System Kekayaan!

System Kekayaan!
Kakek Berkunjung


__ADS_3

Setelah Hanza mencoba-coba Game yang ia buat, Hanza seterusnya hanya akan memantau Game VR itu dari layar. Dan kalau ia bosan bisa jadi Hanza akan memainkan Game itu lagi untuk menghilangakan Rasa Bosanya, sungguh Hanza sangat senang dengan hasil yang diperoleh setelah Game VR itu jadi.


Saat ini Hanza sedang menemani Bibi Ani yang akan menjelaskan kenapa ia datang ke Rumah Hanza, karena itulah Hanza langsung menyiapkan apa pun yang terjadi nantinya. Kan Hanza sudah tau tentang asal-usulnya jadi Bi Ani mungkin datang ke Hanza untuk membicarakan itu, kalau Bi Ani tau kalau Hanza sudah tau tentang Marganya mungkin Bi Ani akan terkejut.


Soalnya informasi tentang Keluarga Pratama itu sungguh sangat bahaya ketika ada seseorang yang mencari tahunya. Pihak Negara Pun akan lenyap seperti ditelan Bumi ketika ia bersinggungan Dengan Marga Pratama.


"Apa kamu mengalami hal-hal aneh belakangan ini?." Bi Ani bertanya ke Hanza dengan wajah serius.


"Hal aneh yaaaa? minggu lalu aku bermimpi di datangi Kakek Tua yang mengaku kalau aku ini adalah Ahli Warisnya." Balas Hanza sambil mengingat saat ia tidak sengaja ketiduran di Ruang Gaming dan ia bermimpi begitu.


"Benar Kata Kakek." Guman Bi Ani menundukkan kepala dan mengelus-ngelus dagu.


"Apa Kakek2 itu bilang sesuatu Lagi?." Bi Ani bertnya lagi.


"Hmmmm.... ya Kakek itu bilang kalau aku harus menuju Utara dan temukan Gunung kembar Empat Warna." Balas Hanza yang juga memikirkan apa yang di ucapkan Kakek yang ada di mimpinya.


"Kalau begitu, Hanza kamu harus ikut Bibi kerumah Kakek." Kata Bi Ani dan itu membuat Hanza terkejut.


"Kerumah Kakek?." Tanya Hanza.


"Benar, hanya Kekak yang tau apa arti dari mimpi mu itu." Balas Bi Ani sambil mengangguk kan kepalanya.


"Haissss... ketemu Kakek Tua itu lagi?." Keluh Hanza karena ia teringat saat pertama kali ia berkunjung ke rumah Kakenya, Hanza selalu saja di gendong kemana pun Kakek Hanza pergi.


"Kenapa kamu mengeluh? bukan kah kamu sudah sangat lama tidak bertemu Kakek mu?." Bi Ani Bertanya.


"Bukan Apa2... Bukan Apa2." Hanza langsung membalas.


Tut*

__ADS_1


Tut*


Tut*


"Owhhhh... ada telepon, Hanza Bibi angkat dulu teleponya." Ucap Bi Ani dan langsung mengangkat Telepon yang terlihat Jadul.


Hanza melihat2 Telepon Bi Ani dan teringat kalau telepon itu adalah hadiah saat Ulang Tahun Bi Ani dulu, serta Telepon itu adalah Hadiah dari Hanza. Karena Bibi nya dulu selalu berpergian jadinya Hanza berinisiatif untuk membelikan Telopon untuk Bibinya dan sekarang ini Hanza sangat terkejut. Ternyata Bibinya masih menggunakan Telepon yang ia berikan dulu sebagai Hadiah. Kira2 sudah 9 Tahunan yang lalu.


"Hahhhh... kanapa Bi Ani masih menggunakan Telepon itu?." Batin Hanza dan bernostalgia saat dulu Bi Ani sangat senang di beri Telepon oleh Hanza.


"Yaaaa... aku akan membelikanya yang bagus nanti." Batin Hanza dan menyandarkan punggungnya di Sofa.


Selama 15 Menit Bi Ani berteleponan dan akhirnya sudah selesai.


"Hanza kita tidak usah kerumah Kakek." Ucap Bi Ani tiba2.


"Kanapa?." Hanza bingung dan bertanya.


"N-Nisa?." Hanza dengan gugupnya bertanya ke Bibi.


"Benar, Nisa katanya sangat merindukanmu, jadinya ia ikut Kakek kesini dan juga tunggu 10 Detik katanya." Ucap Bi Ani dan membuat Hanza langsung ingin melarikan diri.


Sayang seribu Sayang, saat Hanza mau beranjak dari duduk nya ia tiba2 merasakan kehadiran yang sangat mengerikan dari belakang. Hanza sangat gugup dan memilih untuk menengok kebelakang perlahan2, setelah sepenuhnya Hanza menoleh kebelakang ia mendapati ada Gadis cantik nan jelita tersenyum kearah Hanza.


Senyuman yang bisa membuat siapa saja tergila2, Muka yang sangat cantik terpampang di muka Gadis itu, tapi bagi Hanza senyuman itu adalah senyuman Iblis yang menjelma menjadi sosok bidadari.


"Kyaaaaaa~ Hanza lama tak jumpa~." Langsung saja Wanita cantik ini memeluk kepala Hanza dan membenamkan wajah Hanza di kedua belahan Gunung Himalaya miliknya.


"Hanza apa kamu kangen sama aku? pasti kamu kangen kan? pastilah itu, seharusnya begitukan? apa kamu sehat2 saja? lihatlah kamu sudah besar sekarang! dan tambah Tampan!." Dengan Semangatnya Wanita ini memeluk Hanza erat2.

__ADS_1


"Bibi! Help Me!." Hanza berteraik kencang dan meminta tolong ke Bibinya, sayangnya suara Hanza seperti saat mulut kalian di sumpal oleh sesuatu terus bunyi saat teriak Hanza kayak orang lagi Gembrenneng.


"Hohohoho.... Nisa, lihat lah Hanza ia sudah sangat tersiksak di pelukanmu." Suara Pria Tua terdengar di belakang Gadis yang ternyata adalah Nisa.


"Hummp Kakek, aku lagi melepas Kangen ku saja ke Hanza." Dengan Muka Imut nya ia mengembungkan Pipi merah merona itu dan terciptalah keimutan yang tiada taranya, mungkin para Om pedo atau Lolicon akan menyimpang dari Jalannya saat melihat keimutan yang lebih Imut dari Fantasi mereka.


"Selamat Datang Ayah." Dengan sigap Bi Ani langsung menundukkan Kepala di depan Ayahnya.


"Hohohoho.... lihatlah Anak ku ini, kapan kamu akan memberikanku Cucu." Kakek Hanza yang bernama Joko ini sedang bercanda dengan Anaknya, Bi Ani.


"Haissss... Jangan bahas soal itu.".Dengan muka cemberut, Bi Ani melihat ke Ayahnya sambil tersenyum kesal.


"Aku sudah terlupakan." Keluh Hanza dan melemaskan tubuhnya biar ia dikira pingsan.


"Ahhhhhh! Hanza kamu kenapa?." Dengan khawatir Nisa merebahkan tubuh Hanza ke Sofa.


"Hahhhh.... kamu terlalu berlebihan Nisa, Kekek mu ini saja belum memeluk Cucunya." Kakek Joko langsung merubah mukanya dengan senyum aneh, kalau bisa di animasikan mungkin di sekitar muka Kakek Joko akan terlihat Bunga merah muda yang melayang2.


"Harus dikasih Nafas Buatan!." Dengan sigap Nisa mencengkram Mulut hanya dan mendekatkan Mulutnya ke bibir mulus Hanza.


"Tung-." Hanza langsung ingin bangun ketika mendengar ucapan Nisa, sayangnya ia terlambat.


"Cuppppppppp*." Nisa langsung mencium Hanza........................ Mungkin bukan Ciuman malahan Nisa mengotak-ngatik Mulut Hanza dengan lidahnya.


"Hikss.... aku sudah ternodai Hiksss...." Batin Hanza mengis.


"Aduhhhh.... Masa Muda memang sangat bersemangat sekali ya." Ucap Kakek Joko sambil memgelus-ngelus jenggot putih yang panjang.


"Huhhhh..." Bi Ani hanya bisa mendengus kesal melihat kedua sejoli yang sudah menyatukan Tub- ehhhh salah! menyatukan Mulutnya.

__ADS_1


Sudah setengah Jam berlalu dan Hanza saat ini mentalnya sudah sangat terluka, bagaimana tidak? tiba2 Hanza diserang oleh Jelmaan Iblis yang menjadi Bidadari. Ku kasih sedikit pengalaman Hanza dengan Nisa. Pada jaman Dahulu, hiduplah seorang Anak kecil berusia 5 tahun, dengan muka Imut nantampanya. Anak kecil itu mengundang perhatian Gadis Kecil Imut yang periang, pada Mulanya Anak Kecil itu hanya bermain-main dengan Teman barunya, yaitu Gadis Kecil Imut yang periang. Tapi lama kelamaan Gadis Kecil itu menunjukkan hal yang tidak terduka, selama Anak Kecil Imut nan tampan itu berada di dekat Gadis Imut yang periang, ia selalu saja di lecehkan oleh Gadis Imut yang Periang. Sudah Beratus-ratus kali Anak Kecil Imut nan tampan itu tersiksak dengan sifat mesum Gadis Kecil Imut yang peringan Nan Mesum itu. Dan Anak Kecil Imut nan tampan itu adalah Hanza jadi Gadis kecil Imut yang Periang nan Mesum itu adalah Nisa. TAMAT. (Kalau gk paham ya jangan di baca!)


__ADS_2