika dan menanyakan pada Tsukasa apakah Ryo mencintai Yurika.
Namun Tsukasa membalik pertanyaan tersebut agar Erika dapat menilai sendiri.
Erika hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, Tsukasa pun memberikan tissu pada Erika.
"Kurasa perasaannya padaku sudah mati sejak lama, hanya tersisa rasa kasihan dan penyesalan dalam dirinya. Kenapa aku bodoh memanfaatkan perasaannya yang sekarang" ucap Erika dengan air mata yang menetes begitu deras.
"Kumohon jaga Yurika agar Ryo tidak merasa sedih, karena bisa saja hal buruk terjadi padanya" lanjut Erika.
Erika pun berjalan meninggalkan kedai dan saat itu juga Tsukasa merasa seperti ada yang janggal dari ucapan Erika.
Karena itulah Tsukasa harus menjaga Yurika sebisa mungkin, hanya inilah yang bisa ia lakukan untuk membantu Ryo.
Jin sedang duduk di bangku taman sekolahnya bersama Erika.
"Apa kamu berhasil mendapatkan hati Ryo, Erika? Aku ingin mengingatkan saja kalau KAMU TIDAK BISA KALAH DENGAN GADIS CACAT KARENA KAMU LEBIH SEMPURNA" Ucap Jin.
"Aku tidak akan kalah kok" jawab Erika.
--------------------BERSAMBUNG--------------
Haloo para Reader's sekalian!!
Sekarang kalian bisa berdonasi untuk Author di link Trakteer di bawah ini ya!
https://trakteer.id/pican-goreng-rtxcn
__ADS_1
Hanya dengan Rp. 5000 kalian sangat membantu Author untuk bisa berkembang dan berkarya!
Terima Kasih Banyak !!