
Tak lama Setelah Hanza meninggalkan Villa para Petinggi Keluarga Pratama Juga Mengikuti Hanza dari belakang. Mereka tau kalau hawa keberadaan Ketua mereka menghilang begitu saja berarti ia sedang pergi ke suatu tampat, dan sudah pasti tempat itu adalah Persembunyian Sekte Blood Evil.
Hanza terus melesat ketempat Sekte Sesat itu setelah mendapat Email dari Petinggi yang di tugaskan untuk mengintai mereka, setelah di Sherlock Hanza langsung terbang kesana. Sebenarnya Hanza tak butuh kordinat dari Petinggi yang disana karena Hanza sudah tau persis letak dan tempat dimana Pulau Persembuyian Sekte Sesat itu berada.
Dengan Persepsi Hanza yang sangat kuat dan jangkauannya gak Ngotak, lebih tepatnya Hanza sudah tau apa saja isi Seluruh Dunia setelah menyebarkan Persepsi nya dan semua mahluk hidup akan terlihat ataupun benda mati pun akan Hanza ketahui. Bahkan mahluk tak kasat mata tak luput dari pandangan Hanza.
Tak butuh waktu yang lama untuk sampai di tempat itu, sesaat Hanza hanya berdiam sebentar dan mengamati Orang-orang di bawahnya. Hanza langsung bingung ketika tempat itu sudah seperti kapal Pecah dan Hanza membantin 'siapa yang menyerang mereka?' seperti itulah.
Sambil berfikir Hanza mengeluarkan Pedang yang dulu ia pernah Buat. "Pedang ini adalah mahakarya sempurna setelah Degger Perusak Hukum. Aku tidak sempat manamai Pedang besar ini." Ucap Hanza.
Pandangan Hanza teralihkan lagi setelah ia melihat kerumunan orang dibawahnya, karena Hanza menghilangkan hawa keberadaan mereka yang ada dibawah tidak bisa melihat Hanza yang hanya terbang setinggi 50 Meter saja.
Hanza pun melihati orang-orang itu. "Tak kusangka ada keberadaan yang sangat mengerikan di salah satu orang itu." Ucap Hanza sambil tersenyum.
Semangat Pertarungan Hanza mendidih ketika melihat Orang Kuat. Orang yang dimaksud Hanza adalah Pemimpin Sekte Blood Evil yang saat ini sedang mengumumpulkan Para Anggotanya.
Ia terus mengoceh-ngoceh tentang penyerangan Keluarga Pratama yang mengakibatkan Tewasnya ribuan Anggota Mereka. Dan disini lah Hanza mengatahui siapa dalang dari penyerangan Sekte Blood Evil, setelah tau Hanza tidak marah ataupun geram tapi ia tertawa karena hal itu sangat Lucu. Karena Pimimpin Sekte Sesat itu mengungkit masa lalunya ketika Dua Orang keluarga Pratama meluluhlantahkan Sekte mereka.
Siapa lagi kalau Bukan Abimanyu dan Petinggi Agung, mereka berdua sudah terkenal dengan julukan si Iblis Api Ungu dan si Iblis Api Merah. Tetapi sayangan Petinggi Agung menghilang dari muka bumi padahal ia masih sangat muda dulunya ketika menjadi Petinggi Agung.
Pemimpin Sekte sesat masih berargumen didepan Anggotanya dan itu membuat Hanza kesal karena ia mengingat kalau pemimpin Sekte sesat itu sama persis dengan para pengurus Negara yang berdalih kesejahtraan tapi nyatanya......?
Pandangan Hanza tiba-tiba teralihkan ke atas langit ketika merasakan Hawa keberadaan lainya juga ada di tempat Ini. Setelah mengecek nya Hanza juga agak terkejut karena melihat tingkatan orang itu hampir sama seperti Pemimpin Sekte sesat, dan tingkatan mereka berdua berada di tingkat Legenda.
Hanza menggelengkan kepala. "Apa Awekend Tingkat Legenda itu dapat dijumpai dimanapun?." Ucap Hanza bingung
Hanza menghiruakan orang yang ada diatas sana dan pandanganya beralih ke para orang-orang sekte sesat itu lagi. Berakhirlah Pidato dari Pemimpin Sekte sesat dan saat itulah Hanza muncul di depan mereka tapi melayang dengan ketinggian 20 Meter, setelah Hanza menunjukkan Hawa keberadaannya langsung saja mereka semua bisa melihat Hanza yang sedang memegang pedang besar yang bilahnya di sandarkan di pundak.
Tetua Sekte sesat langsung melotot ke Arah Hanza. "Sipa kau!!." Teriak Tetua ini.
Hanza tak menjawab. "Bajing*n!! kubilang siapa kau!? kenapa kau bisa ada disini!!." Teriak Tetua lainya.
Kehadiran Hanza langsung membuat semua orang waspada karena Hanza tiba-tiba saja Muncul entah darimana dan itu membuat mereka terkejut karena tidak bisa merasakan Hawa kehadiran Hanza tadi. "Aku? aku bukan siapa-siapa, tapi yang pastinya aku disini untuk memusnahkan kalian." Balas Hanza dengan entengnya.
Salah satu Anggota disana langsung marah ketika mendengar ucapan Hanza. "Matilahhhh!!." Orang ini langsung melayangkan/menebaskan pedang panjangan nya ke arah leher Hanza.
__ADS_1
Hanza memegang pedang itu dengan du jarinya setelah berada di area jangkauan. "Apa-apaan mainan ini?." Ucap Hanza dan langsung menjebit Pedang itu sampai hancur.
Terkejutlah orang yang menyerang Hanza. "Apaaa!!." Teriak orang ini dan setelah itu ia mundur ke arah barisan sekte sesat lagi.
Dari tadi ada yang memandang Hanza dengan penuh waspada, dan orang itu adalah Tetua Sekte sesat dan pemimpin mereka. Dengan sekali pandang saja orang yang melayang itu sangat kuat, bahkan Pemimpin Sekte mereka yang berada di tingkatan Legenda tidak bisa merasakan Hawa keberadaan Hanza tadi.
Pemimpin Sekte sesat pun hanya bisa menelan Ludah secara kasar. "Serang dia bersamaan!!." Teriak nya dan menunjuk ke arah Hanza, langsung saja para Anggota sekte sesat menyerang Hanza secara membabi buta.
Berbagai serangan menuju Hanza dan di tangkis Hanza dengan mudahnya, tak lupa Hanza membalas serangan itu seratus kali lipat dan menyebab kan Anggota Sekte Sesat langsung banyak yang mati dengan tubuh tidak lengkap.
Bau Amis dari darah tercium dimana-mana, Hanza yang pertama kalinya membantai sesama jenisnya hanya bisa menahan diri untuk terbiasa dengan pembantaian ini. Meskipun Hanza pernah membunuh orang dan itupun hanya satu orang yang diabunuh, dan saat ini Hanza membunuh Ribuan orang bahkan lebih.
Hanza menggelengkan kepala. "Yaaaaaa inipun bukan hal yang serius kan?." Guman Hanza menyerang para Anggota Sekte sesat lagi dan lagi sampai-sampai membuat tanah yang mulanya berwarna coklat menjadi Merah kehitaman.
Pemimpin Sekte sesat yang melihat anggotanya dibantai tepat di depan matanya membuat amarah yang sangat besar kepada Hanza. "Kalian juga serang lah orang itu!!." Pemimpin Sekte sesat ini memerintahkan Tetuanya untuk menyerang Hanza.
Menganggukkan kepala kesembilan Tetua sekte sesat langsung menyerang Hanza dengan ganasnya. "Matilah Bajin**n!!." Teriak mereka bersamaan dan secara reflek Hanza mengayunkan pedangnya karena ia kaget dengan kemunculan Kesembilan orang itu secara tina-tiba.
Slaaaasssssssss*
Dimensi langsung terpotong secara Horizontal, dan potongan itu sangat rapi dengan satu arah. Tubuh kesembilan Tetua terbelah menjadi dua bagian tampa perlawanan yang pasti membuahkan Hasil. Pemimpin Sekte sesat terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Pemimpin Sekte Sesat kakinya sudah bergetar Hebat saat memandang Hanza, tak lama kemudian ia terjatuh/berlutut karena tak kuasa menahan getaran kakinya yang dikuasai ketakutan. Ingin rasanya ia ingin melarikan diri tapi didalam lubuk hatinya paling dalam ia memilih Diam dari pada Lari.
Hanza memandang pedangnya dengan tatapan Bingung campur terkejut. "Apa-apaan tadi? bukankah tadi sangat keren!?." Guman Hanza yang juga terkejut atas kejadian itu.
[Itu dikarenekan Pedang Tuan adalah Pedang Pembelah Dimensi, jadinya jangan terkjeut seperti itu Tuan.]
Hanza semakin bingung dan masih ada rasa kejutan ketika mendengar ucapan Hikari. "Bagaimana aku tidak terkejut ha? kamu saja tidak memberitahu ku tentang pedang ini." Ucap Hanza kesal.
[Kan Hikari sudah memberi tau Tuan saat itu.]
Hanza menggelengkan kepala. "Kesampingkan hal itu, saat ini masih ada urusan yang harus kuselesaikan." Ucap Hanza yang sudah mendarat di daratan, Hanza inginnya melawan Pemimpin Sekte sesat itu tapi melihat keadaannya yang tak berdaya ditanah malah membuat Hanza kecewa.
Berjalan mendekati Pemimpin Sekte sesat yang tubuhnya sudah gemetar ketakutan dan sudah tidak berdaya lagi, ingin rasanya Hanza langsung menebas kepala orang didepanya. Tapi Hukuman Instan Ded akan sangat ringan baginya, berarti Hanza akan menyiksa orang itu dulu baru membunuhnya.
__ADS_1
Menancapkan Pedang ditanah. "Apa kau tau perbuatan mu saat ini?." Hanza bertanya sambil mengeluarkan Aura ungu kehitaman.
Dengan Tubuh bergetar Hebat. "A-aku tau!." Jawabannya terbata-bata.
Hanza tersenyum mengerikan. "Kalau kamu langsung mati akan sangat menguntungkan mu kan?." Ucap Hanza.
Tambah lah bergertar tubuhnya. "Ja-jangan si-siksa a-aku." Ucapnya dengan muka pucat Pasi.
Hanza tertawa ngeri. "Bukan aku yang akan menyiksamu, tapi orang lain karena aku tidak bagus dalam menyiksa seseorang." Ucap Hanza sambil melihat kebelakang.
Menunjuk ke arah belakang. "Dia yang akan menyiksamu." Ucap Hanza.
Tiba-tiba muncul seseorang di belakang Hanza setelahnya ia berlutut satu kaki dengan tangan kanan menyentuh dada. "Menghadap ke Pemimpin!." Ucap Orang ini.
Tersenyum tipis. "Kamu tau apa yang harus dilakukan?." Tanya Hanza.
Mengangguk paham dengan ucapan Hanza. "Saya mengerti Pemimpin!." Jawab Orang ini.
Pendangan Hanza beralih ke atas langit. "Kalau begitu cepatlah Sisa dia, owhhhhhhh dan satu hal lagi. JANGAN SAMPAI IA MATI!." Ucap Hanza dengan kata terakhir yang sangat menakan.
Tersenyumlah orang yang ada di belakang Hanza. "Akan saya laksanakan dengan baik Pemimpin, he he he he...." Balas orang ini sangat senang ketika ucapan Hanza "jangan sampai ia mati".
Setelah Hanza puas dengan jawaban Orang di belakangnya, Hanza langsung melesat pergi meninggalkan Pemimpin Sekte sesat dan menuju tempat orang yang sedang bersembunyi di atas langit tadi.
Tak butuh waktu yang lama Hanza sudah berada di ketinggian 1.000 Meter, ia bisa melihat kalau orang yang dari tadi melihatnya adalah seseorang Pemuda yang umurnya hampir sama dengan Hanza. Tapi jangan salah sangka dengan penampilan seperti itu bisa berada di tingkatan yang sangat besar.
Memandang ke arah pemuda didepanya. "Siapa kau?." Hanza bertanya terlebih dahulu.
Tersenyum. "Ho ho ho ho...... perkenalkan, aku biasa dipanggil Iblis Merah." Orang ini memperkenalkan dirinya dengan nama sebutan.
Hanza ingin tertawa sebentar tapi ia tahan karena saat ini ia sangat tertarik dengan orang di depanya. Karena ia tau siapa orang ini dan ingin mengobrol sebentar. "Kenapa kamu hanya diam disini saja?." Tanya Hanza karena ia sudah tidak terlalu waspada setelah melihat orang didepanya tidak berbahya dan tidak membahayakan nyawanya.
Masih menampilkan Senyum nya. "Aku hanya melihat-lihat saja, apa itu salah?." Orang ini bertanya balik.
Menggelengkan kepala sambil tersnyum. "Tidak, tapi aku heran kenapa usia tua mu bisa berpenampilan seperti itu?." Yup inilah yang membuat Hanza tertarik dengan orang di depanya.
__ADS_1
Sambil berpose mengelus jenggot. "Aku mempunyia sebuah ramuan yang bisa meremajakan kulit dan merubah fiture tubuh kembali kemasa mudanya." Ucap Orang ini.
Author: Yaaaa ini Ch Bonus, dan saya minta maaf kalau pertarungan di atas kurang menarik:v