System Kekayaan!

System Kekayaan!
Sudah Tertulis Disini


__ADS_3

Sudah Lima Ratus orang yang menjaga kediaman Hanza, bukan hanya bawahan Hanza saja yang menjaga Villa itu melaikan ada Keluarga Pratama juga, bahkan Joko sendiri telah pindah dari hunian nya ke tempat hunian Hanza yaitu Villa Golden Star ini.


Sudah ada 200 Keluarga Pratama yang melindungi Hanza dan sisianya adalah pasukan yang Hanza bentuk sendiri dengan dikomandokan Sebas, Jojos adalah bawahan Hanza yang mempunyai kekuatan terbesar setelah Sebas, jadinya ia menugaskan Jojos di bagian paling depan pasukan yang ada.


Dan perlu di ingat, Sekte Blood Devil adalah sebuah Sekte yang sangat kuat. Meskipun sudah di bantai oleh Keluarga Pratama mereka masih saja memiliki anggota yang tersisa dari pembantaian itu. Sebenarnya penjagaan yang sedang dilakukan itu hanya untuk menjaga Kedua Adik Hanza.


Mereka berdua tidak memiliki apa itu yang namanya sebuah Energy dalam didalam tubuh mereka, kalau saja mereka mempunyai. Hanza akan dengan senang hati melatih kedua Adiknya itu biar bisa menjadi kuat serta bisa menjaga dirisendiri.


Sekte Blood Devil memiliki sebuah teknik yang memungkinkan untuk menambah kekuatan mereka malambung tinggi, Yaitu dengan cara meminum darah Perawan Perempuan. Ada juga teknik yang lebih menyeramkan yang dimiliki Blood Devil.


Teknik itu dipakai dengan mengorbankan Nyawa Manusia untuk menambah Kekuatan Energy maupun Fisik. Teknik yang sagat kejam, makanya dari itu di masala lampau Sekte Blood Devil ini telah mengacaukan Seluruh Dunia dengan cara yang kejam.


Membunuh sudah menjadi hal biasa meraka lakukan, memperkosa malah lebih biasa lagi, memyiksa sudah kewajiban setiap anggota Sekte itu membuat orang-orang menderita. Karena nya Keluarga Pratama tidak tinggal diam dan langsung membumi hanguskan Sekte itu.


Tapi nyatanya mereka masih bisa bangkit kembali dan malah membawa kekuatan yang lumayan bagi mereka yang sehabis di landa kehancuran.


Hanza hanya bisa duduk di sebuah sofa yang berada di ruang tamu bersama kedua adiknya yang sedang bermanja sambil memeluk tubuh Hanza.


"Apa kalian sudah belajar dengan giat?." Hanza bertanya karena ia saat ini sedang mencemaskan kedua Adiknya, karena mereka sering bermain Game ketimbang belajar.


"Ehhh mmmm..." Kedua nya langsung terdiam ketika mendengar ucapan Kakaknya.


"Hmmmm..." Hanza menatap kedua Adiknya itu dengan tatapan menyelidik, ahasil tatapan Hanza membuat kedua Adiknya mengeluarkan keringat dingin.


"Kenapa? apa ada hal yang mengganggu belajar kalian?." Hanza bertanya sekali lagi sambil tersenyum ke arah adiknya.


"Itu......" Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Hanza dan malah saling melirik satu sama lain.


"Pssttt... bilang lah ke Kakak." Luna berbisik ke Lina.


"Tidak, kamu saja yang bilang ke Kakak." Balas Bisik Lina ke Luna.


"Apa yang sedang kalian bisikkan?." Hanza bertanya meskipun ia sudah sangat jelas mendengar bisikan mereka berdua.

__ADS_1


"Ituuu.... Kak..... emmmmm..... kami hanya sedang bermain Game yang sangat Baguss! jadi kami tidak bisa belajar sepenuhnya hehehe..." Akhirnya Lina lah yang memberi alasan kenapa selama beberapa bulan ini ia dan adiknya tidak bisa beljar tepat waktu.


"Yang dikatakan Kakak Lina benar, kami sedang bermain Game yang sangat kerennnn! bahkan Game itu persi seperti Dunia nyata." Ucap Luna yang membela Lina.


"Benarkah?." Tanya Hanza.


"Benar!." Jawab mereka bersaam dengan mata bersinar.


"Game apa itu yang bisa membuat kalian tidak belajar?." Hanza tersenyum ke arah adiknya dan ahasil semangat mereka yang ditunjukkan tadi hilang.


"Itu.... Game VR.IW, Game VR yang saat ini sedang dimainkan seluruh Dunia. Kami berdua penasaran dengan Game itu jadi kami meminta ke Paman Sebas untuk membelikan Perangkat Helm VR game tersebut." Lina menjelaskan Game yang ternyata adalah Game buatan Hanza.


"Owhhh... Game itu yahhh." Ucap Hanza yang seolah-olah ia tidak memiliki hubungan dengan Game itu.


"Apa Kakak juga memainkanya!?." Tanya kedua Adik Hanza yang terseyum senang karena tidak dimarihi.


"Hmmm Kakak sudah memainkan Game itu, tapi hanya beberapa kali saja Kakak memainkanya." Ucap Hanza sambil mengelus kepala kedua Adiknya.


"Tapi jangan sampai meninggalkan waktu belajar kalian, dan juga kurangi waktu Ngegame nya." Lanjut Hanza dan mulai mencubit kedua pipi merah muda Adiknya itu.


"Kakak akan kebelakang dulu, kalian bermainlah sebentar dan nanti harus belajar." Ucap Hqnza dan mukai berdiri dari duduknya.


"Okeyyyyy!." Jawab kedua nya dan langsung berlari menuju kamar mereka.


Sesampainya Hanza di belakang Rumah, ia lansung terbang menuju Hutan. Hutan itu memang sudah bergabung dengan halaman Belakang rumah Hanza jadinya bisa dibilang Hutan itu milik Hanza.


Saat sudah ada di tengah tengah Hutan Hanza langsung turun dan menginjak dedaunan pohon yang ada dipucuk Pohon besar, Hanza berdiri dengan gagahnya diatas daun itu layaknya sang Abadi yang sehabis turun dari Surga.


"Hmmmm Bola Hitam ini sangat berbahaya, aku harus menggunakanya dengan sebaik mungkin." Ucap Hanza sambil melihat Bola Hitam sebesar Bola bekel yang ada di gegaman tanganya itu.


Item: Bola Kehancuran


Deskripsi: Bisa menghancurkan apapun sesuai perintah sang pemiliki Bola Kehancuran. Tidak ada batasan penggunaan Bola Kehancuran.

__ADS_1


Itulah yang membut Hanza geleng-geleng kepala saat melihat Kegunaan dan kelebihan Bola Hitam itu, dengan Bola hitam yang beraada di tanganya, Hanza yakin kalau ia mengingikan Bumi hancur maka Bumi ini akan Hancur dan lenyap tampa sisa.


"Sungguh benda yang sangat mengerikan, untungnya benda seperti ini berada di tangan ku. Kalau berada di tangan orang lain mungkin mereka tidak akan bisa menggunakanya Awokawokawok..." Ucap Hanza tertawa lucu.


"Baiklah, apa mungkin bola ini bisa di gabungkan dengan Degger ku?." Hanza bertanya kepada dirinya sendiri sambil mengaluarkan Degger nya.


"Hmmmm..... Hikari apa kau bisa menggabungkan Bola ini ke Degger ku?." Tanya Hanza, karena saat Hikari meng Update diri nya sendiri ia memiliki Fiture baru yaitu, Enchan dan Tempa.


Enchan: Bisa menambah kekuatan barang dengan material yang cocok untuk barang yang mau di Enchan/di tingkatkan.


Tempa: Sudah jelas, dan gk usah dijelasin lagi Awokawokawok.


Kenapa Sistem yang judulnya Sistem Kekayaan malah memiliki Fiture semacam itu? yaaa... semuanya adalah alur cerita yang akan diterapkan Author nanti. Tenang ae cerintanya nanti masih berada di Dunia modren kok tapi dengan tambahan sesuatu nantinya Hehehehe.


[Bisa Tuan, apa Tuan ingin mengenchan nya?]


"Ya." Balas Hanza.


[Butuh waktu satu Tahun untuk Mengenchan kedua bahan]


"Satu tahun yaaaa...... tidak masalah, tetap Enchan saja." Pinta Hanza yang sudah membulatkan tekatnya.


[Siap laksanakan Tuan! pengenchan nan akan segera di Proses........ Selesai. Membutuhkan waktu 365 Hari untuk Proses Enchan Degger Kematian+Bola Kehancuran.]


[Sudah Tuan!]


Bukan hanya penambahan Fiture saja yang ada di diri Hikari, melainkan ada juga Emosi yang masuk kedalam Hikari dan sekarang ini Hikari layaknya sebuah mahluk hidup seperti manusia. dan Juga suaranya sudah tidak sama lagi kayak Sage Agung yang dimiliki Rimuru.


Suara Hikari menjadi suara Wanita Bijak, dan terkesan bersemangat saat berbicara. Hanza sudah mencoba suara hikari berkali-kali dan malah mendapatkan amarah dari Hikari karena ia di permainkan dan sudah memiliki Emosi.


Hanza juga pernah bertanya ke Hikari siapa yang menciptakan Sistem/Hikari dan Hikari menjawab kalau dirinya diciptakan oleh Takdir Hanza. Terkejutlah Hanza saat itu karena mendengar hal yang membingungkan.


Takdir? takdirku bisa membuat sebuah Sistem yang sangat hebat ini? Apa memang itu yang terjadi?. Ucap Hanza waktu itu dan ia sudah agak terbiasa ketika menerima jawaban mengenai asal usul Sistem.

__ADS_1


Hikari juga harus melewati sebuah ujian untuk sampai ke sisi Hanza saat ini, yaaa.... ujian yang saya maksud itu saat Hikari masuk kedalam sebuah Pohoh, semut, batu, lalat, dll makanya Hikari sangat senang ketika Ujian yang sangat berat itu berhasil ia lalui dan berhasil menyatukan diri dengan Tuan yang sebenarnya harus ia layani, Hanza.


Author: Kalau ada Typo nya mohon di maklumi ya Hehehe


__ADS_2