System Kekayaan!

System Kekayaan!
Di Kepung....? Bantai Lah!


__ADS_3

Hanza keluar dari pelelangan diantar sama Yin Yue sampai ke gedung parkir, tempat mobil Hanza. Yue adalah pemilik dari Pelelangan Tian Long. Meskipun tampang dari Yue itu layaknya Gadis yang berumur 20 Tahunan, kenyataan nya adalah. Umur Yue sebenarnya 45 Tahun! banyak kan? yang jelas, tampang awet muda Yue dikarenakan Pill.


Cina, sebuah Negara yang sangat kaya akan sumber daya Herbal, sudah terbukti dari banyaknya Pill yang sangat Hebat di buat oleh Orang Cina. Mayoritas orang Cina adalah mendalami Ilmu Kedokteran dan pemnuat Pill, jadi jangan terkejut ketika datang ke Cina akan disuguhi Pemandangan Kebun Herbal yang melimpah.


Yue Sendiri adalah Keturunan dari Keluarga Kuno ia sampai bisa membuat Barang Negara menjadi Barang pelelangan tempat miliknya. Bukankah itu sangat hebat? yaaa meskipun begitu, Yue tetap menjaga moral sebagai sesama jenis. Hanza berpendapat kalau Yue itu adalah Orang yang baik, lembut, Kerja Keras Dll dikarekan, saat Hanza pertama kali bertemu Yue Hanza mendapat Firasat kalau Yue nanti akan menjadi orang Hebat.


"Terimakasih sudah megantarku kesini." Ucap Hanza ke Yue yang ada di sampingnya.


"Yaaa... itu bukan masalah besar, karena Tuan Hanza adalah Tamu yang membeli barang-barang istimewa dari Lelang Tian Long." Balas Yue dengan sikap sopanya.


"Jangan panggil aku Tuan, panggil saja Hanza." Ucap Hanza sambil membuka kunci mobil.


"Kalau begitu Hanza juga bisa panggil saya Yue/Yu'er." Balas Yue.


"Bukan masalah." Ucap Hanza tersenyum.


"A-apa boleh a-aku panggil ka-kamu Gege?." Yue bertanya.


"Boleh saja." Balas Hanza memboleh kan Yue memanggilnya Gege/Kakak dalam bahasa Cina tradisional.


Umur tidak menentukan panggilan orang ketika orang itu tidak bisa di singgung seperti Hanza, Yue sebenarnya ingin berteman dengan Hanza biar dimasa depan Yue akan menjadi lebih aman atau meningkatkan moralitas dikalangan Orang kaya. Sebab Marga Pratama itu sangat-sangat Sakral, bahkan kalau ada orang yang mengucapkan Marga Pratama, orang itu besok nya pasti bakalan Hilang dari muka Bumi.


Sebenarnya Berlebihan sih, tapi Marga Pratama itu sangat Tabu saat di bicarakan.


"Kapan-kapan Gege bisa mampir ke rumah Yue." Yue menyerahkan Alamat Rumahnya ke Hanza.


"Owhhhh... baiklah, kalau aku ada waktu nanti, saya akan mempir kerumah mu." Ucap Hanza merima kartu nama dan disana juga ada alamat Rumah Yue.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Hanza memasuki mobil dan berpamitan dengan Yue.


"Ya Hati2 Gege!." Yue agak teriak biar Hanza kedengeran.


Setelah Mobil Hanza keluar dari perkarangan Gedung Pelelangan, Yue juga sudah masuk lagi ke Gedung dengan telepon menempel di Kupingnya.


"Halo Ayah." Yue menelepon Ayahnya.


"Ya ada apa Anak Manisku~." Ayah Yue membalas dengan nada menggoda.


"Ishhhh Ayah jangan menggodaku, aku ada hal yang harus dibicarakan saat ini dan itu Sangat penting." Ucap Yue dengan serius.


"Kata kanlah, kalau itu memangan sangat penting." Ayah Yue membalas dengan nada serius.


"Pratama." Ucap Yue dan membuat Ayah Yue terkejut.


"Pratama!? Yue apa maksudmu!." Ayah Yue langsung menggunakan Nada tinggi.


"Ayah, tadi aku bertemu sama Anak yang marganya Pratama." Yue mulai menjelaskan.

__ADS_1


"Apa! benarkah itu?." Ayah Yue bertanya.


"Benar Ayah dan aku untungnya langsung berinisiatif untuk membuat Pertemanan dengan nya, hasilnya sangat memuaskan!." Balas Yue dengan Semangat.


"Benarkah?! Bagus Anakku!." Ucap Ayah Yue di telepon dengan nada yang senang juga.


"Kamu jangan sampai membuatnya tidak nyaman Yue, atau mereka akan meratakan Keluaga kita." Ayah Yue memberi tahu ke Yue untuk tidak membuat Marga Pratama kecewa/membuatnya Marah.


"Tenang saja Ayah, aku akan selalu membuatnya nyaman." Ucap Yue dengan muka memerahnya.


"Bagus, berjuanglah sampai kamu di anggap penting bagi Marga Pratama." Ayah Yue menyuruh Yue untuk mencoba sebaik mungkin untuk dekat dengan Hanza.


"Itu sudah pasti." Balas Yue dengan Gembira.


Dijalan.


"Huhhh... enaknya ngapain ya?." Hanza bingung saat ini.


[Dingg! Misi ikuti Lelang. Selesai.


Hadiah: Saham J. Techknology 100%.]


[Dingg! Misi tersembunyi habiskan Uang minimal 500T. Seleasai.


Hadiah: 999T, Kapal Pesiar Regent Seven Seas Explorer.]


"Ya beginilah nasibnya Orang Shultan yang mempunyai Sistem seperti Hikari ini." Ucap Hanza sambil menyesap Udara.


"Hehehe... jangan sampai mengecewakanku." Kata Hanza setelah itu Hanza memacu mobilnya ke jalan perbukitan.


Dan benar saja, mobil yang berjumblah lebih dari 5 itu mengikuti Hanza dari belakang di karenakan Hanza ingin pemanasan dengan para kroco itu. Jadinya Hanza membawa mereka ke tempat sepi, biarlebih leluasa begitu. Sesampainya di Jalan yang sepi Hanza menghentikan Mobil nya dan mobil yang berjumblah 7 itu membagi kelompok yang empat di depan dan yang 3 di belakang.


Hanza hanya diam di dalam Mobil, setelah itu banyak orang yang keluar dari ke 7 Mobil itu, setiap mobil berisi 4 orang jadi kalau dikalikan menjadi 28 Orang hanya satu orang yang berbeda dari ke 27 orang dengan prawakan badan besar itu.


Hanza akhirnya juga turun dari mobil serta menatap orang dengan pakainya yang rapi dan membawa sebuah Pistol.


"Halo Tuan selamat Sore." Sapa orang yang membawa Pistol dengan nada sopan.


"Ya sore juga." Balas Hanza tersenyum dan membuat orang yang membawa Pistol terkejut.


"Ada yang bisa saya Bantu? kenapa kalian mengikutiku sampai kesini?." Lanjut Hanza yang langsung bertanya.


"Owhhhh.... sebenarnya kami Hanya ingin benda yang ada di tangan Tuan." Balas Orang itu sambil memainkan Pistol yang Ada di tanganya.


"Barang? barang apa?." Hanza bertanya lagi.


"Hmmmmm... Yang pastinya itu adalah Barang yang kamu dapat dari Lelang tadi." Balas orang itu.

__ADS_1


"Cepat, Serang dia!." Perintah Orang yang Membawa Pistol ke pada anak Buahnya.


"Huffff..... Sudah lama aku tidak memanaskan diri." Guman Hanza dan menyiapkan pukulan karena orang suruhan itu sudah dekat Hanza.


Buk*


Hanza langsung memukul Muka orang 1 dengan keras ahasil, dari pukulan Hanza membuat orang 1 itu terlempar kebelakang dengan cepatnya serta mengenai beberapa Orang. Hanza tak tinggal Diam, ia mengelak kesamping ketika Orang yang dari belakang memukul Hanza.


"Kalau ingin memukul dengan kekuatan seperti itu, sebaiknya kalian menyusu kembali ke Ibu Kalian." Ucap Hanza dan menendang kebelakang.


Bukkk*


Orang yang dibelakang terkena Tendangan Hanza dan langsung melesat jauh kesana Ekpersi Hanza sangat tenang, seolah-olah ia hanya sedang bermain boneka-bonekaan dan para Kroco itu adalah Mianan Boneka Hanza.


Bukk*


Krakk*


Hanza memukul Kepala salah satu orang yang mau menyerangnya, ahasil terdengar suara renyah dari kepala orang itu. Si Idiot yang membawa pistol sangat terkejut dengan aksi Hanza.


"heyyyy! kenapa kalian ini! cepat serang dia!." Idiot ini sangat marah dan langsung menyuruh Anak buahnya untuk menyerang Hanza bersamaan.


"Huhhhhh... baiklah, mari kita coba jurus ku -Pukulan Roso-." Hanza memakai Energi dalam nya ke sekitar tangan dan Hanza melepaskan energi itu ke salah satu orang yang mengepungnya.


Blaaarrrr?*


Suara yang sangat keras ketika Hanza memukul Angin dan hal yang tak terduka terjadi, arah yang Hanza pukul tadi membuat Angin langsung terkoyak dan menabrak sepuluh Orang didepan dengan Ganasnya.


"Sial! ternyata ia pembudidaya!." Teriak si Idiot ini sambil mengancungkan Pistolnya ke Arah Hanza.


"Angkat tangan mu!." Teriak Idiot ini.


"Hmmm.." Hanza menoleh ke roang Idiot.


"Kanapa?." Hanza bertanya, meskipun ia tau saat ini ia di todong senjata api, tapi Hanza sangat tenang setenang Cinta ku kepadamu~^o^


"Malah nanya kau! cepat berhenti, atau aku tembak kepalamu!." Ancam Idiot ini.


"Tembak? kepalaku? Pufffttt Hahahaha... yang benar saja!." Ucap Hanza tertawa.


"Brengsek! rasakan ini!." Idiot ini mulai emosi dan menembak ke arah Hanza dengan tembakan yang semberadul.


Ahasil yang terkena tembakan bukan Hanza melainkan bawahan Idiot itu, ni orang bisa nembak gk si? Batin Hanza kebingung ngan dan melihat kesekelilinganya, sudah sangat banyak Mayat tergeletak di jalan dengan darah keluar dari setiap pulur yang bersarang di tubuh mereka.


"Apa kau gila? lihat lah bawahan mu!." Ucap Hanza emosi sambil melihat ke arah Idiot itu.


"Bukan masalah mu! biar saja mereka mati, Toh juga bukan urusanku." Ucap Idiot ini dengan tampang tak bersalahnya.

__ADS_1


Author: Hehehe... Upnya agak malam, soalnya jadwal harianku sangat padat di kerenakan Sekolah sudah dapat beraktifitas kembali. Begitudeh^_^


Owhhhh....serta kalau Upnya 2 kali itu tergantung waktu luang saya bagaimana ya, terimakasih.


__ADS_2