System Kekayaan!

System Kekayaan!
Pertikaian


__ADS_3

Setelah selesainya urusan dengan Keluarga Chuncunmaru, Joko kembali ke belakang/kembali ke sisi Hanza berdiri, Orang-orang yang berada disana tidak melepaskan pandangan mereka ke arah Joko, dan bertanya-tanya siapa pemuda yang saat ini sesang berdiri berdampingan dengan Joko.


Orang-orang disana sudah tau kalau kelurga Pratama bisanya hanya akan mengirim satu orang untuk menghadiri Turnamen Seni Beladiri Tingkat Dunia ini. Dan saat menyaksikan ada Pemuda disamping Joko membuat orang-orang kebingungan.


Tak mau ambil pusing mereka melanjutkan Turnamen yang tadi sempat tertunda, sudah banyak orang yang mau berpertasi, tapi tertunda dengan keributan Keluarga Chuncunmaru.


Sudah 3 Jam berlalu, dan itupun Hanya ada 100 orang yang maju ke Arena, mereka para Monster Tua masih belum menunjukkan aksinya ketika melihat Keluarga Pratama juga datang ke Turnamen ini. Sebab mereka takut kalau maju nanti malah membuat Keluarga Pratama tersinggung, kok bisa?.


Yaaaa karena saat para Monster Tua bertarung maka akan menimbulkan dambak besar di sektikar Arena, dan mereka tidak mau mengganggu ketenangan Keluarga Pratama hanya karena mereka sedang bertarung.(Lebay aba bahhh)


Sebenarnya Joko malah ingin melihat orang kuat saling bertarung, tapi setiap ia mengikuti Turnamen malah tidak ada yang mau bertarung. Sebab inilah Keluarga Pratama tidak pernah menunjukkan diri di Turnamen Seni Beladiri.


"Hahhhhh..... apa boleh buat." Batin Joko tersenyum masam.


"Ehem Ehem...." Joko berdehem, meskipun dehemanya terdengar sangat kecil tapi entah kenapa semua orang mendengarnya


"Kayak nya ada sesuatu yang harus kulakukan, jadi sampai jumpa!." Ucap Joko yang langsung terbang menjauh dari Arena.


"Hahhhhh...."


"Hahhhhh....."


"Hahhhh...."


Banyak orang yang langsung menghela nafas lega ketika Joko pergi, sementara Hanza dan kedua wanitnya hanya bisa terdiam layaknya sebuah patung Candi. Mereka para Monstet tua langsung saja tersenyum dan mulai maju satu-persatu ke tengah Arena.


Begitulah Nasib Keluarga Pratama saat mengikuti Turnamen ini, untung Hanza dan kedua Wanitanya tidak dikenali disini. Kalau iya mereka para Monster Tua tidak akan bergerak lagi dari tempatnya.


Pertarungan dilanjutkan dengan riangnya, hanya saja diantara keruman ada seseorang yang salalu memandang Kedua Wanita Hanza. Yang pastinya pandangan orang itu sangat Mesum saat melihat Tubuh Ani dan Nisa.

__ADS_1


Sebenarnya Hanza tau, tapi ia diam ketika melihat kekuatan orang itu hanya sebatas debu dimata Hanza. Tiup sedikit dah ilang tu orang. Dan juga tidak akan repot nanti nya saat berurusan dengan Pria Hidung Belang itu.


Tak lama kemudian ada seseorang Kakek yang maju dengan gagahnya ke tengah-tengah Arena, semua orang berbisik kalau Kakek itu dari Kelurga Friv. Keluarga yang berada di Negara Bagian Timur, dan mereka dikenal sebagai Keluarga pencari masalah.


"Aku dari Keluarga Friv ingin menantang Pemuda yang ada disana." Ucap Kakek ini sambil menunjuk ke Hanza.


"Hahhh?." Hanza bingung karena ia yang ditunujuk, bukankah orang tua itu memiliki senyum tipu Muslihat?. Begitulah Batin Hanza.


Hanza melihat prawakan Kakek itu dan ahasil melihat kalau dia adalah Kakek yang bermasalah, semua orang yang ada diasana hanya diam lantaran tidak mau menyinggung Kakek itu.


"Apa kau menerima tantangan ku Anak Muda." Lanjut Kakek Sugiono ini:v


"Kenapa aku harus menerimanya?." Hanza bertanya.


"Ukhhhh..." Kakek Sugiono itu tersenyum kecut dan menunjuk ke arah Pria Hidung Belang.


"Anakku ingin kedua wanita yang ada di sampingmu itu, bolehkah aku mengambilnya!?." Ucap Kakek ini mengeluarkan Aura Hitam pekat yang sangat mengerikan.


"Hehhhhh.... dasar Bau Tanah." Ucap Hanza tersnyum mengejek.


"Apaaa! Anak Muda Bangs*t.!." Teriak Kakek itu sambil mengeluarkan Aura yang lebih tebal.


"Bla Bla Bla.... sudah Bac*t nya?." Tanya Hanza menambah Bensin di Api, biar amarah Kakek itu meledak.


"Baj*ngan!." Tariak Kakek ini dan melesat ke arah Hanza.


Hanza tetap tenang saat Kakek itu melesat kearah dirinya, hanya dalam sekejab Mata sebuah pukukan dengan Aura hitam di sekelilingnya melesat ke arah Kepala bagian kening Hanza. Semua orang sudah memprediksi kalau Hanza tidak akan selamat dari pukulan itu, tapi prediksi orang-orang melesat.


Tappp*

__ADS_1


Dengan entengnya Hanza menangkap Kepalan Tangan Kakek itu menggunkan satu Tangan, tercengang lah Kakek itu dan orang-orang disana. Mereka tau betul seberapa kuat dampak serangan Kakek itu saat mendarat di kapala, Pecah. Kepala akan pecah ketika Pukulan nya berhasil menyetuh Kepala.


Tapi mereka disini melihat kalau tinju Kakek itu di tahan dengan entengnya menggunakan tangan Kosong!, apa lagi yang menahan serangan nya adalah seorang pemuda. Umurnnya mungkin 20-25 Tahunan.


"Ciihhhh... kau ternyata Kuat Anak Muda!." Ucap Kakek itu mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Hnza, hasilnya malah suara Retakan tulang yang terdengar.


"Heyyyyy.... bukankah tidak sopan menyerang orang secara tiba-tiba!?." Ucap Hanza dengan suara berat dan tubuhnya mengeluarkan Aura ungu kehitaman.


"Lepasakan!." Teriak Kakek ini meronta-ronta, wajahnya juga menunjukkan perasan kesakitan yang luar biasa.


Bukannya tangan nya terlepas dari genggaman Hanza, malahan suara Tulang yang patah lebih terdengar lagi. Berteriaklah Kakek itu dengan kerasnya, hanya orang bodoh menggerakkan tangan saat sedang berada di situasi yang dintimpanya saat ini.


Masih belum selesai mereka terkejut dengan kejadian Pemuda yang menghentikan tinju Kakek itu, sekarang mereka dikejutkan lagi dengan Meledaknya Kepala Kakek itu.(banyak bat dah kata "Itu" :v.)


"Aku tidak salahkan membunuh Orang di luar Arena? dan juga aku tidak sedang melakukan Duel." Hanza tersenyum ke arah Orang-orang, mereka yang mendengar Hanza hanya bisa mengangguk setuju.


Hanya satu orang yang terlihat sedang marah, siapa lagi kalau bukan Pria Hidung belang. Berlanjutlah pertandingan antara Seniman Beladiri dari seluruh Dunia, hanya saja saat ini pertandingan agak lebih lebih condong ke perekurttan Bakat seseorang. Siapa saja yang menarik perhatian dari Monster tua, mereka akan di ajak untuk masuk ke fiksi orang itu.


Hanza juga ingin menunjukkan kekuatanya, tapi saat mau maju ia didahului oleh Kakek Tua dengan prawakan Menyeramkan, menurut Hanza orang itu telah berada di aliran Jahat. Sudah sangat jelas ketika Kakek Tua itu memancarkan Aura membunuh yang pekat serta Aura yang bercampur dengan Aura Kebencian yang tak kalah Pekatnya.


"Kau!." Pria itu menunjuk ke arah Hanza.


Hanza hanya bisa kebingungan sambil menunjuk ke wajah dirinya sendiri." Iya Kau!." Tambah Kakek itu dengan suara yang sangat berat.


"Kenapa?." Hanza bertanya.


"Kemarilah! aku ingin bertanding dengan mu!." Balas Kakek itu.


"Baiklah." Ucap Hanza maju ke Arena.

__ADS_1


Author: Maaf ya para Readres kemarin aku ketiduran dan bangun jam 1 Pagi, karena merasa masih nagntuk jadinya aku tidur lagi sampai jam 7 pagi tadi. Hehehehe...😛


__ADS_2