System Kekayaan!

System Kekayaan!
Terdiammmmm!


__ADS_3

Hanza mengangkat satu tanganya tinggi-tinggi, sebab Hanza masih mencengkram leher Jelang yang sudah membuat Ayahnya menderita, dan saat ini Jelang itu hanya bisa pasrah saat lehernya di cengkram Hanza. Pemikiran Jelang itu pasti di isi oleh penyesalan yang amat sangat mendalam, bukan nya ia berbahagia tapi malah mendapat karma. Inget Karma tak semanis Kurma, intinya Jelang itu sudah menyerah akan hidupnya.


"Maaf kan Ibu mu ini Nak." Guman Jelang itu dengan suara sendu yang penuh penyesalan.


"Hehhhh! permintaan maaf tak akan berguna di depanku." Balas Hanza dan mengedarkan Energy dalamnya keseluruh Tubuh Jelang itu.


"Arggghhhhhh!!." Sekali lagi Jelang itu berteriak kesakitan ketika tubuhnya di hancurkan secara perlahan.


Kedua Kaki melintir kebalakang, Kedua tangan ditekuk-tekuk, dan yang terakhir organ dalam Jelang itu meledak secara satu-persatu. Teriakan menyedihkan terdengaar ke segala penjuru Hutan daerah Gudang itu, hanya tawa kesenangan yang menemani teriakan kesakitan. Hanza sangat senang sesudah membelaskan dendam yang selama ini sudah menetap ke lubuk hati Hanza bagian dalam.


Tatapan ngeri terpancar dari kesembilan orang yang menculik Tia, mereka hanya bisa menelan Saliva secara kasar dan hanya ada suara angin malam setelah berhentinya Teriakan kesedihan itu, Hanza termenung sejenak ketika bayang-bayangan Ayahnya melintas ke samping dirinya.


"Jangan lah bersedih Anak ku." Ucap Bayang-bayangan Ayah Hanza dan setelah itu bayangan nya memudar di sertai angin berhembus ke atas sampai menjulang ke Bulan purnama yang sedang bersinar terang.


Menangis, Hanza menangis di tengah malam yang sunyi ini, ya walaupun ada seseorang disekitarnya. Yang pasti Hanza merasa kalau dirinya adalah orang terakhir yang masih hidup bagi umat manusia.(Lebay amat bahhh), Berdiri tegaplah Hanza lalu memandang ke orang yang membuat semua masalah ini terjadi. Katika orang itu sadar kalau dirinya sedang di tatap oleh Hanza, dia langsung berlari keluar gedung dengan muka pucat pasi.


Heyyyy.... kau mau lari? owhhhh tidak bisa ferguso, Hanza langsung melesat dengan cepat menuju Orang itu, *Booommm* Hanza mejejek kepala bagian belakang orang itu, akhirnya kapala dari orang itu tertanam di tanah dan Hanza merasakan ada yang aneh di kakinya. Saat Hanza memandang ke bawah mukanya langsung jelek-sejeleknya, Hanza milhat kalau kepala orang itu sudah pecah.


"Kukira keras? ternyata Tahu." ucap Hanza, lalu Hanza juga memandang ke orang2 yang tersisa.


"Ja-jangan macam-mamacam ka-kau, kami ini dari keluarga Pete!." Ucap salah satu ke delapan orang laknat.


"Pufffttttt..... Pete!? Hahahahaha! apa-apaan itu?." Hanza tertawa terbahak-bahak ketika mendengar nama keluarga yang sangat aneh itu dan kesedihanya berangsung-asung membaik.


Pete: adalah sebuah bebijian yang enak, dah gitu aja deskripsinya. No Bac*t!.


"Kauuu Bajin*an!." Salah satu dari delapan orang itu langsung emosi dan menyerang Hanza menggunakan Pedang bermata dua.


Tingggg*


Benturan besi terdengar nyaring keseluruh ruangan gedung, terlihat kalau Hanza saat ini sedang memegang sendok besi yang tak sengaja terbawa saat perjalanan kesini:v, sendok besi itu dilapisi oleh Energy dalam berwarna ungu kehitaman, yaaaaa dari saat mulai Hanza mewarisi semua yang di miliki Abimanyu, Energy dalamnya ikut berubah. Yang mulanya berwarna putih bersih sekarang menjadi Ungu kehitman, kayak Sung Jingwo:v.

__ADS_1


Sringggg*


Hanza menyentakkan Sendok nya dengan sedikit tenaga, ehhhhg situ yang nyerang pekek Pedang malah mental jauh kebelakang, hanya rasa sekit lah yang ditetima orang itu ketika bagian tubuhnya menabrak beton/dinding Gedung.(Sendok ini Bahhh, bahaya tu bahhh sendoknya:v!.)


Lagian siapa suruh berurusan dengan mamang Hanza ini? gk ada kan? pastilah, Hanza saat ini bukan lagi Hanza yang dulu, dirinya lebih kuat dan kuat serta ganteng. Salah mereka sendiri mencari kematian, udah tau Hanza adalah Mc disini ehhhh malah bikin ribut ama dia? nihhhh Author nya yang langsung maju bahhh!.


"Lari!." Teriak meraka bersamaan dan mulai berlari sekencang-kencang nya menuju hutan, karena orang yang Hanza hempaskan tadi melubangi Tembok jadinya mereka lari kesitu.


"-Kebakarlah-" Ucap Hanza menduding/menunjuk ke orang-orang yang sedang berlari.


Bushhhhhhh*


Lenyap seketika! tubuh orang-orang itu lenyap tak meninggal kan jasad maupun abu, bisa dibilang mereka seperti tertelan oleh sesuatu yang kasat mata. Sementara Kakek nya Tia hanya bisa terkejut ketika menyaksikan Jurus yang Hanza gunakan.


"Bukan kah itu jurus Pemusnah dari Guru? jadi dia sudah mewariskanya?." Kakek nya Tia ini terkejut, karena dirinya adalah Murid dari Abimanyu, yaaaa meskipun Kakek nya Tia ini bukan dari keluarga Pratama, dirinya adalah orang yang spesial karena bisa belajar ilmu dari Abimanyu.


"Sungguh hebat! malahan jurus guru tidak ada apa-apanya ketimbang jurus Hanza ini!." Seru Kakek nya Tia dan Tia sendiri langsung berlari menuju Hanza yang berdiri tegap sambil memandang bulan purnama.


Note: Hanza akan dendam ketika ada seseorang yang membuat orang disekitarnya tersakiti.


"Hanzaaaaa!!." Teriak Tia dan mulai memeluk tubuh Hanza yang tinggi nya 187, sementara Tia 170.


Menangis lah Tia di pelukan Hanza dan ia terus menerus mengucapkan kata maaf, Hanza hanya bisa tersenyum hangat melihat ke wajah Tia yang sedang menangis itu.


"Terimaksih sudah menjadi pemicu Hadiah Tia." Guman Hanza yang tidak terdengar oleh Tia dan Hanza perlahan-lahan mulai mengelus kapala Tia dengan lembutnya.


Kakek nya Tia yang melihat Cucunya sedang memeluk Hanza hanya bisa tersenyum kecut." Heyyyy Kakek mu ini sudah menolong mu lohhh.... dasar Cucu gak ada akhklak." Batin nya.


Skip ae lah.


Karena Tia masih desprisi jadinya Hanza membawanya ke rumah untuk menghilangkan despersi Tia, untuk Kakek nya Tia sudah pulang sehabis melihat Cucu nya yang malah membucin di pelukan Hanza, dahlah Badut.

__ADS_1


Hanza menyetir Vaneno ke jalan raya berkecepatan sedang dan orang-orang yang berlalu lalang selalu melihat ke arah Mobil Hanza, mereka melihat mobil Hanza dan berfikiran kalau mibil itu tidak kerennnn..... malahan jelek. Gimana tidak jelek? Mobil Sport yang seharusnya berjalan di tempat semestinya dan Mobil Hanza malah di lewatkan ke tempat becek/berlumpur, meskipun Mobilnya masih Fressss.... hanya saja tampang Mobilnya tidak Fressss. Ini Juga terjadi di Dunia Nyata:v.


Setelah Sampai Rumah, Hanza menyuruh Beberapa Pelayan untuk membersihkan Vanenonya, kan sayang kalau di buang:v. Masuk lah Hanza dan Tia kedalam Rumah saat sudah Masuk Hanza membawa Tia kedalam Kamarnya, Tia hanya bisa terbengong-bengong saat Hanza membawa dirinya ke dalam kamar. Apa Hanza mau melakukan itu dengan ku?. Pikir Tia.


Tapi khayalanya yang sudah berbunga-bunga terhancurkan ketika di atas Ranjang dalam kamar terdapat Dua wanita dengan pakaian Bugil, ya mereka adalah Ani dan Nisa. Tia hanya bisa melongo melihat kedua wanita yang belum pernah ia lihat.


"Apa-apaan kalian ini!." Teriak Hanza setelah melihat kedua wanita sableng itu.


"Ahhh~ sayang~ kamu sudah kembali~." Dengan langkah kaki yang aduh haiii nya, Ani menghampiri Hanza.


Nisa tak mau kalah."Sayang~ kamu mau dipijit~?." Nisa langsung berjalan kayak ani dan membelai dada Hanza ketika sampai.


Hanza hanya bisa terdiam dan tidak tau harus ngomong apa."Ha-Hanza, siapa m-mereka?." Tia bertanya ke Hanza dengan gugup nya.


"Aahh-me-mere-." Sebelum Hanza menyelesaikan ucapanya.


"Owhhhhh..... haloooo salam kenal, aku Istri Hanza." Nisa langsung menjabat tangan Tia.


"Kenalin aku juga, aku juga Istri Hanza." Ani juga menjabat tangan Tia yang satunya.


Sekali lagi Hanza hanya bisa terdiam tak bisa berbicara apa-apa, niatnya Hanza tadi membawa Tia kesini biar dia bisa beristirahat, ehhhhh tak taunya ada kejadian seperti ini yang akan terjadi. Sementar Tia hanya bisa diam dan mulutnya terbuka lebar, Ani dan Nisa menyeret Tia ke atas kasur. Tersentak lah Tia ketika dia di lempar ke atas Kasur.


"H-heyyy kalian m-mau nga-ngapain?." Tia kebingungan ketika dirinya di lempar dan mendarat ke kasur dengan mulussssssss.


Dua Wanita Sableng ini tak menjawab Ucapan Tia dan malah melucuti pakaian Tia secara kasar, terkejutlah Lagi si Tia. Hanza yang dari tadi hanya bisa terdiam langsung saja mundur kebelakang secara perlahan-lahan. Tapi entah kenapa kesialan masih menempel di tubuh Hanza, di lantai yang Hanza pijaki ternyata ada sebuah benda kalau di injak mengeluarkan suara kayak ayam teriak, pasti tau lah kalian.


"Ara~Ara~ mau kamana Sayang~." Ani langsung melesat dengan cepatnya dan menangkap tubuh Hanza, setelah mendapatkan Hanza, Ani langsung menyeret Hanza ke ranjang.


"Tidaaaakkkkkk!." Teriak Hanza dan adegan ini kayak yang ada di film horor, tiba-tiba pintu kamar Hanza tertutup sendiri:v.


Author: Maaf ya para Readres, kemarin tidak bisa Up

__ADS_1


Soalnya ada masalah. Jadi nanti Malem saya akan Up lagi, mungkin 1 atau 2 Chp dan kalau ada yang Typo di maklumi saja ya:v


__ADS_2