
Disuatu tempat yang jarang di datangi Manusia, maksudnya di sebuah Gunung beregam Warna, terdapat sebuah Gua di salah satu Sisi Gunung itu. Hanya orang yang bermental Kuat seperi Jo yang bisa masuk kesana, karena dia Gay.(ini ceritanya gua balas dendam ama seseorang) di dalam Gua itu terdapat sebuah Lampu lentera/obor yang tertempel di setiap dinding Gua. Bisa dilihat Kalau Gua ini ada penghuninya entah itu manusia ataupun mahluk Lainya.
Tapi Yang pasti Gua ini bukan sembarangan Gua, karena ada aura yang sangat aneh terpancar dari kedalaman Gua itu. Kalau itu Manusia biasa mereka pasti akan sangat ketakutan Ketika merasakan Aura ini, aura yang bisa membuat sebuah ilusi seperti Jalan Aspal yang kepanasan, tapi efek kepanasan nya itu bewarna Ungu Gelap, sangat2 mengerikan ketika dilihat.
Di sekitar dinding Gua itu terdapat sebuah tulisan yang tidak dapat di mengerti, bahkan kalau saat ini masih tahun 70, tulisan ini tidak akan muncul di manapun itu berada, tulisan nya mirip2 aksara jawa. Tapi yang aslinya Kayak mirip Tulisan India. Masih di dalam Gua, tempat terdalam Gua Saat ini terdapat sebuah ruangan yang cukup Luas.
Di tengah2 Ruangan itu terdapat sebuah Batu yang menonjol tinggi. Langit2 Ruangan Gua ini tingginya 15 Meter dan luas keseluruhan Ruanganya 100 Meter, bisa di bilang itu sangat Luas dan yang terpenting adalah batu menonjol di tengah Ruanga Gua ini. Di atas Batu itu terdapat seseorang yang posisinya sedang bersemedi.
Dengan berprawakan rambut putih menjulang ke bawah sampai menyentuh tanah, jenggot Putih panjang yang di biarkan berkelabat kesana-kesini, berkelabat? ya jenggot itu gerak2 sendiri, padahal di ruangan Gua itu tidak ada angin nya. Tiba2 mata Pria Tua itu terbuka dari matanya terpancar cahaya Ungu kayak Sung Jiwo, Clinggggg gitu. Pria Tua itu melihat telapak Tangan kanan nya dan di telapak tanganya tiba2 terdapat sebuah aura ungu yang serupa kayak kobaran Api.
Kalau di hadapan Pria Tua itu ada seseorang master Beladiri Kuno, ia akan langsung tau siapa dan apa aura itu yang ada di telapak Pria Tua. Pria Tua itu dulunya sangat terkenal di Dunia Persilatan/Pejuang, ia di kenal sebagai Flame Evil. Dengan sebuah Ilmu yang sangat unik, Pria Tua ini membawa kehancuran bagi Orang2 yang membuatnya Kesal, Pria Tua ini pernah membakar Satu Benua dengan Api yang ada di tanganya karena itulah ia di takuti seluruh Dunia.
"Hmmmm.... Sudah lama aku tidak menggunakan Api ini." Ucap Pria Tua sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Kayaknya uji coba di luar bukan masalah serius." Kata Pria tua ini dan tiba2 tubuhnya hilang tak terdeteksi.
Di Luaar Gua. "Kayak nya tempat disini bagus." Ucap Pria tua ini yang ternyata sudah ada di puncak gunung Beragam Warna.
Melihat ke arah Langit."Apa itu?." Pria tua ini agak terkejut dengan sebuah benda hitam yang sedang terbang menuju ke arahnya.
Melihat ke Api Ungunya."Kayaknya itu burung, buat ekperiman ahh..." Ucap Pria Tua ini dan melambaikan tanganya, seketika Api Ungu itu melesat dengan kencang menuju Benda Hitam yang ada di langit.
Terkejut."Wahhhh.... kok bisa gk kena? ahhhhh.... mungkin aku sudah tua." Ucap Pria Tua ini dan menciptakan Api Ungu lagi.
Mengajukan Tangan."Kalau begitu terimalah ini." Dengan entengnya Api Ungu itu melesat sekali lagi menuju ke Benda hitam di langit.
Terkejut sekali lagi."Lohhhh.... kok bisa? padahal udah ku kunci pergerakan Burung itu." Dengan heranya Pria Tua ini mengamati Benda Hitam yang terbang di langit.
__ADS_1
Mengerutkan Kening."Itu bukan Burung? kok ada besi terbang?." Melihat ke Benda hitam yang sudah dekat dengan nya, pria tua ini hanya diam dan terus memperhatikan Benda terbang itu.
Angin kencang meniup kesana-kesini dan akhirnya Benda terbang itu ternyata adalah sebuah Helikopter, terbukalah pintu Heli itu setelah mendarat di dekat Pria tua, lahan tempat mendarat Heli cukup Luas jadi Heli itu dengan santainya mendarat ke daratan. Di saat pintu Heli terbuka, nampaklah sosok Pemuda Tampan dengan Kharisama yang sangat besar dan bisa membuat para Wanita tergila2 dengan sosok pemuda Tampan ini.
Tersenyum."Ahhhh.... ternyata Keturunan ku." Berjalan maju menuju ke Pemuda yang tak lain adalah Hanza.
"Salam Leluhur." Hanza membungkuk kan badan.
Tertawa kecil."Bagiamana kamu bisa begitu cepatnya datang kesini?." Dengan santainya memegang pudak Hanza.
.
Menunjuk ke Heli."Saya menggunkan itu Leluhur." Ucap Hanza.
Melihat ke Heli yang di tunjuk Hanza."Hahhhhh... jaman sudah berubah dengan siknatif." Ucap Pria Tua ini yang namanya Abimanyu.
Membalas pandangan Hanza."Hohoho.... kalau begitu ayo ikuti aku." Dalam sekejab mata Abimanyu hilang dari pandangan Hanza dan Hanza pun juga sama, ia langsung menghilang dari puncak gunung.
Woshhh*
Woshhh*
Dua orang muncul di dalam Gua yang luas itu dan Hanza mengikuti Leluhurnya yang berjalan ke depan."Apa kamu sudah belajar beladiri?." Abimanyu bertanya ke Hanza.
"Betul Leluhur." Balas Hanza.
Mengangguk."Sudah ada di tingkat apa Kamu?." Abimanyu bertanya lagi.
__ADS_1
"Sudah ada di tingkat Kuno Leluhur." Balas Hanza.
Tersenyum."Hahhh.... memang kamu itu sesuatu Keturunanku." Ucap Abimnayu yang melihat kalau Aura di tubuh Hanza sangat kuat, bahkan dirinya tidak bisa melihat Tingkatan Hanza.
Berjalanlah Hanza dan Abimanyu sampai di sebuah tembok berwarna Emas di sekitar tembok itu terdapat sebuah tulisan yang tak kalah rumitnya dengan yang ada di luar, Abimanyu menempelkan Telapak tanganya di sebuah Batu Emas yang di sana terdapat sebuah jiplakan telapak tangan. Aura ungu merembes keluar dari seluruh tubuh Abimnayu.
Hanza melihat leluhurnya yang saat ini sedang melakukan sebuah pembukaan Ilmu Dalam, dengan pelantara batu Emas yang di sentuhnya. Kenapa Hanza tau? kerana ia di beri tahu Hikari. Hikari itu serba bisa, Hikari bukan hanya bisa memberi misi terus blengg di kasih hadiaah besar. Tapi ia juga bisa memberikan informasi yang sudah dilihat Hanza, contohnya yang kayak saat ini Hanza melihat Batu Emas itu dan Hikari menjelaskan apa kegunaan Batu itu.
Melihat ke Hanza."Nak kemarilah." Ucap Abimnayu menyuruh Hanza mendekat. Hanza mendekat dan setelahnya kening hanza di sentuh oleh telunjuk Abimanyu.
"Tahan Nak." Kata2 Abimanyu menandakan kalau proses pewarisan saat ini tidak sesederhana itu.
Seketika, aura ungu yang ada di seluruh tubuh Abimanyu bergerak ke tubuh Hanza. Muka Abimanyu terlihat sangat kesakitan, tapi ia tahan sebisanya. Sudah tiga Jam lamanya Hanza berdiri di dekat Abimanyu dan untuk kondisi Abimanyu sendiri sangat memprihatikan, tubuh bugar nya tadi sekarang ini sudah kurus dan hanya menyisakan Tulang belulang.
"Nak Aku serahkan Keluarga Pratama ke padamu." Dengan suara yang sangat lirih tapi Hanza mendengarnya.
"Leluhur bisa tenang, biar aku yang menjaga keluarga saat ini." Balas Hanza yang dari tadi sudah bosan, gimana tidak ia hanya berdiam di situ dan hanya melihat Leluhurnya.
Tersenyum kecut."Anak ini bernar2 membuatku terkesima." Batin Abimanyu, dulunya ia saat menerima warisan dari seseorang petapa yang sangat kuat, dirinya harus menahan sakit yang amat besar di sekujur tubuh nya. dan ia melihat keturunanya yang biasa saja ketika warisan sedang berlangsung.
"Sayang nya anak ini lahir di tahun perdamaian. Kalau ia di jaman dulu, pasti namanya sudah manyaingiku." Batin Abimanyu dan tubuhnya sudah berubah menjadi Abu.
"Beristirahatlah dengan tenang Leluhur." Ucap Hanza dan menggunakan Energi dalamnya untuk mengumpulkam Abu milik Abimanyu.
"Kalau begitu mari pulang, dan aku akan balas dendam ke Wanita Mesum itu." Dengan semanagtnya, Hanza pergi dari Gua itu. Tapi jalanya terhenti ketika Hanza melihat sebuah ruangan lain di gua ini.
"Kok mengkilap2?." Hanza bertanya ke pada dirinya sendiri dan menuju ke ruangan itu.
__ADS_1
"Asstaga naga! Apa-apaan ini!?!." Hanza terkejut dengan apa yang ada di depanya.