System Kekayaan!

System Kekayaan!
Siapa yang Terkuat Disini?


__ADS_3

BOOOMMMMMMMM*


BOOOMMMMMMMM*


BOOOMMMMMMMMMMMM*


Tringgggggg*


Tringgg*


Suara ledakan disertai suara benturan pedang terdengan di segala penjuru Pulau Semanta, semua itu disebabkan oleh dua orang yang sedang bertarung di Udara. Mereka bertarung layaknya sebuah Air yang mau memadam kan Api, sementara di sisi Air sangat sangat tidak menguntungkan dan sementara disisi Api masih membara dengan ganasnya.


Orang-orang yang ada di Pulau Semanta langsung menjauh dari pusat pertarungan itu, mereka tidak mau terkena imbas nya pertarungan yang sangat Hebat tersebut. Hanya melihat kedua Aura orang itu di keluarkan, para Orang di Pulau Semanta sudah tau kalau saatini adalah pertarungan antara Tingkat Master yang sebenarnya, tak hanya itusaja.


Lantai yang dibuat untuk bertujuan menangkal kerusakan yang besar malah hancur lebur saat ini, layak disebut sebagai Seniman Beladiri Tingkat Master. Bahkan Lantai yang sudah diperkuat dengan Mantra Penguatan Bumi, tidak bisa menahan kekuatan Orang Tingkat Master yang sedang bertarung itu, saat mereka berdua bergerak, selalu saja ada kehancuran yang akan terjadi ketika mereka saling bertemu.


Kedua orang itu adalah Hanza dan si Penantang yang Menunjuk Hanza tadi untuk lawan tandinynya, Hanza langsung menerimanya, karena dirinya sendiri memang ingin ikut serta dalam Turnamen ini. Apa lagi Hanza sedang Gabuts, dan Hanza juga inggin mencari Orang untuk dijadikan Bawahan Setianya.


Yang tidak kalaian katahui adalah ini....


[Dinggggg! Misi Tingkat Tinggi, Pamerkan Kekuatan Tuan di depan Kroco-kroco itu.


Hadiah: Seni Pedang Kuno.]


Itulah alasan Hanza untuk mengikuti Turnamen ini, hanya saja ia agak menambahkan Misi nya sendiri secara pribadi Yaitu. Mencari orang untuk dijadikan Bawahan/Pelayan Rumah, Hanza ingin semua orang yang ada di Rumahnya akan terjamin Keselamatan mereka. Jadi Hanza mencari Orang yang sangat kuat terus membuat ia patuh Kepa dirinya.


"Apa kau mau menjadi Bawahanku?." Hanza bertanya sembari menyerang Kakek Tua itu.


"Hmmmm? Bawahanmu?." Kakek Itu bertanya dan menyerang Hanza juga.


"Benar, aku sedang mencari Bawahan yang Kuat!." Ucap Hanza dengan semangat sambil menangkis serangan Kakek Tua itu.


Kalau para Penonton pertarungan antara Hanza dan Kakek Tua itu tau saat ini mereka berdua sedang berdiskusi, mungkin para Penonton akan tercengang. Karena saat bertarung itu harus memfokuskan kesadaranya untuk bertarung, bukanya malah mengobrol. Jadi bisa dibilang saat ini Hanza dan Kakek itu melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh orang lain.

__ADS_1


"Kenapa anak ini mencari Orang kuat? apa dia mau menyerang sesuatu? tapi katanya ia inggin seorang Bawahan dan Pelayan....?." Kakek tua ini masih bingung dengan ucapan Hanza, alasan karena ia ingin menantang Hanza gara-gara merasakan perasaan ketidak nyamaan saat melihat Hanza.


Jadi Kekak Tua ini ingin memastikan kalau Hanza juga seorang yang di Jalan Sasat seperti dirinya, tapi yang membuat ia tak berdaya adalah. Pemuda ini sebenarnya lebih kuat darinya, dan bahkan dirinya sedang dipermainkan oleh Pemuda didepanya saat ini, ia sudah menyerang pemuda didepan nya beratus-ratus kali tetapi malah si Pemuda didepanya membalas serangan dirinya dengan santai. Layaknya sebuah Kapas yang sedang terbang ke pundakmu, tapi karena kamu tidak ingin menyetuh kapas itu jadinya hanya butuh tiupan angin dari mulut dan kibasan tangan sudah dapat menyingkiran Kapas itu.


Kakek Tua itu juga menemukan hal hal yang lain dari Pemuda didepanya yaitu, Pemuda ini sama sekali bukan orang yang berada dijalan Sesat sama seperti Dirinya. Seharusnya Pemuda didepannya tau kalau dirinya adalah Senima Beladiri yang Sesat, tapi kenapa Pemuda di depanya malah Menawarkan sebuah Hubungan Kerja?.


"Hmmmm?." Hanza bingung dangan Kakek tua didepanya, salama bertarung dan menawarkan sebuah pekerjaan, Kakek tua itu salalu saja melamun terus menerus.


Niat hati hanya ingin menawarjan pekerjaan malah dikacangin, Hanza sebenarnya sudah sangat kesal karena tidak ada jawaban selama 10 Detik ini. Yaaaaa dari tadi memang sudah 10 Detik saat Hanza menawarkan Pekerjaan ke Kakek tua itu dan hasilnya malah di abaikan.


"Apa kau mau jadi Bawahanku?." Kata Hanza sekali lagi dengan menganyunkan Pedang nya ke dada Kakek tua.


Tringggggg*


Bommmmmmm*


Kakek tua itu menahan tebasan pedang milik Hanza tapi karena Hanza sudah kesal jadinya ia menggunakan 20% kekuatannya dari tebasan itu. Hasilnya Kakek tua melesat kebawah dengan cepatnya dan membentur Lantai hitam yang menyebabkan Lantai itu Hancur memebentuk jaring laba-laba.


"Aku tidak tau pasti siapa yang akan menang, tapi kelihatanya Pemuda itu lebih Kuat dari Kakek Tua." Balas Orang acak.


"Benar-benar Monster! umur berapa Pemuda itu?." Kata demi kata keluar dari semua orang yang mengikuti Turnamen, mereka menabak-nebak siapa yang akan menang, siapa yang terkuat, siapa yang mendapat luka Serius dll.


Swosssshhhhh*


Hanza muncul di samping tubuh Kakek tua itu dengan pedang yang sudah terhenus ke Leher nya, dan Hanza tersenyum sebentar sebelum menebaskan Pedang itu ke leher Kakek Tua. Tapi sebelum Hanza menebaskan Pedangnya ke leher, Kakek tua itu berteriak.


"Aku terima tawaranmu!." Teriak Kakek Tua itu dengan kencangnya, sampai terdengar di setiap telingan orang yang ada disana.


"Baguuusss... aku suka jawabanmu." Ucap Hanza tersenyum dan memasukkan Pedang nya ke Inventory.


"Pusaka!." Batin Kakek tua ini terkejut ketika melihat Pedang Hanza menghilang dari Kekosongan.


"Siapa sebenarnya dia?." Lanjut nya melihat punggung Lebar yang dimiliki Hanza.

__ADS_1


"Seakan-akan aku sedang melihat keberadaan yang seharusnya bisa menghancurkan Dunia ini!." Seru Kakek tua ini mulia membenarkan dirinya saat berdirinya.


Di tempat Hanza.


"Hahhhh.... sungguh merepotkan." Keluh Hanza sambil mengemut Permen yang ditusuk ama seodatan itu looh.


"Sayang kamu Hebat!." Ucap Nisa memeluk leher Hanza dari depan.


"Benar kamu sangat Hebat Sayang~." Lanjut Ani dengan senyuman Milf khas nya.


"Hahaha.... bukan apa-apa, hanya saja disini tidak ada seseorang yang bisa membuatku terpuaskan." Hanza mengeluh karena tidak ada lawan yang bisa membuat dirinya sampai mengeluarkan 50% kekuatan Aslinya.


Ada Tingkatan untuk Hanza yang ketika mengeluarkan Kekuatanya.


Contoh: 10%. Rendah, Menengah, Tinggi, Puncak.


Tadi Hanza saat melawan Kakek tua hanya memakai tingkatan menengah, dan saat melawan Joko berada di Tingkat Puncak. Seharus nya Hanza adalah Manusia terkuat saat ini, dan tidak mungkin ada orang kuat lainya kan? karena saya ngak akan membuatnya Awokawokawok.


[Dingggggg! Misi pemarkan kekuatan. Selesai.


Hadiah: Seni Pedang Kuno.


Hadiah disimpan diInventory.]


"Nahhhh inilah yang aku mau." Batin Hanza.


"Baiklah, mari kita lihat-lihat dulu disini. Apa ada hal yang menarik atau tidak." Ucap Hanza sambil terbang di udara sesampainya di tempat yang dikira Hanza pas untuk bersantai, Hanza langsung memposisikan kakinya seperti bersila sambil melayang-layang jelasnya.


"Aku duduk disini!." Ucap Ani yang langsung menduduki paha Hanza.


"Aku juga!." Nisa pun sama.


Author: Hahahaha..... kemarin saya kehabisan Kuota😥 saya benar-benar minta Maaf sebesar-besarnya para Readres.🙏

__ADS_1


__ADS_2