
Di pagi hari yang sangat cerah ketika sang matahari sudah menampakkan diri, suara burung berkicau saling sahut menyahut, embun-embun yang bertenmpelan di dedaunan pohon mulai menetes jatuh ke bawah, angin sepoi-sepoi dingin masuk ke cendela sebuah Villa besar dan menggerakkan tirai yang menutup Jendela. Karena angin sepoi-sepoi itu membuka tirai nya, nampaklah sebuah pemandangan yang sangat fantastis di sebuah kasur ruangan itu.
Di Atas Kasur terdapat empat orang yang sedang berbaring/tertidur dengan nyenyaknya, tapi ada suatu hal yang sangat aneh. Hal aneh itu adalah dari empat orang itu, yang satu nya adalah laki-laki dan sisanya perempuan. Dari salah satu cewek itu merangkul tangan kiri laki nya dan yang tangan kanan juga sama, sementara sisanya berada di atas tubuh Laki-laki itu.
Ya mereka adalah Hanza, Ani, Nisa dan Tia, dengan keadaan telanjang, mereka malah membuat sebuah hal yang sangat fantasis. Bukan sembarangan orang yang bisa melakukan Se*s bersama tiga perempuan sekaligus, bahkan saat ini wajah Hanza nampak tidak menunjukkan rasa lelahnya, malahan ketiga Wanita itu yang nampak kelelahan:v.
Note: Pokoknya Mc harus lebih mendominasi.
Tak berselang lama, Hanza mulai membuka kelopak matanya secara perlahan-lahan. Setelah mengumpulkan kesadaran penuhnya, Hanza langsung memandang kearah ketiga wanita yang mengampitnya, hanya bisa menghela nafas pasrah ketika Hanza mengingat kejadian tadi malam sampai jam 3 Pagi. Yaaaaa.... mereka berempat tadi malam melakukan itu jadi Hanza yang Notabe nya pria polos sekarang ini sudah berubah menjadi pria Jantan yang tangguh..
"hahhhh.... kayaknya kehidupanku akan terasa lebih enak lagi." Ucap Hanza sambil tersenyum dengan hati yang berbahagia.
[Dingggg! Misi tersembunyi, Buat Harem. Selesai.
Hadiah: Uang $100J.]
Note: pakek Dolar aja biar banyak. $1 sama dengan Rp20, setuju gk? kalau iya tulis nanti di kolom komentar.
"Nahhhhh gitu donggg..." Hanza langsung bersenang ria ketika Notifikasi Hikari terdengar di kepala Hanza.
Hanza pun terdiam sebentar sambil melihat para Wanita nya, sekarang ini Hanza sudah mengakui kalau mereka bertiga adalah Wanitanya. Saat Hanza menggunakan Mata Segalanya, Hanza langsung 100% yakin kalau keputusan untuk memiliki mereka bertiga itu sudah sangat benar.
(Ani)
Kesukaan/Cinta: 100 Poin kepada Hanza.
(Nisa)
Kesukaan/Cinta: 100 Poin kepada Hanza.
(Tia)
__ADS_1
Kesukaan/Cinta: 100 Poin kepada Hanza.
"Sudah tidak ada yang bisa menghianatiku lagi kalau aku punya Hikari." Karena semua yang Hanza pakai saat ini adalah hadiah dari Hikari, jadinya Hanza bersyukur mendapatkan Hikari.
"Terimakasih Hikari." Batin Hanza.
[Bukan masalah Tuan]
Hikari menjawab kayak suara Sage-chan yang ada di dalam tubuh Rimuru, mungkin nanti Hikari kayak........ Rahasia. Tak terasa sudah setengah Jam Hanza memandangi ketiga Wanitanya dan karena Ani sama Nisa adalah Pejuang, jadinya mereka sadar kalau sedang di tatap oleh seseorang, dan saat mereka berdua mendongak ke atas, langsung saja mereka berdua mendapatkan senyuman Hangat dari Hanza.
"Selamat pagi Sayang." Sapa Hanza dengan Senyum indahnya.
Blussssss*
"S-selamat pa-pagi juga Sa-Sa-Sayang." Jawab Mereka bersaam dengan muka yang sudah memerah kayak kepiting rebus.
Dan perlu di ingat, kalau Hanza itu bersenyum seperti sakarang ini hanya untuk orang sepesial saja, jadi mereka berdua yang baru melihat sisi Hanza yang lagi tersenyum, meraka langsung tersipu malu. Bahkan saat mereka berdua melakukan itu dengan Hanza, mereka merasa tidak tahu malu jadi saat ini hanya melihat senyuman Hanza langsung membuat mereka tersipu.
Kerana Tia yang ada di atas tubuh Hanza adaah tempat yang setrategis, jadinya ia mendengar suara di sekitarnya. Saat membuka mata Tia langsung mendongakkan kepalanya, dan adegan yang sama terulangi.
"...." Bukan kayak Ani sama Nisa, Tia tersipu malu dan setelahnya langsung pingsan.
Hanza, Ani dan Nisa hanya bisa memandang Tia dengan muka yang menahan tawa, karena mereka bertiga melihat adegan lucu.
"Kalian mandi dulu dan aku akan ke bawah sebentar, juga kalian berdua jaga Tia." Ucap Hanza menurunkan Tubuh Tia ke samping dan beranjak dari Ranjang
Setelah Hanza memakai pakaian, ia langsung pergi dari kamar sesudah mencium ke tiga Wanitanya. Di lantai paling Bawah, Hanza menyuruh pelayan wanita untuk membawakan makanan ke kamar nya, jadi mereka bertiga ridak usah repot-repot turun kebawah untuk makan. Karena mereka bertiga pasti ke lelahan setelah melakuka sesi malam yang sangat panjang.
"Sebas kamu dimana?." Ucap Hanza menelepon Sebas.
"Saya berada di Balakang Tuan, apa Tuan membutuhkan sesuatu?." Balas Sebas dan juga bertanya.
__ADS_1
"Kamu sudah mengurus semua Perusahaan?." Hanza bertanya kembali.
"Sudah Tuan." Balas Sebas.
"Bagus, kalau Uang Perusahaan kurang bilang ke aku saja, biar ku transfer Uang nanti." Ucap Hanza dan mulai berjalan ke arah depan rumah.
"Baik Tuan, nanti akan saya beri tau kalau ada hal yang begitu." Balas Sebas.
"Baiklah, aku tutup Teleponya." Ucap Hanza dan menutup Telepon, saat sudah sampai di halaman depan Villa.
Hanza melihat kesekeliling dan mendapati kalau Mbak Farisa sedang melukan bersih-bersih di area salah satu taman, karena Hanza tidak ada kerjaan jadinya ia mendatangi Mbak Farisa.
"Mbakk Farisa." Panggil Hanza sambil berlari kecil, Farisa yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke tempat Hanza.
"Owhhh ada apa Tuan?." Balas Farisa yang langsung menunduk kan kepala.
"Tidak usah seformal itu Mbak, biasa saja." Balas Hanza mengangkat dagu Farisa, kalau dilihat-lihat sekarang ini Hanza kayak mau mencium Farisa.
"Ahh- Tu-Tuan." Farisa langsung kaget ketika Hanza menyetuh dagunya dan saat melihat muka Hanza, Farisa langsung tersipu.
"kan sudah ku bilang tidak usah seformal begitu." Ucap Hanza dan memandang ke sekitar taman.
"Anak Mbak kemana?." Hanza bertanya.
"Ahhh.... Itu Tuan." Farisa menunjuk ke Keranjang dorong Bayi yang ada di bawah pohon rindang.
Hanza hanya bisa menghela nafas pasrah ketika Farisa selalu memanggil nya begitu, karena Hanza ingin melihat Bayi nya Farisa jadinya Hanza langsung saja berjalan menuju Kereta Bayi itu, sesampainya disana. Hanza mendapati Bayi yang sudah agak besar, saat dulu pertama kali bertemu dengan Bayi ini, Hanza hanya bisa melihat Bayi yang sangat rapuh.
Note: Bayangin saja Bayi yang baru keluar.
"Tambah Lucu dia." Ucap Hanza menyetuh pipi Bayi itu yang gempal.
__ADS_1
Farisa tersenyum di balakang Hanza ketika ia melihat kejadian saat Hanza menyentuh Bayinya, Farisa langsung teringat dengan Suami nya yang sudah tiada. Farisa hanya bisa tersenyum sedih dan tak di sadari air mata mulai jatuh dari pelupuk matanya. Karena ia menyadari hal itu, Farisa langsung menghapus air matanya.
"Aku sangat bahagia disini." Batin Farisa tersenyum Bahagia.