
Semua orang yang tidak mengetahui kekuatan asli Grita hanya bisa bedecak Kagum, hanya Orang Seniman Beladiri yang sudah melewati apa itu yang disebut antara Hidup dan Mati. Mereka tau betul dengan sifat lawan seperti Grita itu.
Hanya sebatas Dukungan dari orang Kuat tidak akan menjamin kekuatan dirisendiri, tidak perlu di ambil pusing. Saat ini Grita langsung mengundurkan diri dari Panggung sambil tersenyum lebar, dia sangat senang karena bisa menarik perhatian orang-orang kuat di pertemuan Seniman Beladiri ini.
Setelah Grita unduru diri tak lama kemudian ada pemuda yang umurnya mungkin sama dengan Grita, 25-28 tahunan. Dan ia memegang pedang bermata dua di tangan kirinya, sekilas semua orang bisa langsung tau kalau pemuda itu pengguna pedang. Jadi nya orang yang mau menantang pengguna pedang juga harus menggunakan pedang saat berduel nanti.
"Saya Bisachk! ingin menunjukkan kebolehan saya!," Bisachk adalah nama pemuda itu.
"Saya akan maju." Pria muda lainya langsung maju kedepan dengan pedang Katana berada di pinggang kiri.
Bisachk sekilas memandang lawan tanding nya, setelah selesai mengamati lawannya. Senyum mengejek terlukis di bibir Hitam Bisachk, yaaaaa sebenarnya Bisachk adalah pemuda dengan kulit hitam dan rambut pendek keriting.
"Mohon bimbinganya." Bisachk memberi Hormat terlebih dahulu, dan salam Bisachk di terima oleh Pria Samurai.
Sakali pandang pun orang-orang akan tau kalau yang menerima tantangan itu adalah seorang Samurai, sudah jalskan kalau dirinya membawa Katana di pinggang nya?
"Yaaa mohon juga bimbinganya." Balas Pria Samurai sambil meraba pegangan Katana.
Mereka berdua saling menatap dengan tatapan tajam layaknya Burung Elang yang sudah mendapatkan mangsanya, hanya butuh beberapa detik mereka saling bertemu di tengah-tengah Arena.(Gini aja nyebutnya)
Tingggggggg*
Bentrokan Pedang dan Katana terdengar di seluruh Arena itu, Pedang Bisachk berada di atas sementara pedang si samurai berada di bawah. Posisi yang sangat mengutungan bagi Bisachk untuk menekan lawanya, tapi siapa itu Samurai?. Samurai adalah kesatria yang mendalami ilmu kelembutan dalam seni Katana Mereka.
Si samurai melemaskan genggaman Katana nya dan menggeser tubuh nya kesamping, pedang Bisachk layaknya roket yang meluncur kebawah ketika kehilangan tumpuan untuk menahan pedang nya.
Sringggg*
Bommmmmm*
Terjadilah ledakan ketika Pedang Bisachk menyentuh Lantai Arena, si Samurai hanya diam dan tangan nya sudah ada di posisi setelah menebas sesuatu.
Craaaaaaatttttttttt*
Kepala Bisachk jatuh kelantai, semua orang tercengan dengan kejadian itu. Turnamen yang sedang berlangsung ini tidak memperbolehkan peserta membunuh lawan tandingnya, dan mereka/orang-orang melihat dengan mata kepala mereka sendiri kalau larangan itu dilakukan oleh seseorang.
__ADS_1
"Apa yang dilakukanya? bukankah membunuh di Arena itu tidak di perbolehkan?."
"Sungguh hal yang ajaib."
"Menarik."
"Apa peraturan yang sekarang di tetapkan sudah tidak berlaku?"
Banyak orang-orang yang kebingungan sekaligus terkejut hanya melihat seseorang terbunuh di depan mereka. Mereka terkejut karena yang membuat masalah sekarang ini adalah keluarga Samurai dari Jepang, keluarga Samurau hanya ada satu di Jepang, yaitu Keluarga "Chuncunmaru" :v
"Berani sekali dia melanggar peraturan yang sudah di tetapkan oleh Keluarga Pratama!." Teriak Pria Tua dengan rambut putih nya.
"Apa kau tau hukuman apa yang akan menantimu nanti!?." Dengan Aura yang sudah keluar dari tubuh, Pria Tua ini berjalan kedepan memghampiri Pria Samurai itu.
"Aku dari keluarga Duke akan menghukummu!." Ucap Pria Tua ini dan mulai menyiapkan pukulan.
Melesatlah pukulan Pria Tua itu menuju muka Pria Samurai, tapi ada yang salah dengan Pria Samurai itu. Tampang yang Pria Samurai itu buat seakan-akan tidak takut dengan pukulan Pria Tua.
Swosshhhhhhhh*
Tiba-tiba ada sosok melesat keluar dari kerumunan orang-orang, ia menggunakan Capil/Topi Samurai yang terbuat dari anyaman Bambu, dengan Katana terhenus ke arah Pria Tua yang sedang memukul Pria Samurai itu.
-orang yang lemah mereka langsung dikirim terbang layaknya kapas tertiup oleh angin puyuh.
"Berani-beraninya kau!." Teriak Pria Tua memandang Pria bercapil itu dengan geramnya.
"Berani lah, masa enggak....." Balas Pria ber Capil itu dan mulai menghentakkan Katana miliknya.
Setelah mundur, Pria Tua langsung memandang pendatang baru dengan wajah marah."Siap dirimu!." Teriak Pria Tua menayakan identitas dari Pria bercapil.
"Aku Kitoki, Penetua Keluarga Samurai." Balas Kitoki ini.
"Kitoki?! dasar kau Bangs*t! apa kau tidak tau saat ini orang mu itu sudah membuat kesalahan fatal!?." Ucap Pria Tua yang dari tadi tidak memperkenalkan namanya:v
"Hehhhhh..... peraturan apa?." Tanya Kitoki dengan suara mengejek.
__ADS_1
"Peratur-." Belum sempet ngomong.
"Peraturan yang tidak boleh membunuh orang saat berduel." Dengan santai nya Joko melangkah maju kedepan.
Deg*
Deg*
Deg*
Deg*
Jantung semua orang langsung berdetak keras ketika melihat dan mendengar suara Joko, mereka tau! siapa yang sedang mereka lihat saat ini!. Yaaaa dia adalah Joko! Joko Pratama, Sesepuh dari Keluarga Pratama, hanya orang yang belum berpergian jauh yang tidak akan mengenali siapa Joko ini.
Wajah Kitoki dan Pria samurai langsung jelek-sejeleknya. Mereka berfikir kalau Keluarga Pratama tidak akan berperstasi dalam Turnamen kali ini dan nayatanya mereka saat ini sedang melihat Keluarga Pratama. Niat keluarga Samurai adalah mencari pemuda berbakat dalam hal seni Pedang.
Jadi mereka akan membuat para Pemuda pengguna Pedang keluar dari kerumunan ketika Keluarga Samurai membunuh salah satu pengguna Pedang. Tapi rencana mereka langsung sirna ketika melihat Keluarga Pratama ikut dalam Turnamen kali ini.
"Betapa sialnya aku." Batin kedua Samurai itu dengan senyum kecut di bibir mereka.
"Senior!." Pria Tua langsung bersemangat setelah melihat Joko dan menjulurkan tangan kanan nya yang berarti mau bersalaman.
"Hohoho..... ternyata keluarga Duke mengirimmu, Genos." Ucap Joko menerima jabatan tangan dari Genos.
"Hahahaha.... itu benar Senior." Tawa Genos sambil menggaruk kepala bagian belakang.
Joko melirik ke arah Pemuda yang terbunuh setelahnya pandangan Joko beralih ke Pria Samurai."Apa kau tau saat ini sadang dimana?." Tanya Joko dengan santai, tapi aura Joko yang tidak santai.
"...."
"...."
Mereka berdua tidak menjawab pertanyaan Joko, menghela nafasa ringan Joko melambaikan tangan nya ke arah tangan kiri Pria Samurai. *Plukkkk* sebuah benda jatuh dari bagian kiri Pria Samurai dan benda itu adalah tangan dari dirinya.
Hanya bisa diam dan menahan sakit, Pria samurai itu mengambil tanganya dan mulai menjauh dari Arena, diikuti oleh Kitoki dari belakang. Genos yang melihat kedua samurai itu pergi hanya bisa menghela nafas kecewa. Karena dirinya ingin membunuh kedua orang itu.
__ADS_1
Sebenarnya hukuman dari membunuh lawan tandingnya saat Turnamen berlangsung adalah Eksekusi ditempat, bisa juga memotong salah satu angota tubuh dari orang yang sudah membunuh lawan tandingan nya.
Author: Mungkin nanti Update Chp selanjutnya agak malam, karena saya mau tidur dan saya tidak tau bangun nya jam berapa nanti:v