System Kekayaan!

System Kekayaan!
Saat nya Menyerang


__ADS_3

Di sebuah Pulau tak berpenghuni yang terletak tak jauh dari Benua Eropa, terdapat sebuah Desa atau bisa dibilang Kota karena Desa/Kota itu sangat besar. Tapi kita anggap saja itu sebuah Desa karena tataletak permumahan nya sangat persis seperti Desa-desa pada umumnya.


Untuk penduduk Desa itu sangat jelas kalau mereka adalah orang yang sangat tidak baik, karena Aura dari setiap orang disana memancarkan Aura Membunuh. Bukan hanya itu di setiap jalan terdapat darah berceceran dimana-mana.


Ada juga sebuah teriakan keputus asaan yang bergema keseluruh Desa itu, dan asal suaranya terletak di masing-masing rumah.


Yap Desa ini adalah kamp Sekte Blood Evil, setelah mereka melawan Aliansi seluruh Dunia mereka mengharuskan mundur untuk sementara waktu. Jadi Mereka memilih Pulau tak berpenghuni ini sebagai Kamp sementara mereka.


Tidak Tua dan tidak Muda, semua orang disana sangat biadap. Apalagi yang muda, mereka selalu suka menyiksa Wanita hasil Looting dari Benua Eropa, ada yang di perkosa, di Bdsm, meminumkan Obat perangsang dengan dosis yang sangat tinggi. Masih banyak lagi tapi saya malas menjelaskanya:v


Pokoknya Sekte Blood Evil ini sudah bukan Manusia lagi, mereka bahkan lebih menjijikkan dari pada Binatang.


Hanya saja semua pergerakan Sekte Blood Evil sudah di ketahui oleh dua orang yang ada di atas Langit. Mereka berdua seperti menahan amarah ketika melihat kebiadapan orang-orang yang ada dibawah nya.


"Kakak, aku ingin langsung menghancurkan Sekte ini." Ucap Petinggi muda


"Bukan hanya kamu saja Adik yang ingin mereka musnah." Balas Petinggi tua.


"Tugas kita hanya mengintai mereka." Lanjut Petinggi tua.


Mereka berdua diam sementara karena merasakan ada pergerakan dari arah Timur dari posisi mereka saat ini. Tak lama kemudian nampaklah sosok Pria Tua yang umurnya tak berjauhan dari kedua petinggi keluarga Pratama.


"Aku tudak menyangka, kalau Keluarga Pratama akan bergerak secepat ini." Ucap Orang yang baru datang.


"Owhhhhhh..... aku pernah melihatmu di suatu tempat" Ucap Petinggi tua.


Setelah Petinggi Tertua mengucapkan kata itu wajah dari Petinggi Sekte sesat langsung berubah menjadi gelap. Aura Hitam pekat keluar dari tubuhnya dan meledak-ledak tak karuan, cuaca yang mulanya biasa saja mulai berubah menadi Awan mendung.


Hanya Seorang Awekend tingkat Master yang bisa membuat lingkungan sekitar merespon ketika kekuatan mereka di keluarkan. Petinggi Tertua keluarga Pratama melihat orang di depanya dengan tatapan mata ikan.


"Adik, bukankah dia anak yang di penjara itu?." Petinggi tertua bertanya ke petinggi Muda.


"Kayak nya iya kakak, bukankah dia tawanan? tapi kenapa ia malah berpihak Ke Sekte sesat itu?." Petinggi Muda heran dan hanya bisa melihat orang didepanya dengan tatapan Hampa.


"Bajing*n!! kalian lah yang telah membunuh Orangtua ku!!." Teriak Orang ini Auranya yang mulanya hanya meledak-ledak saja berubah menjadi siluet Iblis dengan sebuah Senjata Gada besar di tangan kirinya.


"Sungguh bakat yang sangat bagus, tapi sayangan ia berada di Aliran sesat itu." Kata-kata Petinggi tertua memicu kemarahan dari Orang Sekte Sesat itu.


"Rasakan ini Bajingan!!." Orang ini langsung melesat maju dan di ikuti siluet Iblis itu.


Orang dari Sekte Sesat itu melesat dengan cepatnya, sementara Petinggi tertua dan muda hanya melihat orang Sekte sesat itu layaknya anak kecil yang sedang berlari. Tak butuh waktu satu detik sebuah pukulan melayang ke muka Petinggi tertua.


Bommmmmm*


Awan di sekitar langsung buyar dan membuat angin di sekitar mengammuk, orang-orang Sekte sesat lainya langsung berteriak "serangan-serangan!" kacaulah tempat persembunyian Sekte Blood Evil.

__ADS_1


"Sialan siapa yang berani menyerang langsung ke markas ini!?." Ucap Seseorang yang duduk di kursi.


"Ayo kita keluar, mungkin yang di luar adalah orang dari Keluarga Kuno." Ucap orang lainya yang duduk di kursi juga.


Orang yang ada di ruangan ini berjumblah Sembilan orang dengan kekuatan Grend Master awal dan menengah.


Sementra di luar.


Bommmmm*


Bommmmm*


Pertarungan terus berlanjut hingga sampai kedartan, hasil dari pertarungan itu membut pulau persembunyian Sekte sesat porak peranda. Petinggi muda menyerang anggota lain nya sementara Petinggi tua melawan orang elit Sekte Sesat.


"Kakak, bukankah kita hanya mengintai?." Ucap Petinggi muda sambil menyerang orang didepanya.


"Benar juga, kalau begitu kita akan munduru dulu." Balas Petinggi tua.


Petinggi tua dan muda mengumpulkan Energi dalam ke satu kepalan tangan setelah itu melepaskan Enelgi itu ketika mereka berdua memukul kedepan.


BOOOMMMMMMMMM!!!


Langsung saja tanah pulau itu langsung membentuk cekungan yang sangat penjang, petinggi tua dan muda saling memandang setelaglh mereka mengangguk bersamaan langsung saja melesat pergi dari sana.


Tak lama setelah serangan dari petinggi keluarga Pratama, para tetua sekte Sesat mulai bermunculan dan mereka hanya melihat mayat anggota sekte mereka tergelatak di tanah.


Kedelapan orang lainya juga mengeluarkan Aura Hitam pekat sambil memandang ke mayat-mayat angota mereka.


"Aku tak akan memaafkan orang yang sudah membunuh keluarga ku!." Ucap Tetua wanita Sekte sesat dan ia menjulurkan tanganya, munculah gambaran tentang kejadian saat Petinggi Keluarga Prataman memporak-perandakan tempat itu.


"Sialan! ternyata mereka lah yang sudah menyerang!." Ucap Wanita ini dengan tubuh gemetar.


"Hanya dua orang!?." Seseorang langsunf muncul di dekat kesembilan Tetua itu.


"Ketua!." Kesembilan orang itu laugsung membungkukkan badan setelah melihat orang yang bari datang tadi.


"Bukankah kejadian masalalu juga sama dengan kejadian masa kini?." Ucap ketua sekte sesat sambil tertawa ringan.


"Sungguh mereka itu adalah mosnter yang sebenarnya." Lanjut pemimpin sekte dan melesat pergi dari sana.


Setelah Ketua sekte Sesat pergi, kesembilan tetua lainya langsung saling pandang dan juga pergi dari sana dengan amarah yang sangat besar.(Heyyyyyy..... mereka tidak sadar kalau mereka sudah membunuh orang-orang yang tidak bersalah):v


Tak lama setelah kedua belah pihak meninggalkan tempat pertempuran, muncullah sosok bayangan Hitam setinggi 5 Meter. Bayangan Hitam itu memyerupai Manusia tapi bagian kepalanya ada dua tanduk menjulang keatas, sudahpasti kalau bayangan Hitam itu bukan Manusia. Melainkan Sosok Iblis menyerupai Bayangan.


"Sungguh disayangang kan mereka tidak saling membunuh." Ucap Iblis ini bersuara berat.

__ADS_1


"Aku sudah menunggu mereka untuk saling membunuh, tapi....... kenapa aku merasa sedang ditatap seseorang?." Iblis ini melihat kesekelilingnya dan tidak mendapati apapun kecuali rumah-rumah kayu yang hancur.


"Sungguh Aneh." Setelah mengucapkan kata-kata terakhir, Iblis ini langsung menghilang dari sana karena ia merasakan bahaya kalau disana terus.


Di atas langit yang sangat tinggi, ada seseorang yang sedang memperhatikan kebawah. Orang ini menatap ke satu arah yaitu tempat persembunyian Sekte Blood Evil dengan tatapan Merendahkan.


"Musnahkan?, apa tunggu dulu sampai waktunnya?, keluarga Pratama sudah bergerak dan mereka belum meratakan tempat itu?." Orang ini berbicara kepada dirinya sendiri sambil melihati Smartphone nya.


"Kalau kubiarkan mereka akan semakin mengganas, tapi Keluarga Pratama sudah menargetkan mereka aku tidak boleh gegabah saat ini." Dan setelah itu, ia mengalihkan pandangan kearah Kanan.


"Menarik, Iblis itu juga ada disini." Tubuhnya langsung menghilang setelah melihat Iblis tadi.


Di Villa Hanza.


Saat ini di Villa Hanza masih nampak biasa saja, tapi Aura yang mengelilingi Villa itu bukan sembarangan Aura karena ada sebuah kejadian yang mengharuskan Aura itu bocor keluar sampai-sampai membuat hawa mencengkam kemana-mana.


Kamar Hanza, ada Empat orang yang sedang duduk di Kasur dengan posisi melingkar/saling menghadap satu sama lain. Dan tangan ketiganya saling berpegangan, mereka berempat adalah Hanza, Ani, Nisa dan Tia.


"Tahan lah sebentar." Ucap Hanza mengeluarkan Aura nya dan menyalurkan ke arah tiga wanita itu.


"Ukhhhhhh....." Wajah Tia sudah pucat pasi ketika tubuhnya dimasuki Aura Hanza.


Ani dan Nisa hanya berkeringat deras di sekujur tubuh mereka berdua sudah jelas kalau mereka berdua menahan sakit seperti Tia. Keringat itu membuat baju yang dikenakan nya menjadi basah kuyup.


"Sebentar lagi selesai." Ucap Hanza menambah Auranya dan mengalirkan ke tiga Wanita itu.


Lima menit kemudian proses yang dilakukan Hanza sudah selesai dan berjalan lancar, nafas Tia memburu sementara Ani dan Nisa menyetabilkan nafas mereka dengan tarikkk nafas dalam-dalam terus hembuskan lewat mulut secara perlahan-lahan.(Gue lupa nama pernafasan ini:v)


"Baiklah, proses ini sudah berjalan dengan lancar. Dan juga aku tidak akan khawatir lagi." Ucapan Hanza memberikan suasana Romantis di Kamar itu.


"Yaaaa ini semua karena dirimu Sayang~." Ucapan ketiga Wanita ini membuat Hati Hanza berbunga-bunga.


Bisa dilihat dari tatapan ketiga Wanita itu mengiginkan sesuatu olahraga Ranjang, tapi Hanza menahan untuk melakukan itu karena ia punya urusan penting yang belum ia selesaikan.


"Maaf kan aku, aku tidak bisa menami kalian saat ini. Ada urusan yang sangat penting harus ku selesaikan secepatnya." Ucap Hanza bersalah, karena di saat wanitanya membutuhkan dia tapi ia tidak bisa menemani mereka.


"Tidak apa-apa Sayang." Ketiga wanita ini menjawab secara kompak dan membuat senyum kasih sayang ke Hanza.


Hanza tersenyum senang karena pengertian Wanita nya sangat dalam. Dulu ia pernah melihat ke sebuah Website dan isi dari Website itu mengatakan kalau Wanita sebenarnya akan sangat sulit untk di ajak berunding. Apa lagi kalau masalah Rumah tangga yang Hanza alami saat ini?(bentar...... Kan Hanza belum menikah?:v)


Dahlah, pokoknya begitu deh isi dari Website nya.


Berjalan menuju luar Villa, Hanza berdiri tegak di halaman belakang Villa sambil melihat ke arah Langit yang saat ini tertutupi Awan Hitam dan itu menandakan akan adanya Hujan deras di sertai badai angin. Petir menggelegar kemana-mana tapi semua kejadian itu Hanza hiraukan dan terus manatap ke arah Langit.


"Saat nya menyerang." Guman Hanza melesat pergi dengat cepatnya menuju Atas Langit.

__ADS_1


Author: Hehehehehe saya masih Males kawan-kawan ku sekalian, jadi begitu deh. :v


__ADS_2