
Hanza sudah sampai rumah setelah ia membereskan Idiot yang mengganggunya tadi, ternyata Idiot itu adalah anak dari Salah satu Jendral Dunia bawah. Hanza berfikir nanti kedepanya akan sangat merepotkan karena ia membunuh Idiot itu. Sesampai nya dirumah Hanza langsung menuju kamarnya.
"Huffff....Ternyata melelahkan juga menjadi kaya." Guman Hanza sambil rebahan di ranjang.
"Apa ada yang bisa membuatku bersemangat kembali?." Hanza bertanya kepada dirinya sendiri.
"Kayaknya memang tidak ada." Keluh Hanza.
[Apa Tuan ingin Misi lagi?.]
"Misi? kalau Misi itu membosankan aku tidak mau." Balas Hanza.
[Misi ini akan membuat Tuan tidak kebosanan.]
[Dinnggg! Misi dari Reades, Buat Game VIRYTUAL REALITY.
Hadiah: Kesempurnaan Game tersebut, 100T Rp.]
"Owhhhhh.... Game ya....... Baiklah, gua akan kerjakan." Hanza beranjak dari kasurnya dan berjalan ke arah Ruang Gaming.
Sesampainya disana Hanza menyalakan Pc serta membawa sebuah USB, dengan tulisan 100Tb di USB itu.
"Hmmmm.... bergenre apa Game nya Hikari?." Hanza bertanya.
[Bebas Tuan]
"Baiklah, Genre Hentong saja." Ucap Hanza bersemangat.
[Jangan Tuan]
"Lah kenapa?." Hanza bertanya.
[Pihak NT nanti gk akan meluluskan Riview Chp ini]
"Owhhhh benarjuga yah..." Ucap Hanza sambil mengangguk.
"baiklah, kalau begitu Game ini akan bersifat Petualangan, Fantasy, Exstrem World." Hanza bangga dengan pilihanya.
"Game yang akan membuat Dunia Gempar dengan kemunculanya. Hahahaha aku tidak sabar untuk melihat reaksi dari Dunia Nanti." Uacap Hanza yang langsung mengotak-ngatik Pcnya.
Hanza sangat fokus kepada Monitor dan jari-jarinya tidak pernah berhenti sekalipun, terus mengetik dan terus mengetik sampai gerakan jari Hanza tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, harus pakai mata khusu biar dapat melihat kecepatan Ketik Hanza.
Sudah 8 Jam Hanza menatap Monitor disana ada berbagai progam yang sedang Hanza buat untuk Gamenya nanti.
"Aki butuh pelantara buat memasangkan Progamku ini." Ucap Hanza sambil berfikir.
__ADS_1
"Kacamata, Hlem, Kapsul, Atau....... Ahhhhh Hlem saja!." Hanza sudah memutuskan apa yang harus dilakukan.
Hanza langsung menelepon Perusahan J. Techknology dan Hanza meminta membuatkan sebuah Hlem, tentu saja mereka langsung mengerjakan apa yang disuruh Hanza, karena mereka tau kalau Hanza itu pemilik keseluruhan Saham perusahaan, jadi Hanza adalah pemilik Perusahaan itu. Hanza memberikan Cetak biru kepada orang yang Hanza suruh untuk membuatkan Hlem nya.
Hanya butuh 1 Minggu untuk menyesaikan Pembuatan Hlem dan Hanza saat ini sudah berada di Ruangan Gaming nya, serta ditemani Meneger dari Perusahan H. Techknology, nama perusahan sudah Hanza rubah jadi begitudeh.
"Tuan ini barangnya." Meneger itu memberikan Hlem berwarna abu-abu.
"Baiklah." Hanza langsung menyambungkan Kabel USB ke colokan USB Hlem dan Hanza langsung mengotak-ngatik kembali Pcnya.
"Beres!." Kata Hanza yang sangat gembira, bagaimana tidak Hanza selama seminggu ini mendekam di Ruang Gaming ini dan Pcnya terus menyala.
"Tuan, boleh saya bertanya?." Meneger itu bertanya.
"Boleh." Ucap Hanza.
"Itu.... sebenarnya Tuan lagi membuat apa?." Meneger ini bertanya tentang apa yang sedang dibuat Hanza.
Meneger itu hanya tau kalau Hanza menyuruhnya untuk membuat Hlem dengan vitur yang sangat rumit, tapi untungnya ia diberi Blue Prin oleh Hanza. Sempet Meneger itu bingung dengan Blue Prin yang diberikan Hanza tapi ia hanya memilih membuatnya saja serta nanti saat sudah ada kesempatan ia akan langsung bertanya, dan saat ini ia sudah mendapatkan kesempatan itu.
"Era Game VR." Kata Hanza dengan nada agak menekan sambil melihat ke arah Waktu yang dibutuhkan semua Progamnya masuk ke Hlem VR.
"Era Game VR?." Meneger itu bingung.
"Tuan, anda sangat hebat." Kagum Meneger ini.
"Hmmm... Pujalah aku! Pujalah! Hahahahaha!." Hanza langsung Bla Bla Bla...
Hanza langsung menyuruh Mengernya pergi dan pulang, Hanza ingin nyantai kali ini jadi ia merebahkan dirinya ke kasur serta memainkan Hp miliknya sambil membaca Novel Favorit dan Tiba-tiba Hp Hanza ada panggilan telepon.
"Aduh siapa sih?." Hanza kesal dengan telepon orang itu.
"Hmmmm.... Owhhhh... ternyata Bibi Ani." Ucap Hanza senang karena Bibinya telepon.
"Halo Bi." Sapa.Hanza duluan.
"Halo Hanza ku tersayang~." Balas Bi Ani dengan nada centil, memang Bibi Ani sikapnya begitu kalau lagi dengan Hanza atau... pokoknya begitu deh.
"Ada apa Bi Telepon Hanza?." Hanza bertanya.
"Owhhh... Bibi mu ini mau kerumahmu, jadi siapkan Kamar untuk Bibi ya." Balas Bi Ana.
"Hmmmm Baiklah, tapi kenapa Bibi kesini?." Hanza bertanya.
"Yaahhhh... pastinya kamu kesepian kan? saya tau itu jadi Bi Ani akan kesana untuk membuatmu tidak kesepian lagi." Ucap Bi Ani salah sangka, sebenarnya Hanza B aja.
__ADS_1
"Ahhh.... apa gk ngerepotin ya?." Hanza bingung dengan Bibi nya yang satu ini.
"Gk ngerepotin kok, tenang saja." Kata Bi Ani.
"Memang Bi Ani mau nginep sampai kapan?." Hanza bertnya.
"Selamanya Hanza ku Sayang~ Fufufu~." Begitulah Sikapnya Hanza sudah terbiasa dengan Sikap Bibinya itu, mungkin gara-gara ia masih Perawan jadinya kayak kekanak-kanakkan gitu.
"Masa?." Hanza tidal percaya dengan ucapan Bi Ani.
"Benar, Kakek yang nyuruh, katanya kamu sudah bangkit." Ucap Bi Ani.
"Hareeeee.... emangnya Kakek bilang apa? sudah bangkit apanya?." Hanza bertnya.
"Udahlah, nanti Bibi jelasin kalau sudah sampai sana." Kata Bi Ani.
"Baiklah." Balas Hanza.
"Kalau begitu dada Hanza ku Sayang~." Ucap Bi Ani serta ada kata Muach-Muach gitu (っ´▽`)っ
"Da juga." Balas Hanza dan menutup Teleponya.
"Apa yang dimaksud Kakek? tumben sekali dia begitu." Ucap Hanza penasaran dan Hanza hanya tau kalau Kakek nya itu seroang yang sangat tertutup, bahkan ia jarang keluar rumah. Jadinya Hanza sangat bingung.
"Biarlah, toh nantinya Bibi yang jelasin." Ucap Hanza merebahkan kembali tubuhnya ke kasur.
"Huhhhh... tapi gua sangat bosan sekarang butuh kerjaan lagi." Kata Hanza dengan tampang malesnya.
[Apa Tuan ingin Misi lagi?.]
"Ahhhh... tidak Hikari, aku butuh hal yang baru dan menantang." Kata Hanza dengan nada malesnya.
[Bukankah Game yang Tuan buat sangat hebat, kenapa gk memainkanya saja?.]
"Owhhhh... benar juga ya." Ucap Hanza sambil memikirkan Game yang ia buat.
"Itung-itung sambil ngetes Gamenya." Lanjut Hanza dan berjalan ke arah Ruang Gaming kembali.
Pemindahan Progam ke Hlem Vr masih butuh 1 Satu Jam lagi, jadinya Hanza turun kebawah lantai satu untuk mengambil Cemilan.
Seniponis:
Game VRMMORPG/Massively Multiplayer Online Role-Playing Game, Hanza membuatnya dengan penampilan Dunia nyata serta membuat Fitur perasa di Game itu dan ia juga menambah rasa sakit ketika Karakter Game terkena Demage. Masih banyak Fiture yang belum saya jekaskan tapi yang terpenting adalah Fiture perasa dan Fiture kenyataan. Saat masuk ke Game mereka akan merasakan apa yang di rasakan saat di Dunia Asli jadi mereka para Player nantinya akan mengira kalau mereka di pindahkan ke Dunia Lain, karena mereka akan menganggap kalau mereka bukan berada di Game, melainkan Dunia yang sesunghuhnya.
Baiklah, Perkenalkan "Isekai World" Nama Game yang dibuat Hanza si orang yang edang gabut sekarang.
__ADS_1