
Hanza melihat dirinya sendiri dan menadapati kalau dirinya sudah berubah terlalu siknatif, wajah yang tampan, aura mencengkam keluar dari tubuhnya, fiture wajah yang sangat tegas, apalagi tubuhnya yang dulu berotot kini sudah di sempurnakan. Hanza hanya bisa tersenyum puas dengan hasil warisan yang di berikan Abimanyu.
"Pulang dulu ahhhh~ sudah dapat jarahan lumayan nih." Dengan senangnya Hanza melihat Inventory System, disana ada berbagai visual Emas yang sangat banyak.
Flasback~
"Apa-apaan ini!." Ucap Hanza saat melihat ke ruangan yang tadi berkilau-kilau.
"Semua ini Emas Anj*ng!." Terkejutlah Hanza setelah mengetahui tumpukan Emas di depanya.
Hanza tersenyum Gila."Hahahahaha.... Kaya! Aku Kayaaa!." Berlari kedepan dan melompat bebas ke arah tumpukan Emas yang membukit itu.
Kemrincing*
Kemrincing*
Suara gesekan Emas tercipta saat Hanza tenggelam di tumpukan Emas itu."Hehehehe..... aku yakin, sudah tidak ada yang bisa menyaingi kekayaan ku." Ucap Hanza senang.
[Dinggg! Misi Dapatkan Warisan. Selesai.
Hadiah: Perusahaan Dominensi, Mata segalanya, Villa Frozen Gold.]
"Hahahaha.... sudah kaya! tambah Kaya!." Begitulah Flesback nya.
Kembali ke masa kini.
Di atas Gunung terdapat pemuda yang sedang memandangi langit sembari bersenyum riang, ia adalah Hanza. Sambil melihat ke langit ia mengumankan sesuatu, tapi karena angin di daratan tinggi itu kencang, apa lagi berada di puncak jadinya Gumanan Hanza tidak bisa terdengar. Karena Hanza merasa dirinya sudah terlalu lama di sana akhirnya ia pergi dengan Heli nya.
Di sepanjang jalan Hanza selalu berguman sesuatu, entah apalah yang ada di pikiran Hanza saat ini. Tapi yang pasti itu adalah masalah yang sangat serius, seakan-akan pikiran Hanza saat ini sedang memproses sesuatu. Hanza sendiri juga gk sadar kalau dirinya menggumankan seauatu, yang dia rasakan sekarang hanya perasaaan hebat berasal dari dalam dirinya sendiri.
__ADS_1
"Hmmmmm.... gua ngerasa ada yang beda lagi dengan diri gua?." Hanza kebingungan kesekian kalinya, ia tadi marasa ada yang aneh dengan badanya dan ternyata bandanya berubah dan saat ini ia juga ngerasa ada sesuatu hal yang berubah lagi, tapi Hanza tidak tau apa itu."Biar lah yang Penting Aku Wess Sugehhhhhh...." Tertawa lah orang gila ini(⊙.⊙)
Tak butuh waktu yang lama Hanza sudah sampai di rumahnya, setelah Heli mendarat dengan aman Hanza langsung turun dengan perasaan bahagia. Bagaimana tidak, di depanya saat ini ada Kedua Adiknya, Bibi Nya, Kakek Nya dan yang terakhir orang yang mau ia beri pelajaran, Nisa.
"Hahahahaha.... Lihat lah sekarang dirimu Cucuku, sangat kuat! Sangat Kuat!." Dengan Bangganya Joko menepuk-nepuk pundak Hanza.
"Kakakkk!." Lina dan Luna berlari ke Hanza dan memeluk Hanza yang belum siap, ahasil mereka bertiga terjatuh di Lantai.
Buggg*."Aduhhhh kalian ini." Sambil membelai rambut kedua Adiknya.
Ada sepasang mata yang menunjukkan perasaan iri saat melihat Hanza ketiban dua wanita, entah lah siapa Wanita itu. Hanza berdiri sambil membenarkan baju yang agak luset dan di sisi kanan serta kiri terdapat dua wanita memeluk Tangan Hanza, yaaa.... siapa lagi kalau bukan Lina ama Luna. Sekali lagi tatapan Iri tertunjuk di antara Dua Wanita muda dan agak dewasa.
"Baiklah2, ayo masuk dulu." Hanza memimpin jalan dan di ikuti semua orang yang ada di sekitar landasan Heli tadi, termasuk para pelayan.
Setelah masuk Hanza memberikan Abu Milik Abimanyu ke pada Joko, hanya tatapan sedih yang terpampang di kedua mata Joko. Ia dengan tangan gemetar meneriman Kendi yang berisi Abu milik Abimanyu dan meletakkan nya di atas meja, ia hanya bisa pasrah ketika Abu sang Leluhur sudah masuk ke dalam kendi. Di kelurga Pratama, siapa saja yang mati langsung menjadi Abu, ia adalah Orang yang sangat mulia, apa lagi Abu milik Abimnayu adalah Abu murni, Abu yang memiliki Sifat kemuliaan terhadap Raga dan jiwa si pemilik Abu itu semasa hidupnya.
"Leluhur, tenang lah di alam sana." Dengan cakap nya Joko menyentuh Kendi tempat Abu Milik Abimanyu.
"Sudahlah Kek, jangan bersedih. Mari kita adakan Pesta saja." Hanza tersenyum setelah melihat kesedihan kakeknya, sudah masalah biasa ketika Kakeknya dulu selalu bersedih ketika melihat kendi2 yang terpajang di rumahnya.
Berpestalah mereka semua, yaaaaa... meskipun pestanya hanya sebatas makan2 dan minum Bir, yang pastinya mereka semua menik mati pesta itu. Hanza meminum Bir terlalu banyak dan ia akhirnya agak teler, meskipun Jiwa dan Raga nya sangat kuat, sudah hal yang biasa manusia alami ketika mereka mengonsumsi Akhohol berlebihan. Hanza bisa saja menghilangkan efek Akhohol itu dengan Energi dalam, tapi apa asiknya ketika mabok malah tidak mabok? ya gk asik lah.
Dengan muka memerah, Hanza di antar Nisa dan Bi Ani ke kamar milik nya, mereka berdua kesusahan ketika mengangkat tubuh Hanza yang sangat berat, apalagi saat ini Hanza kayak memberatkan tubuhnya jadinya Nisa ama Bu Ani berusaha keras biar bisa sampai ke Kamar Hanza.
Sesampainya disana, saat ini di depan pintu kamar Hanza Nisa dan Bi Ani membuka pintu kamar dan mulai masuk kedalam, dengan senyum yang menghiasi bibir mereka, Nisa dan Bi Ani mengeletakkan Hanza di Ranjang, sesaat kemudian.
"Hehehehe....." Nisa tertawa senang sambil melihat ke Bibinya.
"Bibi kamu tidak bisa melakukan itu dengan keponakanmu sendiri kan?." Nisa tersenyum kemenangan ketika mengucapkan kata2 itu.
__ADS_1
"Hahahahahaha.... ucapan mu itu sudah basi, sekarang aku mau mengeklaim Hanza hanya akan menjadi milikku seutuhnya~." Dengan tawa Mlif nya, Bi Ani beranjak naik ke atas Hanza.
"Huhhhh.... dasar Nenek Peyot!." Nisa tidak tinggal diam dan ia juga menaiki tubuh Hanza yang bagian kepala, Bi Ani tadi Bagian selakang.
Mereka berdua seling memandang."Aku yang pertama." Ucap mereka serempak.
"Heyyyyy Nenek Peyot! aku duluan!." Dengan pasksanya Nisa membuka Celana Hanza.
"Huhhhh?! Anak kecil harus ngalah!." Tak mau kalah Ani juga menarik celana Hanza dan Wowwww mereka berdua tercengan dengan ukuran P Hanza.
"Heyyyy Nenek Peyot, apa ukuran ini bisa masuk?." Nisa bertanya ke Ani.
"Mana gua tau Bocah!." Ani malah ngegas.
"Kalau begitu........ Gua duluan Nenek Peyot!." Dengan paksanya Nisa mendorong Ani ke belakang dan akhirnya Ani terjungkal.
"hehehehe.... ayo Masukkk Sayang~." Nisa langsung Clingggggg.... Bajunya ilang dan ia telanjang 🗿
"Tungguuuuu!!." Ani langsung berdiri dan ingin menghentikan Nisa yang sudah memposisikan P Hanza ke V Nisa.
Jlebbbbb*."Auuuuu.... Ini sangat sakit~." Ucap Nisa dengan perlahan2 ia memasukkan P Hanza ke V nya.
"Tidakkkkkkk!!." Putus asalah Ani ketika melihat P Hanza yang masih Prajaka di ambil seseorang yang bukan dirinya.
"Ahhhh~ ini masuk semua." Ucap nisa sambil mengelus benjolan di perutnya dan itu tercipta karena P Hanza menjebol R Nisa.
Nisa mengabiakan rasa sakit yang saat ini ia alami dan mulai menggerakkan Pinggul nya yang terlihat Kaku, ya jelas lah lawong iku pengalaman pertama. Ani yang melihat Nisa sudah mulai, ia hanya bisa pasrah dan mulai membuka bajunya terus merangkak kedepan biar bisa menjangkau punggung Nisa. Dengan lihai nya Ani membelai Gunung kembar milik Nisa.
Nisa Hanya bisa mendesah ketika Gunung kembarnya di belai Ani dan ia juga menikmati sensai kesetrum kitika P Hanza menembus-nembus R Nya.
__ADS_1