
Ryo mematikan komputernya, jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
Ia pun segera bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Aktivitas disekolah berjalan dengan lancar, Ryo berjalan menuju atap sekolah untuk bolos pelajaran.
Di dalam tasnya ia membawa laptop miliknya, ia mencoba menjebol data CCTV di sekolahnya.
Dengan berbagai macam kode rumit ia pun berhasil mendapatkan data CCTV sekolah.
Berjam-jam ia terus mengamati layar laptopnya itu.
Dan akhirnya ia mendapatkan sesuatu yang menarik.
Ia mencoba mengambil data video itu dan lalu mengembalikan data sekolah seperti sediakala.
Jam istirahat berbunyi, Ryo meregangkan tubuhnya yang pegal karena berjam-jam tidak bergerak.
Saat itu juga Yusuke datang bersama Yurika dan Aoi.
"Wajahmu tampak lesu sekali? Apa kamu tidak istirahat?" Ucap Yusuke.
"Jangan sok menasehatiku kalau kamu sendiri juga begitu" jawab Ryo sambil melirik ke arah Aoi.
"Kenapa dia disini?" Tanya Ryo.
"Aoi tidak mau jadi sasaran pertanyaan teman-teman di kelas, secara Aoi banyak mengetahui informasi di sekolah" jawab Yurika sambil memeluk sahabatnya itu.
Ryo baru ingat, Ryo yang tidak mau identitasnya di ketahui oleh Yusuke dan Yurika pun membuat rencana.
Ia berpura-pura kalau dia sangat lapar karena Ryo malas dia meminta untuk melakukan batu, gunting, kertas.
Jika dua orang memiliki pilihan yang sama maka mereka yang harus pergi ke kantin.
Mereka pun setuju, Ryo mempersiapkan gerak-gerik yang akan membuat Yusuke dan Yurika memilih pilihan yang sama.
Dan benar saja, Yusuke dan Yurika sama-sama memakai batu yang artinya mereka yang akan pergi membeli makanan di kantin.
Setelah mereka pergi tersisa Ryo dan Aoi.
Dengan sedikit keberanian Ryo menunjukan potongan video yang di zoom, dalam video itu terlihat sedang bersembunyi memperhatikan sesuatu.
"Ah aku kenal dia, namanya Jiro Hajime anak Kelas 3F. Kalau tidak salah dia teman kelas Tsukasa. Ku dengar setelah Tsukasa di keluarkan dari sekolah, Jiro juga tidak pernah masuk sekolah"
Ryo memainkan rambutnya sembari berfikir.
"Tapi Ryo, kenapa kamu bisa mendapat foto itu. Itu seperti di ambil dari kamera CCTV atau jangan-jangan..."
"Iya, aku menyadap CCTV sekolah. Aku harap kamu merahasiakannya, aku percaya padamu kalau kamu tidak akan membocorkannya, khusus untuk Yurika untuk kali ini kamu harus jaga rahasia jangan sampai kamu mengatakannya pada Yurika".
Aoi terdiam dan mengangguk.
Ryo sadar kalau hal ini pasti akan membuat Aoi takut, tapi dia juga sudah memprediksi reaksi Aoi.
__ADS_1
Dia mengamati kebiasaan Aoi, itulah kenapa Ryo percaya kalau Aoi benar-benar tidak akan membocorkannya.
Aoi adalah orang yang terlalu naif, dia memang tidak mudah membocorkan informasu kepada orang yang tidak dekat dengannya.
Tapi dia terlalu mudah untuk di sugesti, saat Yurika tidak masuk sekolah mungkin dia sudah di sugesti oleh Yurika untuk tidak khawatir, dia pun menurutinya dan bersikap biasa saja.
Tapi kali ini Ryo memberikan sugesti yang bisa dibilang seperti ancaman lembut.
Lalu Yurika dan Yusuke kembali dari kantin, mereka membawa makanan yang amat banyak.
Saat mereka sedang makan, Ryo mencoba mengingat-ingat semua data sekolah.
Ingatan Ryo sangat tajam dalam diamnya dia menyusun setiap ingatan yang ia tangkap.
Lalu melirik ke arah Yusuke.
Ryo membuka handphone miliknya dan mengirim pesan ke Yusuke secara diam-diam.
Mengetahui kalau dia mendapat pesan, Yusuke langsung membuka handphonenya.
"Pulang sekolah nanti temui aku di atap sekolah, ada yang ingin ku pastikan mengenai Jiro - Ryo"
Yusuke melihat ke arah Ryo dengan tatapan curiga, pasalnya darimana dia tahu soal Jiro padahal dia tidak pernah masuk ke sekolah sejak tahun pertama.
Waktu pun berlalu, Ryo sudah menunggu Yusuke di atap sambil membaca buku.
Yusuke berjalan mendekati Ryo.
"Kenapa kamu bisa tahu soal Jiro? Apa yang kamu sembunyikan?"
"Bukan itu, darimana kamu bisa tahu kalau aku mengenal Jiro?"
"Ini hanya dugaan saja, seperti saat kita kerumah sakit. Bukankah aku juga asal menduga?"
Yusuke terdiam, dia pun percaya pada ucapan Yusuke.
Yusuke mulai menjelaskan pada Ryo tentang Jiro.
Jiro adalah teman sekelas Yusuke di tahun kedua, mereka tidak cukup dekat tapi Jiro adalah tipe orang yang mudah takut.
Dia juga sasaran empuk untuk di ganggu, bahkan dia juga pernah diganggu oleh Tsukasa.
Yang bisa Yusuke katakan tentang Jiro adalah dia adalah orang yang mudah dirayu terutama soal uang.
Ryo mulai berfikir.
Masalah Tsukasa ini bisa membuat identitasnya sebagai Infinity terbongkar, tapi hatinya terus terdorong keinginan untuk membantu Tsukasa.
Oleh karena itu, dia harus siap kalau pun mereka akan tahu identitasnya.
Malam itu, Ryo membuka komputernya.
Dalam layarnya sudah terlihat semua sosial media milik Jiro, bahkan dia juga sudah menyiapkan sistem untuk menyadap komputer dan handphone Jiro.
__ADS_1
Dia masih ragu melakukannya pasalnya ini baru pertama kali untuknya melakukan ancaman.
Dia meyakinkan hatinya dan mulai melakukan aksinya.
Cukup satu hari penuh dia pasti bisa memancing Jiro mengungkap kebenaran.
Di kediaman Jiro tampaknya rencana Ryo berhasil, karena saat ini Jiro sangat ketakutan karena semua rahasia yang ia simpan terbongkar.
"S-s-siapa sebenarnya Infinity?! Kenapa d-dia bisa- Aaaa! Bagaimana ini".
Pagi hari sudah tiba, Ryo memutuskan untuk tidak masuk sekolah untuk saat ini.
Dia menyiapkan data yang ia butuhkan, tapi tiba-tiba dia mendengar ketukan pintu.
Dia mengecek dari CCTV rumahnya, ternyata Tsukasa datang kerumahnya.
Ryo membuka pintu rumahnya dan Tsukasa langsung memegang pundak Ryo.
"RYO APA YANG AYAH KATAKAN SOAL MASALAHKU?! KALIAN MENGOBROL DI TAMAN RUMAH SAKIT KAN?!"
"A-ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
"Ayahku.... Keadaannya kritis di rumah sakit dia dihajar oleh bodyguard tuan Yamada"
Mendengar cerita Tsukasa, Ryo langsung menarik Tsukasa masuk ke dalam rumahnya.
Lalu dia mengecek seluruh badan Tsukasa dan menemukan alat kecil yang di gunakan untuk melacak lokasi.
"Brengsek!" Ucap Ryo sambil mengambil alat itu dan menghancurkannya.
Tsukasa yang tidak mengerti pun bertanya tentang apa yang terjadi pada Ryo.
Ryo duduk di sofanya sambil menggerakan kakinya, saat ini dia sangat panik dan khawatir.
Tapi jika sudah begini, Ryo pun harus menjelaskan semuanya pada Tsukasa.
"Sebenarnya aku adalah hacker dengan code name Infinity, aku juga menyadap informasi keuangan di kedaimu, bahkan aku tahu alamat kedaimu dan rumah sakit dimana ibumu dirawat. Aku menyadap semuanya, dan saat ini Keluarga Yamada mengincarku"
"Kenapa kamu melakukan itu, Ryo!! Kau itu bodoh? Hacker? Aku tidak paham, bahkan keluarga Yamada sampai mengincarmu? Ada apa?" Tsukasa jadi ikut panik.
"Tolong jangan ikut panik Tsukasa. Intinya mereka memasang pelacak di tubuhmu karena mereka sudah menduga kau akan datang kerumahku! Ini buruk, ku pikir aku bisa menyelesaikannya sendiri"
Tsukasa menghela nafas dan memukul pelan punggung Ryo dambil tersenyum.
"Ada kami, Ryo" ucap Tsukasa.
Ryo mengacak-acak rambutnya mencoba memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil.
Karena sekarang pun dia sama sekali tidak dapat bergerak sendirian.
Akhirnya ia mengirim pesan kepada Yusuke memintanya untuk membolos hari ini, Ryo mengirim alamat rumahnya pada Yusuke.
Dia butuh dua otak yang cerdas saat ini.
__ADS_1
--------------------Bersambung-----------------