SYNCHRONICITY

SYNCHRONICITY
Bagian 7


__ADS_3

"Ibu, aku pergi dulu"


Yusuke berjalan menuju supermarket untuk membeli cemilan karena malam ini dia berencana bergadang bermain game.


Saat ia berjalan sendirian tiba-tiba ada mobil yang berhenti, beberapa orang tak ia kenal keluar dari mobil itu dan langsung membawa masuk Yusuke.


Yusuke berusaha untuk melepaskan diri tapi tenaga mereka sangat kuat.


Yusuke di bawa kesebuah gedung perusahaan milik keluarga Yamada.


Yusuke di seret masuk ke dalam gedung itu dan bertemu dengan anak orang kaya itu dan juga ketua mantan geng Tsukasa, Dai Yamada.


"Hoh~ aku seperti pernah melihatmu tapi dimana ya?" Ucap anak itu.


Tak lama ayahnya sekaligus pemilik perusahaan itu datang, Atsushi Yamada.


Dia duduk di kursinya dan menyuruh para bodyguar melepaskan Yusuke.


"Maaf sudah mengundangmu dengan cara kasar, No Name" ucap Pak Atsushi.


"Bagaimana anda tahu code nama saya?"


"Bukannya anda pernah iseng menjebol informasi pribadi kami?"


Yusuke terdiam.


".... Aku cuma meminta bantuan untuk memperkuat keamanan diperusahaanku dan data kami. Aku sudah meminta tolong pada Tuan Infinity tapi dia tidak pernah menanggapinya, padahal bayarannya lumayan besar"


"Hah, aku juga tidak mau. Aku ingin kembali sekarang juga, aku harus segera bermain game" jawab Yusuke dengan santai.


Tapi ternyata salah seorang bodyguard menodongkan pistol ke arah kepala Yusuke.


Yusuke terdiam dan melirik kearah bodyguard itu.


"Tapi aku harus memaksamu melakukannya, karena ini mendesak. Kalau tidak kamu akan mati disini dan mayatmu saya jamin tidak akan pernah di ketemukan"


Yusuke membuang nafas dan menyetujui permintaan tersebut.


Disebuah ruangan bersama dengan para bodyguard yang mengawasi, Yusuke mencoba membuat sistem keamanan meski dia tak begitu paham.


Karena sebenarnya dia hanya bisa menjebol tapi tidak bisa membenarkan sistem itu dengan baik.


Tapi setidaknya dia bisa sedikit membuat keamanan yang baru meski tidak kuat, ia mengerjakan sistem itu sampai pagi harinya.


Berulang kali orang tuanya meneleponnya tapi dia berdalih kalau ada keadaan mendesak yang membuatnya harus menginap di rumah temannya.


Karena otaknya yang lelah berfikir ia memutuskan untuk membolos di atap sekolah, menghabiskan waktu untuk tidur.


Lalu saat ia terbangun sudah ada Ryo yang duduk di dekatnya sambil membaca buku.


"Sudah bangun? Kamu terlihat lebih lelah daripada biasanya" ucap Ryo.


"Yah, ada sesuatu yang terjadi semalam"


Tak lama Yurika datang menghampiri mereka membawa banyak makanan dan meletakkan di dekat mereka.

__ADS_1


"Hey, jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku hanya terlalu banyak membawa makanan hari ini jadi-"


"Iya" ucap Ryo dan Yusuke bersamaan.


Mereka pun langsung memakan makanan yang dibawa Yurika.


Ryo pun mengatakan kalau sepulang sekolah dia berencana untuk datang ke kedai Tsukasa karena dia ingin memastikan sesuatu.


Yusuke dan Yurika memutuskan untuk mengikuti Ryo.


Di tengah perbincangan handphone milik Ryo terus berbunyi.


Ryo membuka pesan email itu diam-diam, ternyata orang yang sama yang selalu memaksa Ryo untuk membantunya.


Waktu pun berlalu, mereka bertiga berjalan menuju kedai Tsukasa tapi ternyata kedainya tutup.


Lalu orang tinggal di sekitar kedai itu mengatakan kalau Tsukasa dan keluarganya sedang pergi ke rumah sakit.


"Jadi bagaimana, kita tidak tahu dimana rumah sakitnya" ucap Yusuke.


"Aku tahu.... Ikut saja" jawab Ryo dengan santai.


Dengan menaiki mobil milik Yurika mereka menuju rumah sakit yang di katakan oleh Ryo.


Katanya rumah sakit tersebut adalah rumah sakit dimana kepemilikan sahamnya di pegang oleh keluarga Yamada.


Mereka pun masuk kerumah sakit dan mencari kamar ibu Tsukasa.


Namun ternyata mereka bertemu dengan Tsukasa.


"Aku tidak apa-apa, jika aku tidak sekolah itu lebih bagus karena aku bisa membantu keluargaku. Lebih baik kalian kembali saja, terima kasih sudah khawatir" ucap Tsukasa.


Yurika kesal dan menarik kerah baju Tsukasa.


"Kau itu bodoh ya? Apa kamu bisa terima begitu saja? Sadarlah! Kamu itu sedang di fitnah!"


"Iya.... Tidak apa-apa" jawab Tsukasa.


Ryo memperhatikan Tsukasa dengan cermat, lalu membuang nafas.


Ryo berdiri dan berjalan pergi, Yusuke mengejar Ryo dan menahan pundaknya.


"Hanya begitu saja? Tsukasa itu teman kita mana mungkin kita biarkan begitu saja kan?" Ucap Yusuke dengan nada kesal.


Ryo melirik kearah Tsukasa.


"Iya...." Ryo melanjutkan langkahnya meninggalkan Yusuke dan Yurika.


Saat hendak menuju pintu keluar, Ryo bertemu dengan ayah Tsukasa.


Ia pun diajak berbincang dengan ayah Tsukasa, ayahnya menceritakan semua yang terjadi hingga membuat ayah Tsukasa menangis.


"Terima kasih sudah menjadi teman untuk anakku" ucapnya sambil terus menangis.


Ia melihat jam tangannya dan meminta izin untuk kembali kerumah.

__ADS_1


Ia berjalan sedikit lebih jauh dari rumah sakit dan dia sudah di jemput oleh mobil milik Yurika.


Ia masuk ke dalam mobil itu, Yusuke langsung merangkul sahabatnya itu.


"Woy woy, kenapa kamu bisa memprediksi semuanya?" Ucap Yusuke.


"Kamu lupa siapa yang menduduki ringking 1 selama ini?" Jawab Yurika.


Ryo hanya terdiam dengan ekspresi dinginnya.


Sebelum mereka berangkat menuju kedai Tsukasa, Ryo sudah merencanakan hal ini.


Ia menduga kalau Tsukasa tidak akan menjawab pertanyaan mereka dengan jujur, dan Ryo juga bisa membaca ciri-ciri orang yang berbohong.


Ada kemungkinan dimana ayahnya juga akan mendengarkan pembicaraan mereka nanti, karena itu sudah jadi kebiasaan ayah Tsukasa.


Dimana setiap teman Tsukasa datang pasti dia akan menghampiri mereka, terlihat saat pertama kali Ryo dan Yusuke datang ke kedai mereka.


Di tengah perbincangan mereka bertinga, ayahnya menyela untuk memberi makanan tambahan.


Yang intinya, ayah Tsukasa adalah orang baik dan ramah yang pasti akan menjamu teman-teman anaknya.


Dan jika benar ayah Tsukasa mendengar pembicaraan mereka, pasti ayahnya akan menceritakan masalahnya agar anaknya tidak ikut terbebani.


Itulah yang direncakan oleh Ryo dan dugaannya memang tepat sasaran.


Karena hari sudah malam, Yurika mengantar mereka kerumah mereka.


Saat mengantar kerumah Ryo, Yurika menawarkan diri untuk membantu mereka.


Tapi Ryo mengatakan kalau dia belum mendapat ide, tapi kalau ada yang bisa dibantu oleh Yurika pasti Ryo akan mengatakannya.


"Tidurlah dengan nyenyak saja" ucap Ryo dengan nada pelan.


"Eh apa?"


"Bukan apa-apa"


Ryo turun dari mobil dan langsung masuk ke rumahnya.


Wajah Yurika tampak memerah.


"Aku yakin dia mengatakan sesuatu, iyakan pak supir?!"


"Saya tidak yakin" ucap supirnya sambil menahan tawa.


Ryo mengunci pintu rumahnya dan masuk kekamarnya.


Ia langsung membuka komputernya dan mencoba membobol data dari sekolah.


Ternyata sistem keamanan data di sekolahnya tidak begitu kuat jadinya ia sangat mudah menjebolnya.


Dengan kemampuan hackernya ia langsung mencari segala informasi yang dapat membantu agar Tsukasa bisa kembali bersekolah.


-------------------Bersambung------------------

__ADS_1


__ADS_2