
Nampak lah Mobil Sport yang melaju dengan kencang nya di jalanan berlumpur, hanya orang bodoh yang akan mengendarai mobil Sport di jalanan yang berlumpur, karena mobil Sport itu dikusus kan berada di jalanan rata atau tidak ada yang rusak jalanannya. Sementara orang yang mengendarai Mobil itu adalah Hanza sendiri jadi kenapa Hanza harus menjaga sebuah Mobil yang notabe nya hanya sebuah Barang?.
Kalau Hanza ingin ia akan membeli Mobil Sport limited edision sebanyak-banyaknya dan Hanza saat ini sedang marah......? kanapa Hanza marah? padahal tadi ia biasa saja ketika Tia diculik, itu karena yang menculik Tia adalah seseorang yang Hanza benci. Ya seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Ibu Hanza sendiri, entah apa yang di pikirkan Ibu Hanza menculik Tia. Padahal Tia bukan siapa-siapanya ataupun anak orang kaya dan tiba2 Ibu Hanza menculiknya?
"Apa yang di inginkan Jelang itu!?." Marahlah Hanza ketika mengingat wajah Ibunya yang ia ketahui hanya melalui Foto pribadi Ayahnya dulu.
"Apa dia tau kalau aku ada hubunga dengan Tia?." Hanza mencoba berfikir dan menebak-nebak apa yang di inginkan Ibunya sampai-sampai menculik Tia.
"Bodo amatlah! yang penting nanti aku akan menanyai nya." Menancap Gas lebih dalam, mobil Hanza melesat di jalanan berlumpur itu dengan kencangnya.
Tak butuh waktu yang lama sampai Hanza tiba di lokasi Tia di sekap dan Gedung itu ternyata adalah Sebuah Pabrik kayu yang terbelangkalai. Bukan hanya Mobil Hanza yang ada disana melainkan juga ada puluhan Mobil Jep berwarna Hitam mengelilingi Pabrik itu. Sebelum Hanza keluar tiba-tiba munculah beberapa orang sangar dan memakai Jas serta memakai kacamata Hitam.
"Nampaknya Jelang itu tau kalau aku akan datang kesini, bukan kah berarti Jelang itu mengincarku?." Batin Hanza yang sudah turun dari Mobil nya, langsung saja beberapa orang yang menghampiri Hanza tadi seperti mempersilakan Hanza masuk ke dalam Gedung Pabrik.
Hanza berjalan dengn santai nya tampa rasa khawatir sedikitpun, setelah ia mengedarkan Presepsinya ke sekitar Gedung itu dan di dalam Gedung, Hanza Tidak menemukan hal-hal yang membahayakan. Sesudahnya Hanza memasuki Gedung dan ia di suguhi oleh pemandangan yang membingungkan.
"Lahhhh? kenapa dengan orang2 itu?." Hanza melihat di tengah ruangan ada Meja dan kursi yang sudah di isi berbagai orang salahsatunya adalah Tia sendiri.
"???." Hanza hanya bisa melongo melihat ke arah Meja itu.
"Bukan kah Tia diculik? kenapa ia malah santai duduk disana?." Kebingungan Hanza teralihkan ketika ada wanita Milf yang memanggilnya.
"Hanza Kesini Nak." Ucap Wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ibu Hanza sendiri.
Bommmmm*
Deg*
Deg*
Deg*
Deg*
__ADS_1
Hanza langsung melepaskan Aura yang sangat kuat serta mengerikan, di sekeliling Hanza ada Aura Ungu Gelap yang terus mengepul-ngepul seperti kobaran Api, orang-orang yang ada disana pun langsung bertekuk Lutut semuanya.
Di Luar Kota maupun di dalam Kota.
Deg*
Deg*
"Aa-ada apa in-ini!." Orang acak berbicara ketika tubuhnya ambruk ke tanah.
Diluar Pulau maupun di dalam Pulau, semua orang merasakan Aura Hanza yang sangat Kuat bahkan Aura Hanza mencakup dari Sabang sampai Merauke Atau se Negara Indonesia merasakan Aura ganas milik Hanza.
Kembali lagi ke TKP.
"N-Nak hi-hilangkan Aura-Aura mu du-dulu!." Ibu Hanza dengan gagap nya berbicara ke pada Hanza, dan Hanza langsung menarik kembali Aura miliknya.
"Sebenarnya ada apa ini!?!." Suara Hanza sangat berat sehingga membuat tubuh orang-orang yang ada disana bergetar tak karuan.
"Tembak!." Teriak Ibu Hanza menunjuk ke arah Hanza.
Dor*
Dor*
Dor*
Dor*
Dor*
Dor*
Rentengan sebuah peluru melesat ke arah Hanza dengan ganasnya dan tubuh Hanza menrcipratan darah merah segar. Tia yang melihat Hanza hanya bisa menangis tersedu-sedu Tia tau kalau semua ini karena dirinya, karena saat pertama ia di culik, dirinya di kasih sebuah obat bius yang akan membukam mulutnya sampai batas waktu tertentu. Suara tembakan berhenti terdengar dan Ibu Hanza langsung tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Hahahahaha! Keluarga Pratama sudah tidak punya Ahli Waris lagi!" Tawa Jelang ini dengan senyum yang mekar di bibirnya.
Sebenarnya Ibu Hanza dulu adalah Orang yang sangat baik serta lemah lembut dan semua itu berubah ketika ia bertemu dengan musuh Keluarga Pratama, awalnya Ibu Hanza di tawari uang oleh Laki2 ini untuk membunuh Hanza yang masih bayi, langsung saja Ibu Hanza menolaknya, tetapi saat Laki2 itu menawarkan sebuah hal yang sudah di luar nalar manusia akhirnyaa Ibu Hanza mau dengan tawaran Laki2 itu.
Pulanglah Ibu Hanza dengan Laki2 itu kerumah Tempat Bayi Hanza berada dan setelah disana, Laki2 itu agak berubah pikiran dan akhirnya ia bersetubuh dengan Ibu Hanza di ruang tamu. Pada saat itulah Ayah Hanza kembali ke rumah dan mendapati Istrinya sedang bersetubuh dengan Pria lain. Laki2 itu berubah pikiran lagi dan ia menginnginkan Keluarga Pratama ini mendetita, sebab apa yang membuat Ayah Hanza meninggal adalah tekanan Mental dari sebuah Vidio Istrinya yang sedang digilir oleh puluhan Pria.
Semua Vidio itu dikirim oleh Pria yang menawarkan sesuatu ke Ibu Hanza, jadi nya begitu deh.
"Berani-beraninya kalian menculik Cucuku!." Suara yang sangat menakutkan terdengar sekali lagi di telinga semua orang, kan Tia adalah Keturunan dari Keluarga Kuno juga, meskipun ia sudah di ajari ilmu beladiri Tia tetap tidak bisa melawan puluhan Orang yang badanya kekar semua ketika ia di culik.
"Si-siapa kau?." Jelang ini ketakutan lagi, tapi rasa takut yang ia alami tadi tidak separah saat Hanza mengeluarkan Aura, dan Aura kakek tua di depanya bisa di bilang tidak lah kuat.
"Aku hanya ingin mengambil Cucuku kembali." Ucap Kakek Tua ini dan menghilang dari pandangan semua orang, setelah itu ia muncul di samping Tia yang ternyata Kaki dan tanganya di ikat.
Owhhhh iya saya lupa, semua orang yang ada di meja tadi adalah Musuh Keluarga Pratama dan Laki2 Bangs*t itu juga ada disana, ketika semua orang yang ada di meja melihat ke wajah Kakek Tia, meraka langsung terkejut sejadi-jadinya.
"Iblis Merah!." Teriak mereka serempak.
"Hohoho ternyata masih ada yang mengingatku ternyata dan juga Hanza kenapa kamu terus berbaring di tanah begitu." Ucap Kakek Tia dan ucapan itu mengejutkan orang-orang yang ada di maja akhirnya mereka melihat ke arah Hanza yang sudah mereka yakini telah menjadi mayat.
"Yaaaaa.... berani sakali Kalian ini Yah!?." Ucap Hanza dengan nada beratnya dan semua peluru yang masuk ke dalam tubuh Hanza tadi berkeluaran semua, serta semua Area tubuh yang terkana tembakan tadi memulihkan diri dengan cepat.
"Apaaaaa!." Teriak mereka serempak dan mulai melangkah mundur, Jelang pun juga sangat terkejut ketika melihat Hanza bangkit kembali.
Deg*
Akhir orang2 bodoh itu sadar ketika mereka merasakan Aura yang di pancarkan Hanza tadi. Dan Aura itu sangat mirip dengan Legenda Evil Flame, terkejutlah lagi mereka semua. Bukankah kalau begitu Anak ini sudah mewarisi Kekuatan Orang itu?." Batin Orang2 bodoh secera bersamaan. Swoshhhh..... Hanza menghilang dalam sekejap mata dan muncul di depan Jelang dengan tatapan membunuh yang sangat kuat.
"A-Anak ku a-aku b-bisa jela-jelasin semuanya!." Dengan tubuh bergetar ketika ia melihat mata Hanza yang bersinar Ungu kayak Mata Sung Jiwo sesudah mendapat kekuatan Shadow Monracht sepenuhnya.
"Yahhhhh.... Kau itu Jelang dan apa-apaan dengan penggilan mu itu?. Aku tidak pernah memiliki Ibu Jelang seperti mu!." Ucap Hanza dan mencekik Leher Jelang itu.(Yaaaa.... tidak bisa di pungkiri kalau Hanza mamang keluar dari MeMe* Jelang itu.)
"Arrrgghhhhh!." Teriak Jelang yang terdengar sangat merdu di telinga Hanza.
__ADS_1